© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan strategi?

Strategi

Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia yang artinya seni atau ilmu untuk menjadi seorang jendral. Strategi juga bisa diartikan suatu rencana untuk pembagian dan penggunaan kekuatan militer pada daerah-daerah tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.

Strategi adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang yang hendak dicapai. Strategi bisnis mencakup ekspansi georafis, diversifikasi, akusisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, pengetatan, divestasi, likuidasi, dan usaha patungan atau joint venture.

Strategi adalah aksi potensial yang membutuhkan keputusan manajemen puncak dan sumber daya perusahaan dalam jumlah besar. Jadi strategi adalah sebuah tindakan aksi atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan untuk mencapai sasaran atau tujuan yang telah di tetapkan.

Strategi adalah rencana berskala besar, dengan orientasi masa depan, guna berinteraksi dengan kondisi persaingan untuk mencapai tujuan organisasi. atau dengan kata lain, strategi adalah sebuah tindakan proses perencanaan untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan, dengan melalukan hal-hal yang besifat terus menerus sesuai keputusan bersama dan berdasarkan sudut pandang kebutuhan pelanggan.

Berikut adalah pengertian-pengertian strategi menurut beberapa ahli :

  1. Chandler : Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya.

  2. Learned, Christensen, Andrews, dan Guth : Strategi merupakan alat untuk menciptakan keunggulan bersaing. Dengan demikian salah satu fokus strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak.

  3. Argyris, Mintzberg, Steiner dan Miner : Strategi merupakan respons secara terus-menerus maupun adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat memengaruhi organisasi.

  4. Porter : Strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing.

  5. Andrews, Chaffe : Strategi adalah kekuatan motivasi untuk stakeholders, seperti stakeholders, debtholders, manajer, karyawan, konsumen, komunitas, pemerintah, dan sebagainya, yang baik secara langsung maupun tidak langsung menerima keuntungan atau biaya yang ditimbulkan oleh semua tindakan yang dilakukan oleh perusahaan.

  6. Hamel dan Prahalad : Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan pelanggan di masa depan. Dengan demikian, perencanaan strategi hampir selalu dimulai dari “apa yang dapat terjadi”, bukan dimulai dari “apa yang terjadi”. Terjadinya kecepatan inovasi pasar baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.

  7. Rangkuti (2013) : Strategi adalah perencanaan induk yang komprehensif, yang menjelaskan bagaimana perusahaan akan mencapai semua tujuan yang telah di tetapkan berdasarkan misi yang telah di tetapkan sebelumnya.

  8. Stoner, Freeman, dan Gilbert. Jr (2005) : Konsep strategi dapat di definisikan berdasarkan dua perspektif yang berbeda yaitu :

    1. dari perspektif apa suatu organisasi ingin dilakukan (intens to do)
    2. dari perspektif apa yang organisasi akhirnya lakukan (eventually does).

Perumusan Strategi


Perumusan strategi adalah salah satu cara perusahaan untuk menentukan strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Menurut David (2009) teknik perumusan strategi yang penting dapat di integrasikan ke dalam kerangka kerja pengambilan keputusan tiga tahap :

  • Tahap 1 dalam kerangka kerja perumusan strategi terdiri atas Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (External Factor Evaluation – EFE), Maktriks Evaluasi Faktor Internal (Internal Factor Evaluation – IFE), dan Matriks Profil Kompetitif (Competitive Profile Matrix – CPM). Tahap ini disebut Tahap Input. Tahap ini meringkas informasi dasar yang dibutuhkan untuk merumuskan strategi.

  • Tahap 2, disebut Tahap Pencocokan, berfokus pada menciptakan alternatif strategi yang layak dengan memperhatikan faktor eksternal dan internal utama. Teknik tahap 2 mencakup Matriks Kekuatan-Kelemahan-Peluang- Ancaman (Strenght-Weakness-Opportunities-Threats-SWOT), Matriks Evaluasi Tindakan dan Posisi Strategi (Strategic Position and Action Evaluation-SPACE), Matriks Boston Consulting Group (BCG), Matriks Internal-Eksternal (Internal-External-IE), dan Matriks Strategi Besar (Grand Strategy Matrix).

