Bagaimana cara mengatasi bau mulut?

Bau mulut

Bau mulut adalah hal yang seringkali dialami oleh beberapa orang, dan terkadang membuat perasaan tidak nyaman. Bau mulut biasanya disebabkan oleh infeksi pada gigi atau ada bakteri pada mulut. lalu bagaimana cara mengatasi bau mulut?

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi bau mulut antara lain :

  • Sikat gigi sehari dua kali.
  • Lepas dan bersihkan gigi palsu jika Anda menggunakannya. Sehingga tidak ada bakteri membandel menempel di gigi palsu.
  • Ganti sikat gigi setidaknya dua bulan sekali.
  • Bersihkan bagian lidah dan minum segelas air setelah bangun tidur untuk menghilangkan bau mulut.
  • Cek kesehatan gigi setidaknya 6 bulan sekali.
  • Berhenti merokok dan hindari konsumsi kopi yang berlebih.
  • Kunyah permen karet rendah gula.
  • Kurangi atau bahkan hindari sama sekali konsumsi alkohol.
  • Minum cukup air putih sehingga bakteri dan kotoran lain dalam mulut dapat dengan cepat dibersihkan.

Perhatikan juga apa yang Anda makan. Hindari makanan seperti bawang bombai, dan juga bawang putih yang memiliki bau yang cukup menyengat. Dan pilihlah camilan yang lebih sehat seperti apel atau wortel mentah. Karena kandungan air di dalamnya dapat membantu membersihkan mulut. Mengonsumsi makanan yang sehat dan makan teratur juga bisa membantu untuk mencegah bau mulut.

Selain beberapa cara di atas, Anda juga bisa menggunakan cairan kumur penghilang bau mulut. Namun biasanya cairan ini hanya dapat menghilangkan bau mulut secara sementara. Konsultasikan kepada dokter Anda cairan kumur apa yang tepat dan mampu membunuh kuman penyebab bau mulut tidak sedap.

Sebagian besar masalah mulut memang disebabkan oleh adanya gangguan kesehatan gigi dan mulut karena adanya bakteri. Karena itu, penting sekali untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut untuk menghindari bau mulut yang tidak sedap. Jika bau mulut yang Anda alami disebabkan oleh beberapa penyakit tertentu, dan setelah melakukan beberapa cara di atas bau mulut tidak juga hilang, sebaiknya konsultasikan hal tersebut kepada dokter dan dokter gigi.

Sumber : http://www.alodokter.com/kenali-penyebab-bau-mulut-dengan-cara-mengatasinya

Halitosis atau bau mulut pada dasarnya dapat dirawat atau dikontrol sehingga tidak mengganggu seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya serta untuk meningkatkan rasa percaya diri seseorang. Tugas seorang dokter gigi adalah untuk membedakan bau mulut sebagai kelainan di dalam mulut atau di luar mulut.Oleh karena itu penatalaksanaan halitosis tergantung pada faktor penyebabnya. Bila disebabkan kelainan dalam mulut, umumnya terjadi akibat sisa-sisa makanan yang membusuk oleh bakteri karena kebersihan mulut yang buruk (Scully, 2008; Trudie, 2011).

Tugas dokter gigi adalah untuk membedakan bau mulut sebagai kelainan di dalam atau diluar mulut. Berbagai cara yang dianjurkan para ahli adalah :

  1. Menyikat gigi
    Sebaiknya gigi disikat dua kali sehari.Usahakan untuk menggunakan sikat gigi dengan bulu sikat lunak dan kepala sikat yang kecil sehingga bisa menjangkau semua area di dalam mulut.Setidaknya penyikatan gigi dilakukan selama 2 menit terutama diperhatikan daerah pertemuan gigi dan gingival.Penyikatan gigi setidaknya disertai dengan penggunaan pasta gigi yang mengandung fluor untuk mencegah karies gigi sekaligus.

