Apa yang dimaksud dengan strategi?

Strategi

Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia yang artinya seni atau ilmu untuk menjadi seorang jendral. Strategi juga bisa diartikan suatu rencana untuk pembagian dan penggunaan kekuatan militer pada daerah-daerah tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.

Strategi adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang yang hendak dicapai. Strategi bisnis mencakup ekspansi georafis, diversifikasi, akusisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, pengetatan, divestasi, likuidasi, dan usaha patungan atau joint venture.

Strategi adalah aksi potensial yang membutuhkan keputusan manajemen puncak dan sumber daya perusahaan dalam jumlah besar. Jadi strategi adalah sebuah tindakan aksi atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan untuk mencapai sasaran atau tujuan yang telah di tetapkan.

Strategi adalah rencana berskala besar, dengan orientasi masa depan, guna berinteraksi dengan kondisi persaingan untuk mencapai tujuan organisasi. atau dengan kata lain, strategi adalah sebuah tindakan proses perencanaan untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan, dengan melalukan hal-hal yang besifat terus menerus sesuai keputusan bersama dan berdasarkan sudut pandang kebutuhan pelanggan.

Berikut adalah pengertian-pengertian strategi menurut beberapa ahli :

  1. Chandler : Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya.

  2. Learned, Christensen, Andrews, dan Guth : Strategi merupakan alat untuk menciptakan keunggulan bersaing. Dengan demikian salah satu fokus strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak.

  3. Argyris, Mintzberg, Steiner dan Miner : Strategi merupakan respons secara terus-menerus maupun adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat memengaruhi organisasi.

  4. Porter : Strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing.

  5. Andrews, Chaffe : Strategi adalah kekuatan motivasi untuk stakeholders, seperti stakeholders, debtholders, manajer, karyawan, konsumen, komunitas, pemerintah, dan sebagainya, yang baik secara langsung maupun tidak langsung menerima keuntungan atau biaya yang ditimbulkan oleh semua tindakan yang dilakukan oleh perusahaan.

  6. Hamel dan Prahalad : Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan pelanggan di masa depan. Dengan demikian, perencanaan strategi hampir selalu dimulai dari “apa yang dapat terjadi”, bukan dimulai dari “apa yang terjadi”. Terjadinya kecepatan inovasi pasar baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.

  7. Rangkuti (2013) : Strategi adalah perencanaan induk yang komprehensif, yang menjelaskan bagaimana perusahaan akan mencapai semua tujuan yang telah di tetapkan berdasarkan misi yang telah di tetapkan sebelumnya.

  8. Stoner, Freeman, dan Gilbert. Jr (2005) : Konsep strategi dapat di definisikan berdasarkan dua perspektif yang berbeda yaitu :

    1. dari perspektif apa suatu organisasi ingin dilakukan (intens to do)
    2. dari perspektif apa yang organisasi akhirnya lakukan (eventually does).

Perumusan Strategi


Perumusan strategi adalah salah satu cara perusahaan untuk menentukan strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Menurut David (2009) teknik perumusan strategi yang penting dapat di integrasikan ke dalam kerangka kerja pengambilan keputusan tiga tahap :

  • Tahap 1 dalam kerangka kerja perumusan strategi terdiri atas Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (External Factor Evaluation – EFE), Maktriks Evaluasi Faktor Internal (Internal Factor Evaluation – IFE), dan Matriks Profil Kompetitif (Competitive Profile Matrix – CPM). Tahap ini disebut Tahap Input. Tahap ini meringkas informasi dasar yang dibutuhkan untuk merumuskan strategi.

  • Tahap 2, disebut Tahap Pencocokan, berfokus pada menciptakan alternatif strategi yang layak dengan memperhatikan faktor eksternal dan internal utama. Teknik tahap 2 mencakup Matriks Kekuatan-Kelemahan-Peluang- Ancaman (Strenght-Weakness-Opportunities-Threats-SWOT), Matriks Evaluasi Tindakan dan Posisi Strategi (Strategic Position and Action Evaluation-SPACE), Matriks Boston Consulting Group (BCG), Matriks Internal-Eksternal (Internal-External-IE), dan Matriks Strategi Besar (Grand Strategy Matrix).

  • Tahap 3, disebut Tahap Keputusan, melibatkan satu teknik saja, yaitu Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (Quantitative Strategic Planning Matrix- QSPM). QSPM menggunakan informasi input dari Tahap 1 untuk secara objektif mengevaluasi strategi-strategi alternatif yang diidentifikasikan dalam tahap 2. QSPM menunjukan daya tarik relatif berbagai strategi alternatif dan dengan demikian, memberikan landasan objektif bagi pemilihan strategi alternatif.

