Bagaimana seharusnya kita menyikapi sebuah kegagalan?

Hi guys, hari ini aku mau ngajak kalian berdiskusi tentang sebuah topik yang sebenernya sudah sangat membosankan untuk didengarkan. Kegagalan itu apa sih sebenarnya? secara singkat kita dapat mengartikan bahwa kegagalan adalah suatu kondisi di mana kita tidak bisa mewujudkan apa yang kita inginkan. Kalau misalnya kita mencari pengertiannya yang lebih luas dari internet kita akan menemukan bahwa failure is the state or condition of not meeting a desirable or intended objective, and may be viewed as the opposite of success.

Tapi ya ngomong-ngomong apakah setiap orang itu pernah gagal? dan bagaimana sebaiknya kita bersikap dalam menghadapi sebuah kekagagalan?

8 Likes

Kegagalan adalah satu langkah menuju kesuksesan. Kegagalan kita dapatkan ketika kita sudah berani mencoba dan itu bukanlah sesuatu yang menghancurkan, tetapi sebagai pondasi untuk kesuksesan yang luar biasa. Semangat

3 Likes

Setuju banget. Suatu saat ada waktu dimana kita akan sadar bahwa kegagalan itu sebenarnya jalan bagi kita untuk menjadi lebih baik.

2 Likes

Hay kak Dian sebelumnya terimakasih sudah ikut berdiskusi :pray:
Iya benar sekali, saya setuju dengan pendapat Kaka! Pada dasarnya kegagalan itu membangun diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan semakin dekat dengan kesuksesan. Jadi tidak ada yang perlu ditakuti dari kegagalan, kegagalan merupakan hal yang wajar untuk kita yang sedang berjuang.

1 Like

Hay kak sifara, terimakasih sudah ikut berpendapat :pray: saya juga sangat setuju dengan pendapatnya bahwa kegagalan itu membangun diri kita untuk melakukan hal yang lebih baik lagi

1 Like

Ilustrasi yang kak @Jemirahmawati05 berikan tentang bagaimana belief system bekerja tadi sangat menggambarkan sih kak. Standar yang seorang pakai sebagai parameter pembanding dari aspek-aspek kehidupan yang ia jalani sangat tergantung pada lingkungannya. Standar kesuksesan orang-orang di lingkungan akademis berbeda dengan standar kesuksesan kelompok pebisnis. Dan itu kembali lagi pada tujuan dan fokus masing-masing orang. Sayangnya ada orang yang terombang-ambing dengan standar lingkungan yang sebetulnya tidak berkaitan dengan tujuannya sendiri. Jatuhnya malah ibarat mendaki tangga yang salah hehe. Yang dikejar approval dari orang, padahal bukan itu yang diinginkan secara pribadi.

Kalau menurut kakak, gimana sih kak caranya biar nggak terkena pengaruh negatif dari belief system? Soalnya menurutku konyol aja kalau orang merasa gagal atas sesuatu yang sebetulnya dia tidak perlu merasa gagal atas hal tersebut.

2 Likes

Hy kak @lanalintang terimakasih sudah ikut berdiskusi, :pray: dan terimakasih atas pertanyaannya, saya akan menjawab berdasarkan pemikiran saya pribadi.

Belief sistem/sistem kepercayaan itu memang secara tidak langsung bersifat mengikat. Dan sangat berpengaruh terhadap tindakan yang akan kita lakukan. Bahkan kegagalan yang kita alami itu atas dasar pertimbangan dari Belief sistem bukan karena murni prinsip hidup kita sendiri. Salah satu cara yang dapat kita lakukan agar kita tidak terlalu dikuasai oleh belief system adalah dengan membuat prinsip hidup sendiri, karena disaat kita sudah memiliki prinsip hidup sendiri yang matang maka belief system pun tidak akan menjadi permasalahan. Menolak kehadiran belief system tidak masalah jika memang itu berdampak buruk bagi diri kita, namun memang jika untuk menghapus belief system di kalangan masyarakat itu merupakan suatu hal yang tidak memungkinkan.

Jadi intinya kemampuan dalam membuat prinsip hidup sendiri itu sangat dibutuhkan agar kita tidak terlalu dikuasai oleh belief system!

