© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan bakteri?

Bakteri

Bakteri (bacterium) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri. Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.

Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia. Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita. Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.

Bakteri adalah salah satu golongan organisme prokariotik (tidak mempunyai selubung inti). Bakteri sebagai makhluk hidup tentu memiliki informasi genetik berupa DNA, tapi tidak terlokalisasi dalam tempat khusus (nukleus) dan tidak ada membran inti. Bentuk DNA bakteri adalah sirkuler, panjang dan biasa disebut nukleoid. Pada DNA bakteri tidak mempunyai intron dan hanya tersusun atas ekson saja. Bakteri juga memiliki DNA ekstrakromosomal yang tergabung menjadi plasmid yang berbentuk kecil dan sirkuler.

Struktur Bakteri

Struktur Bakteri
Gambar. Struktur Bakteri

Berikut keterangan dari bagian-bagian bakteri :

  • Inti/nukleus: Badan inti tidak mempunyai dinding inti/membran inti. Di dalamnya terdapat benang DNA yang panjangnya kira-kira 1 mm.

  • Sitoplasma: Tidak mempunyai mitokondria atau kloroplast; sehingga enzim-enzim untuk tranport elektron bekerja di membran sel.

  • Membran Sitoplasma : Terdiri dari fosfolipid dan protein. Berfungsi sebagai transport bahan makanan, tempat transport elektron, biosintesis DNA, dan kemotaktik. Terdapat mesosom yang berperan dalam pembelahan sel.

  • Dinding Sel : Terdiri dari lapisan peptidoglikan, berfungsi untuk menjaga tekanan osmotik, pembelahan sel, biosintesis, determinan dari antigen permukaan bakteri; pada bakteri Gram-negatif, salah satu lapisan dinding sel mempunyai aktivitas endotoksin yang tidak spesifik, yaitu lipopolisakarida yang bersifat toksik.

  • Kapsul : Disintesis dari polimer ekstrasel yang berkondensasi dan membentuk lapisan di sekeliling sel, sehingga bakteri lebih tahan terhadap efek fagositosis.

  • Flagel: Berbentuk seperti benang, yang terdiri dari protein berukuran 12- 30 nanometer. Flagel adalah alat pergerakan. Protein dari flagel disebut flagelin.

  • Pili/fimbriae: Berperan dalam adhesi bakteri dengan sel tubuh hospes dan konjugasi 2 bakteri.

  • Endospora: Beberapa genus dapat membentuk endospora. Bakteri-bakteri ini mengadakan diferensiasi membentuk spora bila keadaan lingkungannya menjadi jelek, misalnya bila medium sekitar kekurangan nutrisi. Spora bersifat sangat resisten terhadap panas, kekeringan dan zat kimiawi. Bila kondisi lingkungan telah baik, spora dapat kembali melakukan germinasi dan memproduksi sel vegetatif.

Klasifikasi Bakteri

Untuk memahami beberapa kelompok organisme, diperlukan klasifikasi. Tes biokimia, pewarnaan Gram, merupakan kriteria yang efektif untuk klasifikasi. Hasil pewarnaan mencerminkan perbedaan dasar dan kompleks pada permukaan sel bakteri (struktur dinding sel), sehingga dapat membagi bakteri menjadi 2 kelompok, yakni Gram-positif dan Gram-negatif.

Bakteri Gram-negatif

  • Bakteri Gram-negatif Berbentuk Batang (Enterobacteriaceae)

    Bakteri Gram-negatif berbentuk batang habitat alaminya berada pada sistem usus manusia dan binatang. Keluarga enterobacteriaceae meliputi banyak jenis (Escherichia, Shigella, Salmonella, Enterobacter, Klebsiella, Serratia, Proteus , dll). Beberapa organisme, misalnya Escherichia coli merupakan flora normal dan menyebabkan penyakit, sedangkan yang lain seperti salmonella dan shigella merupakan patogen yang umum bagi manusia.

  • Pseudomonas, Acinetobacter, dan Bakteri Gram-negatif Lain

    Pseudomonas aeruginosa bersifat invasif dan toksigenik, mengakibatkan infeksi pada pasien dengan penurunan daya tahan tubuh, dan merupakan patogen nosokomial yang penting. Chromobacteria dan Chryseobacteria ditemukan di tanah dan air, dan merupakan bakteri patogen yang oportunistik bagi manusia. Bakteri lain, Capnocytophaga , Eikenella corrodens , Kingella , dan Moraxella tumbuh normal pada manusia namun dapat menyebabkan variasi infeksi yang luas.

