Bagaimana cara mengatasi Rasa Malas ?

Malas

Malas ialah suatu masa dimana kita tidak ingin melakukan apapun atau lebih memilih melakukan hal yang santai. Setiap orang pasti pernah merasakan kemalasan. Namun, seringkali rasa malas yang kita rasakan membuat kita enggan melakukan suatu pekerjaaan dan alhasil, produktifitas kita menurun.

Bagaimana cara kita mengatasi kemalasan yang ada dalam diri kita?

1. Tentukan jika anda benar-benar malas , atau hanya kewalahan

Banyak orang aktif dan produktif menyebut orang “malas” karena mereka menghabiskan waktu luang bersantai, atau punya proyek yang mereka ingin kerjakan tapi belum selesai.

Jika kemalasan adalah sebuah karakter dari berbagai masalah, mulai dengan mengindetifikasi apa masalah tersebut. Ketika kita mendapatkan cukup data, pecah masalah tersebut menjadi beberapa kategori:

  • Kedisiplinan: Jika jadwalmu penuh, tetapi kamu tidak mendapatkan sesuatu selesai semampumu atau seharusnya dalam waktu itu, kau mungkin punya masalah kedisiplinan. Solusi mungkin melibatkan menyingkirkan pengalih perhatian, tetapi kau mungkin perlu mencari cara untuk meningkatkan niatmu

  • Ekspektasi yang tidak realitis: Jika jadwalmu padat dan kau dapat menyelesaikan sesuatu, tetapi kau masih merasa malas, masalahmu mungkin karena kau terlalu memaksakan dirimu. Kita semua ingin menyelesaikan pekerjaan kita, tetapi jangan lupa untuk melambat sesekali.

  • Motivasi: Jika jadwalmu benar-benar kosong, atau kebanyakan waktumu dipakai hanya untuk tidur atau kegiatan yang bersifat santai, motivasi mungkin masalahnya. Masalah motivasi dapat berjarak dari tidak tahu apa yang harus dilakukan hingga kehidupanmu melawan depresi, tetapi semua orang menghadapi masalah ini dalam berbagai bentuk.

Tentu saja, bagaimana cara anda menghadapi “kemalasan” akan bergantung pada masalah apa yang ada. Ambil waktumu untuk menginspeksi kelemahanmu dan kembali dengan rencana yang mungkin berhasil untuk dirimu.

2. Belajar untuk menghargai pekerjaanmu

Banyak orang di dunia ini yang merasa pekerjaannya tidak berharga baginya. Sikap inilah yang akan menimbulkan rasa malas dalam diri orang tersebut. Untuk mengatasi masalah kurangnya menghargai pekerjaan, coba lakukan latihan untuk mengatur pola pikir kita:

  • Tulis manfaat yang didapatkan dari bekerja di tempat tersebut, tentunya jika kita tidak mendapat manfaat dari pekerjaan tersebut maka kita tidak akan melakukan pekerjaan tersebut.

  • Nikmati waktu ketika anda bekerja, meski pekerjaan yang kita kerjakan kurang berkenan bagi diri kita, cobalah untuk menikmatinya.

  • Ingatkan kepada diri kita bahwa pekerjaan itu setara dengan kerja kita, jangan pernah merasa bahwa usaha yang kita lakukan terlalu besar atau pekerjaan yang kita lakukan tidak setara dengan usaha yang kita keluarkan.

  • Lawan rasa negatif dengan memutar pola pikir kita untuk menikmati pekerjaan tersebut, rasa negatif tentunya ada dan kita harus menghindarinya.

3. Hentikan kebiasaanmu

Kebiasaan yang sering kita lakukan terkadang menyebabkan kita bersifat malas. Ciptakan rantai kebiasaan untuk mengembangkan kebiasan baru yang spesifik. Seperti saat kita menciptakan rantai kebiasaan yang berpusat untuk mengerjakan suatu hal maka kita akan mengembangkan kebiasaan untuk menyelesaikan suatu hal yang telah kita mulai.

