© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan kepribadian?

Kepribadian

Kepribadian (personality) merupakan salah satu kajian psikologi yang lahir berdasarkan pemikiran, kajian atau temuan-temuan (hasil praktik penanganan kasus) para ahli. Objek kajian kepribadian adalah “human behavior”, perilaku manusia, yang pembahasannya, terkait dengan apa, mengapa, dan bagaimana perilaku tersebut.

Apakah yang dimaksud dengan kepribadian atau personalitty ?

Kepribadian atau psyche adalah mencakup keseluruhan fikiran, perasaan dan tingkahlaku, kesadaran dan ketidak sadaran. Kepribadian membimbing manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Sejak awal kehidupan, kepribadian adalah kesatuan atau berpotensi membentuk kesatuan. Ketika mengembangkan kepribadian, orang harus berusaha mempertahankan kesatuan dan harmoni antar semua elemen kepribadian.

Kata kepribadian digunakan untuk menggambarkan :

  • Identitas diri, jati diri seseorang
    Contoh : “Saya seorang yang pendiam”, “ Saya seorang yang terbuka”

  • Kesan umum seseorang tentang diri anda atau orang lain
    Contoh : “dia agresif” atau “dia jujur”

  • Fungsi-fungsi kepribadian yang sehat atau bermasalah
    Contoh : “ saya seorang yang baik “ atau “ Dia pendendam”.

Kepribadian terdiri dari beberapa unsur sebagai berikut:

  • Merupakan organisasi yang dinamis, maksudnya adalah bahwa kepribadian itu selalu berkembang dan berubah walaupun ada organisasi sistem yang mengikat dan menghubungkan sebagai komponen kepribadian.

  • Psikofisis, ini menunjukkan bahwa kepribadian bukanlah semata-mata neural (fisik), tetapi merupakan perpaduan kerja antara aspek dan fisik dalam kesatuan kepribadian

  • Kepribadian berfungsu untuk menentukan, berarti bahwa kepribadian mengandung kecenderungan-kecenderungan menentukan determinasi yang memainkan peranan aktif dalam tingkah laku individu.

  • Unique (khas), ini menunjukkan bahwa tidak ada dua orang yang mempunyai kepribadian yang sama.

  • Menyesuaikan diri terhadap lingkungan, ini menunjukkan bahwa kepribadian mengantar individu dengan lingkungan fisik dan lingkungan psikologisnya, kadang-kadang menguasainya. Jadi kepribadian adalah sesuatu yang mempunyai fungsi atau arti adaptasi dan menentukan.

Istilah kepribadian dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan personality. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu persona, yang berarti topeng dan personare, yang artinya menembus. Istilah topeng berkenaan dengan salah satu atribut yang dipakai oleh para pemain sandiwara pada jaman Yunani kuno. Dengan topeng yang dikenakan dan diperkuat dengan gerak-gerik dan apa yang diucapkan, karakter dari tokoh yang diperankan tersebut dapat menembus keluar, dalam arti dapat dipahami oleh para penonton.

Dari sejarah pengertian kata personality tersebut, kata persona yang semua berarti topeng, kemudian diartikan sebagai pemaiannya sendiri, yang memainkan peranan seperti digambarkan dalam topeng tersebut. Dan sekarang ini istilah personality oleh para ahli dipakai untuk menunjukkan suatu atribut tentang individu, atau untuk menggambarkan apa, mengapa, dan bagaimana tingkah laku manusia.

Definisi-definisi Kepribadian


Banyak ahli yang telah merumuskan definisi kepribadian berdasarkan paradigma yang merekla yakini dan focus analisis dari teori yang mereka kembangkan. Dengan demikian akan dijumpai banyak variasi definisi sebanyak ahli yang merumuskannya. Berikut ini dikemukakan beberapa ahli yang definisinya dapat dipakai acuan dalam mempelajari kepribadian.

