Tren joki tugas, setuju atau tidak?

Ilustrasi:

Photo by Arisa Chattasa on Unsplash

Jasa joki tugas hadir ditengah-tengah mahasiswa sebagai penyelamat dari tumpukan tugas-tugas mereka. Tagline yang menarik, tarif ramah kantong, pengerjaan yang cepat dan tepat, serta janji manis lainnya sukses membuat mahasiswa tergiur. Tak hanya itu, bahkan beberapa mahasiswa menjadikan joki tugas sebagai pekerjaan sampingan mereka.
Terlebih di masa pandemi seperti ini, semua tugas dikumpulkan secara online. Yang dosen tahu tugas tersebut hasil pemikiran mahasiswanya, padahal mahasiswanya hanya mengakui dan mengumpulkan tugas hasil pemikiran orang lain. Bukankah ini sama saja dengan penipuan?

Bagaimana menurutmu, haruskah penyedia jasa joki tugas ini dibasmi? Atau, justru kamu salah satu pengguna setia mereka?

4 Likes

Kuliah daring di masa pandemi memang menimbulkan banyak dampak bagi dosen maupun mahasiswa. Salah satu dampak yang kerap saya dan teman-teman saya rasakan sebagai mahasiswa adalah tugas-tugas yang menumpuk 2x lipat dari biasanya. Akibatnya, banyak dari kami yang memilih jalan pintas untuk tetap menyelesaikan tugas-tugas tersebut tepat waktu, membayar jasa joki tugas misalnya.

Fenomena joki tugas yang saya saksikan agak mengganggu pikiran saya dan membuat saya sedikit berpikir. Satu sisi, saya termasuk mahasiswa yang kewalahan dan banyak mengeluhkan tugas-tugas yang menumpuk dan tidak henti-hentinya berdatangan. Satu tugas selesai, seribu tugas lainnya menunggu. Saya juga mengerti betapa dilemanya mahasiswa ketika harus mempertahankan nilai akademik, tetapi otak dan fisik tidak mendukung karena kewalahan.

Akan tetapi, saya sedikit prihatin dengan mahasiswa yang benar-benar mengandalkan joki tugas tiap kali ia merasa lelah dengan tugas. Melihat mereka bersantai-santai ria bermodalkan uang, membuat saya bertanya-tanya, tidakkah sia-sia uang yang mereka keluarkan untuk membayar kuliah tanpa mendapatkan ilmunya? Apalah artinya nilai-nilai akademik jika tidak mendapat ilmu apapun?

Menurut pandangan saya, joki tugas merupakan salah satu bentuk kecurangan dalam dunia akademik, karena pelaku dengan sengaja melakukan ketidakjujuran dalam menyelesaikan kewajiban akademik. Selain prihatin akan kecurangan tersebut, saya juga turut prihatin terhadap orang tua yang telah bekerja susah payah membanting tulang untuk memenuhi biaya dan kebutuhan perkuliahan mereka.

1 Like

Saya juga sependapat dengan kak @Zaidan_Arasya, apalagi memang ada mahasiswa yang benar-benar bergantung dengan jasa joki tugas. Namun, saya rasa masih sulit untuk benar-benar membasmi joki tugas ini karena peminatnya dikalangan mahasiswa masih sangat tinggi.

Saya tidak setuju dengan joki tugas. Dikarenakan joki tugas adalah sebuah kecurangan, di luar dari curang, joki tugas juga sangat menyesatkan seseorang. Akan lebih baik suatu tugas kita kerjakan dengan isi dan cara kita sendiri, dengan begitu kita dapat menguasai tugas tersebut. Contohnya ketika sedang mengerjakan skripsi yang nantinya akan disidang. Lebih baik jika dikerjakan dengan isi kepala sendiri agar kita dapat menguasai skripsi dan ketika sidang kita tidak merasa stuck. Dan menurut saya untuk membasmi joki tugas ini akan sangat sulit, karena banyak sekali dan bahkan mahasiswa/pelajar berharap kepada joki tugas.