4. Konsisten dan selalu cek perkembanganmu

Ketika anda bersifat konsisten untuk menyelesaikan pekerjaan maka pekerjaan itu akan cepat selesai. Jika kita tidak konsisten maka pekerjaan kita akan terabaikan dan tentunya tidak akan selesai.

Salah satu cara efektif untuk menjadi konsisten adalah selalu ingatkan kepada diri kita bahwa kita ingin pekerjaan itu cepat selesai dan tidak beralih ke pekerjaan lain sebelum pekerjaan itu selesai.

Perkembangan kita juga sebaiknya selalu dicek untuk memastikan apakah kita sudah berkembang atau masih dalam kondisi “malas” itu sendiri. Kita dapat mengecek perkembangan itu dengan melihat berapa banyak pekerjaan yang telah kita lakukan sebelum memulai kegiatan melawan rasa malas dan sesudah melawan rasa malas, jika tidak ada perbedaan yang signifikan di antara kedua data tersebut maka kita masih mempunyai sifat malas.

Sumber : http://lifehacker.com/how-to-overcome-your-own-laziness-1676371259

Kemalasan adalah suatu masa dimana kita tidak ingin melakukan apapun, lebih memilih berdiam diri atau melakukan hal-hal yang kita anggap lebih santai. Terkadang bermalas-malasan biasa dilakukan sehabis kita selesai mengerjakan pekerjaan kita agar kita lebih santai. Namun terlalu sering bermalas-malasan akan dapat menimbulkan dampak buruk dan bisa menurunkan produktifitas kita.

Seringkali kita mendapati diri kita ingin mencapai suatu tujuan atau capaian, namun gagal dengan alasan terlalu malas untuk mengerjakannya.

Untuk itu, ada baiknya kita menghindari sifat malas agar kita bisa bekerja secara efektif dan efisien, sehingga kita bisa menjadi lebih produktif dan meraih lebih banyak pencapaian.

Namun mengatasi sifat malas bukanlah perkara mudah. Berikut ini adalah tips – tips untuk mengatasi kemalasan

1. Pisah-pisahkan pekerjaan menjadi tugas yang lebih kecil

Kita seringkali menunda pekerjaaan karena pekerjaan tersebut terlalu besar, berat atau memakan waktu lama. Dengan memecah pekerjaan yang besar ini menjadi tugas-tugas yang lebih kecil, kita bisa membuat pekerjaan ini terlihat lebih ringan dan tidak membutuhkan banyak tenaga.

Cara seperti ini dapat diterapkan ke hampir semua jenis pekerjaan, dan dengan cara ini pula biasanya kita dapat mengurangi kemalasan yang biasanya kita rasakan ketika akan membuat tugas yang cukup besar.

2. Istirahat, tidur cukup dan berolahraga

Dalam beberapa kasus, kelelahan dan kurangnya pasokan energi lah yang menjadi pemicu kemalasan kita. Untuk mengatasinya disarankan untuk melakukan olahraga secara teratur dan beristirahat yang cukup agar energi kita cepat kembali.

3. Buat visi Kita ingin menjadi orang yang seperti apa

Kurangnya motivasi untuk bekerja bisa menjadi alasan dari kemalasan yang kita hadapi. Untuk menambah dan menguatkan motivasi kita bisa melakukan hal-hal seperti visualisasi, berpikir kembali pentingnya melakukan dan menyelesaikan pekerjaan yang kita lakukan.

Sering merefleksikan tujuan yang ingin kita capai, dan kehidupan yang kita inginkan, dapat memotivasi kita untuk bertindak dan menghindari kemalasan.

Pikirkan manfaat yang akan kita dapatkan jika kita mengatasi kemalasan dan tindakan kita, daripada memikirkan kesulitan atau hambatannya. Berfokus pada kesulitan dalam melaksanakan tugas, menyebabkan keputusasaan, menghindari tindakan dan kemalasan. Hal yang paling penting adalah memfokuskan pikiran pada manfaat, bukan kesulitan dari pekerjaan.

