© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Virus?

Virus

Virus adalah parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus adalah mikroorganisme, atau mikroba, atau makhluk yang sangat kecil, bahkan jauh lebih kecil dibanding bakteri. Virus ini pertama kali diidentifikasi oleh seorang ahli agrikultur (tanaman) dari Jerman bernama Adolf Mayer, yang dimuat di jurnal ilmiahnya pada tahun 1886.

Saat itu mayer menemukan banyak tanaman tembakau yang terserang penyakit, yakni timbulnya bintik-bintik pada daun. Dan anehnya, penyakit ini bisa menular ke tembakau-tembakau lain yang sehat.

Mayer hanya menyebutkan bahwa penyakit ini disebabkan oleh makhluk yang lebih kecil dari bakteri, namun ia sendiri belum tahu tentang virus. Istilah virus sendiri pertama kali diperkenalkan pada tahun 1898 oleh seorang ilmuwan asal Belanda bernama Martinus Beijerinck.

Ada perdebatan di kalangan ilmuwan tentang status virus: apakah ia tergolong makhluk hidup atau tidak. Sebab virus ini memiliki DNA yang memuat semua karakteristik virus secara lengkap, yang memungkinkan ia bisa menurunkan sifat ke keturunannya.

Namun virus tidak bisa berkembang biak secara mandiri seperti halnya bakteri, karena sebenarnya ia tidak memenuhi syarat untuk disebut sebagai sel. Berbeda dengan bakteri yang bisa membelah diri secara mandiri tanpa bantuan pihak lain.

Untuk membantu proses pembelahan diri virus, ia butuh menumpang pada sel makhluk hidup lain, seperti sel pada hewan, tumbuhan, atau manusia. Jika virus berada di luar sel hidup, atau dengan kata lain dia tidak menemukan sel makhluk hidup untuk ditinggali, maka ia akan mati.

Tentu saja masa hidup atau kemampuan bertahan hidup virus saat berada di di luar inang (inang adalah sel makhluk hidup tempat si virus bersarang dan berkembang biak) adalah sangat bervariasi tergantung jenis virus dan lingkungan.

Virus flu pada umumnya bisa bertahan hidup beberapa jam di suhu ruangan. Sedangkan virus HIV akan langsung mati seketika ia meninggalkan inang, atau saat terkena paparan sinar matahari.

Tapi ada kabar baik, bahwa tidak ada virus atau bakteri yang bisa bertahan hidup di lingkungan yang kering, atau dengan tingkat kelembaban di bawah 10 persen.

Jadi misal kita sedang naik bus, dan ada seorang penumpang yang sedang terkena flu. Kemudian ia bersin, dan menyemburkan jutaan virus flu ke udara, dan menempel di kursi, besi pegangan atau bahkan ke kulit kita.

Jika secara tidak sengaja terhirup dan masuk ke tubuh kita, maka virus flu tersebut besar kemungkinannya berkembang biak dan menjangkitkan penyakit flu kepada kita.

Virus memiliki ciri sebagai berikut:

  1. Bersifat aseluler, atau tidak memiliki sel.

  2. Virus berukuran super kecil, yakni berkisar antara 20 – 300 milimikron. Virus berukuran jauh lebih kecil dari bakteri, dan untuk melihatnya harus menggunakan mikroskop mikron dengan pembesaran minimal 50.000 kali.

  3. Virus hanya memiliki salah satu dari DNA atau RNA. Tidak pernah memiliki dua-duanya sekaligus.

  4. Pada umumnya virus berupa kristal dengan bentuk yang bermacam-macam. Kebanyakan virus berbentuk seperti kecebong dengan kepala oval dengan ekor silindris.

  5. Secara utuh, tubuh virus terdiri atas kepala, kulit atau selubung yang dinamakan kapsid, isi tubuh dan serabut ekor.

  6. Semua virus memiliki selubung, atau kulit yang terbentuk dari lapisan protein yang dinamakan kapsid.

  7. Virus hanya bisa berkembang biak jika sedang menempati sebuah sel makhluk hidup, seperti hewan, tumbuhan atau manusia.

