Apa yang dimaksud dengan Depresi atau Tekanan Batin ?

depresi

(Lia Permata Sari) #1

Depresi

Depresi adalah satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, anhedonia, kelelahan, rasa putus asa dan tidak berdaya, serta bunuh diri (Kaplan, 2010).

Apa yang dimaksud dengan Depresi ?


Bagaimana cara mengetahui tingkat depresi seseorang ?
Apa yang dimaksud dengan Teori hopelessness ?
Apa yang dimaksud dengan Teori Learned Helplessness ?
Apa yang dimaksud dengan Teori Depresi Beck ?
Apa saja gejala atau ciri-ciri depresi terselubung ?
Apa saja gejala atau ciri-ciri depresi ringan ?
Apa saja gejala atau ciri-ciri depresi berat ?
Apa tanda-tanda atau gejala yang menandakan kalau kita sedang depresi ?
Bagaimana cara mengatasi depresi atau tekanan batin ?
Apa yang dimaksud dengan the blues ?
Apa saja penyebab terjadinya Depresi ?
(Elvina Nadira Saskia) #2

Depresi sebelumnya dianggap sebagai suatu jenis neurastenia yang termasuk dalam kategori gangguan jiwa ringan. Penderita depresi memiliki suasana hati yang buruk secara berkepanjangan, kehilangan minat terhadap segala hal, dan merasa kekurangan energi. Suasana hati mereka sangat buruk sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari.

Depresi adalah keadaan suasana hati yang sangat rendah yang berlangsung dalam jangka waktu lama dan membuat penderitanya merasa sedih, iritabel, atau hampa. Banyak orang, termasuk remaja, yang menderita hal semacam ini. Seseorang dikatakan depresi bila:

  • Bila anda merasakan mood yang sangat rendah atau tidak tertarik untuk melakukan apapun, sepanjang hari pada setiap harinya, dan perasaan ini terus menerus anda rasakan selama setidaknya dua minggu, DAN

  • Bila anda mempunyai masalah-masalah lain seperti

    • Perubahan berat badan atau nafsu makan yang signifikan;
    • Tidak bisa tidur atau justru terlalu banyak tidur;
    • Selalu erasa gelisah atau lamban;
    • Merasa tidak berharga atau bersalah;
    • Merasa tidak mempunyai energy pada sebagian besar waktu;
    • Merasa tumpul atau kosong;
    • Tidak bisa berkonsentrasi atau membuat keputusan;
    • Mempunyai pikiran-pikiran mengenai kematian atau bunuh diri.

Menurut kriteria diagnostik American Psychiatric Association, Anda dikatakan memiliki gangguan depresi bila Anda mengalami 5 atau lebih gejala depresi fisik atau psikologis selama lebih dari 2 minggu secara berturut-turut, termasuk suasana hati yang buruk dan rasa kekurangan energi. Anda terus-menerus dibombardir oleh pikiran negatif dan kehidupan sehari-hari Anda terpengaruh secara signifikan.

Depresi

Penyebab Depresi


Depresi dikaitkan dengan perubahan bio-kimiawi di dalam otak. Otak mengirimkan sinyal dari satu sel otak ke sel otak lainnya dengan bahan kimia yang disebut neurotransmiter. Neurotransmiter ini mencakup serotonin, noradrenalin, dan dopamin. Neurotransmiter bertanggung jawab untuk mengatur berbagai fungsi fisik dan psikologis, seperti suasana hati, pemikiran dan perilaku, dll. Neurotransmiter tidak seimbang dan tidak bekerja dengan baik pada para penderita depresi.

Mencegah Depresi


Langkah-langkah berikut bisa membantu:

  • Cobalah untuk mendiskusikan perasaan dan menyalurkan stres Anda dengan benar.
  • Pertahankan gaya hidup yang sehat, misalnya terlibat dalam aktivitas atau hobi
    yang sehat.
  • Bersikap yang terbuka dan positif terhadap depresi.
  • Secara aktif mencari bantuan untuk memecahkan masalah.

Faktor risiko Depresi


Orang-orang dari berbagai usia bisa terpengaruh pada depresi. Alasan berkembangnya depresi bisa berbeda-beda pada setiap individu. Depresi bisa berkembang karena faktor fisik, psikologis, lingkungan, dan genetik. Kadang-kadang, penyebab pastinya tidak diketahui.

Faktor fisik

Perubahan di otak karena berbagai penyakit, misalnya, infeksi, hipotiroidisme dan trauma, dan penyalahgunaan minuman beralkohol atau obat-obatan bisa menyebabkan depresi.