4. Berpikir tentang konsekuensi yang mungkin diterima

Pikirkan apa yang akan terjadi, jika kita menyerah pada kemalasan, dan mengabaikan tugas-tugas Kita. Berpikir tentang konsekuensi apabila mengikuti kemalasan, juga bisa mendorong kita untuk semangat bekerja dan mengatasi rasa malas itu sendiri.

5. Melakukan satu fokus pekerjaan dalam satu waktu

Fokus pada melakukan satu hal pada satu waktu. Jika kita merasa memiliki banyak hal, kita mungkin akan merasa terbebani dan membiarkan kemalasan menghalangi diri kita mengerjakan pekerjaan kita. Selain itu, melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu terbukti lebih efisien dan produktif dibandingkan melakukan multitasking.

6. Visualisasi

Imajinasi kita memiliki pengaruh besar pada pikiran, kebiasaan dan tindakan yang kita lakukan. Visualisasikan diri melakukan tugas dengan mudah, penuh semangat dan antusias. Lakukan sebelum memulai dengan tugas atau sasaran, dan juga saat kita merasa malas.

7. Yakinkan pada diri

Katakan pada diri sendiri:
“Saya bisa mencapai tujuan saya.”
“Saya memiliki energi dan motivasi untuk bertindak dan melakukan apapun yang saya mau atau yang harus saya lakukan.”
“Melakukan sesuatu membuatku lebih kuat.”
"Melakukan sesuatu membuat segalanya terjadi."
Hal ini dapat memperkuat semangat motivasi kita dalam bekerja

8. Hilangkan kebiasaan menunda pekerjaan

Hindari menunda-nunda, yang merupakan bentuk kemalasan. Jika ada sesuatu yang harus kita lakukan, mengapa tidak melakukannya sekarang juga dan melakukannya? Selain menghemat waktu, pekerjaan yang dilakukan tanpa menunda–nunda biasanya jauh lebih baik dan berkualitas dibanding pekerjaan yang dilakukan saat sudah dekat dengan deadline.

9. Belajar dari orang sukses

Amatilah orang-orang sukses, dan bagaimana mereka tidak membiarkan diri mereka di dalam zona nyaman terlalu lama. Belajarlah dari mereka, ambil hal-hal positif yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari untuk menambah produktifitas kita. Mengatasi kebiasaan kemalasan dicapai melalui serangkaian tindakan dan aktivitas sehari-hari, saat kita memilih untuk bertindak, bukannya tetap pasif. Setiap kali kita mengatasi kemalasan, kita menjadi lebih kuat. Setiap kali kita memilih untuk melakukan sesuatu,kita meningkatkan kemampuan kita untuk menang, mencapai tujuan dan memperbaiki hidup kita.

10. Lakukan teknik mengatasi kemalasan yang biasa diterapkan orang Jepang ini

Dalam budaya Jepang, ada praktik Kaizen, yang mencakup gagasan ‘asas satu menit’ untuk perbaikan diri. Inti metode ini adalah gagasan bahwa seseorang harus berlatih melakukan sesuatu selama satu menit, pada waktu yang sama setiap harinya. Hal kecil sepeti ini seharusnya tidak menjadi masalah bagi siapa pun, bahkan orang yang paling malas sekalipun. Kita sering mencari alasan untuk tidak melakukan sesuatu saat dihadapkan dengan sebuah pekerjaan yang mungkin bisa memakan waktu paling tidak selama setengah jam atau satu jam sehari.

Dengan metode kaizen ini, kita harus bisa dan dibiasakan melakukan suatu pekerjaan/rutinitas tanpa ada keraguan selama 60 detik. Dari hal kecil ini pula kita dimotivasi dengan pencapaian yang bisa kita peroleh sehingga kita akan dengan sendirinya menambah waktu untuk kita bekerja dan dengan sendirinya mengatasi kemalasan yang ada di dalam diri kita.

