Di Negara manakah yang tedapat Sekolah Unik ?

Di egara manakah yang tedapat Sekolah Unik ?

Apa yang terlintas di pikiran Bunda waktu dengar kata konsep sekolah? Bisa jadi bangunan bertingkat dengan konsep formal dan kaku, plus berbagai sarana dan prasarana yang tersedia.

Nah, Bunda tahu nggak kalau di berbagai belahan dunia ada lho sekolah yang konsepnya unik dan berbeda banget sama sekolah pada umumnya. Dirangkum HaiBunda, inilah sekolah-sekolah dengan konsep unik dari berbagai penjuru dunia.

1. Sekolah Terapung Makoko di Lagos, Nigeria

Sekolah Terapung Makoko di Lagos, Nigeria

Sekolah yang terletak di Lagos Nigeria ini memang mengapung di atas air karena letaknya di daerah pesisir. Dirancang oleh NLE, sebuah firma arsitektur dan didanai The Heincrich Boll Foundation serta United Nations (PBB), sekolah ini ditujukan untuk semua kalangan tanpa memandang usia.

Dengan konsepnya yang unik, sekolah yang luasnya sekitar 92 ribu meter persegi ini dilengkapi berbagai fasilitas seperti ruang bermain, toilet kompos dan tentunya ruang kelas. Semua ruang bisa muat sampai 100 orang lho. Wah, besar juga ya kapasitasnya.

PBB mengestimasi pada tahun 2050 populasi di Afrika akan meningkat 2 kali lipat. Selain itu, faktanya yang terjadi adalah kebanyakan penduduk yang mendominasi Afrika berumur muda. Sekolah inilah salah satu upaya PBB untuk memberdayakan para pemuda di sana.

2. Oerestad Gymnasium di Copenhagen, Denmark

Oerestad Gymnasium di Copenhagen

Oerestad Gymnasium adalah sebuh kelas yang ‘raksasa’ yang bisa menampung 358 siswa di dalamnya. Apa yang unik? Bentuk sekolah ini seperti kubus dan di dalamnya memiliki konsep ‘open space’ supaya murid bisa melihat kegiatan lainnya yang berlangsung. Nggak cuma sampai situ Bun, di dalam kelas yang berdinding kaca ini terdapat ‘drum’ di mana para murid bisa duduk dan belajar.

Sang kepala sekolah, Allan K Andersen bilang bahwa tujuan dari konsep sekolah tersebut agar para siswa tak hanya belajar dari apa yang mereka dapat. Tapi, juga mempraktikannya. Konsep kelas yang ‘terbuka’ ini juga diharapkan bisa membuat anak mendapat suasana belajar yang lebih rileks.

3. Big Picture di Rhode Island

Kalau di Indonesia mungkin sekolah yang satu ini hampir sama dengan sekolah menengah kejuruan (SMK), Bun. Cuma yang membedakan adalah semua yang murid pelajari langsung dipraktikan bersamaan dengan teori yang diberikan.

Saat awal masuk sekolah ini, para murid akan menemukan dan mempelajari passion-nya masing-masing. Kemudian di akhir masa sekolah , masing-masing murid akan menyelesaikan LTI atau Learning Through Internship’ alias magang. Bidangnya macam-macam Bun ada perbengkelan, perkapalan sampai hukum.

4. AltSchool di San Fransisco, California

AltSchool di San Fransisco, California

Sekolah yang satu ini bisa dibilang sekolah Silicon Valley. Itu lho Bun, markasnya Facebook, Google dan perusahaan IT lainnya yang mendunia. Dengan konsep penuh teknologi, para murid yang bisa dibilang seumuran anak SD sudah diajarkan 3D modeling. Wah! Keren ya.
Sang CEO, Max Ventilla menjelakan bahwa sekolah ini akan mempersiapkan anak-anak mengahadapi perubahan global. Nggak cuma teknologi, layaknya sekolah pada umumnya, di AltSchool anak akan diedukasi mengenai problem-solving, sosial emosional dan merancang gol di masa depan. Sekolah yang memiliki kesan ‘futuristik’ ini mengedukasi anak usia 4 hingga 14 tahun sejak 2013 silam.

5. Sekolah Vokasi Sra Pou di Kamboja

Sekolah Vokasi Sra Pou di Kamboja

Dirancang oleh firma arsitektur asal Finlandia, Rudanko + Kankkunen, sekolah di Kamboja ini ditujukan untuk berbagai kalangan usia. Sekolah ini dibangun untuk mendidik warga desa supaya mengembangkan minat mereka menjadi sebuah bisnis. Tenaga pendidik yang mengajar berasal dari NGO Kamboja.

Rudanko + Kankkunen menjelaskan, daripada warga desa bekerja dengan gaji yang rendah lebih baik belajar bagaimana cara membuka bisnis dengan produksi rumah tangga. Ketika tidak ada jadwal kelas, bangunan sekolah tersebut digunakan sebagai town hall, tempat pertemuan pemuka desa.

6. P-TECH High School di Brooklyn, New York

P-TECH High School di Brooklyn

P-TECH High School ini dibuka oleh IBM, perusahaan IT ternama pada tahun 2011. Dari namanya, jelas banget ya Bun kalau sekolah ini berbasis teknologi. P-TECH Higs School menawarkan program yang ‘menjembatani’ sekolah dengan kampus. Di program tersebut, para murid yang telah lulus dari bangku SMP akan menempuh pendidikan selama 6 tahun. Setelah lulus dari program tersebut, murid akan segera mendapatkan gelar sarjana di kampus berbasis teknologi juga di New York. Wah, keren ya!

