© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan sementum?

Sementum adalah bagian gigi yang merupakan jaringan penghubung antara gigi dengan tulang rahang tempat tumbuhnya gigi.

Apa yang dimaksud dengan sementum?

Sementum membentuk lapisan yang sangat tipis pada daerah servikal akar dan tebalnya bertambah pada daerah apikal. Struktur anatomi sementum berdasarkan pembentuknya adalah sebagai berikut :

image

  1. Acellular, Aflibrillar Cementum (AAC: merah) AAC terbentuk pada pinggiran servik enamel mengikuti penyempurnaan praerupsi pematangan enamel, dan kadang-kadang juga selama erupsi gigi. Ini kemungkinan disekresi oleh sementoblast.

  2. Acellular, Extrincic-fiber cementum (AEC: biru muda) AEC membentuk pra dan post secara erupsi. AEC disekresikan oleh fibroblast. Pada bagian apikal akar, ini meliputi bagian sementum campuran fiber (mixed-fiber cementum).

  3. Cellular, Intrinsic-fiber Cementum (CIC: biru) CIS dibentuk pre dan post secara erupsi. CIC disintesis oleh sementoblat, tetapi tidak mengandung fiber ekstrinsik Sharpey.

  4. Cellular, Mixed-fiber Cementum (CMC: oranye/biru muda) CMC dibentuk oleh sementoblast dan fibroblast; ini merupakan kombinasi dari sementum fiber intrinsik selular dan sementum fiber ekstrinsik aselular.

image

image

image

Perlindungan akar dari sementum terjadi karena salah satu dari tiga hubungan antara enamel dan mahkota gigi. Secara berurutan, sementum dapat tumpang tindih dengan enamel, bertemu enamel, atau ada celah antara sementum dan enamel. Urutan ini juga disebut sebagai OMG (overlap, meet, gap).

  • Overlap – pada 60% dari seluruh kasus, sementum tumpang tindih dengan enamel pada jarak yang pendek.
  • Meet – pada 30% dari seluruh kasus, sementum bertemu dengan enamel.
  • Gap – pada 10% dari seluruh kasus, ada suatu celah kecil antara sementum dan enamel (membuka area dentin). Pasien dapat mengalami ketidaknyamanan (sensitivitas dentin) selama penggunaan instrumen. Penggunaan anastesi lokal dapat membantu selama penggunaan instrumen, dan desentisisasi area sensitif harus dilakukan dengan penggunaan instrumen secara berlanjut.

Histologi Sementum

Komposisi organik sementum didominasi oleh kolagen tipe I, komponen berserat dari berbagai jaringan, di antara proteoglikan dan air. Komposisi mineralnya 45 sampai 50% dari volumenya dan tersusun sebagian besar oleh kalsium dan fosfat dalam bentuk hidroksiapatit.

Komponen sementum dewasa:

  • Matriks organik – terdiri dari kerangka yang padat kolagen yang berikatan dengan gel seperti substansi ekstraseluler sekitar.
  • Bagian mineral – terbentuk dari kristal hidroksiapatit (kalsium dan fosfat).
  • Tidak mengandung pembuluh darah ataupun saraf (hipersensitivitas permukaan akar terjadi ketika sementum hilang dari permukaan dentin. Dentin adalah bagian yang sensitif saat disikat atau disentuh instrumen kedokteran gigi.

Karakteristik sementum:

  • Membungkus dentin pada seluruh bagian akar dan gigi
  • Kekuatan – 40 KHN
  • Ketebalan – 15 sampai 60 µm dan 150 sampai 200 µm
  • Warna – kuning muda
  • Komposisi Kimia
    Anorganik - 50%
    Organik - 50%

Ada lima tipe sementum, yaitu berdasarkan waktu pembentukan, berdasarkan ada tidaknya sel dengan matriksnya, berdasarkan asal fiber berkolagen matriksnya, berdasarkan bahan pembentuk dan selnya, serta berdasarkan lokasi dan polanya.

