Apa saja yang dapat menjadi penyebab gigi sensitif?

Gigi sensitif

Gigi sensitif terjadi ketika lapisan dasar gigi yang bernama dentin menjadi terbuka, akibat berkurangnya jaringan gusi (selimut pelindung yang menutupi akar gigi).

Sejumlah orang yang memiliki risiko mengalami DH antara lain adalah orang yang menderita penyakit periodontal, orang yang menyikat gigi terlalu bersemangat, pasien bulimia, orang dengan serostomia, mengkonsumsi minuman atau makanan dengan kadar asam yang tinggi dan merokok dengan pipa.

Resesi gingiva merupakan salah satu etiologi terjadinya hipersensitif dentin.

Resesi gingiva adalah terpaparnya permukaan akar gigi oleh karena hilangnya jaringan gingiva dan/atau penyusutan margin gingiva dari mahkota gigi.

Resesi gingiva umumnya terjadi pada orang dewasa berumur lebih dari 40 tahun, tetapi bisa juga mulai terjadi dari masa remaja. Resesi gingiva bisa diikuti oleh resesi tulang alveolar ataupun tidak.

Hipersensitif dentin juga dilaporkan sebagai efek dari pemutihan gigi (tooth bleaching). Mekanisme yang menyebabkan terjadinya hipersensitif dentin setelah bleaching belum dapat ditentukan secara pasti. Diperkirakan mediator inflamasi menjadi faktor penting terkait masalah tersebut.

Selain faktor tersebut, rasa sakit pada gigi sensitif dapat disebabkan oleh beberapa faktor pemicu, antara lain :

  1. Rangsangan dingin
    Rangsangan dingin merupakan pemicu utama terjadinya hipersensitivitas dentin. Berdasarkan teori hidrodinamik, aliran cairan tubulus dentin akan meningkat keluar menjauhi pulpa sebagai respon dari rangsangan dingin dan menstimulus rasa nyeri. Perangsangan tersebut terjadi melalui respon mekanoreseptor yang mengubah syaraf pulpa.

  2. Rangsangan panas
    Selain rangsangan dingin, hipersensitif dentin juga dipicu oleh rangsangan panas. Rangsangan panas akan menyebabkan pergerakan cairan ke dalam menuju pulpa. Meskipun demikian, rangsangan panas sebagai pemicu hipersensitif dentin lebih jarang dilaporkan, kemungkinan karena pergerakan cairan tubulus dentin akibat rangsangan panas relatif lebih lambat dibandingkan dengan rangsangan dingin.

  3. Rangsangan kimiawi
    Rasa nyeri juga dapat dipicu oleh rangsangan kimiawi seperti mengkonsumsi makanan yang mengandung asam yaitu buah-buahan terutama buah jeruk; minuman bersoda yang mengandung asam karbonat dan asam sitrat; saus salad; teh herbal; dan alkohol. Bahan-bahan dengan pH rendah tersebut dapat menyebabkan hilangnya jaringan keras gigi (enamel dan dentin) melalui reaksi kimia tanpa melibatkan aktivitas bakteri, yang disebut erosi.

    Lingkungan rongga mulut yang asam juga akan menyebabkan terbukanya tubulus dentin lebih banyak lagi yang mengakibatkan terjadinya peningkatan sensitivitas gigi.

  4. Rangsangan taktil atau sentuhan
    Rasa nyeri biasanya terjadi ketika pasien menyentuh daerah sensitif dengan kuku jari atau bulu sikat selama penyikatan gigi. Selain itu, pemeriksaan gigi dengan alat-alat tertentu yang terbuat dari logam, seperti sonde dan eksplorer, juga dapat meningkatkan sensitivitas pada gigi.

  5. Rangsangan udara
    Terhirupnya udara bebas pada pasien dengan kebiasaan bernapas melalui mulut, terutama pada cuaca dingin, atau semprotan udara dari syringe atau kompresor ketika prosedur pengeringan permukaan gigi, juga dapat memicu timbulnya rasa nyeri pada kasus hipersensitif dentin.

Bila gigi terasa ngilu saat minum air dingin atau saat makan makanan asam atau manis maka gigi termasuk kategori gigi sensitif. Gigi sensitif akan lebih mudah terserang penyakit gigi. Karena itu, butuh perhatian ekstra agar gigi tidak sampai rusak. Faktor yang paling banyak menyebabkan gigi sensitif adalah :

  • Kebiasaan menggosok gigi yang salah. Tekanan berlebihan pada saat menggosok gigi dapat membuat gusi mengalami iritasi, menyebabkan gigi berlubang, penipisan email gigi, bahkan dapat menimbulkan kerusakan hingga ke akar gigi.