  8. Virus tidak bisa membelah diri seperti bakteri.

Sumber:

Virus berasal dari bahasa yunani “Venom” yang berarti racun. Virus adalah parasit mikroskopik yang menginfeksiselorganisme biologis. Secara umum virus merupakan partikel tersusun atas elemen genetik (genom) yang mengandung salah satu asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat (RNA) yang dapat berada dalam dua kondisi yang berbeda, yaitu secara intraseluler dalam tubuh inang dan ekstrseluler diluar tubuh inang. Virus memiliki sifat hidup dan mati. Sifat hidup (seluler) yaitu memiliki asam nukleat namun tidak keduanya (hanya DNA atau RNA), dapat bereproduksi dengan replikasi dan hanya dapat dilakukan didalam sel inang (parasit obligat intraseluler). Sifat mati (aseluler) yaitu dapat di kristalkan dan dicairkan. Struktur berbeda dengan sel dan tidak melakukan metabolisme sel.

Partikel virus secara keseluruhan ketika berada di luar inang yang terdiri dari asam nukleat yang dikelilingi oleh protein dikenal dengan nama virion. Virion tidak melakukan aktivitas biosinteis dan reproduksi. Pada saat virion memasuki sel inang, baru kemudian akan terjadi proses reproduksi. Virus ketika memasuki sel inang akan mengambil alih aktivitas inang untuk menghasilkan komponen-komponen pembentuk virus.

Bentuk dan Ukuran Virus


Bentuk dan Ukuran virus

Bentuk virus bervariasi dari segi ukuran, bentuk dan komposisi kimiawinya. Bentuk virus ada yang berbentuk bulat, oval, memanjang, silindariis, dan ada juga yang berbentuk T. Ukuran Virus sangat kecil, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron, ukuran virus lebih kecil daripada bakteri. Ukurannya berkisar dari 0,02 mikrometer sampai 0,3 mikrometer (1 μm = 1/1000 mm). Unit pengukuran virus biasanya dinyatakan dalam nanometer (nm). 1 nm adalah 1/1000 mikrometer dan seperjuta milimeter. Virus cacar merupakan salah satu virus yang ukurannya terbesar yaitu berdiameter 200 nm, dan virus polio merupakan virus terkecil yang hanya berukuran 28 nm.

Susunan Tubuh Virus


Susunan Tubuh Virus

Susunan tubuh virus terdiri dari :

  1. Kabsid
    Kapsid adalah lapisan pembungkus tubuh virus yang tersusun atas protein. Kapsid terdiri dari sejumlah kapsomer yang terikar satu sama lain. Fungsi :

    • Memberi bentuk virus
    • Pelindung dari kondisi lingkungan yang merugikan
    • Mempermudah penempelan pada proses penembusan ke dalam sel
  2. Isi
    Terdapat di sebelah dalam kapsid berupa materi genetik/ molekul pembawa sifat keturunan yaitu DNA atau RNA. Virus hanya memiliki satu asam nukleat saja yaitu satu DNA/ satu RNA saja, tidak kedua-duanya. Asam nukleat sering bergabung dengan protein disebut nukleoprotein. Virus tanaman/ hewan berisi RNA/ DNA, virus fage berisi DNA.

  3. Kepala
    Kepala virus berisi DNA, RNA dan diselubungi oleh kapsid. Kapsid tersusun oleh satu unit protein yang disebut kapsomer.

  4. Ekor
    Serabut ekor adalah bagian yang berupa jarum dan berfungsi untuk menempelkan tubuh virus pada sel inang. Ekor ini melekat pada kepala kapsid. Struktur virus ada 2 macam yaitu virus telanjang dan virus terselubung (bila terdapat selubung luar (envelope) yang terdiri dari protein dan lipid). Ekor virus terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Khusus untuk virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak memiliki ekor.