Faktor psikologis

  1. Kecemasan yang terkait dengan kesehatan, pengalaman menyakitkan yang menyebabkan pikiran dan emosi negatif

  2. Sifat kepribadian tertentu, seperti terlalu stres atau keras kepala Faktor lingkungan
    Tekanan hidup dan di tempat kerja, masalah keuangan, kehilangan pekerjaan, tujuan yang tidak tercapai, masalah kerja atau sekolah, trauma cinta, masalah perkawinan, konflik keluarga, masalah dalam hubungan, penyakit anggota keluarga, beban keluarga, anak-anak tumbuh dewasa dan meninggalkan rumah, dll.

Faktor genetik

Depresi kadang-kadang bisa menurun dalam keluarga. Jika Anda memiliki riwayat medis keluarga yang terkait dengan gangguan depresi, Anda cenderung akan terkena penyakit ini.

Gejala-gejala Depresi


Sebagian besar gejalanya terkait dengan masalah fisik dan psikologis pasien. Jika Anda mengalami beberapa gejala berikut yang mengganggu kehidupan sehari-hari Anda (seperti pekerjaan dan aktivitas sosial) untuk jangka waktu yang lama, Anda mungkin menderita penyakit depresi.

Gejala fisik:

  • Sakit kepala
  • Insomnia
  • Merasa lemah secara umum
  • Mual
  • Sesak napas
  • Masalah pencernaan
  • Kelelahan dan kekurangan energi
  • Sering mimpi dan merasa seperti Anda tidak tidur sepanjang malam
  • Rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan Gejala emosional:
  • Lekas marah
  • Merasa gugup
  • Suasana hati yang buruk dan kurang motivasi
  • Hilangnya ketertarikan pada suatu hal
  • Pikiran tentang pengalaman yang tidak menyenangkan secara berulang-ulang
  • Perasaan tidak berharga, rendah diri, dan merasa bersalah
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Merasa putus asa
  • Ingin mati atau bunuh diri

Depresi

Diagnosis Depresi


Menurut Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental dari American Psychiatric Association, kriteria diagnostik untuk gangguan depresi Mayor mencakup:

  1. Setidaknya satu dari tiga suasana hati tidak normal berikut yang secara signifikan mengganggu kehidupan seseorang:

    • Suasana hati depresi yang tidak normal hampir sepanjang hari, hampir setiap hari, setidaknya selama 2 minggu

    • Kehilangan semua minat dan kesenangan yang tidak normal hampir sepanjang hari, hampir setiap hari, setidaknya selama 2 minggu.

    • Jika berusia 18 tahun atau lebih muda, suasana hati yang mudah tersinggung hampir sepanjang hari, hampir setiap hari, setidaknya selama 2 minggu.

  2. Setidaknya lima dari gejala berikut ini muncul selama periode depresi 2 minggu yang sama.

    • Suasana hati depresi yang tidak normal (atau suasana hati yang mudah tersinggung jika penderita adalah anak kecil atau remaja)

    • Kehilangan semua minat dan rasa senang secara tidak normal

    • Gangguan nafsu makan atau berat badan:

      • Penurunan berat badan (saat tidak diet) atau penurunan nafsu makan yang tidak normal.
      • Peningkatan berat badan atau peningkatan nafsu makan yang tidak normal.
    • Gangguan tidur, insomnia atau hipersomnia yang tidak normal.

    • Gangguan aktivitas, baik agitasi maupun perlambatan yang tidak normal (bisa diamati oleh orang lain).

    • Rasa lelah atau kehilangan energi yang tidak normal.

    • Rasa bersalah atau menyalahkan diri sendiri yang tidak normal.

    • Buruknya konsentrasi atau ketidakpastian yang tidak normal.

    • Pikiran yang tidak normal tentang kematian (tidak hanya takut mati) atau bunuh diri.

Gejala di atas menyebabkan Anda merasa tertekan atau mengganggu kemampuan Anda untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Gejala tersebut mengganggu pekerjaan, sekolah, interaksi sosial atau kehidupan keluarga Anda.

Tindakan pengobatan terhadap Depresi


Obat-obatan

Dokter bisa meresepkan obat untuk mengobati depresi. Ada dua jenis pengobatan utama:

  • Antidepresan bekerja dengan menormalkan neurotransmiter di otak.
  • Penenang membantu mengurangi kecemasan sementara.

Pengobatan bisa meringankan gejala depresi dalam jangka waktu 3 hingga 4 minggu dan pasien bisa sembuh dalam jangka waktu 4 hingga 6 minggu. Secara umum, pasien harus terus mengonsumsi obat setidaknya 4 hingga 9 bulan setelah gejala penyakit hilang. Untuk depresi yang berat atau sering berulang, pasien harus tetap mengonsumsi obat untuk jangka waktu yang lebih lama. Pengobatan hanya boleh dihentikan menurut instruksi dokter.