  • Pada kondisi mulut yang tidak sehat terdapat plak atau karang gigi yang menjadi tempat bersarangnya kuman. Karang tersebut juga lama-lama dapat mengiritasi gigi dan juga menimbulkan bau mulut.

  • Penumpukan sisa-sisa makanan di daerah pertemuan gigi. Lama kelamaan sisa-sisa makanan tersebut menumpuk dan lambat laun mengirisitasi gusi sehingga menyebabkan gigi keropos.

https://www.hdindonesia.com/info-medis/kesehatan-gigi-dan-mulut

Kemungkinan penyebab gigi sensitif antara lain :

  1. Penyakit Gusi
    Resesi gingiva atau jaringan gusi yang hilang bisa menjadi penyebab dari gigi sensitif. Resesi gingiva ini juga dikenal dengan istilah penyusutan gusi. Ada ribuan tabung berukuran kecil yang terdapat pada akar gigi atau dentin di mana arah tabung tersebut adalah ke pusat saraf gigi. Biasanya, bagian tersebut memiliki lapisan gusi sebagai pelindungnya, tapi saat jaringan pelindung menyusut atau tertarik turun, otomatis terbukalah bagian yang sensitif. Inilah yang kemudian menyebabkan gangguan pada gigi dan menjadikannya sangat sensitif. Penyakit gusi mampu menjadikan gusi menyusut ini sehingga Anda perlu memerhatikan kesehatan gusi setiap harinya.

  2. Membusuknya Gigi
    Pembusukan gigi dapat terjadi dan mengakibatkan terjadinya gigi sensitif karena gigi yang membusuk berisiko tinggi membuat gigi berlubang atau keropos. Gigi yang mengalami pembusukan biasanya akan membuat lapisan lunak di bawahnya lebih cenderung mudah terkena iritasi. Itulah mengapa dianjurkan tak hanya bagi anak-anak, orang dewasa pun perlu menyikat gigi rutin. Bila iritasi terjadi dengan gampang pada lapisan lunak akibat pembusukan gigi, gigi pun akhirnya menjadi lebih sensitif dari biasanya. Rasa ngilu dan nyeri pun muncul sehingga Anda tak akan merasa nyaman. Jadi, jagalah selalu kebersihan mulut, terutama gigi dan gusi agar proses pembusukan gigi dari penumpukan plak dapat terhambat.

  3. Menyikat Gigi Terlalu Kuat dan Keras
    Tujuan kebanyakan orang saat menyikat gigi dengan keras adalah supaya makin bersih. Namun menyikat gigi dengan cara seperti itu justu bukanlah hal yang baik bagi gigi. Proses menyikat gigi terlalu kasar, kuat dan keras malah bisa membuat sensitivitas gigi meningkat sehingga nantinya terasa ngilu. Sikatlah gigi dengan tekanan yang wajar-wajar saja dan perhatikan juga cara menyikat gigi yang tepat supaya mencegah kerusakan lapisan email gigi. Penyikatan gigi tidak usah terlalu keras tapi harus tepat dan dapat menyeluruh mencapai seluruh bagian gigi supaya kotoran dapat disingkirkan.

  4. Kebiasaan Menggeretakkan Gigi
    Ada sejumlah orang yang sudah terbiasa menggeretakkan gigi, terutama ketika tidur atau sedang dalam posisi diam. Kebiasaan ini mungkin dianggal hal biasa yang tidak berpengaruh negatif, padahal sebetulnya mampu menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi terkena gigi sensitif. Percaya atau tidak, kebiasaan ini malah menimbulkan kondisi buruk bagi gigi Anda. Saat menggeretakkan gigi terlalu sering, otomatis ini bakal memicu lapisan email pada gigi menjadi terkikis. Sebagai akibatnya, terbukalah dentin gigi sehingga menimbulkan yang namanya rasa nyeri dan ngilu di mana ini akan sangat terasa kalau Anda mengonsumsi yang manis, pedas, asam, dingin dan panas.

  5. Penggunaan Sikat Gigi yang Salah
    Tidak semua produk sikat gigi itu pas dan baik digunakan karena ada pula yang bulu sikatnya kurang fleksibel alias terlalu kaku. Ketika bulu sikat saja kaku dan lebih keras, otomatis ini akan berpengaruh ketika Anda menyikat gigi. Proses menyikat gigi secara kuat-kuat menggunakan sikat gigi jenis ini akan meningkatkan risiko gigi sensitif lebih besar.

