Apa saja manfaat dan keuntungan dalam diskusi?

Diskusi

Diskusi merupakan kegiatan saling bertukar pendapat dan argumentasi diantara dua orang atau lebih tentang suatu masalah atau topik tertentu dengan tujuan bersama-sama mencari solusi dalam suatu masalah atau memberikan pengayaan antar peserta diskusi…

Melakukan diskusi adalah hal yang penting untuk semua disiplin ilmu karena dengan melakukan diskusi dapat membantu seseorang dalam memproses informasi yang diterimanya. Dengan kata lain, mereka dituntut untuk tidak hanya sekadar menerima informasi tersebut bulat-bulat, tanpa mencari tahu kebenaran dari informasi yang didapatnya.

Tujuan utama diskusi adalah untuk berlatih berpikir tentang permasalahan atau topik yang sedang didiskusikan.

Beberapa keuntungan dan manfaat yang Anda dapatkan ketika sering berdiskusi adalah sebagai berikut :

  • Dapat memahami masalah atau topik dengan lebih dalam. Hal ini terjadi karena And dapat mengeksplorasi keragaman perspektif dari teman diskusi Anda. Semakin banyak yang terlibat dalam sebuah diskusi, maka semakin luas dan dalam perspektif-perspektif yang Anda dapay, yang kemungkinan tidak Anda pikirkan sebelumnya.

  • Dapat memperluas dan memperjelas pengetahuan Anda. Dengan berdiskusi, Anda dituntut untuk melakukan analisis terhadap segala informasi yang ada, sehingga keterampilan sintesis dan kemampuan Anda dalam melakukan integrasi berbagai pengetahuan akan semakin meningkat.

  • Dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Dengan berdiskusi Anda akan terbiasa melakukan analisis terhadap infromasi atau data yang ambigui dan kompleks. Selain itu Anda akan terbiasa melihat asumsi-asumsi yang mendasari argumentasi orang lain, dan disaat yang sama Anda juga dapat memeriksa kembali asumsi dari argumentasi Anda.

  • Dapat meningkatkan keterampilan komunikasi Anda. Dalam diskusi, komunikasi tidak hanya dilakukan secara searah, sehingga mendorong Anda untuk dapat melatih komunikasi Anda, dan disaat yang sama, Anda juga dapat berlatih menjadi pendengar yang aktif. Ketika Anda dapat berkomunikasi dengan baik, secara tidak langsung juga dapat meningkatkan kepercayaan diri Anda dalam berkomunikasi.

  • Dapat mengubah sikap Anda. Dengan melakukan diskusi, kesadaran diri Anda akan meningkat sehingga toleransi Anda terhadap orang lain menjadi lebih baik.

  • Dapat membantu Anda dalam membuat keputusan tertentu. Dengan berdiskusi, Anda dapat memikirkan kembali keputusan Anda dengan lebih baik, sehingga akan mengarah pada proses transformasi untuk menjadi lebih baik.

Diskusi jauh lebih baik dari perdebatan karena perdebatan bertujuan untuk mencari siapa yang benar sedangkan diskusi mencari apa makna kebenaran itu sendiri. Diskusi adalah tentang bertukar pikiran dan pengetahuan.

Ketika semua manfaat diatas Anda dapatkan, maka manfaat terbesar dari melakukan diskusi akan Anda dapatkan. Manfaat terbesar dari diskusi adalah Anda dapat berpikir kritis dan kreatif, sehingga Anda menjadi orang yang kreatif dan inovatif. Kreativitas dan inovasi hanya bisa didapatkan dari sebuah diskusi yang membangun.

Sebagai catatan tambahan, Anda akan mendapatkan manfaat diskusi yang jauh lebih besar ketika Anda berdiskusi dengan orang-orang yang mempunyai latar belakang bidang ilmu yang beragam.

1 Like

Sebenernya kurang lebih mau melengkapi dari pak @Aryadita aja nih terkait manfaat dalam berdiskusi.

Social constructivism.

Social constructivism adalah pandangan bahwa dalam mengkonstruksi suatu pengetahuan disarankan pembelajar itu mengaplikasikannya dalam konteks sosial kemudian secara individu menginternalisasikannya. Constructivism sendiri adalah metode pembelajaran dimana pelajar secara mandiri membentuk pengetahuan bukan berdasarkan transfer ilmu dari sumber lain.