1 Like

Menurut saya kegagalan itu bukan lah suatu kehancuran, tapi kegagalan itu suatu proses menuju kesuksesan, jika kita pernah gagal, kita jangan langsung down, menyerah, akan tetapi lebih semangat lagi, supaya kegagalan yang kedua tidak terulang lagi.
Semangat terus kak.

1 Like

menurutku kegagalan bisa bersifat membangun, dan bisa juga bersifat menghancurkan, semua tergantung apa yang kita lakukan setelah gagal.

jika kita memilih untuk bangkit maka kegagalan bisa membangun diri ini menjadi lebih baik dan menjadi pelajaran untuk kedepannya. jika kita memilih untuk terpuruk dan berlarut dalam kesedihan, maka kegagalan bisa menjadi faktor yang menghancurkan diri kita.

kita bisa memilih untuk bangkit, dan bisa memilih untuk terpuruk juga. kegagalan itu ibarat pisau bermata dua. kalau kita bisa mengambil pelajaran maka akan baik bagi pribadi kita, dan sebaliknya jika kita malah berlarut dalam kegagalan maka itu akan menghancurkan diri kita.

1 Like

kegagalan dapat ditanggapi ke dalam dua reaksi. yang pertama, dijadikan beban pikiran yang berujung menghancurkan. yang lainnya, dijadikan motivasi yang berujung membangun. kebanyakan orang melihat kesuksesan sebagai konsep pencapaian, namun sebenarnya hal itu merupakan konsep prosedur.
ada anak tangga yang harus dilewati untuk mencapai kesuksesan itu sendiri.

bila ada 10 anak tangga yang harus dijajaki, salah satunya atau dua di antaranya pasti bermuat kegagalan dan rintangan. anak tangga itu tak bisa dihindari, dilompati pun tak bisa, ia harus dipijak sebagaimana anak-anak tangga yang lain. kalau berhenti artinya mundur ke anak tangga sebelumnya, kalau terus berjalan maka harus menanggung konsekuensinya. konsekuensi yang dihadapi rentan membuat nyali menciut dan semangat tiba-tiba pupus. tapi perolehan yang menunggu di garis finish juga tak kalah menggiurkannya. jadi, ingin pilih yang mana?

kegagalan bisa berarti dua hal tergantung pada seorang individu ingin bagaimana meresponnya.

1 Like

Sebelumnya terimakasih atas pendapatnya ka🙏 saya setuju dengan yang kak Veronica sampaikan, terkadang kita tidak panjang dan menyikapi kegagalan dengan rasa takut, kekecewaan padahal sebenarnya kegagalan itu harusnya kita jadikan pacuan untuk melakukan hal yang lebih baik lagi😊

1 Like

Saya rasa semua orang mengalami fase “GAGAL” dalam dirinya, bukan? Untuk menuju suatu kesuksesan, kita membutuhkan kegagalan, kita perlu kegagalan! kegagalan itu sebenarnya bukan suatu hal yang membuat kita harus terpuruk dan menghentikan semua perjuangan kita bukan! justru kegagalan ini akan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.

Seorang Profesor di Fisher College of Business, Ohio State University ini menjelaskan, “Ketika dihadapkan pada kegagalan, lebih baik memusatkan perhatian pada perasaan”. Sebab, ketika orang berkonsentrasi pada seberapa buruk perasaan mereka dan bagaimana mereka merasa tidak ingin mengalami perasaan tersebut lagi, kemungkinan besar mereka akan berusaha lebih keras pada kesempatan berikutnya.

jika pada saat kita mengalami kegagalan kita tidak hanya terfokus dengan kerugian yang kita peroleh akibat dari kegagalan kita itu, kita akan menemukan makna dari kegagalan yang sebenarnya. Kita akan sadar bahwa kegagalan itu sifatnya bukan menghancurkan tapi membangun dan aku yakin suatu saat ada waktu dimana kita akan berkata “untung dulu aku gagal” pasti aneh ya gagal kok untung sih? tapi ini nyata kegagalan itu menguntungkan. Kalau kita mau berpikir jauh kita pasti bisa menemukan makna kegagalan yang sebenarnya, namun kita hanyalah manusia biasa, jadi sangat wajar apabila kita takut dengan kegagalan tapi jangan berlebihan.