Sumber: https://halosehat.com/tips-kesehatan/gigi/penyebab-gigi-sensitif

Gigi kamu terasa sakit atau ngilu ketika makan es krim atau minum teh panas? Atau justru ketika sikat gigi? Bisa jadi itu karena kamu memiliki gigi sensitif. Kamu bisa mencoba menggunakan pasta gigi untuk gigi sensitif guna mengurangi ngilu di gigi.

Gigi sensitif terjadi ketika lapisan dasar gigi yang bernama dentin menjadi terbuka, akibat berkurangnya jaringan gusi (selimut pelindung yang menutupi akar gigi).

Faktor pemicu yang membuat gigi kita menjadi sensitif pun ada banyak, misalnya:

  • Terlalu bersemangat saat sikat gigi, alias menyikat terlalu keras.
  • Menggunakan bulu sikat gigi yang keras.
  • Menggunakan obat kumur yang mengandung asam atau alkohol.
  • Gusi turun hingga membuat akar gigi terlihat, kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit periodontitis.
  • Radang gusi atau gingivitis.
  • Penumpukan plak di permukaan akar gigi.
  • Bakteri plak masuk ke pulpa gigi melalui gigi yang retak atau patah.
  • Suka menggeretakkan gigi hingga membuat enamel berkurang.
  • Menggunakan produk pemutih gigi atau pasta gigi yang mengandung baking soda dan peroxide.
  • Usia kamu antara 25-30 tahun.
  • Kebiasaan mengonsumsi makanan asam seperti jeruk, lemon, tomat, acar, atau teh.

Sumber : https://www.alodokter.com/kandungan-pasta-gigi-untuk-gigi-sensitif-yang-ampuh

Insiden gigi sensistif terjadi pada :

  • Usia penderita berkisar antara 20 s/d 40 tahun dan puncaknya berada pada usia akhir 30-an.
  • Secara umum, penderita hipersensitivitas dentin wanita memiliki tingkat insidens lebih tinggi dibandingkan dengan insidens pada pria.
  • Lebih rendahnya tingkat insidens hipersensitivitas dentin pada individu yang lebih tua mencerminkan perubahan yang terjadi pada dentin dan jaringan pulpa gigi. Sklerosis pada dentin, peletakan dentin sekunder dan fibrosis pulpa akan mengganggu transmisi hidrodinamis dari stimulus melalui dentin yang terbuka.

Distribusi Intraoral gigi sensitif :

  • Hipersensitivitas umumnya dijumpai pada area servikal bukal di gigi permanen. Walaupun semua tipe gigi bisa terpengaruh, kaninus dan premolar pada kedua rahang adalah gigi yang paling sering terpengaruh.
  • Berkaitan dengan bagian sisi mulut, pada orang yang menyikat gigi dengan tangan kanan, hipersensitivitas dentin terlihat lebih besar pada sisi kiri mulut dibandingkan gigi kontralateralnya.

Penyebab utama hipersensitivitas dentin adalah tubulus dentin yang terbuka. Dentin dapat terbuka terjadi karena dua proses yaitu hilangnya struktur periodontium yang melindunginya (resesi gingiva), atau melalui hilangnya email.

Penyebab klinis terpajannya tubulus dentin yang paling umum adalah resesi gingiva. Ketika terjadi resesi gingiva, lapisan pelindung luar dentin akar, yaitu sementum, terkikis atau tererosi. Hal ini menyebabkan dentin di bawahnya terbuka. Daerah ini mengandung prosesus odontoblas yang berasal dari kamar pulpa. Sel-sel ini berisi ujung saraf, yang bila terganggu, saraf akan mengalami depolarisasi yang akan diterjemahkan sebagai nyeri.

Setelah tubulus dentin terpajan, terjadi proses oral yang membuatnya tetap terpajan. Proses Ini meliputi kontrol plak yang buruk, keausan emaill, teknik higienis mulut yang tidak tepat, erosiservikal, dan terpajan pada asam.

Alasan utama terjadinya resesi gingiva adalah :

  • Penyebab umum adalah resesi gingiva
  • Akar yang menonjol
  • Abrasi akibat penyikatan gigi
  • Kebiasaan mulut yang menyebabkan luka gingiva yaitu mengorek-ngorek (picking) gigi trauma, memakan makanan keras
  • Pembersihan gigi berlebihan
  • Flossing berlebihan
  • Resesi gingiva yang diseababkan penyakit tertentu, yaitu NUG, periodontitis, dan gingivostomatitis herpetika
  • Preparasi mahkota gigi

Sedangkan penyebab hilangnya email gigi antara lain :

  • Atrisi yang disebabkan fungsi oklusal yang berlebihan seperti bruksisme
  • Abrasi dari komponen makanan atau teknik menyikat gigi yang buruk.
  • Erosi yang terkait dengan lingkungan atau partikel asam dalam komponen makanan