● Berdasarkan waktu pembentukkan

  • sementum primer
  • sementum sekunder

● Berdasarkan ada tidaknya sel dengan matriknya

  • sementum seluler
    Ciri-cirinya:

    1. Mengandung sementosit dengan jaringan mineralnya.
    2. Terbentuk setelah erupsi gigi dan kurang mengapur dari pada sementum aseluler.
    3. Ketebalan berkisar antara 150 sampai 200 µm.
    4. Dibentuk oleh sedikit serat Sharphey.
  • sementum aseluler
    Ciri-cirinya:

    1. Tidak mengandung sementosit di dalam jaringan bermineralnya.
    2. Terbentuk pertama kali dan membungkus sekitar bagian ketiga servikal atau setengah dari akar.
    3. Sementum aseluler baru tidak terbentuk selama gigi masih hidup (kondisi sehat)
    4. Ketebalan sekitar 30 sampai 60 µm.

Hingga saat ini, penghilangan sementum secara sengaja merupakan perawatan sementum yang tidak terlindungi oleh migrasi apikal JE (Junctional Epitelium). Penghilangan sementum pada setengah mahkota akar harus dihindari; selama bertahun-tahun, pemakaian instrumen secara terus-menerus dapat menghilangkan seluruh sementum dan membuka dentin.

Perlindungan terhadap sementum adalah baik karena kehilangan sementum akan diikuti dengan terbukanya tubul dentin dan hilangnya perlekatan serat PDL dengan permukaan akar.

● Berdasarkan asal fiber berkolagen matriksnya

  • fiber intrinsik yang disebabkan aktivitas sementoblas
  • fiber ekstrinsik yang disebabkan oleh penggabungan fiber ligamen periodontal

● Macam-macam tipe sementum adalah:

  • sementum serabut intrinsik aseluler primer
    Ini adalah sementum yang pertama kali terbentuk dan telah ada sebelum serabut periodontium utama terbentuk sempurna. Jaringan ini meluas dari tepi servikal ke sepertiga akar gigi dan mengelilingi seluruh akar pada sejumlah gigi lainnya (insisif dan kaninus). Di daerah permukaan, sementum lebih termineralisasi dibandingkan di daerah dekat dentin dan mengandung kolagen yang awalnya dihasilkan oleh sementoblas dan kemudian oleh fibroblas.

  • sementum serabut ekstrinsik aseluler primer
    Ini adalah sementum yang terus-menerus terbentuk sekitar serabut periodontium primer setelah keduanya telah digabungkan ke dalam sementum serabut intrinsik aseluler primer.

  • sementum serabut intrinsik seluler sekunder
    Sementum ini memiliki penampilan seperti tulang dan hanya memainkan peran yang kecil dalam perlekatan serabut. Sementum ini lebih sering di bagian apeks akar premolar dan molar.

  • sementum serabut campuran seluler sekunder
    Sementum ini adalah suatu tipe adaptif dari sementum seluler yang melibatkan serabut periodontium sambil terus berkembang. Distribusi dan perluasannya sangat bervariasi dan dan dapat dikenali oleh adanya inklusi sementosit, tampilannya yang berlapis-lapis, dan keberadaan sementoid di permukaannya.

  • sementum afibril aseluler
    Ini adalah sementum yang terdapat pada email yang tidak berperan dalam perlekatan serabut.

● Dua tipe sementum berdasarkan lokasi dan polanya

  • sementum intermediet
    Dinamakan sementum intermediet karena lokasinya berada di antara dentin dan (yang akan menjadi) sementum fibrilar (ditemukan pada bagian sementodentinal junction ) dari sementoblas yang berasal dari folikel atau kantung gigi. Dapat bersifat sebagai sementum maupun dentin.

  • sementum campuran bertingkat
    sementum campuran bertingkat terbentuk dari fiber ekstrinsik (Sharphey’s) dan intrinsik (kolagen) dan mengandung sel pada matriksnya.

Fungsi Sementum

Fungsi yang paling utama dari sementum adalah:

  1. Menyediakan media perlekatan ke serat-serat kolagen dari ligamen periodontal. Dalam hypophosphatasia, yang merupakan penyakit keturunan, terdapat kelonggaran dan kehilangan dini gigi sulung anterior. Hal ini karena hampir tidak ada kehilangan total dari sementum.

  2. Sementum lebih keras daripada tulang alveolar dan tidak memiliki suplai darah, dan tidak menunjukkan resorpsi dibawah kekuatan pengunyahan atau ortodonti, integritas gigi dipertahankan dan tulang alveolar yang bersifat elastis secara alami mengalami perubahan bentukyang memenuhi persyaratan ortodotik.

  3. Sementum memiliki aset endapan terus menerus dan melakukan patchwork atau perbaikan untuk kerusakan seperti fraktur atau resorpsi dari permukaan akar.