Ilmu yang diajarkan di sana semuanya berbasis STEM (Science Technology Engineering Math). Di tahun 2017 ini, P-TECH High School baru saja meluluskan angkatan pertama mereka lho, Bun. Sang pencetus sekolah, Stanley Litow memaparkan bahwa sekolahnya tak hanya menjembatani para siswanya untuk bisa cepat mendapat gelar sarjana, tapi juga supata mereka bisa dapat karir menjanjinkan di masa depan.

7. Steve Jobs School di Amsterdam, Belanda

Steve Jobs School di Amsterdam

Murid-murid di sekolah ini merancang pendidikan dan sistem pembelajarannya sendiri. Pada awal tahun pelajaran, mereka akan menjalani Individual Development Plan (IDP). Setiap 6 minggu sekali, IDP masing-masing anak akan dievaluasi oleh para muridnya sendiri, orang
tua dan pelatih. Kok ada pelatiha? Iya Bun, di sini murid menyebut pendidik sebagai pelatih, bukan guru.

“Dari evaluasi IDP tersebut nantinya bakal ketahuan, murid tersebut berminat pada bidang apa,” kata Maurice de Hond selaku pendiri sekolah. Semua murid kelas 4 hingga 12 akan mendapatkan iPad lengkap dengan aplikasi khusus dari sekolah. Kata Maurice, di Steve Jobs School, semua anak nggak dibeda-bedakan karena masing-masing punya minat tersendiri pada bidang tertentu.

8. Brightwork School di San Fransisco, California

Brightwork School di San Fransisco, California

Sekolah yang didirikan oleh Gever Tulley pada 2011 benar-benar sekolah yang nggak biasa, Bun. Para murid diajarkan hal-hal ‘berbahaya’ yang dilarang oleh orang tua mereka. Semua murid dari TK A hingga kelas 12 diajak bermain kotor-kotoran, bermain api, memakai peralatan rumah yang nggak aman bagi anak kecil dan membuat karya seni.

Kata Gever, para murid diajak dan dirangkul untuk andil dalam pendidikannya sendiri. Dengan begini, diharapkan para murid bisa lebih termotivasi mengembangkan keterampilan dan minatnya masing-masing. Tahu nggak, Bun? Sekolah ini penuh dengan perkakas dan karya seni para murid lho.

9. Innova School di Peru

Innova School di Peru

Sekolah yang berpusat di Peru ini merupakan sekolah yang didirikan oleh pengusaha miliarder Carlos Rodriguez-Pastor dengan bantuan sebuah firma desain IDEO pada tahun 2011. Saat ini, sekolah tersebut sudah punya 29 cabang di seluruh dunia. Berbasis tech-heavy online learning, para murid di sekolah mendapatkan pelajaran melalui internet.

Uniknya, murid di sekolah Innova hanya belajar hingga kelas 11 saja. Untuk biaya per bulan, orang tua hanya merogoh kocek kurang lebih Rp 1,7 juta. Cukup terjangkau kan Bun untuk sekolah berbasis teknologi dan internasional?

10. Carpe Diem School di Aiken, Ohio

Carpe Diem School di Aiken, Ohio

Kalau dilihat dari luar maupun interiornya, sekolah ini persis banget kayak gedung perkantoran. Dipenuhi cubicle yang bersekat-sekat ala kantor, ternyata ada maksudnya, Bun. Sang CEO Dr Robert Sommers menjelaskan kalau sekolah ingin para murid berkonsentrasi dan mencapai targetnya masing-masing.

Setiap cubicle ada komputernya dan menjadi tempat untuk masing-masing murid belajar sesuai dengan minatnya. Bukan juga bermaksud agar murid lebih individualis, tapi Robert ingin agar murid-muridnya siap menghadapi masa depan dan bisa sukses di bidang yang mereka sukai.

Sumber :

1 Like

menambahkan ada lagi konsep pendidikan yang unik, berikut contohnya

Pendidikan Berbasis Riset dan Komunitas di Sanggar Anak Alam
image
Sekolah yang didirikan oleh Toto Rahardjo ini tidak memiliki pelajaran tertentu. Pendidikan dilakukan berbasis riset untuk memantik rasa ingin tahu siswa. Siklusnya dimulai dengan peserta didik mengajukan ide penelitian, guru atau fasilitator kemudian membantu untuk menyusun kerangka berpikir, menganalisis, dan membuat kesimpulan. Gagasan riset pun banyak diambil dari kehidupan sehari-hari.

Big Picture Learning di Rhode Island
image
Di tanah air, siswa baru dikelompokkan berdasarkan minat ketika duduk di bangku SMA atau SMK. Namun sekolah di Rhode Island, Amerika Serikat, beda. Mereka menerapkan model pembelajaran Big Picture Learning. Sejak sekolah dasar, siswa sudah dipetakan potensinya. Lalu mereka akan dibimbing langsung oleh para mentor ahli dan berpengalaman untuk mengeksplorasi minat serta bakatnya.

Summerhill School, Bebas Masuk dan Bolos Sekolah
image
Di sini, siswa diberikan kebebasan sepenuhnya untuk berkreasi, asalkan tidak mengganggu orang lain. Bila lapar, anak-anak bisa memasak di dapur. Jika ingin bermain, silakan pergi ke gudang dan buatlah sesuatu.

Meski begitu, tentu ada sejumlah peraturan yang disepakati bersama antara guru dan siswa. Bagi pihak pengelola, bebas melakukan apa saja berarti seseorang juga harus bertanggungjawab atas ucapan dan tindakannya.

Source: https://www.idntimes.com/life/education/hary-setiawan/patut-dicontoh-ini-6-sistem-sekolah-unik-yang-ada-di-dunia-c1c2/6