Bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar?

Sering kali kita menyikat gigi hanya sekedar asalkan terasa bersih, namun apakah cara menyikat gigi kita sudah benar?

Cara menyikat gigi yang baik adalah sebagai berikut :

  1. Letakkan bulu sikat gigi pada permukaan gigi dekat tepi gusi dengan posisi membentuk sudut 45 derajat. Anda bisa mulai menyikat gigi pada gigi geraham atas atau pada gigi belakang di salah satu sisi mulut Anda. Sikatlah dengan gerakan melingkar dari atas ke bawah selama sekitar 20 detik untuk setiap bagian.

  2. Sikat setiap bagian gigi, mulai dari bagian gigi yang biasa dipakai untuk mengunyah, gigi yang dekat dengan pipi dan lidah. Pastikan semua permukaan gigi sudah disikat, sehingga plak atau sisa makanan yang menempel di gigi bisa hilang

  3. Untuk membersihkan permukaan dalam gigi depan Anda, Anda harus memegang sikat gigi secara vertikal atau menggunakan ujung kepala sikat gigi Anda dan sikat dengan gerakan melingkar dari tepi gusi sampai atas gigi. Lakukan gerakan ini berulang sebanyak 2-3 kali.

  4. Ubah pola menyikat gigi Anda yang biasa jika diperlukan. Kadang, menyikat gigi dengan cara yang itu-itu saja membuat bagian lain yang tidak biasa dilewati bisa terabaikan.

  5. Jika Anda memulainya dari bagian geraham atas, maka Anda akan menyelesaikan sikatan Anda pada gigi geraham bawah. Anda akan menghabiskan waktu sekitar 2-3 menit untuk menyikat seluruh bagian gigi Anda.

  6. Terakhir, bilas mulut dan sikat gigi Anda dengan air sampai bersih.

Sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/gigi-mulut/cara-menyikat-gigi-dengan-benar/

.

Mulut sebenarnya sudah memiliki sistem pembersihan sendiri (self cleansing) yaitu air ludah, tetapi dengan makanan yang modern seperti sekarang, pembersihan alami ini tidak lagi dapat berfungsi dengan baik, oleh karena itu untuk menjaga agar gigi dan mulut tetap dalam keadaan bersih diperlukan bantuan sikat gigi dan bahan–bahan lainnya (Tarigan, 1989).

Menurut Herijulianti, Indriani dan Artini (2002), cara yang paling mudah dilakukan untuk menghindari masalah kesehatan gigi dan mulut adalah dengan
menjaga kebersihan gigi dan mulut yang lazimnya dilakukan adalah dengan menyikat gigi.

Machfoedz (2006), menyatakan perilaku menyikat gigi yang baik dan benar dilakukan secara tekun, teliti, dan teratur. Tekun artinya sikat gigi dilakukan dengan giat dan sungguh–sungguh, teliti artinya sikat gigi dilakukan pada seluruh permukaan gigi dan teratur artinya dilakukan minimal dua kali sehari.

Waktu menyikat gigi

Waktu menyikat gigi yang baik adalah setiap kali setelah makan pagi dan malam sebelum tidur. Dianjurkan menyikat gigi sesudah makan, gigi akan menjadi kotor karena adanya sisa-sisa makanan yang masih menempel pada gigi, oleh karena itu melakukan sikat gigi yang benar adalah sesudah makan pagi.

Menyikat gigi malam hari sebelum tidur dianjurkan karena pada saat tidur bakteri didalam rongga mulut akan bergerak dengan bebas untuk merusak gigi dan mulut, menjaga agar bakteri tidak dapat berkembang dengan bebas gigi harus bersih, bersih dari sisa makanan yang melekat pada permukaan gigi (Setyaningsih, 2007).

Teknik menyikat gigi


Menurut Sariningsih (2012), teknik menyikat gigi adalah:

  • Sikatlah semua permukaan gigi atas dan bawah dengan gerakan maju mundur dan pendek-pendek atau atas bawah selama dua samapai lima menit dan sedikitnya delapan kali gerakan setiap gerakan gigi.

  • Permukaan gigi yang menghadap ke bibir disikat dengan gerakan naik turun.

  • Permukaan gigi yang menghadap ke pipi disikat dengan gerakan naik turun agak memutar.

  • Permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah disikat dengan gerakan maju mundur.

  • Permukaan gigi yang menghadap langit-langit atau lidah disikat dengan gerakan dari arah gusi ke permukaan gigi.

  • Sikat gigi dibersihkan dengan air dan disimpan tegak dengan posisi kepala sikat gigi ada di atas.

  • Hal yang harus diperhatikan pada saat menggosok gigi yaitu gosoklah semua permukaan gigi. Pindahkan sikat gigi dengan teratur, dan gosoklah gigi-gigi dengan teliti. Sikat gigi jangan ditekan sewaktu menggosok.

  • Bagian-bagian dari gigi yang memerlukan perhatian khusus di waktu menggosok gigi adalah bagian gigi yang berbatasan dengan gusi, di rahang bawah bagian gigi yang menghadap ke lidah dan pada gigi-gigi belakang (geraham) bagian yang menghadap ke pipi.

  • Biasakan untuk menggosok gigi didepan cermin dan jangan lupa untuk memakai zat pewarna plak.

  • Pemeriksaan gigi secara sepintas yaitu pemeriksaan dilakukan tanpa alat dan dilakukan setelah kegiatan menggosok gigi.

Peralatan dan bahan menyikat gigi


Sebelum menyikat gigi harus disiapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang akan dipergunakan (Besford, 1996).

