Apa yang dimaksud dengan Berpikir ?

belajar
berpikir_kritis

( Aurora Ridha Zetana) #1

Berpikir

Berpikir adalah fungsi kognitif tingkat tinggi dan analisis proses berpikir menjadi bagian dari psikologi kognitif. Berpikir merupakan aktivitas yang melibatkan manipulasi otak terhadap informasi, misalnya pada saat kita membentuk konsep, terlibat dalam pemecahan masalah, melakukan penalaran, dan membuat keputusan.

Berpikir memungkinkan seseorang untuk merepresentasikan dunia sebagai model dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan, rencana, dan keinginan. Kata yang merujuk pada konsep dan proses yang sama diantaranya kognisi, pemahaman, kesadaran, gagasan, dan imajinasi.

Apa yang dimaksud dengan Berpikir ?


(Alrescha Nero Ardiaz) #2

Berpikir merupakan aktifitas psikis yang intensional, dan terjadi apabila seseorang menjumpai problema yang harus dipecahkan. Arti lain dari berpikir ialah, daya jiwa kita yang dapat meletakkan hubungan-hubungan antara informasi dan pengetahuan yang kita miliki.

Oleh karena itu, berpikir berarti meletakkan hubungan antara bagian pengetahuan yang diperoleh manusia, yang dimaksud pengetahuan disini mencakup segala konsep, gagasan, dan pengertian yang telah dimiliki atau yang diperoleh manusia. Hal senada dinyatakan oleh Anita taylor, et.al yang mendefinisikan berfikir sebagai proses menarik kesimpulan.

Macam-macam Berpikir

Secara garis besar berpikir dapat dibedakan menjadi dua macam:

  • Berpikir autistic (melamun), dengan berfikir autistic orang melarikan diri dari kenyataan dan melihat hidup sebagai gambar-gambar fantastis.

  • Berpikir realistis (nalar/reasoning) adalah berfikir dalam rangka menyesuaikan diri dengan dunia nyata.

Berpikir realistis ada 3 macam yaitu :

  • Berpikir deduktif yaitu mengambil dua kesimpulan dari dua pernyataan, yang pertama merupakan pernyataan umum ke pernyataan yang khusus.

  • Berpikir induktif yaitu sebaliknya dimulai dari hal-hal yang khusus kemudian mengambil kesimpulan umum.

  • Berpikir evaluatif yaitu berfikir kritis, menilai baik buruknya, tepat atau tidaknya suatu gagasan.

Tingkat-Tingkat Berpikir Manusia


Menurut Frohn, salah satu seorang ahli jerman dari hasil penyelidikannya menyimpulkan bahwa tingkat-tingkat berpikir manusia ada tiga macam, yaitu :

  • Tingkatan Kongkret, yaitu Berpikir melalui bayag-bayang tanggapan khusus yang terjadi karena pengamatan panca indera, yang bersifat kongkrit, misalnya bayang- bayang (tanggapan)

  • Tingkat Skematis/Bagan, yaitu tingkat dimana bayang-bayang atau tanggapan tidak lagi begitu kongkrit. Misalnya orang telah memilih gambaran-gambaran/bayang- bayang umum oleh karena itu orang telah dapat membandingkan keadaan sifat-sifat dari berbagai benda yang pemah diamati.

  • Tingkat Abstrak, yaitu tingkat dimana orang telah menggunakan pengertian yang terbagi atas golongan-golongan. Misalnya dalam proses berfikinya orang tidak lagi membayangkan benda-benda.

Bentuk-bentuk Berpikir


Adapun bentuk-bentuk Berpikir adalah sebagai berikut:

  • Berpikir dengan pengalaman (routine thinking) Dalam bentuk Berpikir ini, banyak menghimpun berbagi pengalaman, dari berbagai pengalaman pemecahan masalah yang kita hadapi.

  • Berpikir respresentatif. Berpikir respresentatif sangat bergantung pada ingatan-ingatan dan tanggapan-tanggapan saja. Tanggapan-tanggapan dan ingatan-ingatan tersebut dignnakan untuk memecahkan masalah yang kita hadapi.

  • Berpikir reproduktif. Dengan Berpikir reproduktif tidak menghasilkan sesuatu yang bam, tempi hanya sekedar memikirkan kembali dan mencocokkan dengan sesuatu yang telah difikirkan sebelumnya

  • Berpikir Rasional. Untuk menghadapi suatu situasi dan memecahkan masalah digunakan cara-car Berpikir logis. untuk Berpikir ini tidak hanya sekedar mengumpulkan pengalaman dan membanding-bandingkan hasil Berpikir yang telah ada, melainkan dengan keaktifan aka! untuk memecahkan masalah.

  • Berpikir kreatif. Dengan Berpikir kreatif dapat menghasilkan sesuatu yang baru, menghasilkan penemuan-penemuan baru.