A post was merged into an existing topic: Apa yang dimaksud dengan Manajemen Strategis atau Strategic Management ?

Strategi banyak dikembangkan oleh organisasi untuk mengatasi segala ancaman dan merebut peluang yang ada.

Menurut Jhonson et al (2002) menjelaskan bahwa strategy is the direction and scope of organization over the long-term: which achieves advantage for the organization through its configuration of resources within a challenging environment, to meet the needs of market and to fulfill stakeholder expectations (strategi sebagai arah dan lingkup organisasi dalam jangka panjang: untuk mencapai keuntungan organisasi melalui konfigurasi sumber daya yang dimiliki untuk dapat mengatasi tantangan lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan lingkungan bisnis dan harapan pihak-pihak yang berkepentingan).

Dalam pengertian diatas, maka strategi menjelaskan tentang :

  1. Kemana arah bisnis dalam jangka panjang (direction);
  2. Lingkungan bisnis (markets) seperti apa yang akan dimasuki dan aktivitas- aktivitas apa saja yang terdapat dalam lingkungan bisnis tersebut (scope)
  3. Bagaimana memperlihatkan performa bisnisyang lebih baik disbanding pesaing yang sudah ada dalam lingkungan bisnis tersebut (advantage);
  4. Sumber-sumber daya (ketrampilan, asset, keuangan, hubungan,kompetensi dan fasilitas) seperti apa yang diharapkan dapat mendukung bisnis;
  5. Faktor-faktor eksternal apa saja yang dapat mempengaruhi kemempuan kompetensi dalam lingkungan bisnis (environment);
  6. Apa saja harapan dan nilai lebih yang diinginkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam bisnis tersebut (stakeholder );

Berikut definisi strategi menurut beberapa ahli :

  • Menurut Johnson dan schools (Jhonson et al, 2002) dalam bukunya Exploring Corporate Strategy mendeskripsikan strategi sebagai arah dan lingkup organisasi dalam jangka panjang untuk mencapai keuntungan organisasi melalui konfigurasi sumber daya yang dimiliki untuk dapat mengatasi tantangan lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan lingkungan bisnis dan harapan pihak-pihak yang berkepentingan.

  • Sedangkan Kenneth Andrews berpendapat bahwa strategi adalah sebuah pola keputusan dalam sebuah organisasi atau perusahaan yang menentukan dan mengungkap sasaran, tujuan, menghasilkan prinsip-prinsip kebijakan dan rencana untuk meraih tujuan tersebut (Morden, 2007).

  • Michael Porter mendefinisikan strategi sebagai sekumpulan tindakan atau aktivitas yang berbeda untuk menghantarkan nilai yang unik (Porter, 1998).

  • Menurut Hunger and Wheelen (2003:16) strategi merupakan rumusan perencanaan komprehensif tentang bagaimana suatu perusahaan akan mencapai misi dan tujuannya dimana strategi ini akan memaksimalkan keunggulan kompetitif dan meminimalkan keterbatasan bersaing.

Di sumber lain Henry Mintzberg dalam bukunya Toward a General Theory of Strategy Formulation mengatakan bahwa kata strategi dapat digunakan dalam berbagai cara atau situasi (Mintzberg, 2007), yaitu:

  1. Strategy is a plan, a how, a means of getting from here to there (Strategi adalah suatu rencana, cara bagaimana untuk berpindah dari posisi ini ke hal. Mereka cenderung memperkaya kreatifitas diatas efisiensi.

  2. Strategy is a pattern in actions over time (Strategi adalah suatu pola dalam melakukan aksi)

  3. Strategy is position; that is; reflects decisions to offer particular products or services in particular markets. (Strategi adalah posisi yang mencerminkan keputusan untuk menawarkan produk khusus atau pelayanan pada pasar yang khusus)

  4. Strategy is perspective, that is vision and direction (strategi adalah perspektif visi dan perspektif arah)

Strategi adalah sebuah pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan utama organisasi, peraturan dan urutan tindakan menjadi satu kesatuan yang kohesif, sehingga dalam strategi yang efektif harus mencakup 3 (tiga) elemen (Quinn, 1996) :

  1. Pernyataan yang jelas dan menentukan tujuan utama atau tujuan yang akan dicapai.
  2. Anaisis kebijakan utama membimbing dan membatasi tindakan perusahaan
  3. Deskripsi utama program yang akan digunakan untuk mencapai tujuan dalam batas-batas

Whelen Hunger dalam bukunya The Concepts of Strategic Management and Business Policy membagi strategi kedalam beberapa tipe ((Wheelen & Hunger, 2008), yaitu:

  1. Defenders adalah suatu organisasi/perusahaan dengan produk terbatas yang fokus pada peningkatan efisiensi operasional yang sedang berjalan. Orientasi biaya membuatnya tidak melakukan inovasi pada daerah yang baru.