Memang tidak menutup kemungkinan di masa pandemi dengan kuliah online dan tugas seabrek yang diberikan dosen membuat banyak mahasiswa gelap mata dan tergiur untuk mencari joki tugas. Walau dengan alasan apapun hal tersebut tidak dapat dibenarkan karena akan banyak banget dampak negatif yang buat mahasiswa kedepannya, seperti dengan menggunakan joki tugas kita akan malas untuk belajar dan berusaha, selain itu hal tersebut bisa menjadi kebiasaan dan kita seakan-akan menghindar dari masalah dan tanggungjawab dan yang terpenting lagi joki tugas merupakan perilaku pelanggaran akademik yang jika ketahuan akan fatal akibatnya. Mungkin saran untuk temen-temen yang masih menggunakan joki tugas, anggap saja tugas sebagai latihan untuk kita menjadi orang yang lebih bertanggungjawab dan melatih kita untuk berusaha lebih keras lagi

Saya sangat setuju dengan pendapat kawan-kawan diatas. Adanya jasa joki tugas merupakan kecurangan dalam dunia akademik. Dengan membayar sebagian dari uang jajan, maka tugas kuliah kita bisa terselesaikan secara instan. Namun, tidak dipungkiri memang jasa joki tugas ini sangatlah membantu beberapa mahasiswa yang cukup keteteran dengan adanya tugas. Apalagi pada saat pelaksanaan kuliah online seperti saat ini, dimana terkadang dosen memberikan tugas yang lebih banyak daripada biasanya dengan tujuan agar materi perkuliahan bisa lebih tersampaikan, karena memang perkuliahan secara daring tidak seefektif pada saat luring atau offline

Menurut saya pribadi, saya tidak akan menggunakan jasa joki tugas. Karena yang pertama tentunya hal tersebut membutuhkan biaya yang terkadang cukup besar bergantung pada tingkat kesulitan dari tugas yang dikerjakan. Saya akan lebih mengalokasikan uang tersebut untuk kepentingan lain yang lebih urgent, seperti tabungan, uang jajan, dan lain sebagainya. Kedua, saya akan lebih mendapatkan kepuasan tersendiri apabila saya mengerjakan tugas saya sendiri. Karena hasil dari joki tugas tentunya akan berbeda dengan standar yang saya miliki. Percuma apabila saya menggunakan jasa joki tugas yang ujung-ujungnya saya revisi kembali untuk akhirnya saya kumpulkan. Kalau begitu, lebih baik saya kerjakan saja dari awal.

Saya memang belum pernah menggunakan jasa joki tugas, namun saya setuju saja dengan keberadaan mereka. Seperti yang sebelumnya disebutkan teman-teman diatas, kesibukan mahasiswa, entah akademik maupun non-akademik terkadang membuat tugas kuliah jadi tak tersentuh.

Sebuah pasar tercipta karena adanya permintaan. Joki tugas pun ada karena juga ada peminatnya. Jadi selama mahasiswa yang mengandalkan joki masih ada, bentuk kecurangan ini akan tetap ada.

Saya mengembalikan ke masing-masing pelajar. Apa tidak sia-sia membayar uang kuliah kalau kita tidak mengerjakan soalnya sendiri? Soal dari dosen kan juga berguna untuk mengasah pemahaman kita terkait materi perkuliahan. Seharusnya mahasiswa lebih mampu mengerjakan soalnya karena dia sendiri yang kuliah, bukan jokinya.

1 Like

Saya sangat tidak setuju dengan adanya joki tugas. Daripada joki tugas, kenapa tidak membuka tutor saja jika memang seseorang memiliki pengetahuan lebih daripada orang lain? Selain dapat mempergunakan ilmu yang dimiliki dengan cara yang benar, seseorang juga dapat memperoleh pendapatan dari tutor yang dia lakukan. Memang mengajari seseorang tidak semudah mengerjakan tugasnya. Mengajari memang hal yang tidak mudah. Terlebih cara belajar orang itu beda-beda. Dan agar sebuah ilmu pengetahuan itu dapat dimengerti, maka pengajar pun dapat menyesuaikan dengan cara belajar peserta didiknya.
Di samping itu, joki tugas tetap tidak dibenarkan. Sebab hal ini merupakan salah satu kecurangan dalam bidang pendidikan. Saya sepakat dengan beberapa komentar dari topik diskusi ini.