Kegagalan merupakan suatu hal yang tidak jauh dari perjalanan hidup. Namun bagaimana kita menyikapi sebuah kegagalan berpengaruh juga bagaimana cara kita berfikir dan menanggapi sebuah kesalahan dalam melangkah. Banyak orang diluar sana yang memiliki sifat yang bermacam-macam seperti: gampang menyerah, gampang bosan, kurang komitmen terhadap suatu tujuan, ada juga orang yang memiliki sifat yang tetap berpegang teguh pada tujuan meskipun gagal ataupun sukse. Itu semua juga pengaruh dari pola pikir masing-masing orang. Menurut saya, kegagalan dalam hidup merupakan suatu acuan dan reminder agar kita bisa mengoreksi diri sendiri. Apa yang salah dari kita? Apa yang kurang dari usaha kita? Dan ketika kita memikirkan hal tersebut maka muncul potensi dan keinginan baru kita untuk mencoba hal lain. Cobalah untuk fokus pada proses bukan fokus pada hasil saja.

Setiap orang pasti pernah gagal. Sesimple kita ingin sekali makan ayam goreng pada toko A tetapi toko tersebut tutup sehingga tidak berjualan, itu juga bisa disebut sebagai kegagalan. Bahwa pada hari itu kita gagal untuk makan ayam goreng toko A sehingga membuat kita memutar otak untuk mencari solusi dengan memilih pilihan ayam goreng toko B.

Untuk bagaimana cara menyikapinya, apa saat kegagalan itu terjadi, kondisi kita perasaan kita pastinya merasa kecewa tapi tidak baik untuk terus larut dalam kekecawaan tersebut.

Mengutip dari buku Alkemis yang ditulis oleh penulis terkenal Paulo Coelho, disana disebutkan bahwa adanya keberuntungan pemula, dimana kita mendapatkan banyak kemudahan diawal kita berusaha untuk mewujudkan sesuatu, tetapi makin kita coba untuk makin jauh rasanya akan semakin sulit dan banyaknya kegagalan yang datang. Kenapa? keberuntungan pemula ini digunakan untuk membuat kita makin semangat untuk terus berjalan jalan, dan kenapa semakin jauh semakin sulit dan adanya kegagalan yang kita rasakan? menurut saya itu untuk menguji kita sampai mana kita untuk tetap bisa konsisten terhadap pilihan kita.

Saya pribadi menyikapi kegagalan seperti sebuah bintang di galaxy dalam universe saya, jadi semakin banyak kegagalan yang saya miliki berarti semakin banyak bintang yang ada di galaxy saya, dengan arti lain dunia saya akan semakin bersinar terang karena banyaknya bintang. Persis seperti yang dikatakan oleh BTS, penyanyi Korea dalam lagunya yang berjudul Microkosmos.

Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Terkadang, kegagalan dapat membuat kondisi seseorang terpuruk dan kecewa dengan apa yang telah terjadi. Kegagalan juga kadang dapat membuat seseorang jera untuk terus mencoba lagi hal tersebut. Saya terkadang juga merasa kecewa dengan kegagalan yang saya alami. Tentu saja, kecewa tersebut tidak langsung hilang begitu saja. Perlu beberapa hari untuk menghilangkan rasa kecewa tersebut dan menggantinya dengan semangat. Kegagalan selalu saya jadikan sebagai pelajaran baru bagi saya. Dari sana, saya akan belajar banyak hal dan dapat menggunakan kegagalan sebagai salah satu motivasi yang dapat mendorong saya untuk terus bergerak maju. Dengan demikian, kecewa dengan kegagalan tidak apa-apa, asalkan jangan berlarut-larut. Setelah itu, dapat menggunakan kegagalan sebagai motivasi untuk terus belajar dan mencoba.

Saya yakin semua orang pernah mengalami kegagalan, ada yang mengalaminya dalam masalah percintaan, pendidikan bahkan pekerjaan. Seperti pendapat lain pada umumnya, saya juga percaya bahwa kegagalan tidak seharusnya menjadikan kita rendah diri atau kecewa berlebihan.

