Bagaimana seharusnya kita menyikapi sebuah kegagalan?

Hi guys, hari ini aku mau ngajak kalian berdiskusi tentang sebuah topik yang sebenernya sudah sangat membosankan untuk didengarkan. Kegagalan itu apa sih sebenarnya? secara singkat kita dapat mengartikan bahwa kegagalan adalah suatu kondisi di mana kita tidak bisa mewujudkan apa yang kita inginkan. Kalau misalnya kita mencari pengertiannya yang lebih luas dari internet kita akan menemukan bahwa failure is the state or condition of not meeting a desirable or intended objective, and may be viewed as the opposite of success.

Tapi ya ngomong-ngomong apakah setiap orang itu pernah gagal? dan bagaimana sebaiknya kita bersikap dalam menghadapi sebuah kekagagalan?

5 Likes

Kegagalan adalah satu langkah menuju kesuksesan. Kegagalan kita dapatkan ketika kita sudah berani mencoba dan itu bukanlah sesuatu yang menghancurkan, tetapi sebagai pondasi untuk kesuksesan yang luar biasa. Semangat

3 Likes

Setuju banget. Suatu saat ada waktu dimana kita akan sadar bahwa kegagalan itu sebenarnya jalan bagi kita untuk menjadi lebih baik.

2 Likes

Hay kak Dian sebelumnya terimakasih sudah ikut berdiskusi :pray:
Iya benar sekali, saya setuju dengan pendapat Kaka! Pada dasarnya kegagalan itu membangun diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan semakin dekat dengan kesuksesan. Jadi tidak ada yang perlu ditakuti dari kegagalan, kegagalan merupakan hal yang wajar untuk kita yang sedang berjuang.

1 Like

Hay kak sifara, terimakasih sudah ikut berpendapat :pray: saya juga sangat setuju dengan pendapatnya bahwa kegagalan itu membangun diri kita untuk melakukan hal yang lebih baik lagi

1 Like

Ilustrasi yang kak @Jemirahmawati05 berikan tentang bagaimana belief system bekerja tadi sangat menggambarkan sih kak. Standar yang seorang pakai sebagai parameter pembanding dari aspek-aspek kehidupan yang ia jalani sangat tergantung pada lingkungannya. Standar kesuksesan orang-orang di lingkungan akademis berbeda dengan standar kesuksesan kelompok pebisnis. Dan itu kembali lagi pada tujuan dan fokus masing-masing orang. Sayangnya ada orang yang terombang-ambing dengan standar lingkungan yang sebetulnya tidak berkaitan dengan tujuannya sendiri. Jatuhnya malah ibarat mendaki tangga yang salah hehe. Yang dikejar approval dari orang, padahal bukan itu yang diinginkan secara pribadi.

Kalau menurut kakak, gimana sih kak caranya biar nggak terkena pengaruh negatif dari belief system? Soalnya menurutku konyol aja kalau orang merasa gagal atas sesuatu yang sebetulnya dia tidak perlu merasa gagal atas hal tersebut.

2 Likes

Hy kak @lanalintang terimakasih sudah ikut berdiskusi, :pray: dan terimakasih atas pertanyaannya, saya akan menjawab berdasarkan pemikiran saya pribadi.

Belief sistem/sistem kepercayaan itu memang secara tidak langsung bersifat mengikat. Dan sangat berpengaruh terhadap tindakan yang akan kita lakukan. Bahkan kegagalan yang kita alami itu atas dasar pertimbangan dari Belief sistem bukan karena murni prinsip hidup kita sendiri. Salah satu cara yang dapat kita lakukan agar kita tidak terlalu dikuasai oleh belief system adalah dengan membuat prinsip hidup sendiri, karena disaat kita sudah memiliki prinsip hidup sendiri yang matang maka belief system pun tidak akan menjadi permasalahan. Menolak kehadiran belief system tidak masalah jika memang itu berdampak buruk bagi diri kita, namun memang jika untuk menghapus belief system di kalangan masyarakat itu merupakan suatu hal yang tidak memungkinkan.

Jadi intinya kemampuan dalam membuat prinsip hidup sendiri itu sangat dibutuhkan agar kita tidak terlalu dikuasai oleh belief system!

