Apa pendapat kalian mengenai SJW (Social Justice Warrior)?

Social Justice Warrior atau yang biasa disebut dengan SJW pastinya udah nggak asing lagi di telinga kita. Dari pengartian kalimatnya saja sudah terlihat sangat positif. SJW adalah orang yang membela dan memperjuangkan isu-isu sosial yang menurut mereka nggak adil. Mulai dari kemanusiaan, lingkungan, hingga kebijakan pemerintah. Kebebasan berpendapat dengan akses nggak terbatas akhirnya ‘memanjakan’ kita untuk menyuarakan berbagai aspirasi.

Sayangnya, istilah tersebut sudah berubah makna, yang nggak lagi dianggap sebagai sebuah pujian, tapi menjadi kata sindiran kepada seseorang yang dianggap sok tau atau beranggapan dirinya paling benar tanpa melihat bagaimana pandangan orang lain, khususnya di media sosial.

Selain itu SJW juga cenderung berperilaku agresif yang membuat orang lain merasa terganggu dengan perilakunya. Misal suatu game atau film favorit kita di boikot karena alasan-alasan tertentu, atau hal-hal sepele yang dibesar-besarkan.

Bagaimana menurut kalian ? Apa yang salah dari SJW saat ini dan harus diperbaiki supaya bisa lebih diterima lagi oleh masyarakat ?

Referensi

https://www.dailydot.com/irl/social-justice-warrior-sjw/

Saya yakin tidak semua SJW memiliki sifat buruk yang sama seperti yang biasa kita dengar, saya memiliki beberapa teman yang bisa dianggap sebagai SJW namun masih menyenangkan kok sebagai teman.

Menurut saya, masalah mulai muncul disaat mereka yang merasa diri mereka sebagai SJW menjadikan permasalahan sosial sebagai identitas mereka, menaruh ego dan usaha mereka mengenai isu sosial di keranjang yang sama, dimana saat mereka berusaha mengedepankan isu sosial kepada orang lain mereka juga menjejalkan ego mereka tepat di muka orang tersebut. Lalu segala bentuk hal menunjukan perbendaan pendapat apapun terhadap ide sosial yang berusaha diusahakan akan menjadi serangan pribadi kepada ego sehingga reaksi dari mereka yang merasa sebagai SJW ini begitu keras. Itu kenapa, beberapa SJW-SJW di luar sana begitu menyebalkan.

Bagi saya orang-orang tersebut bukanlah SJW sebenarnya, melainkan ego-maniak yang menggunakan isu sosial untuk menjejalkan ego mereka ke muka orang lain, sementara SJW-SJW yang baik perlu dibutuhkan keberadaannya di tengah zaman modern yang makin apatis ini.

Saya setuju dengan ini, kadang suka bingung apa mereka ingin menyelesaikan isu sosial atau malah memicu pertikaian sosial karena ego mereka ?

Salah satu isu yang pernah saya baca itu mengenai penggunaan plastik. Disuatu kasus ada pedagang yang bisa kita anggap sebagai pedagang “kurang mampu” sehingga menggunakan plastik dalam menjual minuman. Hal tersebut memang betul bahwa penggunaan plastik kurang baik, akan tetapi para SJW disini mengabaikan tingkat ekonomi penjual tersebut.

Jika menurut saya mereka tidak bisa diabaikan sebagai “bukan SJW” menurut saya mereka dasarnya SJW akan tetapi dengan kepribadian yang buruk.

Tapi saya juga sangat setuju bahwa SJW itu perlu, selain dari yang kak @stylo katakan, banyak dampak positif juga bagi masyarakat khususnya dalam segi lingkungan. Maka dari itu poin saya itu apa sih penyebabnya SJW dianggap negatif, dengan memperbaiki itu mungkin SJW bisa dipandang lebih baik lagi. Dan sepertinya betul mengenai masalah ego ini.