  2. Prospectors adalah suatu organisasi/perusahaan dengan produk-produk yang cukup banyak, fokus pada inovasi produk dan peluang pasar. Berorientasi pada penjualan membuat organisasi ini menjadi tidak efisien pada beberapa

  3. Analyzers adalah sebuah korporasi yang beroperasi pada setidaknya dua daerah product-market yang berbeda, one stable dan one variable. Pada daerah yang stable,efisiensi ditekankan, sedangkan pada daerah variable, inovasi lebih ditekankan.

  4. Reactors adalah korporasi dimana konsistensi hubungan strategi, struktur dan budaya sangat rendah. Respon (lebih sering tidak efektif) terhadap tekanan lingkungan pelan-pelan cenderung merubah strategi.

Dalam perencanaan strategis, menurut Marios I. Katsioloudes, terdapat 3 level strategi, yaitu: level korporasi, level unit bisnis, dan level fungsi. Ketiga level ini digambarkan dalam bentuk piramida (Katsioloudes, 2006) sebagai berikut:

image

Dalam literatur lain, Schendel dan Charles Hofer, Higgins (1985) menjelaskan adanya empat tingkatan dari strategi. Semuanya disebut dengan master strategy , yang terdiri dari enterprise strategy, corporate strategy, business strategy, dan functional strategy

  • Enterprise Strategy adalah strategi yang berkaitan dengan dengan respon kelompok masyarakat diluar organisasi yang tidak terkontrol, misalnya pemerintah, kelompok penekan, kelompok politik, dan kelompok sosial lainnya. Pada strategi enterprise akan terlihat relasi antara organisasi dan masyarakat luar, sejauhmana interaksi itu akan diperkuat sehingga dapat menguntungkan organisasi itu sendiri. Selain itu, Strategi juga menunjukkan bahwa organisasi benar-benar berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap pemenuhan tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

  • Corporate Strategy sering disebut sebagai grand strategi yang meliputi seluruh bidang dalam organisasi. Strategi ini berkaitan erat dengan misi organisasi.

  • Business Strategy menjelaskan bagaimana merebut pangsa pasar di tengah masyarakat dan bagaimana menempatkan organisasi di hati para pengguna dan pemilik modal. Semua itu dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan- keuntungan stratejik yang dapat menunjang perkembangan organisasi kearah yang lebih baik.

  • Functional Strategy merupakan strategi pendukung yang berfungsi untuk mendukung kesuksesan strategi-strategi lain. Tiga jenis strategi fungsional, yaitu:

    1. Strategi fungsional ekonomi mencakup fungsi-fungsi yang memungkinkan organisasi hidup sebagai satu kesatuan ekonomi yang sehat, misalnya fungsi berkaitan dengan keuangan, pemasaran, penelitian, pengembangan, dan sumber daya.

    2. Strategi fungsional manajemen mencakup fungsi-fungsi manajemen, seperti perencanaan, pengelolaan, penerapan, pengontrolan, leading, motivasi, staffing, komunikasi, representing, pengambilan keputusan, dan pengintegrasian.

    3. Strategi isu stratejik memiliki fungsi utama untuk mengendalikan lingkungan, baik situasi lingkungan yang sudah diketahui maupun yang belum diketahui serta perubahannya.

Penerapan strategi ini tidak hanya berlaku bagi organisasi yang berbasis keuntungan, tetapi juga berlaku bagi organisasi non-profit. Pada organisasi non- profit seperti pemerintahan, sekolah dan sebagainya, Strategi dibutuhkan pada setiap penerapan suatu kebijakan atau program baru yang mungkin akan membawa perubahan bagi organisasi tersebut. Sebagai contoh pada implementasi TI di organisasi secara menyeluruh, dibutuhkan strategi untuk mewujudkan harapan-harapan yang ingin dicapai sehingga dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Strategi pada hakikatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen (management) untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi, untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, melainkan harus mampu menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya. (Effendy, 2007)

Menurut Mintzberg (2007), konsep strategi itu sekurang-kurangnya mencakup lima arti yang saling terkait, dimana strategi adalah suatu:

  1. Perencanaan untuk semakin memperjelas arah yang ditempuh organisasi secara rasional dalam mewujudkan tujuan-tujuan jangka panjang.

  2. Acuan yang berkenan dengan penilaian konsistensi ataupun inkonsistensi perilaku serta tindakan yang dilakukan oleh organisasi.

  3. Sudut yang diposisikan oleh organisasi saat memunculkan aktivitasnya.

  4. Suatu perspektif yang menyangkut visi yang terintegrasi antara organisasi dengan lingkungannya yang menjadi batas bagi aktivitasnya.