  • Tahap 3, disebut Tahap Keputusan, melibatkan satu teknik saja, yaitu Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (Quantitative Strategic Planning Matrix- QSPM). QSPM menggunakan informasi input dari Tahap 1 untuk secara objektif mengevaluasi strategi-strategi alternatif yang diidentifikasikan dalam tahap 2. QSPM menunjukan daya tarik relatif berbagai strategi alternatif dan dengan demikian, memberikan landasan objektif bagi pemilihan strategi alternatif.

A post was merged into an existing topic: Apa yang dimaksud dengan Manajemen Strategis atau Strategic Management ?

Strategi banyak dikembangkan oleh organisasi untuk mengatasi segala ancaman dan merebut peluang yang ada.

Menurut Jhonson et al (2002) menjelaskan bahwa strategy is the direction and scope of organization over the long-term: which achieves advantage for the organization through its configuration of resources within a challenging environment, to meet the needs of market and to fulfill stakeholder expectations (strategi sebagai arah dan lingkup organisasi dalam jangka panjang: untuk mencapai keuntungan organisasi melalui konfigurasi sumber daya yang dimiliki untuk dapat mengatasi tantangan lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan lingkungan bisnis dan harapan pihak-pihak yang berkepentingan).

Dalam pengertian diatas, maka strategi menjelaskan tentang :

  1. Kemana arah bisnis dalam jangka panjang (direction);
  2. Lingkungan bisnis (markets) seperti apa yang akan dimasuki dan aktivitas- aktivitas apa saja yang terdapat dalam lingkungan bisnis tersebut (scope)
  3. Bagaimana memperlihatkan performa bisnisyang lebih baik disbanding pesaing yang sudah ada dalam lingkungan bisnis tersebut (advantage);
  4. Sumber-sumber daya (ketrampilan, asset, keuangan, hubungan,kompetensi dan fasilitas) seperti apa yang diharapkan dapat mendukung bisnis;
  5. Faktor-faktor eksternal apa saja yang dapat mempengaruhi kemempuan kompetensi dalam lingkungan bisnis (environment);
  6. Apa saja harapan dan nilai lebih yang diinginkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam bisnis tersebut (stakeholder );

Berikut definisi strategi menurut beberapa ahli :

  • Menurut Johnson dan schools (Jhonson et al, 2002) dalam bukunya Exploring Corporate Strategy mendeskripsikan strategi sebagai arah dan lingkup organisasi dalam jangka panjang untuk mencapai keuntungan organisasi melalui konfigurasi sumber daya yang dimiliki untuk dapat mengatasi tantangan lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan lingkungan bisnis dan harapan pihak-pihak yang berkepentingan.

  • Sedangkan Kenneth Andrews berpendapat bahwa strategi adalah sebuah pola keputusan dalam sebuah organisasi atau perusahaan yang menentukan dan mengungkap sasaran, tujuan, menghasilkan prinsip-prinsip kebijakan dan rencana untuk meraih tujuan tersebut (Morden, 2007).

  • Michael Porter mendefinisikan strategi sebagai sekumpulan tindakan atau aktivitas yang berbeda untuk menghantarkan nilai yang unik (Porter, 1998).

  • Menurut Hunger and Wheelen (2003:16) strategi merupakan rumusan perencanaan komprehensif tentang bagaimana suatu perusahaan akan mencapai misi dan tujuannya dimana strategi ini akan memaksimalkan keunggulan kompetitif dan meminimalkan keterbatasan bersaing.