Pengembangbiakan Virus


Virus memanfaatkan metabolisme sel penjamu untuk membantu sintesis protein virus dan virion baru; jenis sel yang dapat diinfeksi oleh virus dapat sedikit dapat banyak. Untuk tujuan diagnosti, sebagian besar virus ditumbuhkan dalam biakan sel, baik turunan sel sekunder atau kontinu; pemakaian telur embrionik dan hewan percobaan untuk membiakan virus hanya dilakukan untuk investigasi khusus. Jenis biakan sel untuk mengembangbiakan virus sering berasal dari jaringan tumor, yang dapat digunakan secara terus menerus.
Replikasi virus dalam biakan sel dapat di deteksi dengan Tahap-tahap replikasi :

  1. Peletakan/ Adsorpsi adalah tahap penempelan virus pada dinding sel inang. Virus menempelkan sisi tempel/ reseptor site ke dinding sel bakteri

  2. Penetrasi sel inang yaitu enzim dikeluarkan untuk membuka dinding sel bakteri. Molekul asam.nukleat (DNA/RNA) virus bergerak melalui pipa ekor dan masuk ke dalam sitoplasma sel melalui dinding sel yang terbuka. Pada virus telanjang, proses penyusupan ini dengan cara fagositosis virion (viropexis), pada virus terselubung dengan cara fusi yang diikuti masuknya nukleokapsid ke sitoplasma.

  3. Eklipase : asam nukleat virus menggunakan asam nukleat bakteri untuk membentuk bagian-bagian tubuh virus

4.Pembentukan virus (bakteriofage) baru : bagian-bagian tubuh virus yang terbentuk digabungkan untuk menjadi virus baru. 1 sel bakteri menghasilkan 100 – 300 virus baru

5.Pemecahan sel inang : pecahnya sel bakteri. Dengan terbentuknya enzim lisoenzim yang melarutkan dinding sel bakteri sehingga pecah dan keluarlah virus-virus baru yang mencari sel bakteri lain

Klasifikasi Virus


Nama famili ditandai dengan akhiran viridae. Nama subfamili diberi akhiran virinae Nama akhiran genus diberi akhiran virus. Lwoff, Horne & Tournier adl ahli dlm taksonomi virus, berdasarkan kriteria

  1. Jenis asam nukleat (DNA/ RNA) berantai ganda/ tunggal
  2. Ukuran & morfologi termasuk tipe simetri kapsid
  3. Adanya enzim spesifik, terutama polimerase RNA & DNA yang penting bagi replikasi genom
  4. Kepekaan terhadap zat kimia & keadaan fisik
  5. Cara penyebaran alamiah
  6. Gejala-gejala yang timbul
  7. Ada tidaknya selubung
  8. Banyaknya kapsomer untuk virus ikosohedarial/ diameter nukleokapsid untuk virus helikoidal

Saat ini telah lebih dari 61 famili virus diidentifikasi, 21 diantaranya mempunyai anggota yang mampu menyerang manusia & binatang.

Menurut RNA, famili virus dibagi menjadi :

1. Picontohrnaviridae 8. Rhabdoviridae
2. Caliciviridae 9. Filoviridae
3. Togaviridae 10. Paramyxoviridae
4. Flaviviridae 11. Orthomyxoviridae
5. Bunyaviridae 12. Reoviridae
6. Arenaviridae 13. Retroviridae
7. Contohronaviridae

Menurut DNA, famili virus dibagi menjadi :

1. Adenoviridae 4. Papovaviridae
2. Herpesviridae 5. Parvoviridae
3. Hepadnaviridae 6. Poxviridae

Selain itu terdapat kelompok virus yang belum dapat diklasifikasikan (unclassified virus) karena banyak sifat biologiknya belum diketahui.

Peran Virus


Didalam kehidupan, virus memiliki 2 peran, yaitu peran virus sebagai mikroorganisme yang menguntungkan, maupun yang merugikan.