  5. Rincian langkah taktis organisasi yang berisi informasi untuk mengelabui para pesaing.

Jadi, strategi merupakan hal yang penting karena strategi mendukung tercapainya suatu tujuan. Strategi mendukung sesuatu yang unik dan berbeda dari lawan. Strategi dapat pula mempengaruhi kesuksesan masing-masing perusahaan pula karena pada dasarnya strategi dapat dikatakan sebagai rencana untuk jangka panjang. Namun terdapat perbedaan antara strategi dan taktik.

Menurut Linda Reynolds (n.d) mengatakan bahwa taktik adalah sesuatu yang dilakukan untuk menginplementasikan strategi.

J.B Wheeler dalam bukunya yang berjudul Art and Sciene of War menyatakan bahwa taktik merupakan seni dalam membuat rancangan dari suatu strategi. Taktik adalah bagian dari strategi, dengan taktik maka strategi dapat dirancang, jadi dapat dikatakan bahwa startegi merupakan pedoman dalam pembuatan taktik. Sehingga taktik merupakan bentuk nyata dari strategi.

Walaupun strategi dan taktik berbeda namun keduanya sangat berhubungan erat.

“The two categories (strategy and tactics), although convenient for discussion, can never be truly divided into separate compartment because not only influences but merges into the other” (Hart, Prince 1998).

Menurut Setiawan Hari Purnomo & Zulkieflimansyah (1999), kata ”strategi” berasal dari bahasa Yunani kuno , yaitu ”strategos” yang berarti ”kepala komandan militer” . Kata ”strategos” sendiri merupakan gabungan dari dua kata, yakni ”stratos” yang berarti ”militer/tentara(army)” dan ”ago” yang berarti ”untuk memimpin” . Oleh karena itu, strategi dalam konteks awalnya ini diartikan sebagai sesuatu yang dikerjakan oleh para jenderal dalam membuat rencana untuk menaklukkan musuh dan memenangkan perang.

Menurut Webster’s New World Dictionary , dituliskan bahwa strategi adalah ilmu yang merencanakan dan mengarahkan operasi militer yang berskala besar, menggerakkan kekuatan-kekuatan yang dimiliki sehingga memiliki keuntungan di banding pihak lain/musuh. Sedangkan menurut Carl Von Cleusewitz, strategi adalah tindakan atau aksi yang dilakukan untuk keperluan perang.

Selama lebih dari dua abad, pengertian strategi terus berfokus pada hal-hal yang berhubungan dengan militer. Namun, sejak revolusi industri ke dua (tahun 1980an) kata strategi mulai diadaptasikan ke dalam konteks bisnis, dan digunakan secara penuh mulai dari abad ke 20. Dalam banyak hal, strategi bisnis memiliki persamaan dengan strategi perang. Hal ini dikarenakan akar dari strategi bisnis adalah strategi militer yang banyak dipelajari selama berabad-abad untuk kepentingan bisnis. Adapun persamaan yang sangat nyata dari strategi bisnis dengan strategi militer adalah kedua strategi tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mendapatkan daya saing ( competitive advantage ).

Menurut R. Andrew dalam bukunya yang berjudul ” The Concept of Corporate Strategy” (Richard D. Irwin, 1971), strategi adalah persamaan antara apa yang dapat perusahaan lakukan berdasarkan pada kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan ( internal factor ) dan apa yang akan dilakukannya berdasarkan peluang yang dimiliki dan ancaman yang dihadapi perusahaan ( eksternal factor ).

Menurut Pearce/Robinson (2000), manajemen strategi adalah suatu kumpulan keputusan dan aksi yang dihasilkan dari formulasi dan penerapan rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan dari organisasi. Manajemen strategi melibatkan kegiatan perencanaan, pengarahan, pengorganisasian, dan kontrol dari strategi suatu perusahaan yang berhubungan dengan keputusan dan aksi. Suatu strategi menggambarkan kesadaran dari perusahaan tentang bagaimana, kapan, dan dimana perusahaan harus bersaing, serta dengan siapa perusahaan harus bersaing, dan untuk tujuan apa perusahaan bersaing. Pendapat Pearce/Robinson didukung juga oleh pendapat dari Fred R. David. Hal ini dapat terlihat dari pendapat Fred R. David (2006) bahwa manajemen strategi adalah seni dan ilmu untuk memformulasi, mengimplemantasi, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya.

Menurut Jain (2000), strategi bagi perusahaan memberikan arah dengan tujuan untuk mempengaruhi perilaku pesaing dan evolusi pasar untuk kepentingan perusahaan. Strategi berusaha mempengaruhi dan mengubah lingkungan yang bersaing. Maka, strategi mencakup sebuah deskripsi dari sebuah ekuilibrium kompetisi yang baru yang ingin perusahaan ciptakan, sebab dan akibat yang akan ditimbulkan termasuk logika yang mendukung dan menjelaskan tindakan-tindakan yang diambil strategi tersebut.