Bentuk praktisnya adalah diskusi, sebagian besar dari kita pernah punya pengalaman dalam menyampaikan ide kita pada orang lain meskipun sebenarnya baik kita dan orang tersebut awalnya belum memahami itu sepenuhnya. Namun semakin lama diskusi berjalan baik kita sendiri maupun orang tersebut jadi lebih paham.

Ada beberapa zona yang belum dapat kita capai sendirian sehingga kita perlu pandangan lain dari orang yang lebih kompeten. Atau beberapa tugas terlalu kompleks untuk dikerjakan sendirian, sehingga ada orang lain dapat menjadi fasilitas peningkatan performansi. Terlebih lagi bila kita merupakan orang yang suka berinteraksi dengan orang lain, ternyata seorang extrovert itu menggunakan diskusi dengan orang lain untuk memahami bagaimana isi pikirannya sendiri.

Nah artinya salah satu pentingnya diskusi ini adalah membantu kita dalam pemahaman ilmu.

Diversity

Ketika berdiskusi dalam kelompok, kita akan menemukan ragam orang baik budaya, jenis kelamin, kelas sosial, ras/ etnik, bahasa dan kemampuan individu. Penelitian-penelitian telah menunjukan bahwa keberagaman ini akan berdampak positif misalnya mengembangkan hubungan yang positif, membentuk perilaku toleransi, serta mendapatkan contoh, data dan informasi yang beragam. Sehingga ini akan memperluas sudut pandang kita akan sesuatu.

Dari keberagaman pada anggota kelompok diskusi juga, kita jadi pemperluas relasi kan?

Cognitive Exercise

Karena dalam diskusi itu kita menggunakan banyak fungsi kognitif (lihat Mengapa masyarakat Indonesia tidak suka berdiskusi?) semakin sering kita berdiskusi, semakin otak kita terlatih untuk berfikir misalnya analisa sesuatu, kritis.

Diskusi memberikan stimulasi kita untuk terus bertanya dan menjawab. Kita akan mengulang – ulang informasi, menguatkan koneksi antara satu informasi dengan informasi lainnya, menyimpan informasi lebih lama dan ada emosi yang terjadi ketika kita berinteraksi dengan orang lain. Faktor-faktor tersebut merupakan hal-hal yang penting dalam proses belajar otak kita. Otak manusia bekerja dalam sistem dengan faktor-faktor yang mempengaruhi seperti repetition, coherence, timing, emotional states. faktor-faktor tersebut dapat dikita asah dengan metode diskusi.

2 Likes

Kelebihan metode diskusi

  1. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan dan bukan satu jalan (satu jawaban saja).
  2. Menyadarkan anak didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif.
  3. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya sendiri.
  4. Suasana kelas lebih hidup sebab siswa mengarahkan perhatian atau pikirannya kepada masalah yang sedang didiskusikan yaitu partispasi siswa dalam metode ini lebih baik.
  5. Dapat menaikkan prestasi individu seperti: toleransi, demokrasi, berpikir kritis, sabar dansebagainya.
  6. Kesimpulan hasil diskusi mudah dipahami siswa karena para siswa menikuti proses berpikir sebelum sampai kepada kesimpulan.
  7. Para siswa dilatih belajar mematuhi peraturan –peraturan dan tata tertib dalam suatu masalah musyawarah sebagai latihan pada musyawarah yang sebenarnya.
  8. Rasa sosial mereka dapat dikembangkan karena bisa saling, membantu dalam memecahkan soal atau masalah dan mendorong rasa kesatuan.
  9. Memperluas pandangan.
  10. Memberi kemungkinan untuk saling mengemukakan pendapat.

image

Kalau kita liihat dari bagan diatas, ternyata orang yang suka berdiskusi itu punya ketertarikan sendiri loh baik dari kognisinya, emosinya, motivasi dan juga interaksi sosialnya. Banyak nilai-nilai positif yang dilihat temen kita, sodara, orang tua, dan orang lainnya ketika kita suka berdiskusi

  1. Intelek, cerdas, pintar
    Diskusi itu terdiri dari aktivitas bertukar pikiran dan ide. Makanya orang yang suka berdiksui itu dilihat pintar dan intelek. Bisa memikirkan hal-hal rumit atau ide baru yang mungkin ga kepikiran sama orang lain, ngasih masukan penyelesaian masalah, mengungkapkan argumen dengan referensi yang akurat, atau memetakan informasi dari berbagai sudut pandang tuh keren banget loh. Gak semua orang bisa begitu, makanya diasah dengan diskusi kita semakin intelek dan tentunya orang yang melihat juga akan berfikir seperti itu.