  4. Deposisi sementum reguler pada puncak akar membantu untuk mengisi ketinggian gigi yang hilang karena pemakaian oklusal atau membantu dalam erupsi pasif gigi.

  5. Pelindung dentin pada akar gigi.

Sementogenesis

Sementogenesis merupakan proses pembentukan sementum. Selama pembentukan email, korona gigi di tutupi oleh epithelium dental, bagian basal epithelium ini merupakan kantong epithelial hertwig. Sebelum sementoblas terbentuk, sel-sel jaringan pengikat yang berkontak dengan permukaan gigi berdeferensiasi menjadi sementoblas. Sementoblas inilah yang akan berdiferensiasi menjadi sementum. Pada proses deposisi sementum yang baru, maka akan terbentuk suatu batas yang disebut reversal line, antara sementum yang baru dan lama.

Kelainan Sementum

Di bawah ini merupakan contoh dari kelainan sementum:

  1. Hipersementosis
    Hipersementosis merupakan penebalan dari sementum. Hipersementosis ini terlokalisasi pada satu gigi atau pada seluruh gigi geligi.

    image

  2. Sementoma
    Sementoma merupakan masa sementum yang biasanya terletak dibagian apical gigi, dapat melekat atau tidak melekat sama sekali. Dianggap sebagai salah satu neoplasma odontogenik, ataupun kelainan pembentukan pada waktu perkembangan. Sementoma ini banyak terdapat pada wanita daripada laki-laki dan lebih banyak terdapat di mandibula dari pada maksila.

Sementum adalah jaringan mesenkim terkalsifikasi menyerupai tulang yang terdapat pada lapisan terluar akar gigi. Sementum terdeposisi pada permukaan akar gigi secara perlahan sepanjang hidup kita. Pada daerah setengah koronal, tebal sementum berkisar antara 16-60 μm sedangkan pada sepertiga apikal berkisar antara 150-200 μm.

Deposisi sementum pada daerah apikal mengimbangi hilangnya struktur gigi pada permukaan oklusal karena atrisi.

Fungsi dari sementum adalah:

  • anchorage gigi ke tulang alveolar melalui ligamentum periodontal
  • menjaga hubungan oklusal
  • menjaga lebar ligamentum periodontal apeks
  • repair fraktur akar
  • proteksi tubuli dentinalis
  • penyumbatan foramen apikal dan assesoria setelah perawatan saluran akar.

Sementum berasal dari sel mesenkimal folikel gigi yang berkembang menjadi sementoblas. Sementoblas menimbun suatu matriks, disebut sementoid, yang mengalami pertambahan pengapuran dan menghasilkan 2 jenis sementum: aselular dan selular.

Secara kronologis sementum aselular pertama-tama ditimbun pada dentin membentuk pertemuan sementum-dentin, dan biasanya menutupi sepertiga servikal dan sepertiga tengah akar. Sementum selular biasanya ditumpuk pada sementum aselular pada sepertiga apikal akar dan bergantian dengan lapisan sementum aselular. Sementum selular ditumpuk pada kecepatan yang lebih besar daripada sementum aselular dan dengan demikian menjebak sementoblas di dalam matriks.

Sel-sel yang terjebak ini disebut sementosit. Sementosit terletak pada kripta sementum dan dikenal sebagai lakuna. Dari lakuna, kanal-kanal, disebut kanalikuli, yang berisi perpanjangan protoplasmik sementosit dan berfungsi sebagai jalan mengangkut nutrien ke sementosit, menjalin dengan kanalikuli lain dari lakuna lain untuk membentuk suatu sistem yang dapat dipersamakan dengan sistem Havers tulang.

Oleh sebab sementum adalah avaskular, nutrisinya berasal dari ligamen periodontal. Karena lapisan inkremental sementum ditumpuk, ligamen periodontal dapat berpindah tempat lebih jauh, dan akibatnya beberapa sementosit mungkin mati dan meninggalkan lakuna kosong.

Sementum terdeposisi pada akar gigi secara terus-menerus sepanjang hidup kits, kecuali terdapat kondisi patologis dari jaringan periapikal atau periodontal. Berbeda dengan dentin, komposisi mineral sementum tidak berubah secara signifikan dengan bertambahnya umur. Pada gigi yang tidak berfungsi atau gigi impaksi, biasanya sementum tampak lebih tipis dibandingkan gigi yang berfungsi dan tampak terdapat perbedaan struktur. Pada sementum gigi impaksi, serabut Sharpey hampir tidak ada dan sementum terdiri terutama oleh serabut-serabut intrinsik yang tersusun paralel dengan permukaan akar gigi.