Menurut Thompson dan Strickland (2003), tugas untuk membuat, menerapkan, dan menjalankan strategi perusahaan adalah jantung dan jiwa dari pengaturan suatu perusahaan bisnis. Strategi perusahaan adalah suatu perencanaan yang digunakan oleh pihak manajemen untuk memperoleh market position (posisi pasar) yang lebih baik, memimpin kegiatan operasional perusahaan, menarik dan memberikan kepuasan bagi pelanggan, kesuksesan dalam persaingan, dan pencapaian tujuan dari organisasi.

Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan, dalam pengembangannya konsep mengenai strategi harus terus memiliki perkembangan dan setiap orang mempunyai pendapat atau definisi yang berbeda mengenai strategi. Strategi dalam suatu dunia bisnis atau usaha sangatlah di butuhkan untuk pencapaian visi dan misi yang sudah di terapkan oleh perusahaan, maupun untuk pencapaian sasaran atau tujuan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang.

Menurut David (2011) Strategi adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang yang hendak dicapai. Strategi bisnis mencakup ekspansi georafis, diversifikasi, akusisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, pengetatan, divestasi, likuidasi, dan usaha patungan atau joint venture. Strategi adalah aksi potensial yang membutuhkan keputusan manajemen puncak dan sumber daya perusahaan dalam jumlah besar. Jadi strategi adalah sebuah tindakan aksi atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan untuk mencapai sasaran atau tujuan yang telah di tetapkan.

Menurut Tjiptono (2006) istilah strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia yang artinya seni atau ilmu untuk menjadi seorang jendral. Strategi juga bisa diartikan suatu rencana untuk pembagian dan penggunaan kekuatan militer pada daerah – daerah tertentu untuk mencapai tujuan tertentu… Sedangkan Menurut
Menurut Pearce II dan Robinson (2008), strategi adalah rencana berskala besar, dengan orientasi masa depan, guna berinteraksi dengan kondisi persaingan untuk mencapai tujuan Perusahaan.

Kesimpulan pengertian strategi adalah hal hal yang perusahaan ingin lakukan untuk mencapai suatu tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya.

Dalam buku Analisis SWOT Teknis Membedah Kasus Bisnis, Rangkuti (2013) mengutip pendapat dari beberapa ahli mengenai strategi, di antaranya :

  1. Chandler : Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya.

  2. Learned, Christensen, Andrews, dan Guth : Strategi merupakan alat untuk menciptakan keunggulan bersaing. Dengan demikian salah satu fokus strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak.

  3. Argyris, Mintzberg, Steiner dan Miner : Strategi merupakan respons secara terus-menerus maupun adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat memengaruhi organisasi.

  4. Porter : Strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing.

  5. Andrews, Chaffe : Strategi adalah kekuatan motivasi untuk stakeholders, seperti stakeholders, debtholders, manajer, karyawan, konsumen, komunitas, pemerintah, dan sebagainya, yang baik secara langsung maupun tidak langsung menerima keuntungan atau biaya yang ditimbulkan oleh semua tindakan yang dilakukan oleh perusahaan.

  6. Hamel dan Prahalad : Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan pelanggan di masa depan.

Dengan demikian, perencanaan strategi hampir selalu dimulai dari “apa yang dapat terjadi”, bukan dimulai dari “apa yang terjadi”. Terjadinya kecepatan inovasi pasar baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.

Dari definisi-definisi di atas maka dapat di simpulkan bahwa strategi adalah alat untuk mencapai tujuan atau keunggulan bersaing dengan melihat faktor eksternal dan internal perusahaan. Perusahaan melakukan tindakan yang dapat menjadikan keuntungan baik untuk perusahaan maupun pihak lain yang berada di bawah naungan perusahaan.

Tingkatan Strategi


Menurut Wheelen dan David (2008) Ada beberapa tingkatan dalam strategi untuk perusahaan besar, ada tiga tingkatan strategi manajemen yang berkembang sesuai dengan perkembangan usaha perusahaan yaitu :

  1. Strategi Korporasi (Corporate strategy)
    Merupakan strategi yang mencerminkan seluruh arah perusahaan, dengan tujuan menciptakan pertumbuhan bagi perusahaan secara keseluruhan dan manajemen berbagai macam bisnis lini produk.Ada 3 macam strategi yang dapat dipakai pada strategi tingkat korporasi ini, yaitu :
  • Strategi pertumbuhan (growth strategy) adalah strategi berdasarkan terhadap tahap pertumbuhan yang sedang dilalui perusahaan.
  • Strategi stabilitas (Stability Strategy) adalah strategi dalam menghadapi kemerosotan penghasilan yang sedang dihadapi oleh suatu perusahaan.
  • Retrenchment strategy adalah strategi yang diterapkan untuk memperkecil atau mengurangi usaha yang dilakukan perusahaan.
  1. Strategi Bisnis (Business Strategy)
    Merupakan strategi yang terjadi pada tingkat produk atau unit bisnis dan merupakan strategi yang menekankan pada perbankan posisi bersaing produk atau jasa pada spesifik industri atau segmen pasar tertentu.