  • GORDON W. W ALLPORT
    Pada mulanya Allport mendefinisikan kepribadian sebagai “What a man really is.” Tetapi definisi tersebut oleh Allport dipandang tidak memadai lalu dia merevisi definisi tersebut (Soemadi Suryabrata, 2005) Definisi yang kemudian dirumuskan oleh Allport adalah: “Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical systems that determine his unique adjustments to his environment” (Singgih Dirgagunarso, 1998).

    Pendapat Allport di atas bila diterjemahkan menjadi : Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

  • KRECH dan CRUTCHFIELD
    David Krech DAN Richard S. Crutchfield (1969) dalam bukunya yang berjudul Elelemnts of Psychology merumuskan definsi kepribadian sebagai berikut : “Personality is the integration of all of an individual’s characteristics into a unique organization that determines, and is modified by, his attemps at adaption to his continually changing environment.”

    Kepribadian adalah integrasi dari semua karakteristik individu ke dalam suatu kesatuan yang unik yang menentukan, dan yang dimodifikasi oleh usaha-usahanya dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah terus-menerus

  • ADOLF HEUKEN, S.J.
    Adolf Heuken S.J. dkk. dalam bukunya yang berjudul Tantangan Membina Kepribadian (1989), menyatakan sebagai berikut.

    “Kepribadian adalah pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan serta kebiasaan seseorang, baik yang jasmani, mental, rohani, emosional maupun yang sosial. Semuanya ini telah ditatanya dalam caranya yang khas di bawah beraneka pengaruh dari luar. Pola ini terwujud dalam tingkah lakunya, dalam usahanya menjadi manusia sebagaimana dikehendakinya”.

Berdasarkan definisi dari Allport, Kretch dan Crutchfield, serta Heuken dapat disimpulkan pokok-pokok pengertian kepribadian sebagai berikut.

Kepribadian merupakan kesatuan yang kompleks, yang terdiri dari aspek psikis, seperti : inteligensi, sifat, sikap, minat, cita-cita, dst. serta aspek fisik, seperti : bentuk tubuh, kesehatan jasmani, dst.
• Kesatuan dari kedua aspek tersebut berinteraksi dengan lingkungannya yang mengalami perubahan secara terus-menerus, dan terwujudlah pola tingkah laku yang khas atau unik.
Kepribadian bersifat dinamis, artinya selalu mengalami perubahan, tetapi dalam perubahan tersebut terdapat pola-pola yang bersifat tetap.
• Kepribadian terwujud berkenaan dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh individu.

Konsep Kepribadian


Ada beberapa konsep yang berhubungan erat dengan kepribadian bahkan kadang-kadang disamakan dengan kepribadian. Konsep-konsep yang berhubungan dengan kepribadian adalah (Alwisol, 2005) :

  1. Character (karakter), yaitu penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (banar-salah, baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit.
  2. Temperament (temperamen), yaitu kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologis atau fisiologis.
  3. Traits (sifat-sifat), yaitu respon yang senada atau sama terhadap sekolompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu (relatif) lama.
  4. Type attribute (ciri), mirip dengan sifat, namun dalam kelompok stimuli yang lebih terbatas.
  5. Habit (kebiasaan), merupakan respon yang sama dan cenderung berulang untuk stimulus yang sama pula.

Konsep-konsep di atas sebenarnya merupakan aspek-aspek atau komponen-komponen kepribadian karena pembicaraan mengenai kepribadian senantiasa mencakup apa saja yang ada di dalamnya, seperti karakter, sifat-sifat, dst. Interaksi antara berbagai aspek tersebut kemudian terwujud sebagai kepribadian.

Usaha Mempelajari Kepribadian


Usaha-usaha untuk mengerti perilaku atau menyingkap kepribadian manu-sia sudah lama dilakukan dimulai dengan cara yang paling sederhana, yang tergolong pendekatan nonilmiah, sampai dengan cara-cara modern atau pendekatan ilmiah.

Dari cara-cara yang sangat sederhana lahirlah pengetahuan- pengetahuan yang bersifat spekulatif, dalam arti kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Ada beberapa pengetahuan yang menjelaskan kepribadian secara spekulatif. Pengetahuan seperti ini disebut juga ilmu semu (pseudo science).