Baik sementum seluler mau pun aseluler bersifat sangat permeabel. Permeabilitas sementum akan menurun dengan bertambahnya umur.

Sel-sel yang terdapat pada sementum:

  1. Sementoblas
    Sementoblas pada awalnya berasal dari sel-sel ektomesenkimal yang terdapat pada follicle gigi. Kemudian pada akhirnya, sementoblas dapat berasal dari sel-sel ligamen periodontal yang tidak berdiferensiasi. Secara morfologi, sementoblas sama dengan fibroblas namun sementoblas terletak dekat permukaan sementum dan seringkali tampak perpanjangan processus sitoplasmik pada sementum. Sementoblas memproduksi serabut kolagen intrinsik dan substansi dasar yang bersama-sama dengan serabut kolagen ekstrinsik membentuk sementum

  2. Sementosit
    Selama periode sementogenesis, sementoblas dapat terperangkap dalam lakuna sebagai sementosit. Pada sementosit tampak pengurangan volume sitoplasmik dan berkurangnya jumlah organela sitoplasmik yang merupakan gambaran berkurangnya aktivitas metabolik.

  3. Fibroblas ligamen periodontal
    Walaupun secara teknis sel ini merupakan penyusun ligamentum periodontal, namun set ini juga memproduksi serabut kolagen yang akan mengalami mineralisasi dan akan menjadi bagian dari sementum. Dengan demikian, fibroblas ligamen periodontal berperan dalam sementogenesis.

  4. Sementoklas
    Merupakan sel raksasa dengan inti lebih dari satu (multinucleated giant cell) yang berperan aktif dalam resorpsi sementum. Sel ini tidak dapat dibedakan dengan osteoklas.

Sementum merupakan salah satu jaringan keras gigi berupa suatu lapisan tipis jaringan termineralisasi yang menyelubungi dentin suatu akar gigi. Dikatakan bahwa lapisan sementum memiliki kemampuan intrinsik untuk melindungi jaringan dentin terhadap proses demineralisasi karena asam.

Sementum memiliki ketebalan berbeda-beda pada bagian akar gigi, dan yang paling tebal terdapat di daerah apikal akar serta daerah inter-radikular (50-200 nm). Sementara ketebalan sementum di daerah servik gigi adalah 10-15 nm. Ketebalan sementum pada kasus dengan penyakit periodontal dikatakan lebih tipis dari pada sementum pada permukaan akar gigi yang sehat, dilihat dengan Scanning Electrone Microscope.

Sementum terbentuk secara perlahan sepanjang hidup. Umumnya terdapat dua jenis, yaitu sementum aseluler dan sementum seluler. Kedua jenis sementum tersebut mengandung serat-serat kolagen dan juga matrik interfibrilari yang terkalsifikasi. Serat-serat kolagen dalam sementum berasal dari dua sumber.

  • Yang pertama adalah dari serat Sharpey, merupakan bagian suatu ligamen periodontal yang dibentuk oleh fibroblas (sumber ekstrinsik).

  • Sumber kedua adalah serat-serat yang berasal dari matrik sementum yang dibentuk oleh sementoblas (sumber intrinsik).

Baik sementum aselular maupun selular terletak teratur dalam lamela- lamela yang dipisahkan oleh garis-garis paralel sumbu panjang akar gigi. Garis-garis ini menggambarkan adanya periode istirahat pada saat pembentukan sementum dan juga merupakan tanda adanya perbedaan mineralisasi pada tiap lamela sementum.

Gambaran sementum aseluler dan sementum seluler
Gambar Gambaran sementum aseluler dan sementum seluler.

Secara umum, sementum aseluler banyak terdapat pada setengah panjang akar ke arah mahkota gigi. Sedangkan sementum seluler biasanya terletak pada setengah panjang akar ke arah ujung akar. Adanya sementum seluler pada daerah apikal akar gigi berperan dalam penebalan sementum di daerah tersebut. Penebalan sementum seluler pada apikal akar gigi adalah dalam rangka mengkompensasi pertumbuhan gigi ke arah oklusal.

image
Gambar Penebalan sementum pada bagian apikal gigi yang berperan terhadap panjang akar.

Sementum dikatakan memiliki komposisi kimia dan sifat fisik seperti tulang. Sementum bersifat avaskuler dan tidak memiliki persyarafan.