    Ada tiga macam strategi yang dapat digunakan pada strategi tingkat bisnis ini, yaitu “Strategi Keunggulan Biaya, Strategi Diferensiasi dan Strategi Fokus”. Strategi fokus itu sendiri terdiri dari fokus biaya dan fokus diferensiasi. Pada tingkat bisnis, strategi bersifat departemental. Strategi pada tingkat ini dirumuskan dan ditetapkan oleh para manajer yang diserahi tugas tanggung jawab oleh manajemen puncak untuk mengelola bisnis yang bersangkutan. Strategi yang diterapkan pada unit bisnis sering disebut dengan generic strategy.

    Strategi bisnis merupakan dasar dari usaha yang dikoordinasikan dan ditopang, yang diarahkan terhadap pencapaian tujuan usaha jangka panjang. Strategi bisnis menunjukkan bagaimana tujuan jangka panjang dicapai. Dengan demikian, suatu strategi bisnis dapat didefinisikan sebagai suatu pendekatan umum yang menyeluruh yang mengarahkan tindakan – tindakan utama suatu perusahaan.

    Sedangkan yang dimaksud dengan strategi bisnis perusahaan adalah pola keputusan dalam perusahaan yang menentukan dan mengungkapkan sasaran, maksud dan tujuan- tujuan yang menghasilkan kebijakan, perencanaan untuk mencapai tujuan. Strategi perusahaan berlaku bagi seluruh perusahaan baik itu perusahaan besar atau perusahaan kecil, sedangkan strategi bisnis hanya berfokus pada penentuan bagaimana perusahaan akan bersaing dan penempatan diri diantara pesaingnya.

  2. Strategi Fungsional (Functional Strategy)
    Merupakan strategi yang terjadi di level fungsional seperti, operasional, pemasaran, keuangan, sumber daya manusia. Riset dan pengembangan dimana strategi ini akan meningkatkan area fungsional perusahaan sehingga mendapat keunggulan bersaing. Strategi ini harus mengacu pada strategi bisnis dan strategi korporasi. Memfokuskan pada memaksimumkan produktivitas sumber daya yang digunakan dalam memberikan value terbaik untuk pemenuhan kebutuhan pelanggan (customer). Strategi fungsional sering juga disebut Value-based-strategy.

Tipe Tipe Strategi


Tipe – tipe strategi menurut David (2009) :

  1. Strategi Integrasi
  • Integrasi ke Depan (forward integration)
    Integrasi ke depan (forward integration) adalah upaya memiliki atau meningkatkan kendali atas distributor atau pengecer. Saat ini semakin banyak perusahaan manufaktur (pemasok) yang menjalankan strategi integrasi kedepan dengan cara mendirikan situs web untuk menjual produk-produk mereka secara langsung kepada konsumen. Strategi tersebut menyebabkan gejolak di sejumlah industri.

  • Integrasi ke Belakang (Backward integration)
    Integrasi ke belakang (backward integration) adalah strategi untuk mencoba memiliki atau meningkatkan kontrol terhadap perusahaan pemasok. Strategi ini sangat tepat di gunakan ketika perusahaan pemasok saat ini tidak dapat diandalkan, terlalu mahal, atau tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka. Persaingan global juga memacu perusahaan untuk mengurangi jumlah pemasoknya dan menuntut pelayanan dan mutu yang lebih baik dari yang ada sekarang ini.

  • Integrasi Horizontal (Horizontal Integration)
    Strategi pertumbuhan integrasi horizontal dilakukan melalui akuisisi perusahaan pesaing yang memiliki line of business yang sama. Yang dapat dilakukan dalam strategi ini adalah dengan meningkatkan ukuran perusahaan, meningkatkan penjualan, keuntungan dan pasar potensial dari perusahaan.

  1. Strategi Intensif
  • Penetrasi Pasar (Market Penetration)
    Strategi penetrasi pasar berusaha meningkatkan pangsa pasar untuk produk dan jasa yang sudah ada di pasar melalui usaha pemasaran yang gencar. Strategi ini sering di gunakan sendirian atau di kombinasikan dengan strategi lainnya. Penetrasi pasar dapat terdiri dari upaya menambah jumlah pramuniaga, menambah belanja iklan, melakukan promosi penjualan ekstensif, atau meningkatkan upaya publisitas.