Berpikir Secara kreatif harus memenuhi tiga syarat yaitu :

  • Kreatifitas melibatkan respon atau gagasan baru
  • Kreatifitas harus dapat memecahkan persoalan secara realistis
  • Kreatifitas merupakan usaha untuk mempertahankan instight yang rasional, menilai dan mengembangkannya sebaik mungkin.

Proses Berpikir kreatif ada lima tahap yaitu :

  • Orentasi: masalah dirumuskan, dan aspek- aspek masalah diidentifikasi;
  • Preparasi: pikiran berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang releven dengan masalah;
  • Inkubasi: pikiran istirahat sebentar, ketika berbagai pemecahan berhadapan dengan jalan buntu. Pada tahap ini, proses pemecahan masalah berlangsung terns dalam jiwa bawah sadar kita;
  • lluminasi: masa inkubasi berakhir ketika pemikiran memperoleh semacam ilham, serangkaian insight yang memecahkan masalah;
  • Verifikasi: tahap terakhir untuk menguji dan secara kritis menilai pemecahan masalah yang diajukan pada tahap keempat.

Faktor yang secara umum menandai Berpikir kreatif

  • Kemampuan kognitif: kecerdasan diatas rata- rata, kemampuan melahirkan gagasan- gagasan baru, dan sebagainya.

  • Sikap yang terbuka: orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima stimuli internal dan eksternal,

  • Sikap yang bebas, otonomi, dan percaya pada diri sendiri.

Fungsi Berpikir


Fungsi Berpikir ada tiga macam yaitu, membentuk pengertian, membentuk pendapat/opini, dan membentuk kesimpulan;

Membentuk pengertian

Membentuk pengertian dapat diartikan sebagai suatu perbuatan dalam proses Berpikir (dengan memanfaatkan isi ingatan) bersifat riel, abstrak dan umum serta mengandung sifat hakikat sesuatu.

Pengertian dapat dibedakan menjadi dua bagian :

  • Pengertian Empiris (pengalaman) dapat diperoleh melalui pengalaman hidup sehari- hari, sehingga terdapat pengalaman yang berbeda antara individu satu dengan yang lainnya.

  • Pengertian logis dapat diperoleh dengan aktifitas pikir dengan sadar dan sengaja, dalam memahami sesuatu.

Menurut pembentukannya, terdapat 3 macam pengertian, Yaitu :

  • Pengertian pengalaman. Artinya pengertian itu terbentuk dari pengalamanpengalaman yang berturut-turut. Misalnya terbentuknya pengertian kursi.

  • Pengertian kepercayaan. Artinya pengertian itu terbentuknya melalui dari kepercayaan. Bukan karena apa-apa dan tidak pemah dialami. Misalnya pengertian tentang Tuhan, neraka dan surga.

  • Pengertian logis. Artinya pengertian itu terbentuk dan satu tingkat ke tingkat yang lain. Pengertian ini dapat terjadi dengan jalan:

    • Menganalisis. Misalnya pengertian tentang manusia, adalah analisa dari makhluk yaitu makhluk yang Berpikir.

    • Membanding-bandingkan. Misalnya membandingkan anak yang kurus terhadap yang gemuk.

    • Menjeratkan. Misalnya pengertian sesuatu yang nyata ditambah atau dikurangi, sehingga menjadi abstrak.

Membentuk Pendapat

Dapat diartikan sebagai hasil pekerjaan pikir dalam meletakkan hubungan antara tanggapan yang satu dengan yang lain, antara pengertian satu dengan yang lain, dan dinyatakan dalam suatu kalimat.

Ada dua macam pembentukan pendapat :

  • Pendapat yang positif, ialah pendapat yang menggabungkan, misalanya: Anak laki-laki, Anak pak amat, yang pincang, yang sekarang kelas 5 SD, yang nakal sekali, adalah Amat.

  • Pendapat yang negatif, ialah pendapat yang menceraikan. Misalnya amat, yang anak pak amat, yang pincang yang sekarang kelas 5 SD, adalah nakal sekali.

Membentuk kesimpulan

Membentuk kesimpulan dapat diartikan sebagai membentuk pendapat bam yang bedrdasar atas pendapat-pendapat lain yang sudah ada. Dalam menariok kesimpulan dapat menggunakan berbagai cara diantaranya adalah :

Kesimpulan yang diambil atas dasar analogi. Kesimpulan yang ditarik atas dasar induktif sintetis Kesimpulan yang ditarik atas dasar deduktif analitis.

  • Kesimpulan analogi yang berarti benar, artinya kesimpulan analogi itu adalah kesimpulan yang di tarik dengan jalan membandingkan situasi yang satu dengan situasi yang lain.

  • Kesimpulan induksi adalah kesimpulan yang ditarik dari keputusan-keputusan yang kusus untuk mendapat yang umum. besi kalau dipanaskan akan memuai.

  • Kesimpulan deduksi ialah kesimpulan yang di tarik dari keputusan yang umum untuk mendapat keputusan yang kusus. Contoh, Semua manusia pasti mati.

Sumber : Andi Thahir, Psikologi Belajar


Apa saja Gangguan Berpikir pada manusia ?