Sifat Fisik Sementum


Sementum berwarna kuning pucat dengan permukaan suram, tetapi lebih halus daripada dentin. Permeabilitas jaringan sementum bervariasi tergantung dari usia dan tipe sementum. Permeabilitas sementum seluler lebih tinggi daripada permeabilitas sementum aseluler. Secara umum, permeabilitas jaringan sementum lebih tinggi dibanding jaringan dentin. Sama halnya pada jaringan dental lainnya, sifat permeabilitas akan menurun seiring dengan pertambahan usia.

Kandungan unsur organik sementum lebih rendah dari tulang (65%), dentin (70%), email (97%), maka sementum tidak sekeras email ataupun jaringan keras lainnya. Karena sifatnya yang cenderung lunak dan tipis, maka jaringan sementum akan mudah hilang akibat abrasi bila terjadi resesi gingiva. Hilangnya sementum ini akan menyebabkan terbukanya jaringan dentin.

Sifat Kimia Sementum


Sementum kira-kira terdiri dari 65% unsur anorganik (hidroksiapatit) dan 23% sisanya adalah unsur organik (serat kolagen dan matrik non kolagen) dan mengandung 12% air.

Serat kolagen terbanyak adalah kolagen tipe I yang merupakan 90% dari komponen organik. Kolagen lain yang terkait adalah kolagen tipe III, yaitu suatu kolagen yang tidak terjalin silang dan ditemukan dalam konsentrasi tinggi selama perkembangannya, perbaikan serta regenerasi jaringan sementum. Selain kolagen tipe I dan tipe III, terdapat juga kolagen tipe V, tipeXII, dan tipe XIV.

Selain serat kolagen, unsur organik lainnya adalah protein non kolagen seperti yang ditemukan pada tulang, yaitu alkaline fosfatase, sialoprotein tulang, fibronektin, osteokalsin, osteonektin, osteopontin, proteoglikan, proteolipid, dan beberapa macam faktor pertumbuhan.

Adapun komposisi mineral kandungannya, sekalipun dikatakan menyerupai tulang, namun belum ada keterangan yang jelas. Terdiri dari Ca, P (sebagai PO43- dan HPO42- ), P (sebagai pyrofosfat), CO2 (sebagai karbonat), Na, Mg, Cl, K, F, Fe, Zn,Sr.

Seperti halnya dengan email, konsentrasi konstituen atau trace element pada sementum, cenderung lebih tinggi pada daerah permukaan luar. Misalnya, dalam hal Fluor, konsentrasi Fluor dalam jaringan sementum aseluler lebih tinggi daripada dalam sementum seluler.

Tahun 2005, Rex melaporkan hasil penelitiannya tentang komposisi mineral dalam sementum gigi. Ditemukan bahwa terdapat variasi inter individual yang sangat luas dalam hal konsentrasi Kalsium, Fosfat dan Fluor dalam sementum. Konsentrasi Ca, P dan Fluor menurun dari arah servikal ke apikal. Konsentrasi Ca, P dan Fluor tidak berbeda diantara permukaan bukal dan lingual, hanya saja konsentrasi Fluor di daerah servikal bukal lebih tinggi. Sebaliknya Ca dan P meningkat dari sepertiga luar ke sepertiga dalam pada sementum di servikal ke 1/3 apikal akar gigi.

Bila dibandingkan dengan tulang, maka lapisan permukaan sementum lebih banyak mengandung fluor daripada jaringan tulang. Hal ini dikatakan menyebabkan kristal mineral pada sementum lebih stabil dan tahan terhadap disolusi karena asam yang dihasilkan oleh sel-sel klas.

Selanjutnya, pada tahun 2006 Rex meneliti konsentrasi Ca, P dan F pada gigi premolar yang telah dicabut setelah pemberian tekanan yang ringan (25 gram/cm2) dan pemberian tekanan yang berat (225 gram/cm2). Hasilnya memperlihatkan bahwa pemberian tekanan ortodontik menyebabkan perubahan prosentase mineral sementum. Prosentase mineral sementum setelah pemberian tekanan yang ringan memperlihatkan sedikit perubahan. Tekanan yang ringan memperlihatkan kecenderungan peningkatan prosentase Ca, P dan F pada area ligamen peridontal yang terkompresi. Lebih jauh, pemberian tekanan yang berat akan menyebabkan penurunan prosentase Ca sementum pada area ligamen periodontal yang teregang. Namun, pada area ligamen periodontal yang tertekan terdapat peningkatan prosentase P pada sementum.