  • Pengembangan Pasar (Market Development)
    Pengembangan pasar terdiri dari upaya memperkenalkan produk atau jasa yang ada ke wilayah geografis baru. Berikut ini adalah panduan mengenai kapan pengembangan pasar dapat menjadi strategi yang efektif :

    • Ketika ada saluran-saluran distribusi baru yang dapat diandalkan, murah, dan bermutu baik.
    • Ketika organisasi sangat berhasil dalam hal yang di kerjakannya.
    • Ketika ada pasar baru yang belum di manfaatkan dan belum jenuh.
    • Ketika organisasi mempunyai modal maupun sumber daya manusia yang di perlukan untuk mengelola operasi yang semakin besar.
    • Ketika organisasi mempunyai kapasitas produksi yang berlebihan.
    • Ketika lingkup industri dasar organisasi menjadi global dengan cepat.
  • Pengembangan Produk (Product Development)
    Pengembangan produk adalah strategi yang berupaya meningkatkan penjualan dengan memperbaiki atau memodifikasi produk/jasa yang sudah ada. Pengembangan produk biasanya memerlukan biaya yang besar untuk penelitian dan pengembangan.
    Lima hal yang bisa dijadikan pedoman kapan sebaiknya menerapkan strategi pengembangan produk secara efektif, yaitu :

    • Ketika organisasi mempunyai produk sukses yang mencapai tahap kematangan dalam daur hidupnya; idenya adalah menarik para pelanggan yang puas untuk mencoba produk-produk baru (yang lebih baik) karena mereka memiliki pengalaman positif dengan produk atau jasa organisasi saat ini.
    • Ketika organisasi bersaing dalam industri dimana perkembangan teknologi terjadi sangat cepat.
    • Ketika para pesaing utama menawarkan produk dengan mutu lebih baik dan harga yang sebanding.
    • Ketika organisasi bersaing dalam industri yang tumbuh cepat.
    • Ketika organisasi mempunyai kemampuan penelitian dan pengembangan yang sangat kuat
  1. Strategi Diversifikasi
  • Diversifikasi Konsentris
    Enam hal yang bisa menjadi pedoman kapan diversifikasi konsentris tepat dilakukan, yaitu :

    • Ketika organisasi bersaing dalam industri yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya lambat.
    • Ketika menambah produk baru, namun masih terkait, akan meningkatkan penjualan produk yang ada saat ini secara signifikan.
    • Ketika produk baru, namun masih terkait, dapat di tawarkan dengan harga yang sangat bersaing.
    • Ketika produk baru, namun masih terkait mempunyai fluktuasi penjualan musiman yang menyeimbangkan fluktuasi penjualan perusahaan tersebut saat ini.
    • Ketika produk-produk organisasi saat ini dalam tahap daur hidup produk yang menurun.
    • Ketika organisasi mempunyai tim manajemen yang kuat.
  • Diversifikasi Horisontal (Horizontal Diversification)
    Menambah produk atau jasa baru yang tidak terkait untuk pelanggan yang sudah ada disebut diversifikasi horizontal (Horizontal diversification). Risiko strategi ini tidak sebesar diversifikasi konglomerat karena perusahaan pasti sudah mengenal pelanggan yang sudah ada.

  • Diversifikasi konglomerat (Conglomerate Diversification)
    Menurut Purwanto (2008) “Strategi ini dilakukan dengan cara mengakuisisi perusahaan lain yang memiliki line of business yang sama sekali berbeda”.
    Strategi ini dilakukan untuk beberapa alasan, di antaranya :

    • Perusahaan di dalam industri yang pertumbuhannya lambat mengakuisisi perusahaan yang berada dalam industri yang berkembang cepat dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan total.
    • Perusahaan yang memiliki kelebihan uang cash sering mendapatkan bahwa investasi dalam industri yang berbeda merupakan strategi yang sangat menguntungkan.
    • Perusahaan yang mengakuisisi memiliki kemampuan manajemen, finansial dan teknik serta pemasaran yang bisa diaplikasikan kepada perusahaan yang lebih lemah sehingga dapat meningkatkan kemampuan laba perusahaan yang lemah tersebut.
    • Perusahaan melakukan diversifikasi dengan maksud membagi-bagi risiko ke dalam beberapa industri.
  1. Strategi Defensif
  • Rasionalisasi biaya (Retrenchment)
    Rasionalisasi biaya (retrenchment) terjadi ketika suatu organisasi melakukan restrukturisasi melalui penghematan biaya dan aset untuk meningkatkan kembali penjualan dan laba yang sedang menurun.

