© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Hairy Leukoplakia?

Hairy Leukoplakia

Hairy leukoplakia adalah lesi putih, tidak berbatas jelas, berkerut, menimbul pada tepi lateral lidah dan berkaitan dengan virus Epstein Barr dan infeksi HIV.

Lesi-lesi awal tampak sebagai plak mengarah vertical, putih, besar pada tepi lateral lidah yang biasanya bilateral, sedangkan lesi-lesi yang lebih lama dapat menutup seluruh lateral dan permukaan dorsal lidah dan meluas ke mukosa pipi dan palatum.

Lesi-lesi tersebut tanpa gejala, tidak dapat dihapus dan seringkali mengganggu secara estetika untuk pasien. Secara histologist tampak tonjolan-tonjolan mirip rambut hiperkeratotik, koliositosis, sedikit radang dan infeksi kandida.

Bukti histopatologis dari Hairy leukoplakia adalah penting, karena diagnosis tersebut dapat meramalkan perkembangan AIDS pada 80% penderita terinfeksi dalam 1 sampai 3 tahun.

Hairy leukoplakia merupakan lesi putih yang hampir selalu terjadi unilateral atau bilateral pada tepi lateral lidah, sering tampak menyerupai rambut atau bergelombang, dapat pula seperti plak.

ETIOLOGI


Hairy leukoplakia disebabkan oleh aoutoinokulasi Virus Epstein Bar (EBV) melalui saliva dan ada hubungannya dengan imunosupresi yang biasanya disebabkan oleh infeksi HIV.

EBV yang telah menginfeksi epitel akan menetap secara laten dan secara periodik menjadi aktif.

Hal ini didukung oleh penelitian Hu terdahulu, bahwa pada hairy leukoplakia ditemukan partikel EBV hampir 100%. Genom EBV yang berada pada sel inang umumnya dalam bentuk latent episome. Penelitian membukt ikan bahwa replikasi EBV didalam sel-sel lidah hanya dijumpai pada penderita imunosupresi berat.

EBV merupakan herpes virus gamma yng termasuk dalam herpesviridae dengan besar genom 172 kb. Hairy leukoplakia ditemukan setelah terjadi infeksi berat oleh EBV atau oleh karena infeksi laten yang menyebabkan imunosupresi yang tidak diketahui penyebabnya.

Biasanya infeksi primer EBV terjadi pada awal kehidupan atau selama usia belasan tahun dan umumnya berbentuk infeksi subklinis, dan 50% diantaranya menunjukkan gejala infeksi mononukleosis. Selama infeksi primer, virus disekresikan dalam jumlah yang kecil dan berlangsung dalam jangka waktu yang terbatas dalam orofarings. Virus juga akan dilepaskan kedalam kelenjar liur.

Pada tubuh yang sehat ada keseimbangan antara replikasi EBV dengan penghancuran EBV oleh sel sistem imun seperti limfosit-T sehingga tidak menimbulkan gejala. Pada penderita AIDS, keseimbangan tidak mungkin tercapai sehingga EBV berubah sifat dari organisme komensial menjadi patogen. Hilangnya kemampuan sel T karena infeksi HIV, menyebabkan EBV mendapat kemampuan untuk menghadapi fase produktif dan siklus kehidupan yang tidak terkendali.

Hairy leukoplakia

GAMBARAN KLINIS


Hairy leukoplakia tampak sebagai lesi putih seperti leukoplakia, namun memiliki gambaran klinis yang unik. Bentuk lesi tidak teratur, bercak sedikit menonjol, dan warna putih keabu-abuan, dengan pertumbuhan keratin seperti rambut pada batas lateral lidah, sehingga dinamakan hairy leukoplakia. Bentuk lesi seperti rambut disebabkan oleh hiperplasia epitel yang padat sepanjang 1cm pada permukaan parakeratotik yang terbukti ada secara histologis.

Permukaan lesi terkadang berombak dan bergelombang memberikan gambaran seperti permukaan karpet yang kasar. Pada umumnya lesi tidak dapat hilang dengan diusap atau digosok.

Hairy leukoplakia menunjukkan adanya lipatan-lipatan tegak vertikal yang putih pada sisi lateral lidah. Pada awalnya lesi-lesi tersebut mempunyai lipatan-lipatan agak putih dan berlekuk-lekuk merah muda disekitarnya yang saling bergantian sehingga tampak garis vertikal yang khas atau bercak-bercak putih tebal yang luas, sedangkan lesi yang lama dapat menutup seluruh lateral dan permukaan dorsal lidah dan meluas ke mukosa pipi dan palatum.

Hairy leukoplakia biasanya ditemukan pada bagian unilateral atau bilateral pada tepi batas lateral lidah. Lesi ini jarang terjadi pada mukosa bukal, labial, dasar mulut, palatum lunak dan orofaring.

GAMBARAN HISTOPATOLOGIS


Dengan menggunakan mikroskop cahaya, lesi memperlihatkan gambaran histopatologis yang bervariasi pada jaringan epitel seperti infeksi virus lainnya. Tampak hiperkeratosis yang tidak teratur, hiperplasia epitel disertai akantosis, hiperparakeratosis yang menghasilkan permukaan keratin bergelombang atau kerutan.

Lapisan permukaan yang mengelupas meninggalkan pengerasan atau penonjolan dalam bentuk lipatan khas seperti rambut. Istilah “hairy” berasal dari gambaran proyeksi keratin dan epitel skuamosa yang memberi gambaran seperti kulit lunak berwarna putih pada permukaan lidah. Gambaran ini terjadi akibat proliferasi EBV di lapisan epitel skuamosa lidah.

Gambaran akantolitik pada epitel bervariasi dari gelembung, bengkak, atau membentuk sel-sel balon. Biasanya dijumpai setempat atau dapat meliputi hampir seluruh pertengahan lapisan spinosum. Sel-sel balon terlihat sendiri-sendiri atau berkelompok dilapisan spinosum, suprabasal, atau pada permukaan.

Atipia sel seperti hiperkromatik sel basal dan mitosis abnormal merupakan perubahan displasia yang mengarah terjadinya keadaan prakanker, tetapi hal ini jarang terjadi. Peradangan epitel dan subepitel jarang dijumpai, kadang-kadang terlihat adanya infiltrasi sel-sel mononuklear pada jaringan subepitel. Hal ini disebabkan jamur kandida. Hifa candida albicans dapat meluas ke lapisan permukaan epitel. Sel-sel spinosum menggelembung, menghasilkan degenerasi balon, koilotosis, perpindahan kromatin ke daerah tepi, dan daerah peradangan ringan.

Menurut Charle dkk, gambaran seperti rambut pada hairy leukoplakia terjadi karena proliferasi virus Epstein-Barr dilapisan epitel skuamosa lidah. Hal senada diungkapkan oleh Silverman (1998) bahwa vakuol sel pada hairy leukoplakia sering dianggap sebagai koilosit yaitu sel-sel yang mengindikasikan adanya infeksi virus. Menurut Greenspan (1998), adanya benda inklusi dalam sel epitel atau adanya homogenisasi pada sel keratinosit dari lesi hairy leukoplakia diyakini sebagai tanda spesifik untuk virus Epstein-Barr dan digunakan sebagai petunjuk adanya infeksi virus disamping tanda-tanda seperti vakuolisasi sitoplasma sel, homogenisasi dan zona perinuklear. Menurut Pindborg (1984), sel epitel mukosa mulut yang membesar dan membalon pada hairy leukoplakia mencerminkan sl epitel yang mengalami hambatan pada tahap awal mitosis.