Yang termasuk ilmu-ilmu semu antara lain sebagai berikut (Sumadi Suryabrata, 2005).

  1. Chirologi, yaitu pengetahuan yang berusaha mempelajari kepribadian manusia berdasarkan gurat-gurat tangan.
  2. Astrologi, adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar dominasi benda-benda angkasa terhadap apa yang sedang sedang terjadi di alam, termasuk waktu kelahiran seseorang.
  3. Grafologi, merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepri-badian atas dasar tulisan tangan.
  4. Phisiognomi, adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepriba-dian atas dasar keadaan wajah.
  5. Phrenologi, merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepri-badian berdasarkan keadaan tengkorak.
  6. Onychology, pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar keadaan kuku.

Cara mempelajari kepribadian yang dipandang lebih maju (Sumadi Suryabrata, 2005) menghasilkan bermacam-macam tipologi. Sedangkan usaha mempelajari kepribadian dengan pendekatan ilmiah menghasilkan bermacam-macam teori kepribadian.

Kepribadian merupakan jawaban atas pertanyaan sekitar apa, mengapa, dan bagaimana tentang perilaku manusia.

Dalam melihat kepribadian, terdapat beberapa teori tentang kepribadian, dimana setiap kepribadian terdapat dimensi-dimensi sebagai berikut (Pervin dalam Supratiknya, 1995):

  1. Pembahasan tentang struktur, yaitu aspek-aspek kepribadian yang bersifat relatif stabil dan menetap, serta yang merupakan unsur-unsur pembentuk sosok kepribadian.
  2. Pembahasan tentang proses, yaitu konsep-konsep tentang motivasi untuk menjelaskan dinamika tingkah laku atau kepribadian.
  3. Pembahasan tentang pertumbuhan dan perkembangan, yaitu aneka perubahan pada struktur sejak masa bayi sampai mencapai kemasakan, perubahan-perubahan pada proses yang menyertainya, serta berbagai faktor yang menentukannya.
  4. Pembahasan tentang psikopatologi, yaitu hakikat gangguan kepribadian atau tingkah laku beserta asal-usul atau proses perkembangannya.
  5. Pembahasan tentang perubahan tingkah laku, yaitu konsepsi tentang bagaimana tingkah laku bisa dimodifikasi atau diubah.

Anggapan Dasar Manusia


Setiap orang, termasuk teoris kepribadian, memiliki anggapan-anggapan dasar (basic assumtions) tertentu tentang manusia yang oleh George Boeree disebut asumsi-asumsi filosofis (Boeree, 2005).

Anggapan-anggapan dasar yang diperoleh melalui hubungan pribadi atau pengalaman- pengalaman sosial ini secara nyata akan mempengaruhi persepsi dan tindakan manusia terhadap sesamanya. Dalam konteks para teoris kepribadian, anggapan-anggapan dasar ini mempengaruhi konstruksi dan isi teori kepribadian yang disusunnya.

Anggapan-anggapan dasar tentang manusia yang mempengaruhi atau mewarnai teori-teori kepribadian adalah sebagai berikut.

  1. Kebebasan – ketidak bebebasan
  2. Rasionalitas – irasionalitas
  3. Holisme – elementalisme
  4. Konstitusionalisme – environmentalisme
  5. Berubah – tidak berubah
  6. Subjektivitas – objektivitas
  7. Proaktif – reaktif
  8. Homeostatis – heterostatis
  9. Dapat diketahui – tidak dapat diketahui

Untuk lebih memahami kepribadian manusia, maka diperlukan teori-teori sebagai penunjang untuk lebih memahami apa arti dari kepribadian. Teori kepribadian sendiri telah dikasilfikasikan ke dalam beberapa kelompok dengan menggunakan acuan tertentu yaitu paradigma yang dipakai untuk mengembangkannya.