  • Divestasi (Divestiture)
    Divestasi sering digunakan untuk meningkatkan modal yang selanjutnya akan digunakan untuk akuisisi atau investasi strategis lebih lanjut. Divestasi dapat menjadi bagian dari strategi rasionalisasi biaya menyeluruh untuk melepaskan organisasi dari bisnis yang tidak menguntungkan, yang memerlukan modal terlalu besar atau tidak cocok dengan aktivitas lainnya dalam perusahaan.

  • Likuidasi (Liquidation)
    Likuidasi (liquidation) adalah menjual semua aset sebuah perusahaan secara bertahap sesuai nilai nyata aset tersebut. Likuidasi merupakan pengakuan kekalahan dan akibatnya bisa merupakan strategi yang secara emosional sulit dilakukan.

Referensi

http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2013-1-00190-MN%20Bab2001.pdf

Setiap perusahaan, khususnya perbankan, harus menentukan dan mengembangkan strategi mereka dalam rangka mengalokasikan sumber daya, pengelolaan resiko, meningkatkan loyalitas nasabah, dan memenangkan persaingan. Henry (2011) menyatakan bahwa strategi merupakan suatu langkah perusahaan untuk mencapai competitive advantage. Competitive advantage ini dapat berupa pemenuhan kebutuhan konsumen yang lebih baik dibandingkan pesaing. Melalui penetapan strategi ini perusahaan telah menetapkan langkahlangkah terbaik yang dipilih untuk mencapai strategic competitiveness (Ireland, Hoskisson & Hitt, 2011).

Niven (2002) menyatakan bahwa terdapat enam dasar utama dari strategi:

  • Understanding . Setiap orang, baik ribuan orang pada perusahaan besar atau beberapa karyawan pada organisasi non-profit, harus memahami strategi. Bagaimana mungkin mereka melaksanakan strategi tersebut, tanpa memiliki pemahaman yang kuat terhadap strategi. Pemimpin harus bertindak, dengan mengambil peran seperti pengajar dan penginjil yang mengabarkan strategi tersebut kepada karyawannya.

  • Different activities . Strategi merupakan pemilihan aktivitas yang berbeda dari kegiatan pesaing, yang mengarah kepada posisi unik dan bernilai di antara pesaing. Dalam hal terjadi aktivitas yang sama, maka perbedaan muncul dalam efektifitas operasional perusahaan dibandingkan dengan pesaing.

  • Trade-offs . Strategi akan menimbulkan trade-offs dalam persaingan. Hal ini disebabkan organisasi tidak dapat bersaing secara efektif dengan mencoba menjadi segalanya. Keseluruhan organisasi harus sejalan dengan pilihan yang akan dilakukan, dan menciptakan nilai dari posisi strategis tersebut.

  • Fit . Kegiatan yang dipilih harus sesuai satu sama lain untuk sukses berkelanjutan. Asumsi tentang bisnis harus cocok satu sama lain untuk menghasilkan suatu teori yang valid tentang bisnis perusahaan. Begitu pula dengan kegiatan, merekea harus menghasilkan suatu keseluruhan yang utuh.

  • Continuity . Meskipun perubahan-perubahan struktural utama dalam industri dapat menyebabkan perubahan dalam strategi, umumnya strategi tidak boleh terus-menerus diciptakan kembali. Strategi akan mempertajam pemahaman dasar seperti bagaimana perusahaan akan menawarkan nilai kepada pelanggan dan jenis pelanggan. Strategi harus jelas bagi pihak eksternal (pelanggan) maupun internal (karyawan). Namun perubahan dapat menimbulkan peluang baru yang dapat diasimilasikan ke dalam strategi saat ini, misalnya, teknologi baru.

  • Various thought processes . Strategi melibatkan proses konseptual serta kegiatan analisis. Strategi tidak hanya melibatkan analisis rinci dari data yang kompleks, tetapi juga pengetahuan konseptual yang luas dari perusahaan, industri, pasar, dan sebagainya.

Sementara itu menurut Hill & Jones (2001), terdapat lima langkah dalam proses penetapan strategi, antara lain:

  1. Penetapan misi dan tujuan perusahaan.

  2. Analisis lingkungan eksternal perusahaan untuk menetapkan peluang ( opportunity ) dan ancaman ( threats ).

  3. Analisis lingkungan internal perusahaan untuk menetapkan kekuatan ( strengths ) dan kelemahan ( weaknesses )

  4. Penetapan strategi memperhatikan lingkungan internal dan eksternal perusahaan (SWOT Analysis ), yang sesuai dengan misi dan tujuan perusahaan.

  5. Implementasi strategi.