  2. Pinter ngelola emosi
    Dari sisi emosi, orang yang suka berdiskusi tuh dianggap pinter ngelola emosi. Beda deh sama yang debat kusir. Orang yang berdiskusi itu terbiasa peka dengan situasi emosi yang ada disekitarnya. Pas ngobrol dengan orang, ngeliat lawan bicara kita kesel apa engga pas berbicara, atau suasana tim ketika berpendapat. Bagaimana orang yang berdiskusi itu mengontrol emosinya ketika ada orang lain yang menolak pendapatnya, atau argumennya dia terpatahkan, wah keren banget sih tetep bisa membuka diri pada pendapat lain. Terus bisa merespon pendapat orang lain dengan bijak. Gak terus jadi kepancing ad hominem, orang yang tetap bertindak sesuai kaidah diskusi yang baik itu, wah self-regulation nya pasti oke.

  3. Eager to learn
    Orang yang suka berdiskusi akan dilihat punya motivasi yang tinggi untuk belajar. Melalui diskusi kita bertanya dan menjawab, kita berbagi, saling memberi masukan. Sehingga makin banyak luas nih wawasan kita akan informasi tertentu. Kita bisa dapet informasi lebih dari pada yang orang tanpa diskusi dapatkan. Nah makanya orang yang suka berdiskusi itu dilihat sebagai orang yang eager to learn. Dia pengen dapet masukan untuk terus memperbaiki dirinya dan mencari ide untuk permasalahan-permasalahannya.

  4. Fleksibel, adaptif
    Ketika kita berdiskusi, kita ketemu sudut pandang baru, temen baru, relasi baru, suasana tim yang baru. Makanya orang yang suka berdiskusi itu akan lebih fleksibel dan adaptif. Gak terus terusan ada di zona nyaman atau ketemu temen yang itu itu lagi. Ia memperluas lingkupnya pada batas yang ga tentu, apalagi kalau diskusi online yang kita ketemu stranger yang kemudian jadi soulmate. Orang yang fleksibel itu bisa menyesuaikan diri sesuai dengan situasi yang berjalan.

  5. Skill komunikasi yang oke
    Diskusi itu adalah interaksi timbal balik antara satu orang dengan orang lainnya. Sehingga orang yang suka berdiskusi itu bisa punya skill komunikasi yang oke, dia harus pinter mengungkapkan pesan-pesan yang mau ia sampaikan sehingga orang lain paham. Atau justru memahami dulu poin-poin yang disampaikan sama orang lain. Sehingga ga ditanya apa tapi jawabnya kemana. Apalagi kalau diskusi online, medianya berbeda dengan ketemu langsung. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan lebih seksama saat berinteraksi dengan orang lain tapi medianya macem-macem. Ketika diskusi, kita akan mengasah active listening, speaking, observing dan emphatizing kita.

Apakah hanya ekstrovert yang suka diskusi…?. Saya rasa tidak, bagaiamana menurut @Dictio.id, karena introvert juga butuh yang disebut interaksi, literasi, dan bahkan untuk sebuah relasi sekalipun akan dilakukan oleh introvert, ya saya melihat dari segi kepribadian. Memang, introvert terlihat canggung untuk bergabung di forum diskusi, akan tetapi introvert juga butuh relasi. Ingat, manusia itu makhluk sosial, apapun yang dikerjakan manusia sifatnya adalah unsur sosial sosialnya. Saya mau balik bertanya, apakah forum diskusi bisa berjalan apabila hanya dilakukan hanya seorang…?. Tak usah jauh-jauh @Dictio.id membuat diskusi pesertanya tidak hanya satu orangkan…?