Mereka yang menggunakan jasa joki tugas mungkin sudah merasa keteteran dengan tugas yang tidak henti-hentinya berdatangan. Kurangnya kemampuan mengatur waktu, serta kondisi fisik yang sudah merasa lelah membuat beberapa orang menyerah. Alhasil mereka memilih jalan pintas dengan menggunakan jasa joki tugas, agar dapat mengumpulkan tugas tepat waktu.

Bila dilihat dari aspek kejujuran, praktik perjokian tugas bukanlah perilaku yang terpuji. Tugas merupakan salah satu bentuk kewajiban yang harus diselesaikan secara personal, tujuannya tak lain untuk mengasah pengetahuan. Ketika mengerjakan tugas, murid dituntut untuk membaca dan memahami kembali materi yang telah dipelajari, dari sanalah ilmu didapatkan. Apabila seseorang sudah terbuai dengan nikmatnya menggunakan jasa joki tugas, ilmu apakah yang akan didapat? Apa gunanya mendapatkan nilai akademik tinggi, tapi tidak mendapatkan pengetahuan yang mumpuni.

Saya sendiri tidak setuju dengan joki tugas. Karena biasanya orang yang menggunakan jasa joki tugas antara ia malas mengerjakan dan juga tidak sempet mengerjakan. Dan kedua alasan itu menurut saya tidak dapat dimaklumi, karena emang itu kesalahan dari dirinya sendiri. Bila kita menggunakan joki tugas sama aja kita menipu, karena nilai yang kita dapat bukan benar-benar hasil kerjaan kita. Sekolah atau kuliah bukan hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus saja, namun disana tempat kira berkembang dan membentuk diri kita. Jadi intinya, saya tidak setuju dengan joki tugas.

Menurut pendapat saya pribadi, saya tidak setuju dengan tren joki tugas ini. Bagi saya sebagai seorang mahasiswa sepatuntnya kita bertanggung jawab atas tugas-tugas yang diberikan kepada kita. Tugas tersebut juga tidak semata-mata diberikan tanpa tujuan, melainkan kita diharapkan dapat mengembangkan diri dan memperluas kemampuan dari tugas yang diberikan tersebut. Selain itu tren joki hanya membuat pelajar semakin malas dan tidak mau berusaha. Dengan kemudahan yang ditawarkan, tidak sedikit pelajar yang tergiur untuk menggunakan jasa ini. Namun yang perlu diingat adalah sewaktu-waktu kebiasaan dalam menggunakan joki tugas ini hanya akan menjadi bom atom untuk diri kita sendiri. Maka sangat diharapkan untuk menghindari tren ini, karena selagi kita mau berusaha pasti rintangan apapun bisa kita lalui, termasuk tugas yang menumpuk sekalipun.

Saya setuju sekali dengan pernyataan ini. Dengan fenomena di Indonesia yang kebanyakan orang lebih mementingkan nilai dibanding proses, dengan adanya joki tugas ini membuat kami yang sudah jujur mengerjakan tugas sangat merasa kesal ketika para pengguna joki ini dapat mendapatkan nilai yang lebih tinggi bahkan IPK yang bagus dan mendapatkan apresiasi dari dosen. Hal ini sungguh tidak adil.

Saya memaklumi dengan sangat bahwa kita semua memiliki kesibukan yang berbeda, tetapi tugas akademik adalah sudah menjadi tanggungjawab kita sejak menyandang gelar mahasiswa. Tugas yang menumpuk hingga mereka tak sanggup mengerjakannya hingga memilih joki adalah permasalahan mereka yang tidak baik dalam time management, atau jika alasannya dikarenakan tidak mengerti tugasnya, mengapa tidak bertanya kesesama teman dan mengerjakannya bersama atau bahkan berdiskusi dengan dosen? Yang saya tahu, biasanya dosen akan sangat terbuka kepada mahasiswa yang ingin mengajaknya berdiskusi. Apapun alasan orang-orang yang menggunakan joki saya tidak membenarkan itu.

Nah, ini dia yang jadi masalahnya. Justru yang “menyuburkan” tren ini adalah mahasiswa sendiri, baik yang menggunakan jasa joki tugas maupun yang bekerja sebagai joki tugas, jadi tren ini memang sulit dihilangkan kalau mahasiswanya masih bergantung pada perjokian ini.