Saya setuju dengan pendapat di awal deskripsi yang mengatakan jika SJW (Social Justice Warrior) pada awalnya memiliki tujuan yang mulia seperti memperjuangkan isu - isu sosial yang ada di tengah masyarakat di bawah payung kebebasan berbicara dan kebebasan mengeluarkan pendapat. Setidaknya denotasi positif mengenai SJW itu sendiri bisa ditelusuri sejarahnya pada tahun 1990-an di Amerika Serikat dan memang seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat terutama dengan kemajuan teknologi yang ada, makna SJW yang semulanya memiliki denotasi yang positif dan mengacu kepada orang - orang yang memperjuangkan hal - hal yang berhubungan dengan isu sosial mengalami pergeseran makna yang cukup signifikan, yang terutama akarnya bisa kita temukan sejak tahun 2014 dalam kasus Gamergate yang melibatkan isu feminisme di dalam video game dan bahkan pada tahun 2015 istilah SJW ini dimasukan secara resmi ke dalam kamus Oxford dan Merriam Webster. Istilahnya adalah SJW memiliki makna secara konotatif dan pejoratif.

dalam makna pejoratif , SJW tidak lagi dianggap sebagai sebuah hal yang positif melainkan sebuah hal yang negatif dan dianggap sebagai sesuatu yang menyebalkan di masyarakat dan pada hakikatnya, penggunaan istilah SJW sendiri pada akhirnya tidak cocok di praktikan dalam ruang - ruang bebas di media sosial dikarenakan, siapapun boleh berkomentar apapun di media sosial mengenai isu - isu sosial yang dianggap viral dan meresahkan. SJW kini berubah maknanya menjadi alat untuk mengejek dan mentertawakan siapapun yang peduli terhadap isu - isu sosial terlepas dari seberapa urgent isu itu dan rasionalitas argumen yang disampaikan, yang membuat kesempatan untuk belajar berdiskusi secara terbuka di media sosial semakin menipis.

Walaupun seseorang tidak memiliki kaliber yang mumpuni untuk ikut berujar dalam isu progresif menyangkut permasalahan struktural, mengasosiasikannya dengan istilah SJW tidak hanya tak berdasar, namun berpotensi menutup pintu bandwagoning bagi isu-isu yang telah lama dianggap sensitif untuk dibicarakan dan memerlukan dukungan dari berbagai pihak (Meisa, 2020).

kira - kira pelabelan pejoratif terhadap SJW adalah seperti ini

Mungin dapat dipahami jika SJW memang semakin lama semakin melenceng dari jalur yangs sebenarnya dan terutama menurut masyarakat AS, mereka sendiri juga terganggu dengan fenomena pemaknaaan yang salah dari SJW tersebut karena SJW - SJW itu terkadang suka berlebihan dalam membela suatu hal dan juga suka mempermasalhkan hal - hal yang sebenarnya bisa dibilang cukup sepele. Namun menurut Meisa, seseorang dapat dikatakan sebagai SJW dengan label pejoratif dengan contoh indikasi sebagai berikut :

  • Mereka yang menyebut dirinya memperjuangkan isu pemuda, namun menihilkan fakta di lapangan mengenai susahnya membayar uang sewa atau mencicil tempat tinggal di ibukota dengan pendapatan UMR yang diperoleh pekerja usia muda.

  • Mereka yang mengatakan dirinya paham dan peduli akan kesetaraan, namun menyerang korban kekerasan seksual dengan mempertanyakan mengapa kasusnya tidak dibawa ke meja hijau dan dijadikan parade tontonan kanal media sosial.

  • Mereka yang paham adanya kesenjangan, mengambil segenggam isu untuk menaikkan citra diri di hadapan mayoritas, lalu memunggungi pekerja-pekerja sosial yang telah aktif di isu tersebut untuk meraih keuntungan pribadi.

  • Mereka yang mengincar pihak-pihak yang berusaha mempublikasikan ketidakadilan, namun malah memilih melenggang masuk ke lorong-lorong kekuasaan tanpa menyuarakan tangisan yang di bawah, yang ia letakkan sebagai potret-potret awal monumen kepeduliannya terhadap yang di bawah yang harus bangun pukul 4 subuh dan pulang pukul 2 dini hari demi melihat si kecil bersekolah hingga sarjana.

Referensi : https://magdalene.co/story/memahami-definisi-social-justice-warrior-sjws