© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan pembelajaran Metode Diskusi?

Belajar

Belajaradalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi berupa kecakapan, sikap, kebiaasaan, kepribadian atau suatu pengertian.

Diskusi, menurut Suryosubroto (2009), adalah percakapan ilmiah oleh beberapa yang tergabung dalam satu kelompok untuk saling bertukar pendapat tentang suatu masalah atau bersama-sama mencari pemecahan mendapatkan jawaban dan kebenaran atas suatu masalah.

Menurut Wahab (2008), diskusi adalah suatu tugas yang benar- benar memerlukan keahlian sedangkan menurut Sagala (2011), diskusi adalah percakapan ilmiah yang reponsif berisikan pertukaran pendapat yang dijalin dengan pertanyaan-pertanyaan problematis pemunculan ide-ide dan pengujian ide-ide ataupun pendapat dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam kelompok itu yang diarahkan untuk memperoleh pemecahan masalahnya dan untuk mencari kebenaran.

Dalam diskusi selalu ada suatu pokok yang dibicarakan. Dalam percakapan itu diharapkan para pembicara tidak menyimpang dari pokok pembicaraan. Mereka harus selalu senantiasa kembali kepada pokok masalahnya. Pada hakikatnya diskusi berbeda dengan percakapan, situasi lebih santai kadang diselingi dengan humor. Dalam diskusi, semua anggota turut berfikir dan diperlukan disiplin yang ketat.

Metode diskusi menurut Suryosubroto (2009) adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada para siswa (kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau penyusunan berbagai alternatif pemecahan atas sesuatu masalah.

Keuntungan dan Kelemahan


Ada beberapa keuntungan metode dikusi menurut Suryosubroto (2009) yaitu:

  • Metode diskusi melibatkan semua siswa secara langsung dalam proses belajar.

  • Setiap siswa dapat menguji tingkat pengetahuan dan penguasaan bahan pelajarannya masing-masing.

  • Metode dikusi dapat menumbuhkan dan mengembangkan cara berfikir dan sikap ilmiah.

  • Dengan mengajukan dan mempertahankan pendapatnya dalam diskusi diharapkan para siswa akan dapat memperoleh kepercayaan akan (kemampuan) diri sendiri.

  • Metode diskusi dapat menunjang usaha-usaha pengembangan sikap sosial dan sikap demokrasi para siswa.

Sedangkan lelemahan metode diskusi antara lain :

  • Diskusi terlampau menyerap waktu. Kadang-kadang diskusi larut dengan keasikannya dan dapat mengganggu pelajaran lain.

  • Pada umumnya peserta didik tidak berlatih untuk melakukan diskusi dan menggunakan waktu diskusi dengan baik, maka kecenderungannya mereka tidak sanggup berdiskusi.

  • Kadang-kadang guru tidak memahami cara-cara melaksanakan diskusi, maka kecenderungannya diskusi menjadi tanya jawab.

Kelemahan ini menunjukan bersumber dari guru yang kurang menguasai penggunaan dana manfaat metode diskusi dalam membahas materi pelajaran.Kelemahan juga datang dari peserta didik yaitu kurang mampu melaksanakan diskusi dengan baik, karena terjebak dengan tanya jawab atau debat kusir, sehingga makna diskusi sebagai suatu teknik untuk memahami materi pelajaran tidak terpenuhi dengan baik.

Usaha yang dapat dilakukan oleh guru supaya diskusi bisa berhasil dengan baik adalah sebagai berikut :

  • Masalahnya harus kontroversial, artinya mengandung pertanyaan dari peserta didik. Masalah itu menarik perhatian mereka karena bertalian erat dengan pengalaman mereka.

  • Guru harus menempatkan dirinya sebagai pemimpin diskusi. Guru harus membagi-bagi pertanyaan dan memberi petunjuk tentang jalanya diskusi. Guru juga berperan sebagai penangkis terhadap pertanyaan yang diajukan peserta didik.

  • Guru hendaknya memperhatiakan pembicaraan agar fungsi guru sebagai pemimpin diskusi dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Jenis-jenis diskusi yang biasa dilakukan


  1. Diskusi panel. Diskusi ini hanya dilakukan oleh beberapa orang yang terpilih sebagai wakil orang banyak. Mereka adalah pakar di bidangnya masing-masing dan memiliki wawasan yang berbeda. Diskusi terjadi diantara diskusi panel. Jika diskusi melibatkan peserta diskusi lainnya, maka diskusi itu disebut forum.

