Apa yang dimaksud dengan ilmu ekonomi ?

teori_ekonomi

(Lia Permata Sari) #1

Ilmu ekonomi

Ilmu ekonomi adalah studi tentang bagaimana individu dan masyarakat mengambil pilihan untuk menggunakan sumber daya yang langka yang telah disediakan oleh alam dengan generasi sebelumnya.

Apa yang dimaksud dengan ilmu ekonomi ?


Bagaimana paradigma Sosialisme Komunis tentang Ekonomi ?
Bagaimana paradigma Liberalisme Kapitalis tentang Ekonomi ?
(Zahrah Yuan Nisaka) #2

Ekonomi berasal dari perkataan Yunani “ Oikonomia ” yang secara etimologis kata “ Oikos ”, dapat diartikan sebagai rumah, sedangkan kata Nomos berarti peraturan. Jadi ekonomi adalah aturan-aturan untuk menyelenggarakan kebutuhan hidup dalam rumah tangga, baik dalam rumah tangga rakyat ( volkshuishouding ) maupun dalam rumah tangga negara ( staatshuishouding ).

Dalam bahasa Arab dinamakan mu’amalah maddiyah yaitu aturan-aturan tentang pergaulan dan perhubungan manusia mengenai kebutuhan hidupnya. Lebih tepat lagi dinamakan iqtishad .

Iqtishad ialah mengatur soal-soal penghidupan manusia dengan sehemat-hematnya dan secermat-cermatnya.

Karena luasnya kaidah ekonomi, pembahasan dalam ilmu ekonomi terbagi pada :

  1. Ekonomi sebagai usaha hidup dan pencarian manusia dinamakan economical life ;
  2. Ekonomi dalam rencana suatu pemerintahan dinamakan political economy ;
  3. Ekonomi dalam teori dan pengetahuan dinamakan economical science .

J. Van Zwijnregt menyebutkan ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha-usaha manusia untuk mencapai kemakmuran. Sedangkan Albert Mayers mengemukakan ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempersoalkan kebutuhan dan pemenuhan kebutuhan manusia. Lebih jauh Lionnel Robbins mengatakan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang berhubungan dengan aspek kelakuan (manusia) yang timbul karena kelangkaan alat-alat guna mencapai tujuan yang ada.

Frank Knight menyatakan bahwa studi mengenai ilmu ekonomi adalah studi mengenai cara bertindak ekonomi. Ekonomi adalah apa yang dilakukan oleh ilmu ekonomi menurut Jacob Viner. Ilmu ekonomi menurut Van der Valk mempelajari tindakan-tindakan ekonomis dari manusia dan akibat-akibatnya. Croome mengatakan ilmu ekonomi adalah ilmu mengenai kelangkaan. Oleh J.L. Mey Jr, ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha manusia ke arah kemakmuran.

Ilmu ekonomi adalah studi mengenai bagaimana masyarakat menggunakan sumber dayanya yang langka.

Sebagai sebuah disiplin, ilmu ekonomi mempunyai batasan kajian. Ilmu ekonomi berangkat dari realitas bahwa manusia mempunyai kesulitan untuk memenuhi keinginannya yang tak terbatas sementara sumber daya yang diperlukan sangat langka. Ia harus menghadapi banyak pilihan dengan menggunakan salah satu secara optimal, membuat urutan prioritas atau mengombinasikan berbagai sumber daya dalam memproduksi barang dan jasa yang diinginkan. Faktor produksi itu dapat dibagi menjadi empat kelompok besar, yaitu,

  • Pertama, tenaga kerja atau usaha manusia yang mencakup fisik dan mental,

  • Kedua, kapital atau kreativitas manusia yang digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa,

  • Ketiga, tanah dan sumber daya alam,

  • Keempat, kemampuan kewirausahaan berupa bakat untuk menghasilkan produk baru atau cara yang lebih baik dalam menghasilkan produksi yang sudah ada.9 Semua itu adalah wilayah kajian ilmu ekonomi.

Pembatasan wilayah ini tidak menjadikan ekonomi terisolasi dari pengembangan ilmu pengetahuan yang lain. Karena mempelajari tentang pilihan manusia dalam berekonomi berarti ekonomi melihatnya sebagai interaksi menusia dengan yang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan relasi tersebut, maka ilmu ekonomi tidak bisa melepaskan dari perkembangan ilmu sosial. Heilbroner meragukan universalitas ilmu ekonomi dengan mengutip pendapat Hirshleifer bahwa sangat tidak mungkin untuk membuat garis batas teritorial ekonomi atau memisahkannya dari disiplin sosial yang lain. Ekonomi dengan disiplin yang lain saling berpenetrasi dan berpengaruh secara timbal balik. Yang ada hanya satu ilmu pengetahuan.

Tiga karakter yang mendasari kajian ekonomi kontemporer, yaitu ;

  • Manusia diasumsikan sebagai makhluk individualis dan rasional;
  • Kesejahteraan material adalah tujuan utama;
  • Setiap individu secara inheren terus berusaha meningkatkan kesejahteraan materialnya dan memiliki pengetahuan serta kemampuan untuk mengambil keputusan mana yang baik atau buruk bagi dirinya.

Ilmu ekonomi kontemporer masih menghindari nilai-nilai kewahyuan, hipotesis dan teori masih didasarkan pada logika apriori yang hanya berdasar keyakinan ( beliefs ). Kesuksesan prediksi diukur dari pencapaian tujuan ilmu, pengujian teori melalui verifikasi empirik. Semua itu dipengaruhi karya Friedman, The Methodology of Positive Economics. Ekonom harus menggunakan scientific methode : bentuk fusi dari deduktif dan induktif; dalam penelitian dan analisisnya. Logika positivisme yang dikembangkan oleh Comte menjadi landasan filosofisnya.

Lapangan ekonomi terbatas pada persoalan yang berhubungan langsung dengan perbuatan manusia dalam usaha mencapai kemakmuran jasmani ( material wealth ). Tetapi karena kebutuhan manusia sedemikian rupa luasnya sehingga bukan hanya menyangkut jasmani saja, tetapi juga menyangkut persoalan rohani. Jadi persoalannya menjadi lebih luas, yaitu menyelidiki keinginan manusia untuk memperkecil kekurangan kemakmuran itu sendiri.

Sumber : Rabiatul Adawiah, Perspektif beberapa ideologi tentang ekonomi : Sebuah kajian filsafat ekonomi, IAIN Antasari