© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Teori Depresi Beck (Learned Helplessness, Hopelessness, Atribusi)?

Depresi

Depresi
adalah suatu gangguan perasaan hati dengan ciri sedih, merasa sendirian, rendah diri, putus asa, biasanya disertai tanda-tanda retardasi psikomotor atau kadang-kadang agitasi, menarik diri dan terdapat gangguan fisiologis seperti insomnia dan anoreksia (Kaplan, 2010).

Apa yang dimaksud dengan Teori Depresi Beck ?

Pada sudut pandang kognitif terdapat empat pendekatan kognitif untuk menjelaskan tentang depresi, yaitu teori Depresi Beck, teori Learned Helplessness, teori atribusi, dan teori hopelessness. Teori Depresi Beck menjelaskan bahwa depresi terjadi karena pemikiran individu tersebut dibiaskan pada interpretasi negatif. Interpretasi negatif tentang diri seperti gambaran pesimis tentang diri, dunia, dan masa depan. Keyakinan negatif dipicu oleh peristiwa-peristiwa hidup yang negatif seperti asumsi bahwa “saya harus sempurna”. Sikap-sikap negatif akan membuat bias-bias kognitif dan memicu depresi.

  • Teori Learned Helplessness

Menjelaskan bahwa depresi muncul akibat peristiwa menyakitkan yang tidak dapat dikontrol. Peristiwa yang menyakitkan tersebut diperoleh dari pengalaman hidup yang tidak menyenangkan dan trauma yang gagal dikontrol oleh individu. Kondisi seperti itu akan menghasilkan ketidakberdayaan yang memicu depresi.
Teori atribusi merupakan penjelasan yang dimiliki seseorang tentang tingkah laku. Orang akan mengalami depresi apabila mengatribusi peristiwa negatif dengan atribusi global (mengumumkan semua kegagalan). Selanjutnya muncul perasaan tidak berdaya, tidak ada respon yang memungkinkan untuk mengatasi situasi dan terjadilah depresi.

  • Teori Hopelessness

Menjelaskan bahwa munculnya depresi berawal dari adanya peristiwa yang menyakitkan. Selanjutnya akan muncul perasaan tidak ada harapan, tidak ada respon yang memungkinkan untuk mengatasi situasi dan perkiraan. Hasil yang diharapkan tidak akan terjadi dan terjadilah depresi.

  • Asumsi

Sudut pandang interpersonal adalah bahwa individu yang depresi cenderung memiliki hubungan sosial yang kurang baik dan menganggap mereka kurang memberikan dukungan. Sedikitnya dukungan sosial dapat mengurangi kemampuan individu untuk mengatasi peristiwa yang negatif dan membuat mereka rentan terhadap depresi. Asumsi lainnya ialah orang-orang yang depresi cenderung mencari-cari kepastian bahwa bahwa orang lain sungguh-sungguh memperhatikan mereka dan mereka masih kurang puas.