Perlukah melakukan Puasa Media Sosial?

Indonesia menduduki 10 besar negara yang kecanduan media sosial, yakni peringkat ke-9 dari 47 negara yang dianalisis. Mengutip artikel tekno.kompas.com dari We Are Social waktu yang dihabiskan masyarakat Indonesia untuk mengakses internet dan media sosial per hari rata-rata 8 jam 52 menit. :scream:

Ketergantungan ini tentunya tidak baik bagi kesehatan fisik maupun psikis karena dapat menyebabkan kemalasan, sulit fokus, sulit tidur, dan sebagainya. Oleh karena itu, puasa media sosial dilakukan dengan membatasi diri atau berhenti secara total dari penggunaan media sosial dalam jangka waktu yang ditentukan.

Jadi, menurut youdics apakah perlu untuk melakukan puasa media sosial? Ataukah ada cara lain untuk mengatasinya?

Sumber

Berapa Lama Orang Indonesia Akses Internet dan Medsos Setiap Hari? Halaman all - Kompas.com
https://rencanamu.id/post/sudut-pandang/perlukah-kita-puasa-media-sosial-selama-bulan-ramadan

8 Likes

Media sosial memang bisa diibaratkan sebagai pisau bermata dua. banyak hal positif yang kita raih berupa berhubungan dengan orang lain dengan jarak hingga beribu kilo, menggali hobby kita, stalking artis idola, atau bahkan hal negatif seperti melakukan hate speech terhadap orang yang tidak kita suka. semua ini berkaitan dengan aktivitas instan yang dapat kita lakukan dengan hanya cukup menggerakan jari jemari kita. Hal ini pula yang menyebabkan dopamine dalam otak kita diproduksi.

Dilansir dari Halodoc, Dopamin adalah zat kimia di dalam otak yang bisa meningkat kadarnya saat seseorang mengalami sensasi yang menyenangkan. Aktivitas yang menyenangkan tersebut contohnya adalah mengonsumsi makanan enak, melakukan aktivitas seksual dan sebagainya. Fungsi dari dopamin sendiri sangat banyak, ia berperan besar dalam memengaruhi emosi, gerakan, sensasi kesenangan, konsentrasi dan merasakan rasa sakit. Oleh sebab itu, ketika zat ini kadarnya berlebih atau menurun, maka tindakan untuk menambah atau memodifikasi efek dopamin bisa dilakukan seperti dengan pemberian obat.

Aktivitas sosial media, menyebabkan kita cepat dalam mendapatkan sesuatu atau yang bisa dikatakan sebagai Instant Gratification, hal ini menyebabkan tubuh terbiasa untuk mendapatkan dopamin secara instan dan cepat yang menyebabkan kita malas saat dopamin tersebut sudah terpuaskan porsinya dalam satu hari dan hal itu dilakukan dalam waktu yang sangat cepat. Oleh karena itu, perlu kita lakukan sebuah metode yang bernama Dopamine Detox.

Dopamine Detox adalah bisa dikatakan sebagai puasa dalam melakukan berbagai hal yang menimbulkan Instant Gratification seperti bermain sosmed itu sendiri sehingga, tubuh kita yang juga memerlukan Dopamin dalam kadar tertentu akan dipaksa untuk melakukan hal lain yang juga mengeluarkan dopamin, namun dalam jumlah sedikit seperti belajar, dan berbagai hal produktif lainnya yang cenderung membosankan. Sehingga, otak kita dan perilaku kita bisa produktif dan melakukan hal yang bermanfaat bagi kehidupan kita.

Referensi:
A Digital Detox: Here's How Social Media Affects Your Hormones - Re:Set

#Cmiiw hehe

2 Likes

Puasa dari media sosial perlu dilakukan jika keadaan dari pengguna sudah merasa tidak nyaman dengan apa yang ia lihat dan terima dari media sosial itu atau penggunaan secara berlebihan. Break sebentar dari media sosial itu bisa dilakukan dengan cara log out atau uninstall aplikasi media sosial itu sendiri atau bisa juga mengalihkan kegiatan pada aktivitas yang bersifat langsung.

Dari pengalaman pribadi, break dari Instagram itu sesuatu yang menurutku pilihan paling tepat. Sosial media Instagram menurut aku itu tempat kita untuk personal branding atau bisa dibilang pamer. Ada rasa insecure yang muncul saat aku liat beberapa posting temen-temenku, jujur itu gak sehat banget yang ada malah muncul rasa iri. Akhirnya memutuskan untuk break dan rasa iri dan insecurity nya lumayan banyak berkurang. Ini beneran ngaruh banget, seenggaknya buat aku.
Dan yang biasanya bisa spent tim 1-3 jam secara keseluruhan, setelah puasa beberapa lama, jadi bisa ngatur waktu lebih pendek buat liat media sosial.