  2. Membersihkan lidah
    Tidak hanya gigi dan gusi saja, tetapi sebaiknya lidah disikat minimal satu kali sehari.Apabila tidak menggunakan sikat gigi, maka gunakan pembersih lidah untuk menyikat lidah oleh karena lapisan di bagian posterior dorsum lidah sering merupakan sumber bau nafas yang tidak sedap.

  3. Menggunakan benang gigi
    Sebaiknya benang gigi digunakan satu kali sehari setelah menyikat gigi, namun bila memungkinkan dilakukan dua kali sehari. Sebaiknya pasien bertanya kepada dokter gigi tentang cara menggunakan benang gigi agar pembersihan yang dilakukan lebih efektif. Biasanya, benang gigi dipotong dulu kira-kira sepanjang 40 cm, dan kemudian diputarkan di kedua jari tengah kiri dan kanan. Benang dimasukkan ke celah di antara gigi dan ditahan dengan ibu jari agar kuat dan tidak lepas ketika dilakukan gerakan seperti menggergaji. Tindakan ini dapat membersihkan celah gigi yang sempit yang tidak dapat dicapai sikat gigi.

  4. Menggunakan obat kumur
    Obat kumur adalah larutan dengan rasa yang nyaman, mengandung antibakteri dan berguna untuk menyegarkan mulut dan mouthwash adalah sediaan cair dengan viskositas yang tidak terlalu kental dan tidak terlalu cair, dengan rasa yang enak (Lee, 2010).

    Karakteristik mouthwash yang ideal yaitu:

    1. Membasmi kuman yang menyebabkan gangguan kesehatan mulut dan gigi
    2. Tidak menyebabkan iritasi
    3. Tidak mengubah indera perasa
    4. Tidak menganggu keseimbangan flora mulut
    5. Tidak meningkatkan resistensi mikroba
    6. Tidak menimbulkan noda pada gigi

    Pada dasarnya, di luar fungsi penyegar, mouthwash juga berfungsi:

    1. Mencegah terjadinya pengumpulan plak
    2. Mencegah dan mengobati gingivitis
    3. Mencegah atau mengobati sariawan
    4. Mengobati Candidasis (mouthwash yang mengandung khlorheksidin)
    5. Membantu penyembuhan gusi setelah operasi pada rongga mulut
    6. Menghilangkan sakit akibat tumbuhnya gigi
    7. Mencegah atau mengurangi sakit akibat inflamasi

    Ada berbagai jenis obat kumur, berikut adalah tipe-tipenya (Adlerova,et al., 2008; Lee, 2010):

    1. Obat kumur kosmetik
      Obat kumur tipe ini didesain hanya untuk mengatasi bau mulut. Obat kumur ini dapat menyegarkan mulut, menyembunyikan bau mulut, dan membuat gigi terasa bersih, tetapi obat kumur ini tidak memiliki kemampuan untuk mengatasi bakteri atau plak.Oleh karena itu, obat kumur jenis ini tidak memproteksi gigi terhadap karies.

    2. Obat kumur antiseptik
      Obat kumur jenis ini dapat melakukan lebih dari sekedar mengatasi bau mulut.Obat kumur jenis ini secara aktif memerangi plak dan memproteksi gigi dari karies.Selain itu, obat kumur jenis ini direkomendasikan kepada pasien dengan penyakit gusi.

    3. Obat kumur fluoride
      Obat kumur jenis ini diperuntukkan bagi mereka yang rentan terhadap karies gigi karena obat kumur jenis ini membantu memperkuat enamel gigi.

    4. Obat kumur natural/herbal
      Obat kumur jenis ini bebas dari kandungan alkohol dan memiliki cara kerja yang sama dengan obat kumur konvensional lainnya, membantu mengurangi bau mulut, contohnya adalah ekstrak teh hijau, dan ada juga para ahli yang menyarankan penggunaan klorofil, spirulina, dan ganggang (Nachnani, 2008).