Boeree (2005) menyatakan bahwa ada 3 orientasi atau kekuatan besar dalam teori kepribadian, yaitu :

  1. Teori Psikodinamika beserta aliran-aliran yang dikembangkan atas paradigma yang sama atau hampir sama, yang dipandang sebagai kekuatan pertama.
  2. Teori Behavioristik yang dipandang sebagai kekuatan kedua.
  3. Teori Humanistik, yang dinyatakan sebagai kekuatan ketiga

Kepribadian atau personality berasal dari kata persona, yang berati topeng. Bisa dibilang bahwa arti kepribadian secara bahasa adalah topeng yang digunakan seseorang untuk menampilkan dirinya pada dunia luar. Meskipun dianggap sebagai topeng yang ditunjukkan seseorang kepada dunia luar, ilmu psikologi kepribadian meyakini bahwa kepribadian bukan hanya topeng di luar saja, namun juga lebih dari sekedar penampilan luar, yaitu mencerminkan apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh seseorang.

Feist dan Feist, yang mengarang buku mengenai Psikologi Kognitif mengatakan bahwa arti kepribadian adalah sebuah sistem fisik dan psikologis yang meliputi berbagai macam perilaku yang terlihat, serta pikiran yang tidak terlihat. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian merupakan gabungan dari perilaku secara fisik, dan juga bagaimana seseorang berpikir tentang sesuatu. Jadi, ketika anda sudah mulai berpikir tentang sesuatu, itu sudah termasuk ke dalam kepribadian anda. Begitupun ketika anda melakukan suatu hal yang dapat diamati secara langsung, itu juga merupakan bagian dari kepribadian anda.

Allport mengatakan bahwa arti kepribadian adalah organisasi yang dinamis. Dimana dalam hal ini, individu adalah sebuah sistem psikofisik yang menentukan cara menyesuaikan dirinya yang khas di dalam berbagai macam lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa Allport memandang kepribadian sebagai sebuah alat penyesuaian diri manusia di dalam berbagai situasi .

Secara umum, kepribadian memang dapat dilihat dengan berbagai macam cara. Cara termudah dalam melihat kecenderungan kepribadian seseorang adalah dengan melihat dan mengamati alias melakukan observasi.

Kepribadian ( personality ) berasal dari bahasa Latin “ persona ”, yaitu topeng yang dipakai oleh pemain teater pada jaman Yunani Kuno ini (Hjelle & Ziegler, 1992). Dalam perkembangan selanjutnya, memiliki pengertian yang luas. Namun, luasnya pengertian kepribadian, yang ditandai oleh berbagai definisi dari para ahli dengan beragam sudut pandang, bukan sebuah ranah yang tidak mengenal batas.

Walaupun terdapat beragam definisi teoritis tentang kepribadian, namun seperti yang dinyatakan oleh Hjelle dan Ziegler (1992), sebagian besar definisi mengandung unsur-unsur yang umum yaitu:

  1. Menekankan arti penting individualitas atau perbedaan individu. Kepribadian menghadirkan kualitas individu yang berbeda sehingga dapat membedakan individu satu dengan yang lain. Definisi ini muncul dari hasil penelitian terhadap perbedaan kualitas atau kombinasi dari kualitas individu yang bersifat membedakan antar individu sehingga dapat memahami hakekat individu.

  2. Menggambarkan kepribadian sebagai struktur atau organisasi yang bersifat hipotetis (tidak berdasarkan suatu pengetahuan; dugaan; sangkaan). Setidaknya, perilaku yang tampak adalah hal yang dipahami sebagai bagian dari kepribadian. Dengan kata lain, kepribadian adalah sebuah abstraksi yang didasarkan pada bukti-bukti yang didapatkan dari pengamatan perilaku.

  3. Memfokuskan pada arti penting memandang kepribadian dalam kaitannya dengan sejarah kehidupan atau perspektif perkembangan. Kepribadian merupakan sebuah proses yang berkembang pada berbagai pengaruh internal dan eksternal, meliputi sifat-sifat genetik dan biologis, pengalaman sosial dan adanya perubahan lingkungan sosial.

  4. Menekankan kepribadian sebagai karakteristik atau pola perilaku yang konsisten. Kepribadian merupakan sesuatu yang bersifat stabil dan relatif abadi dalam berbagai situasi dan dari waktu ke waktu.