Di sumber lain Henry Mintzberg dalam bukunya Toward a General Theory of Strategy Formulation mengatakan bahwa kata strategi dapat digunakan dalam berbagai cara atau situasi (Mintzberg, 2007), yaitu:

  1. Strategy is a plan, a how, a means of getting from here to there (Strategi adalah suatu rencana, cara bagaimana untuk berpindah dari posisi ini ke hal. Mereka cenderung memperkaya kreatifitas diatas efisiensi.

  2. Strategy is a pattern in actions over time (Strategi adalah suatu pola dalam melakukan aksi)

  3. Strategy is position; that is; reflects decisions to offer particular products or services in particular markets. (Strategi adalah posisi yang mencerminkan keputusan untuk menawarkan produk khusus atau pelayanan pada pasar yang khusus)

  4. Strategy is perspective, that is vision and direction (strategi adalah perspektif visi dan perspektif arah)

Strategi adalah sebuah pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan utama organisasi, peraturan dan urutan tindakan menjadi satu kesatuan yang kohesif, sehingga dalam strategi yang efektif harus mencakup 3 (tiga) elemen (Quinn, 1996) :

  1. Pernyataan yang jelas dan menentukan tujuan utama atau tujuan yang akan dicapai.
  2. Anaisis kebijakan utama membimbing dan membatasi tindakan perusahaan
  3. Deskripsi utama program yang akan digunakan untuk mencapai tujuan dalam batas-batas

Whelen Hunger dalam bukunya The Concepts of Strategic Management and Business Policy membagi strategi kedalam beberapa tipe ((Wheelen & Hunger, 2008), yaitu:

  1. Defenders adalah suatu organisasi/perusahaan dengan produk terbatas yang fokus pada peningkatan efisiensi operasional yang sedang berjalan. Orientasi biaya membuatnya tidak melakukan inovasi pada daerah yang baru.

  2. Prospectors adalah suatu organisasi/perusahaan dengan produk-produk yang cukup banyak, fokus pada inovasi produk dan peluang pasar. Berorientasi pada penjualan membuat organisasi ini menjadi tidak efisien pada beberapa

  3. Analyzers adalah sebuah korporasi yang beroperasi pada setidaknya dua daerah product-market yang berbeda, one stable dan one variable. Pada daerah yang stable,efisiensi ditekankan, sedangkan pada daerah variable, inovasi lebih ditekankan.

  4. Reactors adalah korporasi dimana konsistensi hubungan strategi, struktur dan budaya sangat rendah. Respon (lebih sering tidak efektif) terhadap tekanan lingkungan pelan-pelan cenderung merubah strategi.

Dalam perencanaan strategis, menurut Marios I. Katsioloudes, terdapat 3 level strategi, yaitu: level korporasi, level unit bisnis, dan level fungsi. Ketiga level ini digambarkan dalam bentuk piramida (Katsioloudes, 2006) sebagai berikut:

image

Dalam literatur lain, Schendel dan Charles Hofer, Higgins (1985) menjelaskan adanya empat tingkatan dari strategi. Semuanya disebut dengan master strategy , yang terdiri dari enterprise strategy, corporate strategy, business strategy, dan functional strategy

  • Enterprise Strategy adalah strategi yang berkaitan dengan dengan respon kelompok masyarakat diluar organisasi yang tidak terkontrol, misalnya pemerintah, kelompok penekan, kelompok politik, dan kelompok sosial lainnya. Pada strategi enterprise akan terlihat relasi antara organisasi dan masyarakat luar, sejauhmana interaksi itu akan diperkuat sehingga dapat menguntungkan organisasi itu sendiri. Selain itu, Strategi juga menunjukkan bahwa organisasi benar-benar berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap pemenuhan tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

  • Corporate Strategy sering disebut sebagai grand strategi yang meliputi seluruh bidang dalam organisasi. Strategi ini berkaitan erat dengan misi organisasi.

  • Business Strategy menjelaskan bagaimana merebut pangsa pasar di tengah masyarakat dan bagaimana menempatkan organisasi di hati para pengguna dan pemilik modal. Semua itu dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan- keuntungan stratejik yang dapat menunjang perkembangan organisasi kearah yang lebih baik.