  2. Simposium. Jalan diskusinya sama dengan panel, namun diakhiri dengan sebuah keputusan. Tiap pembicaraan mengemukakan pendirian dan pandangan yang berbeda. Pada diskusi ini peserta juga diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat (forum).

  3. Diskusi seminar. Dalam seminar terdapat jenis pengarahan yang memberi garis pembicaraan nanti dalam diskusi. Setelah pengarahan disampaikan, baru disajikan kertas kerja oleh beberapa orang ahli. Bahan yang diterima dari pengarahan dan kertas kerja menjadi bahan untuk didiskusikan.

  4. Diskusi lokakarya. Konsep hasil seminar diturunkan kepada yang bersifat praktias seperti pada kegiatan penulisan modul. Sebelum kegiatan ini dilakukan, dibicarakan dulu dalam lokakarya, terutama cara-cara menulis perkembanganpeserta didik. Kadang-kadang lokakarya digabung dengan kegiatan penulisan modul. Sebelum kegiatan ini dilakukan, dibicarakan dulu dalam lokakarya, terutama cara-cara penulisan modul, bahan-bahan tulisanya, serta pemakaian bahasa yang cocok dengan perkembangan peserta didik. Kadang-kadang lokakarya digabung dengan kegiatan penataran dan disebut penlok (penataran lokakarya).

  5. Diskusi formal. Diskusi ini mengikuti cara-cara yang dilakukan dalam rapat formal seperti dalam rapat guru dan kepala sekolah atau pertemuan periodik antara guru dan kepala peserta didik. Dikelas diskusi ini juga bisa dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

  • Guru menjelaskan permasalahan dihadapan peserta didik untuk dipecahkan.

  • Setelah peserta didik memahami masalahnya, diskusi dimulai, dan setiap peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.

  • Pengambilan kesimpulan.

  • Bila memungkinkan, pimpinan diskusi diserahkan kepada peserta didik.

  1. Diskusi kuliah, Diskusi ini dilakukan setelah kuliah selesai, dimulai dari sebuah urutan singkat tentang pokok bahasan. Berbagai masalah dari uraian itu didiskusikan.

  2. Brainstorming. Diskusi ini dimaksudkan untuk menampung sejumlah pendapat dari para anggota diskusi sebagai bahan pemecah masalah yang sedang dihadapi. Semua pendapat, tanpa didiskusikan lebih jauh, ditampung saja. Pemimpin diskusi atau pihak yang ditunjuk mencoba memecahkan masalah dengan menggunakan berbagai pendapat tadi. Diskusi ini jarang dipakai dalam mengajar.

Langkah-langkah metode Diskusi


Menurut Zain (2010) menyebutkan langkah-langkah umum pelaksanaan diskusi adalah sebagai berikut:

  1. Merumuskan masalah secara jelas

  2. Dengan pimpinan guru para siswa membentuk kelompok- kelompok diskusi memilih pimpinan diskusi (ketua, sekretaris, pelapor), mengatur tempat duduk, ruangan, sarana, dan sebagainya sesuai dengan tujuan diskusi.

  3. Siswa diberikan bimbingan/pengawasan oleh guru dalam melakukan diskusi.

  4. Guru memberikan dorongan sehingga anak mau bekerja.

  5. Materi diskusi harus dikerjakan oleh seluruh anggota kelompok tidak menyuruh salah satu siswa untuk mengerjakan.

  6. Seluruh siswa mencatat hasil diskusi dengan baik dan sistematik dan menyampaikan di depan kelas.

Menurut Sudjana (2010) dilihat dari pesertanya diskusi dibedakan menjadi dua yaitu:

  1. Ada yang terdiri atas beberapa orang saja (sekelompok orang), misalnya debat, reaksi lingkaran, diskusi kelas dan lain-lain yang sejenisnya.

  2. Ada diskusi yang sifatnya melibatkan sejumlah massa (banyak orang) sehingga disebut metode interaksi massa, misalnya seminar, workshop, panel, forum, simposium.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan metode diskusi adalah:

  1. Persiapan/perencanaan diskusi:

    • Tujuan dikusi harus jelas, agar pengarahan diskusi lebih terjamin.

    • Peserta diskusi harus memenuhi persyaratan tertentu, dan jumlahnya disesuaikan dengan sifat diskusi itu sendiri.

    • Penentuan dan perumusan masalah yang akan didiskusikan harus jelas.

    • Waktu dan tempat diskusi harus tepat, sehingga tidak akan berlarut-larut.