2 Likes

Berpuasa dalam bermain sosial media bisa menjadi kebutuhan kita. Sosial media yang merupakan dunia maya ini, tidak bisa menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan kita karena sejatinya kita adalah manusia sosial yang harus melakukan kegiatan sosial dengan manusia lainnya. Namun, sekarang ini sosial media menjadi platform untuk edukasi, marketing, pelatihan dsb. Hal tersebut memberi dampak positif kepada kita untuk mengembangkan diri kita ke arah yang lebih baik.
Namun, apabila kita bermain sosial media hanya untuk kesenangan semata, membandingkan dengan orang lain, dan pamer menurut saya itu gaboleh dan apabila kita keseringan melakukan itu sebaiknya puasa sosial media tersebut apalagi sekarang ini Instagram bisa dikatakan sosial media yang toxic bagi kita. Mengenai puasa sosial media ini bisa menjadi pilihan kita apakah dilakukan atau tidak, selagi kita bijak menggunakan sosial media dan dapat meraih dampak positif dari sosial media tersebut monggo saja sih asalkan jangan lupa dengan kehidupan sosial aslinya.

2 Likes

Wahh terima kasih banyak atas informasinya! :pray: Ternyata ada penjelasan dari sisi klinis juga terkait dampak media sosial yang dapat menyebabkan Instant Gratification. Pantes aja ya kalau mulai hari atau masih pagi udah banyak habisin waktu scroll media sosial bikin stuck dan jadi males2an kalau gak cepet dialihkan.

Agar tidak terjadi hal demikian, kita bisa melakukan dopamine detox yaitu dengan menerapkan puasa media sosial. Kalau @juannikatriko apa sudah pernah coba menerapkan puasa media sosial ini? Mungkin bisa share pengalamannya juga

2 Likes

Terima kasih udah share pengalamannya! :blush:
Ini bener banget sihh. Kalau @AshilaSubandi menerapkan puasa media sosialnya berapa lama? Menurut kamu ini sulit gak untuk dilakukan?

Aku juga pernah nerapin puasa media sosial ini karena saat itu bener2 kerasa jadi insecure dan sulit fokus untuk belajar terutama media sosial instagram dalam waktu singkat pasti buka lagi medsos-nya. Akhirnya aku putuskan untuk hapus aplikasi-nya sekitar 2 bulan terus akhirnya aku aktifin lagi karena suatu keperluan tapi kebiasaan yang sebelumnya tadi mau mantengin terus bener-bener hilang. Udah bisa mengontrol dan waktu yang dulunya banyak dihabiskan membuka media sosial diisi dengan aktivitas yang lebih bermanfaat.

5 Likes

menurutku perlu dilakukan, karena alasan kesehatan. menjaga kesehatan mata yang terpancar radiasi dari gadget. menjaga kesehatan mental dari membandingkan hidup dengan postingan orang lain. kita perlu menggunakan sesuatu sesuai dengan batasan dan tidak berlebihan. karena sesuatu yang berlebihan itu memberikan dampak yang buruk kepada diri sendiri. masih banyak kegiatan yang bermanfaat yang bisa dilakukan selama pandemi ini, meditasi, membaca buku, belajar memasak, bercocok tanam dan lainnya yang mendatangkan dampak positif untuk kita

1 Like

Iya bener banget terlebih saat scroll2 media sosial biasanya dilakukan sambil rebahan kebiasaan ini bisa merusak retina apalagi kalau dilakukan sebelum tidur dimana ruangan sudah gelap. Segala sesuatu yang berlebihan memanglah tidak baik, kita harus mengetahui batasan.

Terima kasih atas pendapatnya @Sherlyeza! :blush: Kamu sendiri apakah pernah menerapkan puasa media sosial ini?

1 Like

Iya bener banget, terima kasih @Krisna_Suzana atas pendapatnya! :pray: Ketersediaan segala bentuk informasi di media sosial seperti hobi kita apa atau hal yang senang untuk kita lihat lainnya terkadang malah dapat membuat terlena dan lupa dengan kehidupan nyata. Puasa media sosial ini harapannya dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan penggunaan yang berlebihan tersebut dan bila ada dampak negatif yang diterima lainnya.

Namun, bila kita dapat bijak menggunakannya dari awal. Memanfaatkan hal2 positif yang ada didalamnya secara maksimal dan digunakan dalam waktu yang wajar maka sepertinya tidak perlu untuk melakukan puasa media sosial ini.

1 Like

Menurutku perlu banget apalagi kalo udah merasa terganggu dan tidak nyaman dengan apa yang kita lihat maupun baca di media sosial yang menyebabkan kita merasa insecure, tidak percaya diri. But, your mental health is your priority :blush:
Aku pribadi pernah melakukan puasa media sosial khususnya instagram karena suka lupa waktu dan susah fokus buat ngerjain tugas, terus kadang juga ngerasa insecure setiap lihat postan orang lain akhirnya aku inactive instagram sekitar 2 bulanan. awalnya susah banget karena buka instagram itu udah kayak kebutuhan sehari-hari. Tapi, kesehatan mental itu juga penting dan aku juga ingin mengurangi kecanduanku terhadap media sosial karena aku sadar sesuatu yang berlebihan itu akan tidak baik.