Sumber


https://www.successconsciousness.com/overcoming-laziness.htm

Malas adalah kondisi diri yang tidak bergairah dalam menjalankan sesuatu. Rasa malas adalah penyakit paling mengerikan yang dapat menghambat kesuksesan seseorang. Jika Anda membuat rencana untuk membangun usaha dari nol dengan matang-matang, kemudian saat berusaha malah tersandung dengan rasa malas, hal tersebut akan menghambat kesuksesan Anda.

Malas adalah hal yang wajib untuk diperhatikan, jika tidak maka bisa membawa dampak negatif terhadap karir, pendidikan bahkan kesehatan Anda. Oleh karena itu tepat pada postingan ini saya ingin mengulas sedikit cara mengatasi rasa malas

Berikut adalah cara-cara mengatasi kemalasan:

1. Mengorganisir sesuatu

Aspek yang paling penting untuk mengatasi kemalasan adalah mengorganisir sesuatu. Cara itu bias kita lakukan dengan membersihkan sisi rumah, membenarkan Kasur, dan lain-lain. Dengan begitu malas dapat kita atasi dengan melakukan sesuatu yang lebih berguna daripada duduk di sofa dan nonton selama berjam-jam

2. Olahraga

Bangunlah setiap pagi dan berlarilah mengelilingi komplek rumah. Jika setiap hari kita rajin berolahraga, pasti kita memiliki banyak semangat untuk mengerjakan sesuatudi kemudian harinya. Olahraga dapat kita lakukan bisa dengan berlari atau jogging setiap pagi selama minimal 15 menit. Dengan begitu, badan kita akan terasa segar dan bugar sehingga semangat kita akan lebih meningkat. Olhraga juga dapat kita lakukan dengan pergi ke gym atau bermain futsal dengan teman-teman.

3. Membuat to-do list

Penting untuk kita menulis to-do list. To-do list adalah suatu daftar yang kita buat untuk melakukan sesuatu dengan suatu prioritas yang kita tentukan sendiri. Buatlah di selembaran kertas. Jangan lupa untuk mengerjakannya sehingga kita memiliki semangat untuk mengisi hari kita. Dahulukan daftar yang paling awal atau paling pagi. Kita akan semakin terbiasa mengisi waktu luang kita untuk melakukan hal yang berguna daripada kita tidur atau nonton selama berjam-jam.

4. Hilangkan Kebiasaan Duduk di Sofa atau Berbaring di Tempat Tidur sebelum Waktu Istirahat

Apabila kiranya masih ada beberapa tugas yang harus diselesaikan, maka percepat pengerjaannya. Disamping itu jangan pernah Anda duduk di sofa untuk meluruskan kaki atau berbaring di ranjang, meski alasannya untuk beristirahat sejenak. Tanpa Anda sadari, kegaitan tesebut dapat memancing rasa malas yang benar-benar sulit untuk diusir, apalagi jika Anda duduk di sofa sambil nonton TV, tugas Anda yang semestinya selesai hari ini malah terbengkalai akibat Anda sudah lebih dulu beristirahat sebelum waktunya.

Sumber : https://boldanddetermined.com/how-to-stop-being-lazy-8-easy-steps-to-overcome-laziness/

malas

Kemalasan adalah musuh produktivitas. Jika kita malas, tidak ada cara lain kita bisa mencapai hal-hal yang berarti. Kita mungkin menunda-nunda melakukan sesuatu, atau bahkan jika kita melakukannya, kita melakukannya dengan setengah hati. Hasil berkualitas tinggi tidak akan tercapai dengan cara-cara seperti itu.

Jadi kita perlu untuk mengatasi kemalasan. Berikut adalah beberapa tips yang saya anggap berguna untuk mengatasi kemalasan:

1. Olah raga

Anda bisa merasa malas jika anda tidak memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas anda. Berolah raga adalah cara yang baik untuk meningkatkan tingkat energi anda sehingga anda merasa berenergi dan waspada sepanjang hari.