Sikat gigi

Sikat gigi merupakan salah satu alat oral fisiotherapy yang digunakan secara luas untuk membersihkan gigi dan mulut. Macam sikat gigi ada yang manual maupun elektrik, dengan berbagai ukuran dan bentuk. Banyak jenis sikat
gigi di pasaran, harus diperhatikan keefektifan sikat gigi untuk membersihkan gigi dan mulut (Putri, Herijulianti, dan Nurjannah, 2010).

Sikat gigi yang digunakan harus memenuhi syarat kesehatan yaitu:

  1. Kepala sikat yang kecil
    Ukuran kepala sikat gigi yang kecil tujuannya agar dapat membersihkan permukaan gigi yang paling belakang serta dapat digerakan dengan mudah pada sudut permukaan gigi yang berbeda.

  2. Tangkainya Lurus
    Tangkai sikat gigi yang dipergunakan tangkainya lurus dengan tujuan agar mudah dipegang.

  3. Bulu Sikat yang Halus
    Bulu sikat gigi yang dipergunakan harus halus supaya tidak merusak gigi dan jangan terlalu keras karena tidak dapat membersihkan sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi. Bulu sikat yang baik adalah yang terbuat dari nilon.

Pasta Gigi

Pasta gigi adalah suatu zat yang digunakan bersama-sama dengan sikat gigi untuk membersihkan dan memoles gigi. Efek pembersihan dari pasta gigi tergantung dengan kandungannya. Pasta gigi efektif dalam peranannya kebersihan mulut, pasti ini haruslah berkontak erat dengan gigi dengan cara meletakkan pasta gigi diantara bulu sikat agar tidak jatuh sebelum mencapai permukaan gigi (Wirayuni, 2003).

Pasta gigi biasanya digunakan bersama-sama dengan sikat gigi untuk membersihkan dan menghaluskan permukaan gigi geligi, serta memberikan rasa nyaman dalam rongga mulut, karena aroma yang terkandung didalam pasta tersebut nyaman dan menyegarkan (Putri, Herjulianti, dan Nurjannah, 2010).

Menurut Besford (1996), mulut akan terasa lebih segar apabila menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi. Pasta gigi yang sebaiknya digunakan adalah pasta gigi yang mengandung fluor. Karena fluor dapat mencegah kerusakan gigi yang lebih lanjut.

Cermin

Tujuan penggunaan cermin dalam menggosok gigi adalah untuk membantu melihat pada waktu menyikat gigi agar tidak ada permukaan yang terlewati, selain itu cermin juga dipergunakan untuk membantu melihat sesudah menyikat gigi, untuk mengetahui semua permukaan gigi sudah bersih atau belum. Penyikatan kembali dapat dilakukan jika gigi belum bersih (Besford, 1996).

Penyikatan gigi adalah cara yang paling umum dan sederhana yang biasanya dilakukan oleh masyarakat untuk membersihkan gigi sekaligus sebagai sarana kontrol plak.

Tujuan dari menyikat gigi adalah untuk menghilangkan dan mencegah pembentukan plak, membersihkan gigi dari makanan, debris dan noda, menstimulasi jaringan gingiva (pijat/ massage gingiva supaya peredaran darah sempurna) dan dilakukan dengan tekanan seringan mungkin, tidak tergesa-gesa, agar tidak terjadi erosi area sevikal gigi dan resesi gingiva.

Metode penyikatan gigi yang terbaik adalah yang dapat menghilangkan penumpukan plak dan deposit lunak (materi alba dan debris makanan), menstimulasi gingiva, serta dapat membantu pasta gigi untuk mencapai seluruh permukaan gigi. Metoda Stillman dikatakan selain efektif menghilangkan plak dan debris, juga mempunyai efek terbesar dalam menstimulasi gingiva.

Caranya adalah dengan memegang gagang sikat secara horizontal. Letakkan bulu sikat dengan tekanan sedang hingga gingiva terlihat pucat, sebagian pada servikal gigi dan sebagian lagi pada tepi gingiva serta gingiva cekat, ±45° terhadap sumbu gigi. Lakukan gerakan memutar ±180°, pendek-pendek, ke arah oklusal saja.

Efisiensi dari menyikat gigi dipengaruhi oleh lamanya penyikatan gigi, dianjurkan adalah 3-4 menit.

Hasil penyikatan yang baik dapat dipermudah dengan membagi mulut dalam sejumlah bagian tergantung pada ukuran masing-masing lengkung rahang dan ukuran sikat giginya.

Apabila hal-hal tersebut terabaikan maka efisiensi penyikatan gigi akan berkurang. Area yang biasanya kurang optimal adalah daerah marginal gingiva, interproksimal dan bagian lingual.

Keuntungan lain dari penyikatan gigi dengan metoda Stillman selain eliminasi plak adalah temuan histologis yang menunjukkan bahwa penyikatan gigi dapat meningkatkan keratinisasi dari oral epithelium dan sulcus epithelium , meningkatkan sirkulasi kapiler gingiva, pembentukan dense bundle dari jaringan penyambung kolagen dan penebalan tulang alveolar. Pendapat yang paling baru dalam artian stimulus menyatakan bahwa penyikatan gigi secara mekanis selain untuk meningkatkan kerja sel fibroblas untuk berproliferasi dalam satu minggu, juga meningkatkan sintesa kolagen hanya dalam waktu lima minggu.

Optimalisasi menyikat gigi juga dipengaruhi oleh susunan geligi, pada kondisi gigi yang berjejal, tambalan yang mengemper, tambalan yang bocor, permukaan yang kasar, daerah interproksimal yang sempit dan perawatan ortodonsia yang secara keseluruhan akan menyebabkan retensi makanan dan mengurangi kemampuan pembersihan pada area tersebut.