  • Virus yang menguntungkan: Virus berperan penting dalam bidang rekayasa genetika karena dapat digunakan untuk cloning gen (reproduksi DNA yang secara genetis identik). Sebagai contoh adalah virus yang membawa gen untuk mengendalikan pertumbuhan serangga. Virus juga digunakan untuk terapi gen manusia sehingga diharapkan penyakit genetis, seperti diabetes dan kanker dapat disembuhkan.

  • Virus yang merugikan :Virus yang dapat merugikan karena menyebabkan berbagai jenis penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan

Virus berasal dari bahasa Yunani venom yang berarti racun. Virus merupakan suatu partikel yang masih diperdebatkan statusnya apakah ia termasuk makhluk hidup atau benda mati. Virus dianggap benda mati karena ia dapat dikristalkan, sedangkan virus dikatakan benda hidup, karena virus dapat memperbanyak diri (replikasi) dalam tubuh inang. Para ahli biologi terus mengungkap hakikat virus ini sehingga akhirnya partikel tersebut dikelompokkan sebagai makhluk hidup dalam dunia tersendiri yaitu virus. Virus merupakan organisme non-seluler, karena ia tidak memilki kelengkapan seperti sitoplasma, organel sel, dan tidak bisa membelah diri sendiri.

Secara umum virus merupakan partikel tersusun atas elemen genetik yang mengandung salah satu asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat (RNA) yang dapat berada dalam dua kondisi yang berbeda, yaitu secara intraseluler dalam tubuh inang dan ekstrseluler diluar tubuh inang. Partikel virus secara keseluruhan ketika berada di luar inang yang terdiri dari asam nukleat yang dikelilingi oleh protein dikenal dengan nama virion . Virion tidak melakukan aktivitas biosinteis dan reproduksi. Pada saat virion memasuki sel inang, baru kemudian akan terjadi proses reproduksi. Virus ketika memasuki sel inang akan mengambil alih aktivitas inang untuk menghasilkan komponen-komponen pembentuk virus.

Virus dapat bertindak sebagai agen penyakit dan agen pewaris sifat. Sebagai agen penyakit, virus memasuki sel dan menyebabkan perubahan-perubahan yang membahayakan bagi sel, yang akhirnya dapat merusak atau bahkan menyebabkan kematian pada sel yang diinfeksinya. Sebagai agen pewaris sifat, virus memasuki sel dan tinggal di dalam sel tersebut secara permanen. Berdasarkan sifat hidupnya maka virus dimasukan sebagai parasit obligat, karena keberlangsungan hidupnya sangat tergandung pada materi genetic inang.

Ciri-ciri dan sifat Virus


Ukuran Virus

Ukuran virus lebih kecil dibandingkan dengan sel bakteri. Ukurannya berkisar dari 0,02 mikrometer sampai 0,3 mikrometer (1 µm = 1/1000 mm). Unit pengukuran virus biasanya dinyatakan dalam nanometer (nm). 1 nm adalah 1/1000 mikrometer dan seperjuta milimeter. Virus cacar merupakan salah satu virus yang ukurannya terbesar yaitu berdiameter 200 nm, dan virus polio merupakan virus terkecil yang hanya berukuran 28 nm.

Struktur Virus


Partikel virus bervariasi dari segi ukuran, bentuk maupun komposisi kimiawinya. Bentuk- bentuk virus yang sudah diketahui ada yang serupa bola, berbentuk kotak, berbentuk batang, dan ada yang seperti hurut T. Struktur utama virus adalah asam nukleat yang dapat berupa RNA (Ribonucleic acid) atau DNA (Deoxyribonucleic acid) dan tak pernah keduanya. Asam nukleat ini dikelilingi oleh subunit protein yang disebut kapsomer. Susunan kapsomer-kapsomer tersebut membentuk mantel dinamakan kapsid. Kapid dan asam nukleat Virus dinamakan nukleokapsid. Beberapa virus memiliki struktur yang lebih kompleks seperti adanya pembungkus khusus berupa membran. Membran yang menyusun virus ini merupakan membran lipid bilayer dan protein, biasanya glikoprotein.