    5. Obat kumur khlorheksidine
      Obat kumur jenis ini adalah anti plak yang paling efektif dan anti gingivitis. Namun penggunaan khlorheksidine dalam mengatasi halitosis belum banyak dipelajari. Hal ini bisa saja dikarenakan kebutuhan untuk penggunaan jangka panjang dari khlorheksidine pada konsentrasi yang biasa (0,2% dan 0,12%) bisa menimbulkan efek samping seperti perubahan warna pada gigi (Rosenberg, 1992; Roldan, 2003).

    6. Obat kumur klorindioksida
      Beberapa studi menunjukkan bahwa klorindioksida (ClO2) memiliki kemampuan untuk mengoksidasi langsung gas VSC namun hanya efektif untuk jangka waktu yang pendek (Roldan, 2003).

  5. Cara-cara tradisional
    Disamping cara-cara yang telah dijelaskan diatas, pada sementara masyarakat dipergunakan pula cara-cara tradisional yang diyakini dapat menghilangkan halitosisakan tetapi mekanisme kerjanya belum jelas dan merupakan kebiasaan turun temurun.

    Cara-cara ini misalnya penggunaan tomato juice, anjuran mengunyah parsley, makan chlorophyl, pemakaian ragi, ekstrak teh, di Jepang masyarakat menggunakan sejenis rempah-rempah yang disebut “Kampo”, juga di Indonesia ada yang menggunakan ramuan dari daun mangkokan (Mailina, 2007).

    Di Timur Tengah, kapulaga adalah rempah yang telah digunakan berabad- abad oleh masyarakat Timur Tengah. Rempah ini dikunyah seperti tembakau dan digunakan dalam obat kumur, sabun dan shampoo. “Cineol” kandungan tertinggi yang terdapat pada kapulaga merupakan antiseptik yang dapat membunuh bakteri dan mengurangi bau mulut. Rasanya sedikit pedas, namun jika dijadikan obat kumur terasa sejuk.Bahkan ini biasanya digunakan dalam pembuatan pepermint palsu (Handayani, 2008).

Sejak dahulu orang sudah menggunakan daun sirih sebagai pengobatan alami. Salah satunya untuk kesehatan gigi dan mulut, seperti bau mulut.

Daun sirih mengandung antioksidan alami, salah satu efeknya yang paling dominan adalah sebagai antibakterial. Karena sifat antibakterial ini, ekstrak daun sirih mampu menghambat pertumbuhan bakteri serta mengurangi produksi zat asam hasil dari bakteri.

Daun sirih merupakan obat tradisional yang cukup populer di Cina dan India untuk mencegah bau mulut. Dari hasil penelitian yang dimuat dalam American Journal of Ethnomedicine, daun sirih mengandung minyak atsiri. Di dalamnya terkandung zat allylpyrocatechol (APC) yang dapat mengikat bakteri anaerob penyebab bau mulut.

Fungsi antibakterial APC dinyatakan dapat mengurangi produksi methyl mercaptan dan hydrogen sulfide, gas berbau yang dihasilkan oleh bakteri tersebut.

Cara memanfaatkan daun sirih untuk mengatasi bau mulut adalah dengan mencuci daun sirih segar 2–4 lembar. Lalu masukkan ke dalam gelas, seduh dengan air panas, lalu tutup rapat. Kemudian, pakailah untuk berkumur saat hangat.

Karena khasiatnya tersebut, ekstrak daun sirih kini dijadikan komponen tambahan dalam produk kesehatan gigi. Selain untuk mengatasi bau mulut, daun sirih juga dapat mengurangi risiko terbentuknya karies gigi.

Penelitian yang dilakukan oleh Departemen Oral Biologi FKG Universitas Padjadjaran menyatakan bahwa terjadi perubahan keasaman air ludah, sebelum dan sesudah menyikat gigi menggunakan pasta gigi dengan ekstrak daun sirih. Rata-rata derajat keasaman air ludah naik menjadi cenderung basa setelah menyikat gigi.