Karena kegagalan sama halnya dengan pembelajaran. Menjadikan kita lebih hebat dan kuat, membuat semangat juang kita terus membara. Dari kegagalan juga kita akan belajar ikhlas, bahwa kita tidak bisa begitu saja mengatur kemauan yang kita ingin capai. Ada campur tangan Tuhan, orang lain, bahkan keberuntungan didalamnya.

Kalau dipikir-pikir setiap orang pasti pernah gagal, bahkan sehebat Einstein saja pasti gagal dulu kan sebelum menemukan teori relativitas.

Tapi yang ingin saya highlight bukanlah sedikit-banyaknya kegagalan yang mungkin kita alami, melainkan definisi kegagalan itu sendiri, karena kebanyakan orang cenderung terjebak dalam definisi kegagalan yang ada di masyarakat.
Contoh:
Kalau saya tidak masuk PTN berarti saya di cap gagal seumur hidup saya, karena saya tidak mau di cap gagal maka saya gambling milih PTN terserah mau dimana saja dan rank berapapun itu yang penting PTN. Akibatnya saya jadi terjebak dalam pandangan masyarakat dan menutup mata seolah tidak ada PTS yang bagus diluar sana.

Menurut saya definisi kegagalan seperti inilah yang harus diubah karena seperti yang telah dituliskan oleh kak @Jemirahmawati05 failure is the state or condition of not meeting a desirable or intended objective (kegagalan adalah keadaan atau kondisi ketika kita tidak dapat mencapai tujuan yang diinginkan atau dimaksudkan), maka sudah jelas yang harus dicapai adalah murni tujuan/keinginan kita sendiri, bukan tujuan/keinginan orang lain. Barulah pantas disebut gagal ketika kita tidak berhasil mencapainya.

Setuju, justru dengan kegagalan kita dapat mengkoreksi diri kita sendiri, dan melakukan evaluasi untuk kedepannya agar terus menjadi lebih baik. Kalau pun terjadi kegagalan lagi, ambil positifnya saja kita jadi tau dimana kesalahan kita dan kita jadi semakin sering melatih diri.

Menurut pendapat aku kegagalan itu sesuatu yang sifatnya wajar dan lumrah, karena sesukses apapun seseorang pasti ada fase dimana mereka mengalami sebuah kegagalan dalam hidupnya dan kegagalan itulah yang membuat mereka menjadi sukses dan mampu untuk terus berkembang menjadi lebih baik. Dan aku rasa semua orang tentu akan mengalami yang namanya kegagalan baik anak kecil maupun orang dewasa mulai dari masalah sekolah, kuliah, kerja ataupun berumah tangga.

Masalah yang sering dihadapi waktu kegagalan itu datang biasanya kebanyakan orang menyikapinya dengan cara yang salah seperti langsung menyerah atau putus asa. Menurut aku, seharusnya dengan adanya kegagalan itu kita bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi dengan melihat sisi positifnya bahwa perjuangan yang sudah dilakukan itulah yang menjadi pengalaman berharga dalam hidup.

Jadi sebenarnya kegagalan itu bisa ada dan bisa tidak tergantung bagaimana setiap individu menyikapinya, namun cobalah untuk mengganti kata kegagalan dengan "kamu / saya belum berhasil". Dari situlah kita akan mendapatkan energi positif dan bisa bangkit untuk kembali meraih sesuatu yang kita inginan dengan cara yang lebih baik.

Jika saya gagal dalam suatu hal, saya akan membiarkan perasaan kecewa itu sendiri berlangsung sesaat. Karena bagi saya itu adalah hal normal dan wajar dirasakan jika mengalami sebuah kegagalan, tidak perlu terlalu terburu-buru untuk menyangkal perasaan itu. Nah, setelah itu barulah saya akan berusaha menetralkan perasaan saya kembali dan mulai memikirkan langkah ke depan. Hal itu bisa saja tetap berusaha pada bidang sama, mengganti jalan atau cara, atupun menerimanya dengan lapang dada. Jika hal tersebut memang sangat krusial bagi saya, saya pasti akan berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkannya. Namun, saya juga percaya bahwa mungkin ada jalan lain yang lebih baik ditakdirkan untuk kita. Untuk itu, saya tidak menutup pintu untuk setiap kemungkinan.