1 Like

Aku puasa dari sosmed kira-kira 3 bulan, karena kita juga gak bisa ninggalin sosmed lama-lama soalnya banyak informasi penting juga kan lewat situ. Nah, bener banget pengalaman kita bisa jadi testimoni buat yang mau puasa media sosial tapi masih ragu. Aku yakin kalo konsisten untuk ngelakuin itu pasti ada hasilnya. :smiley:

alhamdulillah sudah kuterapkan. aku memakai sosial media terutama IG hanya 2 jam perhari. aku menggunakan fitur set daily reminder dari IG dan itu sangat membantuku dalam efektivitas waktu penggunaan IG. jadi aku lebih bisa memanfaatkan waktu 2 jam tersebut untuk mencari informasi yang bermanfaat.

Halo, izin berpendapat yaa. Menurutku puasa media sosial itu perlu karena seperti apa yang aku alami, berlama-lama menghabiskan waktu di media sosial itu dampaknya buruk banget. Contohnya seperti menjadi kurang produktif, mudah cemas karena seringkali melihat banyak orang di sosial media yang menunjukan pencapaian mereka atau kesibukan mereka sehingga ga jarang aku suka merasa insecure. Selain itu, dewasa ini juga banyak orang yang menggunakan media sosial sebagai platform jual beli barang, yang mana hal itu juga menimbulkan sifat konsumtif ketika kita melihat barang yang memang menarik untuk dibeli padahal ga dibutuhkan. Tapi terus terang, puasa media sosial ini sulit dilakuin karena ya segala informasi penting itu datang dari media sosial, jadi gabisa dipungkiri kalau kita memang tergantung sama media sosial ini. Namun catatannya, harus lebih bijak aja si dalam menggunakan media sosial ini supaya ga menjadi toxic bagi penggunanya :wink:

1 Like

menurutku perlu sekali kita melakukan puasa media sosial. kalau kita terlalu lama menghabiskan waktu di sosial media dampaknya sangan buruk bagi produktifitas dan seperti yang kita tahu tidak semua berita atau ulasan di sosial media yang sifatnya fakta. ini bisa menggiring opini yang salah buat kita dan tidak bisa membedakan mana yang fakta mana yang fiktif. puasa media sosial bisa kita lakukan dengan mencari aktivitas lain seperti berkebun, olah raga. dan lainnya.

1 Like

Terima kasih kembali :slight_smile:
Saya sendiri pernah melakukan detox itu, jadi selama seharian saya bosenkan diri saya hehe. istilahnya untuk mereset otak. dan lumayan berhasil sih kalau saya bilang. Biasanya saya lakukan pada liburan terakhir menjelang semester baru. Semoga membantu ^^

2 Likes

menurut aku semuanya itu balik lagi ke diri sendiri, karena kita pasti tau kapasitas kekuatan diri sendiri dalam berselancar di media sosial. media sosial adalah salah satu perkembangan teknologi yang harus dinikmati jangan sampai kita yang dikendalikan oleh media sosial dan mendapatkan efek buruk.

1 Like

Menurut saya perlu dilakukan. Terlalu banyak bersosial media dapat berakibat buruk apabila tidak diimabngi dengan perilaku yang bijak. Misalnya, kurangnya produktivitas dari penggunanya, menambah rasa insecure ketika melihat banyak sekali hal hal yang terlihat “baik” pada diri orang lain, dan rasa cemas akan sesuatu.

Di era yang semakin digital ini memang manusia tidak bisa terlepas dari perkembangan teknologi, termasuk sosial media. Namun jika dirasa dengan adanaya medsos ini membuat kehidupan pribadi menjadi lebih buruk, adanya rasa tidak nyaman, bahkan ketergantungan, maka perlu dilakukannya puasa medsos untuk kembali ke dunia nyata yang mungkin selama ini dikesampingkan.

1 Like

Iya benerrr, kuncinya kita harus konsisten. Hal ini kita lakukan untuk mengganti kebiasaan buruk atas penggunaan yang media sosial yang berlebihan tersebut dengan kebisaan baik atau aktivitas-aktivitas lain yang bermanfaat dan nyata. Buat temen-temen yang merasa udah berlebihan dalam penggunaan media sosial atau merasakan dampak buruk lainnya, yuk coba menerapkan puasa media sosial ini dalam beberapa waktu! :hugs:

2 Likes

Disini case-nya mirip banget yang kita alamin, terus aku menerapkan puasa media sosial ini selama 2 bulan juga sebagai upaya menghilangkan kebiasaan yang tidak baik ini menurutku. Syukurlah kita cepet menyikapi hal ini yaa karena baik kesehatan mental maupun fisik sama-sama dapat terkena dampak dari hal ini. :blush:

Alhamdulillah :blush: Nah iya, fitur reminder seperti ini juga bisa nih kita pakai sebagai alat untuk mengontrol sudah berapa lama waktu yang kita habiskan.

1 Like