Pada keadaan air ludah yang cenderung basa, maka bakteri Streptococcus mutans tidak dapat bertahan hidup. Hal ini disebabkan ekstrak daun sirih dapat merusak selaput sel plasma dan membekukan inti sel bakteri tersebut. Jadi, terhambatnya pertumbuhan bakteri di dalam rongga mulut dapat menurunkan risiko karies gigi dan menghambat pembentukan plak gigi.

Sumber : www.klikdokter.com

Ada cukup banyak penyebab dari masalah bau mulut ini, baik itu karena tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik, konsumsi makanan yang bisa memicu bau mulut layaknya bawang bombai dan lain sebagainya, hingga terkena masalah halitosis.

Pakar kesehatan menyebutkan jika ada beberapa cara alami yang bisa membantu kita mengatasi masalah bau mulut seperti sebagai berikut.

  1. Mengunyah keju
    Pakar kesehatan spesialis gigi dan mulut yang berasal dari Charlotte Town bernama Julie Linzel baru-baru ini mengungkapkan fakta menarik tentang keju. Menurut beliau, jika kita kita mengkonsumsi sepotong keju setelah makan, maka hal ini akan membuat beberapa jenis asam yang menempel pada gigi menjadi netral. Hal ini ternyata mampu mencegah datangnya bau mulut.

  2. Minum yoghurt
    Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang, disebutkan bahwa konsumsi yoghurt murni yang tidak diberi tambahan pemanis apapun bisa menurunkan kadar hydrogen sulfida pada mulut. Hal ini tentu akan membuat kita tidak mudah terkena masalah bau mulut ini.

  3. Mengunyah apel, wortel, dan seledri
    Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengunyah apel, wortel, dan seledri jika ingin mencegah munculnya masalah bau mulut. Tak hanya dikunyah, kita juga bisa menggosok-gosokkan tiga makanan sehat ini pada gigi dan lidah untuk mencegah masalah kesehatan tersebut.

  4. Mengkonsumsi teh hitam
    Dilansir dari laman kesehatan Best Health Magazine, disebutkan bahwa konsumsi teh hitam mampu secara efektif mencegah masalah kesehatan gigi sekaligus mencegah munculnya bau mulut. Kandungan polifenol pada teh hitam inilah yang disebut-sebut mampu mencegah bau mulut.

Sumber: http://doktersehat.com/terkena-bau-mulut-atasi-saja-dengan-mengunyah-keju/

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:

  1. Perbaiki pola makan untuk mengurangi bau napas tak sedap. Beberapa makanan menyebabkan bau yang kuat dan sering kali tidak menyenangkan. Beberapa makanan yang harus dihindari di antaranya

    • Bawang putih
    • Bawang merah, terutama bawang merah mentah
    • Makanan pedas
    • Kubis
    • Kopi
  2. Tutupi bau mulut dengan mengunyah daun peterseli atau daun mint. Ini bisa menutupi bau napas tak sedap. Anda juga dapat menggunakan tablet dan semprotan mint yang kuat yang bisa dibeli tanpa resep dokter di toko obat. Apabila Anda menggunakan daun mint atau daun peterseli, pilihlah daun segar. Daun yang kering tidak cukup kuat.

  3. Makan sayuran dan buah-buahan yang renyah. Selain bagus untuk tubuh, makanan ini juga membantu membersihkan gigi ketika Anda memakannya. Beberapa pilihan yang bagus di antaranya:

    • Apel
    • Seledri
    • Wortel
  4. Minum banyak air putih. Air putih bisa mengatasi mulut kering (yang bisa mengakibatkan bau napas tak sedap) dan mencuci mulut. Air putih membantu mencegah partikel makanan agar tidak terjebak di sela-sela gigi yang mengakibatkan tumbuhnya bakteri.Tingkatkan asupan air putih apabila mulut Anda kering. Jumlah air putih yang dibutuhkan tiap-tiap orang akan berbeda tergantung ukuran tubuh, iklim di tempat tinggal mereka, dan tingkat aktivitas.