  • Functional Strategy merupakan strategi pendukung yang berfungsi untuk mendukung kesuksesan strategi-strategi lain. Tiga jenis strategi fungsional, yaitu:

    1. Strategi fungsional ekonomi mencakup fungsi-fungsi yang memungkinkan organisasi hidup sebagai satu kesatuan ekonomi yang sehat, misalnya fungsi berkaitan dengan keuangan, pemasaran, penelitian, pengembangan, dan sumber daya.

    2. Strategi fungsional manajemen mencakup fungsi-fungsi manajemen, seperti perencanaan, pengelolaan, penerapan, pengontrolan, leading, motivasi, staffing, komunikasi, representing, pengambilan keputusan, dan pengintegrasian.

    3. Strategi isu stratejik memiliki fungsi utama untuk mengendalikan lingkungan, baik situasi lingkungan yang sudah diketahui maupun yang belum diketahui serta perubahannya.

Penerapan strategi ini tidak hanya berlaku bagi organisasi yang berbasis keuntungan, tetapi juga berlaku bagi organisasi non-profit. Pada organisasi non- profit seperti pemerintahan, sekolah dan sebagainya, Strategi dibutuhkan pada setiap penerapan suatu kebijakan atau program baru yang mungkin akan membawa perubahan bagi organisasi tersebut. Sebagai contoh pada implementasi TI di organisasi secara menyeluruh, dibutuhkan strategi untuk mewujudkan harapan-harapan yang ingin dicapai sehingga dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Strategi pada hakikatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen (management) untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi, untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, melainkan harus mampu menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya. (Effendy, 2007)

Menurut Mintzberg (2007), konsep strategi itu sekurang-kurangnya mencakup lima arti yang saling terkait, dimana strategi adalah suatu:

  1. Perencanaan untuk semakin memperjelas arah yang ditempuh organisasi secara rasional dalam mewujudkan tujuan-tujuan jangka panjang.

  2. Acuan yang berkenan dengan penilaian konsistensi ataupun inkonsistensi perilaku serta tindakan yang dilakukan oleh organisasi.

  3. Sudut yang diposisikan oleh organisasi saat memunculkan aktivitasnya.

  4. Suatu perspektif yang menyangkut visi yang terintegrasi antara organisasi dengan lingkungannya yang menjadi batas bagi aktivitasnya.

  5. Rincian langkah taktis organisasi yang berisi informasi untuk mengelabui para pesaing.

Jadi, strategi merupakan hal yang penting karena strategi mendukung tercapainya suatu tujuan. Strategi mendukung sesuatu yang unik dan berbeda dari lawan. Strategi dapat pula mempengaruhi kesuksesan masing-masing perusahaan pula karena pada dasarnya strategi dapat dikatakan sebagai rencana untuk jangka panjang. Namun terdapat perbedaan antara strategi dan taktik.

Menurut Linda Reynolds (n.d) mengatakan bahwa taktik adalah sesuatu yang dilakukan untuk menginplementasikan strategi.

J.B Wheeler dalam bukunya yang berjudul Art and Sciene of War menyatakan bahwa taktik merupakan seni dalam membuat rancangan dari suatu strategi. Taktik adalah bagian dari strategi, dengan taktik maka strategi dapat dirancang, jadi dapat dikatakan bahwa startegi merupakan pedoman dalam pembuatan taktik. Sehingga taktik merupakan bentuk nyata dari strategi.

Walaupun strategi dan taktik berbeda namun keduanya sangat berhubungan erat.

“The two categories (strategy and tactics), although convenient for discussion, can never be truly divided into separate compartment because not only influences but merges into the other” (Hart, Prince 1998).