1 Like

Saya rasa, mahasiswa yang lebih memilih bekerja sebagai joki tugas ini rata-rata tidak mau repot karena kalau bekerja sebagai tutor pasti mereka harus menyiapkan bahan ajar, memastikan materinya mudah dipahami, dan hal-hal rumit lainnya, belum lagi jika bayaran yang mereka dapatkan tidak seberapa. Sementara jika menjadi joki tugas, mereka tidak perlu repot-repot mempersiapkan materi ini-itu, tidak perlu menjelaskan secara detail rincian tugasnya kepada si pelanggan, cukup mengerjakan saja sampai selesai setelah itu bisa dapat duit, dan saya rasa tarifnya pun bisa dinego sehingga untungnya lebih besar. Walaupun begitu, tetap saja saya setuju dengan pendapat kak @aulia_dv bahwa joki tugas adalah salah satu bentuk kecurangan akademik.

1 Like

Menurutku penyedia jasa joki ini tidak bagus. Tren joki merupakan bentuk kecurangan, Tren joki tugas ini selain membuat seseorang menjadi tidak mengerjakan tugas secara jujur, juga terdapat ketidakadilan antara yang benar-benar pintar dengan yang kurang pintar.

Harus dibasmi! Sangat tidak cocok dengan tujuan pendidikan! Saya kira tidak perlu ada penjelasan lebih detail kalau bicara sebuah kecurangan. Tidak perlu adanya penjelasan untuk membenarkan jalan yang keliru. Ini adalah kecurangan dan perlu dibasmi!

Wajib banget untuk dibasmi karena menurut aku joki tugas itu ilegal. Jujur miris sih ngeliat sekarang makin banyak banget yang buka jasa joki tugas dan banyak banget juga yang gunain jasanya.

Aku juga setuju kalau itu termasuk penipuan. Banyak orang yang beralasan kalo mereka gak ada waktu untuk ngerjain tugasnya. Menurut aku ini aneh karena kita masuk ke perguruan tinggi berdasarkan kemauan kita sendiri, artinya kita juga harus siap nerima dan jalanin konsekuensinya nanti yang pastinya akan banyak praktikum dan tugas. Untuk apa beli jasa yang nantinya justru ngerugiin diri kita sendiri, yang ada kita makin males dan ketergantungan dengan jasa joki tugas tersebut. Jadi apapun alesannya, aku tetep gak setuju dengan joki tugas.

Wah benar sekali kak @Elisa_Nur_Y_A, terkadang yang kurang pintar bisa menyaingi kawannya yang benar-benar pintar lewat penilaian tugas. Dengan memakai jasa joki tugas, mereka yang kurang pintar ini bisa memaksimalkan tambahan nilai. Tujuannya memang baik, namun caranya tetap saja salah dan bisa merugikan teman-temannya yang murni mengerjakan tugas secara mandiri.

Setuju banget sama pendapat kak @andinalarasati, belajar serta mengerjakan praktikum dan tugas, itu sudah konsekuensi yang harus diterima oleh pelajar. Apalagi kalau sudah di tingkat perguruan tinggi, seharusnya sudah lebih bijak dalam mengatur waktu meskipun banyak kegiatan yang diikuti

memakai jasa joki untuk mengerjakan tugas, proyek hingga skripsi bukanlah hal baru di sekolah maupun perkuliahan. walaupun tidak banyak tetepi tetap saja ada pelajar atau mahasiswa yang melakukannya secara sembunyi-sembunyi.

Menurut Fatimah Ibtisam dalam tulisannya di rencanamu.id menyatakan bahwa dengan menggunakan joki maka para pelajar ataupun mahasiswa akan membentuk kecenderungan menghindari masalah dan kosekuensi. kemudian dengan menggunakan joki tugas pelajar/mahasiswa akan membatasi kemampuannya sendiri. Pelajar/mahasiswa tidak mendorong kemampuan dalam menghadapi tantangan yang sulit, sebaliknya mereka merasa tidak mampu dan membatasi diri mereka sendiri.