  5. Kunyah permen karet setelah makan. Ini akan merangsang tubuh agar memproduksi air liur dan membantu menghilangkan dan mencuci sisa-sisa makanan. Pilihlah permen karet tanpa gula karena tidak akan merusak gigi, yang bisa mengakibatkan bau napas tak sedap.

  6. Jangan menjalani crash diet (diet ketat dengan menghilangkan nutrisi tertentu). Banyak diet rendah karbohidrat yang memaksa tubuh untuk memecah lemak. Ketika hal ini terjadi, tubuh akan memproduksi keton dengan bau yang tajam. Diet yang ekstrem akan menghasilkan bau yang lebih menyengat

sumber: https://id.wikihow.com/Mengatasi-Bau-Napas-tak-Sedap

Bau mulut yang disebabkan oleh suatu penyakit bisa hilang dengan cara mengobati penyakit yang mendasari tersebut. Misalnya, bau mulut yang disebabkan oleh diabetes bisa dikurangi dengan menjalani rangkaian pengobatan diabetes. Bau mulut yang disebabkan oleh penyakit gusi bisa dihilangkan dengan melakukan penanganan gangguan kesehatan pada gigi atau mulut.

Sementara, bau mulut yang disebabkan oleh berkurangnya kebersihan mulut, makanan dan minuman, diet tertentu, berpuasa, atau kebiasaan merokok bisa dicegah dengan penggunaan cairan kumur. Penggunaan obat kumur atau mouthwash bisa Anda jadikan rutinitas tambahan setelah menggosok gigi.

Anda bisa memilih obat kumur antiseptik yang dapat mencegah bau mulut sekaligus membunuh bakteri pemicu timbunan plak di gigi dan masalah pada gusi, namun tidak menyebabkan iritasi. Ada juga varian obat kumur yang dipercaya bisa mencegah terbentuknya tartar atau karang gigi, sekaligus menjaga kesehatan gusi. Maka dari itu, pilihlah obat kumur yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Mouthwash bisa mengurangi bau mulut yang disebabkan oleh mengonsumsi makanan yang beraroma menyengat maupun penyebab bau mulut lain yang telah disebutkan di atas. Untuk kebersihan rongga mulut yang maksimal, Anda tetap disarankan untuk membersihkan gigi dua kali sehari dengan sikat gigi dan pasta gigi berfluoride, lalu diikuti dengan menggunakan benang gigi (dental floss) dan obat kumur.

Pastikan Anda menggunakan obat kumur selama sekitar 30 detik dimulai dari rongga mulut hingga berkumur di tenggorokan bagian belakang. Jika menggunakan obat kumur dengan flouride, disarankan untuk tidak langsung berkumur dengan air setelahnya. Jangan lupa juga untuk menyikat permukaan lidah agar bersih dari bakteri dan melakukan pemeriksaan gigi secara berkala, setidaknya dua kali setahun.

Jika bau mulut tetap ada walaupun Anda telah melakukan perubahan gaya hidup, menggunakan obat kumur, dan menjaga kebersihan mulut, maka disarankan berkonsultasi kepada dokter untuk mencari tahu penyebab lain dari bau mulut.

Sumber : https://www.alodokter.com/akibat-dari-bau-mulut-yang-tidak-diatasi

Kondisi mulut yang tak bersih dapat memicu halitosis atau biasa disebut bau mulut.

“Papila atau lekukan dalam lidah yang bentuknya seperti handuk yang tak rata dapat menjadi tempat penumpukan sisa makanan,” drg Felicia Melati, SpKGA dari Bamed Dental Care .

Bila dibiarkan, maka bisa menimbulkan biofil yang merupakan lapisan lengket berwarna putih kekuningan di atas permukaan lidah berisi sisa makanan dan campuran bakteri yang memiliki kandungan oksigen rendah.

Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa menggosok lidah dapat mengurangi jumlah bakteri pada permukaan lidah secara signifikan. Menurut Joseph Tonzetich, hanya dengan menyikat bagian posterior (belakang) dorsum lidah saja, oral sulfida dapat berkurang hingga 70%.

Penelitian ini sejalan dengan hasil dari penelitian lain, di mana menurut Hinode, tongue coating score memiliki korelasi yang signifikan terhadap senyawa sulfur penyebab bau mulut.

Di atas permukaan lidah tersebar tonjol-tonjol kecil yg disebut papillae yang berfungsi sebagai kuncup pengecap.

Banyak mikroorganisme yang berkoloni di permukaan lidah,terutama bagian dorsum lidah (lidah bagian belakang), dengan jumlah yang sangat banyak.

Bakteri anaerobic (bakteri yang tidak dapat hidup bila ada oksigen) yang berkoloni ini menghasilkan senyawa kimia seperti sulfur (volatile sulfur compound , VSC).

Plak tidak hanya dapat terbentuk pada permukaan dan di sela-sela gigi, tapi juga dapat terbentuk dan berakumulasi pada permukaan lidah, karena papillae yang ada di permukaan lidah menjebak sisa-sisa makanan.

Lapisan yang terbentuk di permukaan lidah yang mengandung sel mati, plak, debris atau sisa makanan, dan bakteri penghasil VSC inilah yang menjadi salah satu sumber utama dari bau mulut tak sedap.

Salah satu cara tergampang membersihkan lidah adalah dengan menggosoknya seperti saat sikat gigi atau menggunakan pembersih lidah (scraper).

Selain menggosok gigi dan lidah beberapa cara membersihkan mulut yang bisa dilakukan secara mandiri adalah menggunakan benang gigi (dental floss) untuk menyingkirkan sisa makanan yang terselip atau menempel di gigi.

Menjaga kebersihan mulut adalah obat bau mulut yang paling efektif. Untuk mengatasi bau mulut, Anda juga bisa menggunakan beberapa produk kesehatan mulut yang dijual bebas dan tanpa resep dokter. Produk kesehatan mulut biasanya berupa obat kumur, pasta gigi, hingga semprotan mulut.
Obat kumur yang mengandung bahan antibakteri cetylpyridinium chloride, chlorhexidine atau hidrogen peroksida juga efektif mengatasi masalah bau mulut. Produk dengan kandungan antibakteri tersebut membunuh kuman yang menyebabkan bau mulut dan menyegarkan napas Anda.

Jika bau mulut disebabkan oleh bakteri atau makanan tertentu, Anda bisa mengatasinya dengan rutin menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride dua kali sehari, serta sehabis makan. Jangan lupa untuk menyikat lidah juga, ya!

Jika bau mulut disebabkan oleh penyakit asam lambung, maka obat-obatan seperti antasida dan alginat dapat Anda konsumsi untuk mengatasi asam lambung yang menjadi penyebab bau mulut Anda. Obat prokinetik seperti domperidone, bethanecol, dan H2-receptor antagonist (H2RA) seperti ranitidine dan nizatidine, serta proton-pump inhibitors (PPI) seperti omeprazole, lansoprazole dan esomeprazole juga dapat direkomendasikan namun harus disertai resep dokter.

Adapun obat bau mulut yang disebabkan oleh tonsilitis atau radang amandel bisa diatasi dengan berkumur menggunakan air garam hangat untuk membersihkan bakteri dan lendir. Operasi pengangkatan amandel juga bisa menjadi pilihan untuk mengakhiri masalah bau mulut yang disebabkan oleh amandel, terutama pada amandel yang sering kambuh.