  • Vibrio, Campylobacter, Helicobacter, dan Bakteri lain yang berhubungan.

    Mikroorganisme ini merupakan spesies berbentuk batang Gram-negatif yang tersebar luas di alam. Vibrio ditemukan di daerah perairan dan permukaan air. Aeromonas banyak ditemukan di air segar dan terkadang pada hewan berdarah dingin. Plesiomonas terdapat pada hewan berdarah dingin dan panas. Campylobacter ditemukan di banyak spesies hewan, termasuk hewan peliharaan.

  • Haemophilus, Bordetella, dan Brucella

    Merupakan kelompok bakteri pleiomorfik kecil, Gram-negatif. Haemophilus influenzae tipe b merupakan patogen manusia yang penting.

  • Yersinia, Francisella dan Pasteurella

    Merupakan bakteri berbentuk batang pendek Gram-negatif yang pleiomorfik. Organisme ini bersifat katalase positif, oksidase positif, dan merupakan bakteri mikroaerofilik atau anaerob fakultatif.

Bakteri Gram-positif

  • Bakteri Gram-positif Pembentuk Spora: Spesies Bacillus dan Clostridium

    Basil Gram-positif pembentuk spora mencakup spesies Bacillus dan Clostridium . Kedua spesies ini ada dimana-mana, membentuk spora sehingga dapat hidup di lingkungan selama bertahun-tahun. Spesies Bacillus bersifat aerob, sedangkan Clostridia bersifat anaerob obligat.

  • Bakteri Gram-positif Tidak Membentuk Spora: Spesies Corynebacterium, Propionibacterium, Listeria, Erysipelothrix, Actinomycetes

    Beberapa anggota genus Corynebacterium dan kelompok spesies Propionibacterium merupakan flora normal pada kulit dan selaput lendir manusia. Corynebacterium diphtheriae memproduksi eksotoksin yang sangat kuat dan menyebabkan difteria pada manusia. Listeria monocytogenes dan Erysipelothrix rhusiophathiae ditemukan pada binatang dan kadang menyebabkan penyakit yang berat pada manusia. Golongan Listeria dan Erysipelothrix tumbuh dengan baik di udara.

  • Staphylococcus

    Merupakan sel Gram-positif berbentuk bulat, biasanya tersusun dalam bentuk bergerombol yang tidak teratur seperti anggur. Beberapa spesies merupakan anggota flora normal pada kulit dan selaput lendir manusia; yang lain menyebabkan supurasi dan bahkan septikemia fatal. Staphylococcus yang patogen sering menghemolisis darah, mengkoagulasi plasma dan menghasilkan berbagai enzim ekstraseluler dan toksin yang stabil terhadap panas. Staphylococcus cepat menjadi resisten terhadap beberapa antimikroba.

    Genus Staphylococcus sedikitnya memiliki 30 spesies. Tiga tipe Staphylococcus yang berkaitan dengan medis adalah Staphylococcus aureus , Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus saprophyticus . Staphylococcus aureus bersifat koagulase positif, dan merupakan patogen utama pada manusia. Staphylococcus koagulase negatif merupakan flora normal manusia dan kadang-kadang menyebabkan infeksi, misalnya Staphylococcus epidermidis.

  • Streptococcus

    Streptococcus merupakan bakteri Gram-positif berbentuk bulat, yang mempunyai karakteristik dapat membentuk pasangan atau rantai selama pertumbuhannya. Bakteri ini beberapa di antaranya merupakan anggota flora normal manusia; sedang Streptococcus yang lain berhubungan dengan penyakit pada manusia.

    Ada 20 jenis streptococcus, di antaranya Streptococcus pyogenes (Group A), Streptococcus agalactiae (Group B) dan jenis Enterococcus (Group D). Mikroorganisme tersebut memiliki berbagai tampilan yang bervariasi dalam hal karakteristik koloni pertumbuhan, pola hemolisis pada media agar darah, komposisi antigen dalam substansi dinding sel dan reaksi biokimia. Jenis Streptococcus pneumoniae (pneumococcus) diklasifikasikan berdasarkan komposisi antigen polisakarida pada kapsul.