2. Istirahat yang cukup

Tidak memiliki cukup istirahat juga bisa membuat anda malas. Bagaimana anda merasa antusias jika anda mengantuk? Jadi pastikan bahwa anda memiliki istirahat yang baik.

3. Tetapkan batas waktu minimum untuk memulai

Hal yang paling sulit adalah untuk memulai – sisanya akan lebih mudah. Jadi tetapkan sedikit waktu, seperti 15 menit atau bahkan 5 menit, dan mulailah mengerjakan tugas sampai waktunya habis. Setelah itu, akan lebih mudah memutuskan untuk melanjutkan.

4. Menciptakan rasa urgensi

Ini adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mengalahkan kemalasan. Jika Anda memiliki rasa urgensi, maka akan lebih mudah untuk bangun dan melakukan apa yang perlu Anda lakukan. Salah satu cara untuk menciptakan rasa urgensi adalah dengan menetapkan tengat waktu.

5. Lihatlah pada manfaat

Salah satu alasan kita menjadi malas karena kita hanya melihat kesulitan dari tugas ke depan tanpa memikirkan manfaat yang akan kita dapatkan ketika kita menyelesaikannya. Jadi fokuskan pikiran anda pada manfaat bukan kesulitan.

6. Menetapkan hadiah untuk diri sendiri

Jika manfaat terlalu jauh dicapai di masa depan, maka mungkin tidak cukup kuat untuk memotivasi anda untuk bertindak sekarang. Dalam kasus tersebut, anda dapat memberikan diri anda hadiah lebih cepat. Anda mungkin membiarkan diri anda untuk makan makanan favorit anda atau menonton bioskop sebagai hadiah anda telah menyelesaikan tugas.

7. Pikirkan tentang apa yang akan terjadi jika Anda tidak melakukannya

Sementara berpikir tentang manfaat yang dapat memotivasi Anda, pikirkan juga tentang kerugian jika anda tidak melakukan tugas-tugas tersebut. Apa konsekuensi jika anda tidak melakukan apa yang seharusnya anda lakukan?

8. Cari partner

Partner dapat memotivasi Anda untuk mengatasi kemalasan. Meskipun motivasi dari dalam diri adalah yang terbaik, kadang-kadang kita juga perlu motivasi dari luar.

9. Meminimalkan waktu idle (kosong)

Nyatakan tekad anda untuk meminimalkan waktu idle. Cobalah untuk melakukan sesuatu sesering mungkin. Jika Anda memiliki pola pikir ini, akan lebih mudah untuk mengatasi kemalasan.

10. Bagilah tugas menjadi bagian-bagian kecil

Kita bisa menjadi malas jika kita merasa kewalahan oleh skala tugas. Dalam kasus tersebut, membagi tugas menjadi bagian-bagian kecil yang lebih terkelola, dan kemudian tangani mereka satu per satu. Ingatlah prinsip cara makan seekor gajah adalah dengan cara melakukan satu gigitan kecil pada sekali waktu.

Referensi

(http://www.inspirasidaily.com/16-cara-ampuh-mengatasi-rasa-malas/)

Selain itu, anda harus membuat target atau goals yang jelas. kalau anda memiliki target yang jelas, niscaya anda tidak akan punya rasa malas.Ketika anda punya target, anda sedang dirangsang. Contoh mudah lainnya adalah jika besok anda ingin bangun pagi. Anda ingin pergi ke luar kota. Mungkin biasanya anda bangun jam 8 atau jam 9 pagi. Tetapi ketika anda ingin bangun pagi karena akan ke luar kota, maka anda sudah ‘setting‘ target yang jelas. ‘Saya besok pagi harus bangun jam 5 pagi’.

Berikut adalah cara untuk mengatasi rasa malas :

1. Belajar untuk melakukan sesuatu yang produktif (tapi menyenangkan) di waktu luangmu.

Temukan minat baru atau lakukan hobimu. Buatlah aktivitas yang terstruktur. Dengan begitu, kamu akan selalu bisa produktif dan menyibukkan diri. Selain itu, kamu juga sekaligus bisa mengembangkan minatmu dan keahlianmu.