Yang perlu Anda pahami adalah penanganan dan pemberian obat bau mulut akan tergantung pada penyebab atau pun penyakit yang mendasarinya. Begitu pula ketika bau mulut disebabkan oleh beberapa masalah kesehatan kronis seperti diabetes, infeksi, serta penyakit ginjal dan hati, maka pengobatan yang tepat adalah dengan prosedur pengobatan penyakit tersebut. Anda perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat diagnosis penyebab bau mulut Anda, serta penanganan dan pengobatan sesuai penyakit yang dialami.

Sumber : https://www.alodokter.com/pilihan-obat-bau-mulut-yang-ampuh-dan-aman

Mengutip tulisan drg Diego Dimas MM dari situs Klik Dokter, diketahui ada penelitian terbaru yang menyebutkan, senyawa teh hijau seperti polifenol yang selama ini terbukti ampuh mencegah mengatasi risiko kanker, jantung, dan diabetes, bisa untuk mengatasi peradangan pada gigi dan gusi.

Di dalam teh hijau, terkandung polifenol jenis catechin yang lebih banyak dibanding teh oolong maupun teh hitam. Dari berbagai penelitian, jenis catechin yang banyak terdapat pada daun teh adalah Epigallocatechin Gallate (EGCG). Yang memiliki sifat sebagai antimutagenik, antidiabetik, antiinflamasi, antibakterial, dan antivirus.

Menurut Diego, EGCG ini mampu menghambat pembentukan biofilm bakteri pada mulut yang biasanya berbentuk plak. Maka itu, dengan rutin minum teh hijau setiap pagi, membantu gigi dan gusi terbebas dari plak. Selain, ada manfaat lain dari EGCG ini untuk kesehatan gigi dan mulut kita.

  1. Kontrol Pertumbuhan Bakteri
    Tingkat keasaman air liur akan turun seiring terbatasnya pertumbuhan bakteri di dalam mulut. Kabar baiknya, kita bisa terhindar dari kondisi gigi berlubang.

  2. Jaga Kesehatan Gusi
    Keberadaan zat antiperadangan dari EGCG ini membantu mencegah penyakit gusi. “Jaringan mulut pun akan merespons dengan melakukan peningkatan regenerasi dan penyembuhan.”

  3. Cegah Masalah Gigi Berkelanjutan
    Zat EGCG dalam teh hijau bisa mencegah gigi berlubang dengan menurunkan keasaman pada rongga mulut dan meredakan masalah penyakit gusi. Dengan demikian, teh hijau juga bisa mencegah Anda kehilangan gigi atau mengalami gigi lepas.

  4. Napas Lebih Segar
    Keasaman menurun, radang pada gigi menjauh, alhasil napas menjadi lebih segar. Dengan kata lain, minum teh hijau menjauhkan Anda dari masalah bau mulut.

Jika Anda merasa sudah menjaga kebersihan mulut dan gigi namun masih saja bau mulut tidak hilang, cobalah lakukan beberapa cara berikut ini:

  • Sikat gigi dua kali sehari, secara teratur.

  • Ganti sikat gigi setidaknya dua bulan sekali.

  • Bersihkan bagian lidah, dan minum segelas air setelah bangun tidur untuk menghilangkan bau mulut.

  • Lepas dan bersihkan gigi palsu jika Anda menggunakannya, sehingga tidak ada bakteri berkembang biak di gigi palsu.

  • Kunyah kulit jeruk, lemon, dan peterseli. Produksi air liur yang dipicu oleh asam jeruk dapat membantu menghilangkan bau mulut, sedangkan peterseli dapat menetralisir bau tidak sedap.

  • Cek kesehatan gigi setidaknya setiap 6 bulan sekali.

  • Berhenti merokok dan hindari konsumsi kopi yang berlebihan.

  • Kunyah permen karet rendah gula.

  • Kurangi atau bahkan hindari sama sekali konsumsi alkohol.

  • Minum cukup air putih, sehingga bakteri dan kotoran lain dalam mulut dapat dengan cepat dibersihkan.

Sumber : https://www.alodokter.com/kenali-penyebab-bau-mulut-dengan-cara-mengatasinya