Sifat Mekanis Sementum


Sementum memiliki kekerasan mikro permukaan dan modulus elastisitas yang berbeda pada kedua jenis sementum. Sementum selular, karena kurang terkalsifikasi seperti sementum aselular, dikatakan memiliki kekerasan mikro permukaan dan modulus elastisitas yang lebih rendah daripada sementum aselular.

Tidak banyak peneliti yang sudah meneliti kekerasan mikro permukaan jaringan sementum. Tahun 2001 Malek menyatakan kekerasan mikro permukaan sementum selular (di daerah apikal gigi) adalah 0.29 + 0.12 Gpa. Sedangkan sementum aselular (di daerah servikal gigi) memiliki kekerasan mikro permukaan sementum 0.59 + 0.05 Gpa dan modulus elastisitas 9.9 + 1.5 Gpa.

Kemudian tahun 2004 Cirano menyatakan bahwa pada gigi kaninus sehat ditemukan kekerasan mikro permukaan jaringan sementum akar adalah sebesar 19,70 VHN. Dikatakan bahwa ini mirip dengan yang ditemukan oleh Warren yaitu kekerasan mikro permukaan sementum tanpa adanya penyakit periodontal adalah 20 VHN, sedangkan bila disertai dengan penyakit periodontal adalah 17 VHN (cit Cirano).

Srivicharnkul pada tahun 2005, meneliti kekerasan mikro permukaan dan modulus elastisitas sementum gigi premolar pada 2(dua) kelompok. Kelompok kontrol yaitu gigi premolar yang tidak diberi tekanan. Kelompok yang diberi perlakuan adalah gigi premolar yang diberi tekanan, baik tekanan yang ringan maupun tekanan yang berat. Pemberian tekanan yang ringan disini yakni sebesar 25 gram/cm2, sedangkan pemberian tekanan yang berat yakni sebesar 225 gram/cm2. Hasil penelitiannya menunjukkan kekerasan mikro permukaan dan modulus elastisitas sementum menurun dari area servikal ke area apikal pada permukaan bukal dan lingual gigi premolar yang tidak diberi tekanan. Penurunan yang sama juga terjadi pada kelompok gigi yang diberi tekanan, baik tekanan yang ringan ataupun tekanan yang berat dan tidak terdapat perbedaan secara statistik antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.

Gambaran Mikrostruktur Sementum


Sementum dikatakan memiliki struktur menyerupai tulang. Tulang sendiri memiliki tingkatan struktur yang kompleks. Pada tingkat struktur mikro, terlihat sebagai tulang kortikal dan tulang cancellous. Setingkat dibawahnya adalah Osteon (trabekula pada skala sub-milimeter/µm). Kemudian pada tingkat mikron, terdapat lamela-lamela. Di dalam lamela- lamela inilah terdapat serat-serat kolagen. Adapun serat kolagen mengandung molekul-molekul kolagen, air dan kristal-kristal mineral, dalam tingkat nanometer.
Fibril kolagen yang sudah termineralisasi akan tersusun dalam lamela-lamela yang memiliki ketebalan kurang dari satu mikron sampai dengan beberapa mikron. Fibril kolagen dalam bentuk lamela, tersusun dalam alur-alur yang paralel, sehingga susunannya menyerupai struktur kayu lapis (plywood-like structure).

Komponen anorganik mineral sementum, seperti halnya tulang, dentin dan email, adalah hidroksiapatit (HA). Namun selain HA, terdapat juga bentuk-bentuk lain dari kalsium dalam tingkatan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang terkandung dalam email atau dentin.

Kristal hidroksiapatit dalam mikrostruktur jaringan sementum, bentuk dan ukurannya lebih kecil daripada yang terdapat dalam email misalnya. Ukuran maksimal adalah 40 x 20 x 2 nm, sumbu panjangnya biasanya terletak paralel dengan serat-serat kolagen dalam sementum.

Kristal mineral yang terdapat dalam tulang atau sementum adalah kristal karbonat apatit yang disebut dahllite, berbentuk prisma heksagonal. Dalam bentuk makroskopik, kristal tersebut berbentuk plate-like, tipis, kadang menyerupai tablet, berukuran sangat kecil (50 x 25 x 1.5 ~ 4 nm).