Efek samping obat (tergantung pada jenis anti-depresan yang Anda gunakan) mencakup:

Sembelit, diare, mulut kering, muntah, rasa mengantuk, susah tidur, pusing, sakit kepala, rasa lelah, peningkatan berat badan, penglihatan kabur, dan sesak nafas.

Tidak semua orang mengalami efek samping yang sama. Selain itu, efek samping biasanya bersifat sementara dan akan mereda seiring dengan berjalannya waktu.

Peringatan:
Jangan mengubah atau menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Psikoterapi

Terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi psikoanalitik (atau terapi psikodinamik) merupakan jenis psikoterapi yang umum digunakan.

Psikoterapi bertujuan untuk membantu pasien mengubah pola pikir negatif mereka dan berperilaku positif, sehingga bisa menyelesaikan masalah emosional secara objektif dan efisien. Para tenaga medis profesional akan membantu pasien untuk mengetahui faktor pemicu depresi mereka. Bila perlu, psikoterapi akan digunakan bersamaan dengan obat untuk mendapatkan hasil pengobatan yang lebih baik.

  • Terapi perilaku kognitif
    Bertujuan untuk membantu pasien mengembangkan pola pikir dan gaya hidup baru melalui analisis pemikiran. Periode pengobatan biasanya bersifat singkat dengan target terapeutik yang telah ditentukan sebelumnya.

  • Terapi psikoanalitik
    Bertujuan untuk membantu pasien memahami alam bawah sadar yang memengaruhi emosi dan perilaku saat ini dengan menganalisis pengalaman dan pemikiran di masa lalu. Terapi ini merupakan proses terapi intensif dan memiliki jangka waktu yang agak panjang.

Terapi Elektrokonvulsif (ECT)

Dokter bisa menyarankan terapi elektrokonvulsif kepada penderita depresi berat yang tidak bertambah baik setelah mendapatkan pengobatan dan psikoterapi. Dalam terapi elektrokonvulsif, arus listrik dialirkan melalui otak untuk menghilangkan gejala depresi. Pengobatan tergantung pada kebutuhan individu.

Sebelum ECT diberikan, pasien diberi anestesi ringan. Sengatan listrik akan diterapkan ke kepala pasien yang dapat meningkatkan kadar zat kimia yang terkait dengan suasana hati seperti serotonin dan noradrenalin di otak.

Depresi

Merawat diri saya sendiri dan Orang lain


Ketika anda mengalami depresi, anda dapat merawat diri Anda sendiri dengan cara melakukan hal-hal berikut ini :

  • Mintalah saran dari para tenaga medis profesional seperti psikolog klinis, dokter keluarga, psikiater, perawat, pekerja sosial, terapis profesional, dll. Mereka memiliki keterampilan profesional dalam konseling dan bisa membantu Anda memecahkan masalah secara positif.

  • Biarkan keluarga dan teman mengetahui emosi Anda

  • Carilah bantuan dari orang lain

  • Tetapkan tujuan yang realistis untuk diri Anda sendiri dan hindari mengambil tanggung jawab yang tidak bisa dipenuhi.

  • Berolahragalah secara teratur untuk meringankan stres

Sedangkan cara untuk membantu penderita depresi adalah sebagai berikut :

  • Tawarkan dukungan, pemahaman, kesabaran, dan dorongan.
  • Dorong mereka untuk mengungkapkan perasaan dan masalah mereka
  • Dorong mereka untuk terlibat dalam kegiatan sosial.
  • Mintalah nasihat tenaga medis profesional begitu Anda memperhatikan keanehan pada perilaku mereka.

Sumber : Hospital Authority, Hongkong.


(Nay Aviila) #3

Tekanan batin atau depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang memengaruhi suasana hati, perasaan, pola pikir dan perilaku, hingga aktivitas sehari-hari. Tekanan batin lebih dari sekedar perasaan tidak bahagia atau muak. Lazimnya, penyakit ini akan berlangsung lebih dari dua minggu dan menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik, seperti merasa sedih berkepanjangan, tidak punya motivasi untuk beraktivitas, kehilangan ketertarikan dan semangat, menyalahkan diri sendiri hingga merasa sangat putus asa.

Tekanan batin termasuk penyakit atau gangguan otak dan bukan dianggap cacat. Tekanan batin terjadi ketika bahan kimia di otak yang disebut neurotransmitter tidak seimbang dan menyebabkan masalah aktivitas di bagian tertentu otak Anda.

Ada berbagai faktor dan penyebab penyakit tekanan batin, di antaranya adalah faktor genetik, biologi, lingkungan, dan faktor psikologis seperti stres berat. Tekanan batin dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering terjadi pada remaja, orang dewasa, dan perempuan.