  2. Pelaksanaan diskusi:

    • Membuat struktur kelompok (pimpinan, sekretaris, anggota).

    • Membagi-bagi tugas dalam diskusi.

    • Merangsang seluruh peserta untuk berpartisipasi.

    • Mencatat ide-ide /saran-saran yang penting.

    • Menghargai setiap pendapat yang diajukan peserta.

    • Menciptakan situasi yang menyenangkan.

  3. Tindak lanjut diskusi:

    • Membuat hasil-hasil/kesimpulan dari diskusi.

    • Membacakan kembali hasilnya untuk diadakan koreksi seperlunya.

    • Membuat penilaian terhadap pelaksanaan diskusi tersebut untuk dijadikan bahan pertimbangan dan perbaikan pada diskusi-diskusi yang akan datang.

  4. Berhasil tidaknya diskusi banyak tergantung pada faktor:

    • Kepandaian dan kelincahan pimpinan diskusi.

    • Jelas tidaknya masalah dan tujuan yang dirumuskan.

    • Partisipasi dari setiap anggota.

    • Terciptanya situasi yang merangsang jalanya diskusi.

    • Mengusahakan masalahnya supaya cukup problematik dan merangsang siswa berfikir. Biasanya masalah tersebut dirumuskan dalam bentuk pertanyaan pikiran.

Metode diskusi menurut Armai Arief adalah salah satu alternative metode/cara yang dapat dipakai oleh seorang guru di kelas dengan tujuan dapat memecahkan suatu masalah berdasarkan pendapat siswa.Metode diskusi dimaksudkan untuk merangsang pemikiran serta berbagai jenis pandangan.

Ada 3 langkah utama dalam metode diskusi :

1. Penyajian, yaitu pengenalan terhadap masalah atau topik yang meminta pendapat, evaluasi dan pemecahan dari murid.

2. Bimbingan, yaitu pengarahan yang terus-menerus dan secara bertujuan yang diberikan guru selama proses diskusi. Pengarahan ini diharapkan dapat menyatukan pikiran-pikiran yang telah dikemukakan.

3. Pengikhtisaran, yaitu rekapitulasi pokok-pokok pikiran penting dalam diskusi.

Keberhasilan metode diskusi banyak ditentukan oleh adanya tiga unsur yaitu: pemahaman, kepercayaan diri sendiri dan rasa saling menghormati.

Tujuan Penggunaan Metode Diskusi


Dalam kehidupan sehari-hari manusia seringkali dihadapkan pada persoalan-persoalan yang tidak dapat dipecahkan hanya dengan satujawaban atau satu cara saja, tetapi perlu menggunakan banyak pengetahuan dan macam-macam cara pemecahan dan mencari jalan yang terbaik.

Tambahan pula banyak masalah di dunia dewasa ini yang memerlukan pembahasan oleh lebih satu orang saja, yakni masalahmasalah yang memerlukan kerjasama dan musyawarah. Dan apabila demikian maka musyawarahatau diskusilah yang memberikan kemungkinan poemecahan yang terbaik.

Adapun tujuan penggunaan metode diskusi adalah:

  • Berpikir secara demokratis

  • Pemecahan masalah secara demokratis

  • Partisipasi peserta didik.

Manfaat Penggunaan Metode Diskusi


Diskusi kelompok/kelas dapat memberikan sumbangan yang berharga terhadap belajar siswa, antara lain:

  1. Membantu siswa untuk tiba kepada pengambilan keputusan yang lebih baik daripada memutuskan sendiri.

  2. Siswa tidak terjebak kepada jalan pemikiran sendiri yang kadang-kadang salah, penuh prasangka dan sempit.

  3. Diskusi kelompok/kelas memberi motivasi terhadap berfikir dan meningkatkan perhatian kelas terhadap apa yang sedang mereka pelajari.

  4. Diskusi juga membantu mengerahkan atau mendekatkan hubungan antara kegiatan kelas dengan tingkat perhatian dan derajat pengertian dari pada anggota kelas.

  5. Untuk membiasakan siswa mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya sendiri, dan membiasakan sikap toleran.

Apabila dilaksanakan dengan cermat maka diskusi merupakan cara belajar yang menyenangkan dan merangsang pengalaman, karena dapat merupakan pelepasan ide-ide, uneg-uneg dan pendalaman wawasan mengenai sesuatu sehingga dapat pula mengurangi ketegangan-ketegangan batin dan mendatangkan keputusan dalam mengembangkan kebersamaan kelompok sosial.