1 Like

Menurut saya kegagalan itu bukan lah suatu kehancuran, tapi kegagalan itu suatu proses menuju kesuksesan, jika kita pernah gagal, kita jangan langsung down, menyerah, akan tetapi lebih semangat lagi, supaya kegagalan yang kedua tidak terulang lagi.
Semangat terus kak.

1 Like

menurutku kegagalan bisa bersifat membangun, dan bisa juga bersifat menghancurkan, semua tergantung apa yang kita lakukan setelah gagal.

jika kita memilih untuk bangkit maka kegagalan bisa membangun diri ini menjadi lebih baik dan menjadi pelajaran untuk kedepannya. jika kita memilih untuk terpuruk dan berlarut dalam kesedihan, maka kegagalan bisa menjadi faktor yang menghancurkan diri kita.

kita bisa memilih untuk bangkit, dan bisa memilih untuk terpuruk juga. kegagalan itu ibarat pisau bermata dua. kalau kita bisa mengambil pelajaran maka akan baik bagi pribadi kita, dan sebaliknya jika kita malah berlarut dalam kegagalan maka itu akan menghancurkan diri kita.

1 Like

kegagalan dapat ditanggapi ke dalam dua reaksi. yang pertama, dijadikan beban pikiran yang berujung menghancurkan. yang lainnya, dijadikan motivasi yang berujung membangun. kebanyakan orang melihat kesuksesan sebagai konsep pencapaian, namun sebenarnya hal itu merupakan konsep prosedur.
ada anak tangga yang harus dilewati untuk mencapai kesuksesan itu sendiri.

bila ada 10 anak tangga yang harus dijajaki, salah satunya atau dua di antaranya pasti bermuat kegagalan dan rintangan. anak tangga itu tak bisa dihindari, dilompati pun tak bisa, ia harus dipijak sebagaimana anak-anak tangga yang lain. kalau berhenti artinya mundur ke anak tangga sebelumnya, kalau terus berjalan maka harus menanggung konsekuensinya. konsekuensi yang dihadapi rentan membuat nyali menciut dan semangat tiba-tiba pupus. tapi perolehan yang menunggu di garis finish juga tak kalah menggiurkannya. jadi, ingin pilih yang mana?

kegagalan bisa berarti dua hal tergantung pada seorang individu ingin bagaimana meresponnya.

1 Like

Sebelumnya terimakasih atas pendapatnya ka🙏 saya setuju dengan yang kak Veronica sampaikan, terkadang kita tidak panjang dan menyikapi kegagalan dengan rasa takut, kekecewaan padahal sebenarnya kegagalan itu harusnya kita jadikan pacuan untuk melakukan hal yang lebih baik lagi😊

1 Like

Saya rasa semua orang mengalami fase “GAGAL” dalam dirinya, bukan? Untuk menuju suatu kesuksesan, kita membutuhkan kegagalan, kita perlu kegagalan! kegagalan itu sebenarnya bukan suatu hal yang membuat kita harus terpuruk dan menghentikan semua perjuangan kita bukan! justru kegagalan ini akan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.

Seorang Profesor di Fisher College of Business, Ohio State University ini menjelaskan, “Ketika dihadapkan pada kegagalan, lebih baik memusatkan perhatian pada perasaan”. Sebab, ketika orang berkonsentrasi pada seberapa buruk perasaan mereka dan bagaimana mereka merasa tidak ingin mengalami perasaan tersebut lagi, kemungkinan besar mereka akan berusaha lebih keras pada kesempatan berikutnya.

jika pada saat kita mengalami kegagalan kita tidak hanya terfokus dengan kerugian yang kita peroleh akibat dari kegagalan kita itu, kita akan menemukan makna dari kegagalan yang sebenarnya. Kita akan sadar bahwa kegagalan itu sifatnya bukan menghancurkan tapi membangun dan aku yakin suatu saat ada waktu dimana kita akan berkata “untung dulu aku gagal” pasti aneh ya gagal kok untung sih? tapi ini nyata kegagalan itu menguntungkan. Kalau kita mau berpikir jauh kita pasti bisa menemukan makna kegagalan yang sebenarnya, namun kita hanyalah manusia biasa, jadi sangat wajar apabila kita takut dengan kegagalan tapi jangan berlebihan.