Adapun gejala-gejala yang timbul karena tekanan batin meliputi rasa sedih dan hampa yang berkepanjangan, kehilangan minat dalam kegiatan favorit, makan berlebihan atau tidak ingin makan sama sekali, tidak bisa tidur atau justru tidur terlalu banyak, penurunan energi dan kelelahan, merasa putus asa, mudah marah, cemas, gelisah dan merasa bersalah, kesulitan berkonsentrasi, kesulitan mengingat atau membuat keputusan, sakit kepala, kram, gangguan pencernaan, serta berpikir tentang kematian atau bunuh diri. Memang tidak setiap orang mengalami semua gejala tersebut, namun biasanya beberapa orang mengalami hanya sebagian dari gejala-gejala tersebut.


(Dinah Lisasari) #4

Depresi merupaka gangguan perasaan yang dialami individu dari berbagai usia dan dapat mengganggu berbagai aspek fungsi kehidupan, mulai dari motivasi, emosi, kognitif, tingkah laku, dan biologis. Gilbert (2000)

Rosenvald, Oei, dan Schmidt (2007) menjelaskan depresi sebagai munculnya perubahan dalam diri individu dalam segi :

  1. Suasana hati, misalnya merasa tidak berharga,

  2. Tingkah laku, misalnya mudah marah, menarik diri dari interaksi dengan orang lain,

  3. Fungsi diri, misalnya sulit berpikir dan berkonsentrasi,

  4. Kondisi fisik, misalnya sulit tidur atau terlalu banyak tidur, perubahan berat badan.

Jenis-jenis Depresi


Berdasarkan kriteria DSM IV-TR, terdapat dua jenis gangguan depresi yang bersifat klinis, yaitu (American Psychiatric Association, 2000) :

  • Gangguan Depresi Mayor

    Gangguan depresi mayor merupakan gangguan depresi yang paling umum terjadi. Individu dengan gangguan depresi mayor akan mengalami episode-episode depresi dan normal/remisi yang terlihat cukup kontras. Diagnosis untuk gangguan depresi mayor dapat diberikan jika individu mengalami setidaknya lima dari delapan kriteria berikut selama setidaknya dua minggu berturut-turut,dan hal ini menganggu keberfungsiannya sehari-hari:

    1. Adanya suasana hati/ mood depresif hampir sepanjang hari
    2. Kehilangan minat melakukan hal-hal yang disukai
    3. Mengalami penurunan atau kenaikan berat badan yang disertai perubahan selera makan
    4. Mengalami masalah tidur yang muncul hampir setiap hari
    5. Mengalami agitasi/ kegelisahan psikomotor
    6. Mengalami rasa lelah yang berlebihan
    7. Merasa tidak berdaya, sulit berpikir dan konsentrasi
    8. Adanya kemunculan pikiran-pikiran buruk mengenai kematian, termasuk keinginan bunuh diri
  • Gangguan Distimik

    Gangguan distimik merupakan jenis gangguan depresi yang ditandai dengan perasaan murung dalam jangka waktu yang lama dan pengidapnya seringkali menerima perasaan tersebut sebagai bagian dari kehidupannya sehari-hari. Diagnosis ini diberikan jika individu mengalami simptom- simptom depresi hampir sepanjang hari dan hampir setiap hari, paling tidak selama dua tahun untuk orang dewasa dan satu tahun untuk anak- anak dan remaja. Simptom-simptom depresi yang muncul setidaknya dua dari tujuh simptom berikut:

    1. Tidak ada selera makan atau makan berlebihan
    2. Insomnia atau hipersomnia
    3. Tidak ada tenaga atau lelah
    4. Merasa harga diri rendah
    5. Konsentrasi buruk
    6. Sulit membuat keputusan
    7. Merasa tidak memiliki harapan

    Ciri yang ditampilkan oleh individu dengan gangguan distimik pada dasarnya mirip dengan ciri gangguan depresi mayor. Bedanya, pada gangguan depresi mayor, individu mengalami perubahan episode yang sangat kontras antara depresi dan penyembuhan, sementara pada gangguan distimik, perubahan suasana hati tidak terjadi dengan ekstrim, tetapi justru cenderung konstan.

Di luar jenis gangguan depresi yang tercatat dalam DSM IV-TR, ada pula masalah depresi yang terbilang ringan dan dikenal dengan istilah depresi minor (Gellis & McCracken, 2008). Depresi ringan pada umumnya ditandai dengan kemunculan kriteria depresi mayor, tetapi belum cukup untuk dapat didiagnosis ke arah gangguan tersebut, misalnya tidak sampai memenuhi lima kriteria, tetapi sudah terjadi selama dua minggu. Sama seperti depresi mayor, depresi minor juga biasanya sudah mengganggu keberfungsian individu yang mengalaminya, sehingga perlu ditangani secara komprehensif pula (Gellis & McCracken, 2008).