Menurut Setiawan Hari Purnomo & Zulkieflimansyah (1999), kata ”strategi” berasal dari bahasa Yunani kuno , yaitu ”strategos” yang berarti ”kepala komandan militer” . Kata ”strategos” sendiri merupakan gabungan dari dua kata, yakni ”stratos” yang berarti ”militer/tentara(army)” dan ”ago” yang berarti ”untuk memimpin” . Oleh karena itu, strategi dalam konteks awalnya ini diartikan sebagai sesuatu yang dikerjakan oleh para jenderal dalam membuat rencana untuk menaklukkan musuh dan memenangkan perang.

Menurut Webster’s New World Dictionary , dituliskan bahwa strategi adalah ilmu yang merencanakan dan mengarahkan operasi militer yang berskala besar, menggerakkan kekuatan-kekuatan yang dimiliki sehingga memiliki keuntungan di banding pihak lain/musuh. Sedangkan menurut Carl Von Cleusewitz, strategi adalah tindakan atau aksi yang dilakukan untuk keperluan perang.

Selama lebih dari dua abad, pengertian strategi terus berfokus pada hal-hal yang berhubungan dengan militer. Namun, sejak revolusi industri ke dua (tahun 1980an) kata strategi mulai diadaptasikan ke dalam konteks bisnis, dan digunakan secara penuh mulai dari abad ke 20. Dalam banyak hal, strategi bisnis memiliki persamaan dengan strategi perang. Hal ini dikarenakan akar dari strategi bisnis adalah strategi militer yang banyak dipelajari selama berabad-abad untuk kepentingan bisnis. Adapun persamaan yang sangat nyata dari strategi bisnis dengan strategi militer adalah kedua strategi tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mendapatkan daya saing ( competitive advantage ).

Menurut R. Andrew dalam bukunya yang berjudul ” The Concept of Corporate Strategy” (Richard D. Irwin, 1971), strategi adalah persamaan antara apa yang dapat perusahaan lakukan berdasarkan pada kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan ( internal factor ) dan apa yang akan dilakukannya berdasarkan peluang yang dimiliki dan ancaman yang dihadapi perusahaan ( eksternal factor ).

Menurut Pearce/Robinson (2000), manajemen strategi adalah suatu kumpulan keputusan dan aksi yang dihasilkan dari formulasi dan penerapan rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan dari organisasi. Manajemen strategi melibatkan kegiatan perencanaan, pengarahan, pengorganisasian, dan kontrol dari strategi suatu perusahaan yang berhubungan dengan keputusan dan aksi. Suatu strategi menggambarkan kesadaran dari perusahaan tentang bagaimana, kapan, dan dimana perusahaan harus bersaing, serta dengan siapa perusahaan harus bersaing, dan untuk tujuan apa perusahaan bersaing. Pendapat Pearce/Robinson didukung juga oleh pendapat dari Fred R. David. Hal ini dapat terlihat dari pendapat Fred R. David (2006) bahwa manajemen strategi adalah seni dan ilmu untuk memformulasi, mengimplemantasi, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya.

Menurut Jain (2000), strategi bagi perusahaan memberikan arah dengan tujuan untuk mempengaruhi perilaku pesaing dan evolusi pasar untuk kepentingan perusahaan. Strategi berusaha mempengaruhi dan mengubah lingkungan yang bersaing. Maka, strategi mencakup sebuah deskripsi dari sebuah ekuilibrium kompetisi yang baru yang ingin perusahaan ciptakan, sebab dan akibat yang akan ditimbulkan termasuk logika yang mendukung dan menjelaskan tindakan-tindakan yang diambil strategi tersebut.

Menurut Thompson dan Strickland (2003), tugas untuk membuat, menerapkan, dan menjalankan strategi perusahaan adalah jantung dan jiwa dari pengaturan suatu perusahaan bisnis. Strategi perusahaan adalah suatu perencanaan yang digunakan oleh pihak manajemen untuk memperoleh market position (posisi pasar) yang lebih baik, memimpin kegiatan operasional perusahaan, menarik dan memberikan kepuasan bagi pelanggan, kesuksesan dalam persaingan, dan pencapaian tujuan dari organisasi.