Beberapa virus memiliki struktur yang lebih kompleks lagi. Virus yang strukturnya paling rumit adalah virus bakteriofage. Misalnya bakteriofage T4 yang menyerang bakteri Escherichia coli , memiliki ekor yang merupakan struktur kompleks. Ekor T4 disusun oleh lebihd dari 20 macam protein dan kepalanya disusun oleh beberapa protein lainnya.

Klasifikasi virus


Para ahli virus mengelompokkan virus berdasarkan aspek-aspek tertentu, yaitu:

Berdasarkan jenis inang yang diinfeksi, seperti

  • virus tanaman contoh: Tobacco mozaic virus (TMV) sejenis virus yang menyerang daun tembakau, Potato Yellow dwarf virus (virus kentang kuning)

  • virus hewan, contoh : Rhabdovirus yang menyebabkan rabies pada anjing, NCD ( New Castle Disease ) yang menyebabkan penyakit tetelo pada unggas

  • virus manusia, seperti, polio, influenza, hepatitis, AIDS , SARS dan flu burung.

  • virus bakteri: bakteriofage T4

Berdasarkan jenis asam nukleat yang dikandung oleh virus:

  • virus RNA, contoh:virus influenza, virus HIV, corona virus (virus SARS), virus H5N1 (penyebab flu burung) dsb.

  • Virus DNA, seperti poxvirus, herpesvirus, adenovirus dsb.

Reproduksi Virus


Virus dapat memperbanyak diri bila partikel virus menginfeksi inang untuk mensintesa semua komponen yang diperlukan dan membentuk lebih banyak partikel virus. Komponen-komponen tersebut kemudian dirakit menjadi bentuk struktur virus dan partikel virus yang baru dibentuk itu harus keluar dari sel inang untuk dapat menginfeksi kembali sel-sel lain. Berdsarkan tahap akhir setelah asam partikel virus berada dalam sel inang akan terjadi dua kemungkinan ada yang mengalami siklus litik (sel inang pecah dan partikel virus keluar) dan ada yang permanen tetap dalam DNA sel inang berupa siklus lisogenik.

Tahapan reproduksi virus secara umum dilakukan dalam tujuh langkah, yaitu:

  1. Adsorpsi (penempelan) dari partikel virus (virion) pada sel inang yang sesuai.

  2. Penetrasi (injeksi)dari virion atau asam nukelat virus ke dalam sel inang.

  3. Tahap awal replikasi (Eklipse) dari asam nukleat virus, dalam peristiwa ini mesin bioseintesa sel inang diambil alih untuk memulai sintesa asam nukleat virus, enzim-enzim spesifik virus mulai dihasilkan dalam tahap ini.

  4. Replikasi dari asam nukleat virus

  5. Sintesa dari protein sub unit dari mantel virus

  6. Perakitan dari asam nukleat dan protein sub unit (dan komponen membran pada virus bermembran) kedalam partikel virus.

  7. Pelapasan partikel virus yang matang dari sel (lisis).

Mengembangbiakan virus


Virus sebagaio makhluk hidup dapat dikembangbiakan di sautu laboratorium dengan teknik tertentu, seperti:

  • Kultur sel atau jaringan

    Kultur sel diperoleh dengan cara menumbuhkan sel yang diambil secara aseptik dari organ tubuh hewan percobaan. Sel dari organ tersebut kemudian dipisah-pisahkan dengan menggunakan enzim yang kemudian ditumbuhkan pada permukaan cawan petri. Sel-sel tersebut kemudian menghasilkan substrat semacam glikoprotein yang berfungsi untuk menempelkan sel pada permukaan meida setelah diinkubasi pada temperatur ruangan. Media yang digunakan untuk kultur sel terdiri dari asam amino, vitamin, garam, gula dan buffer bikarbonat. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, maka ke dalam medium ditambahkan serum dalam jumlah yang sedikit

  • Embrio ayam

    Virus dapat dikembangbiakan pada telur ayam yang sudah berisi embrio dengan cara menyuntikkan biakan virus tersebut dengan alat khusus dan kemudian diinkubasikan, sehingga terbentuklah virus-virus baru.