2. Lakukan semua tugasmu sekarang juga.

Kalau kamu punya banyak tugas dengan deadline yang menanti, jangan ditunda sampai kamu benar-benar merasa terdesak. Segera kerjakan sekaran selagi pikiranmu terhadap tugas tersebut masih jernih-jernihnya.

3. Hentikan menunda sekarang juga.

Kamu harus paham betul tentang apa yang membuatmu menunda pekerjaan dan ambil tindakan untuk menyingkirkannya. Kalau kamu menunda pekerjaan dengan chatting bersama temanmu, maka singkirkan ponselmu jauh darimu saat kamu sedang bekerja.

4. Paksa dirimu untuk selalu tepat waktu.

Kalau kamu sudah merencanakan akan mengerjakan sesuatu pada siang hari, maka mulai lakukan di saat siang hari yang kamu tentukan itu. Jangan memaklumi untuk memulai 30-45 menit setelah waktu yang kamu tentukan. Berlatihlah untuk menjaga komitmen diri lewat rencana jadwal yang kamu tetapkan.

5. Buat jadwal untuk khusus bekerja dan beristirahat atau bersenang-senang.

Manusiawi dan alami kok kalau kamu harus beristirahat dari pekerjaan, tapi pastikan bahwa semua jadwal ada batas pastinya. Misalnya, kamu bisa berkomitmen untuk kerja selama 50 menit tiap jam, kemudian beristirahat selama 10 menit.

6. Just do it ! Lakukan saja sekarang, tanpa banyak alasan!

Rasa malas itu memang gak ada obatnya. Namun bukan berarti gak bisa disembuhkan. Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan memfokuskan pikiranmu pada pekerjaan yang menjadi tanggung jawabmu dan sesegera mungkin menyelesaikannya. Miliki lah kedisiplinan diri.

7. Biasakan dirimu dengan semua itu.

Sesuatu yang gak terbiasa memang akan terasa berat di awal, tapi dari membiasakan diri, lama-lama akan terbiasa dan mengalir begitu saja. Bertahanlah terus melakukannya selama paling tidak 22 hari, maka kamu akan menjadi jauh lebih rajin tanpa kamu sadari.

1 Like

Berikut adalah 12 cara mudah untuk mengatasi kemalasan Anda sehingga Anda dapat mulai menjadi lebih produktif.

1. Pastikan Anda tidak kewalahan.

Terkadang kita membeku ketika kita kewalahan oleh segala yang harus kita lakukan - kita membeku dan tidak melakukan apa-apa sama sekali. Apakah Anda memiliki harapan yang realistis tentang seberapa banyak yang benar-benar dapat Anda capai? Jika Anda memiliki terlalu banyak di piring Anda dan tidak tahu bagaimana Anda akan menyelesaikan semuanya, mungkin Anda tidak malas tetapi kewalahan.

2. Periksa motivasi Anda.

Demikian pula, jika Anda tidak termotivasi, sangat mudah untuk menyelinap kepada kemalasan. Agar produktif, kita perlu termotivasi. Jika sulit bagi Anda untuk tetap terhubung dengan apa yang memotivasi Anda, buatlah daftar yang dapat Anda konsultasikan ketika Anda membutuhkan dorongan ekstra.

3. Lihatlah sekeliling Anda.

Lingkungan Anda dan orang-orang di sekitar Anda penting. Apakah Anda berada di ruang yang membuatnya mudah untuk tetap teratur dan produktif? Apakah orang-orang di sekitar Anda menghabiskan lebih banyak waktu mengeluh daripada mengikuti hasrat mereka? Jika Anda mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mencintai apa yang mereka lakukan, dan kreatif serta termotivasi, antusiasme mereka akan menular ke Anda. Pastikan juga bahwa ruang Anda memberi Anda semua yang Anda butuhkan untuk bekerja dengan baik.

4. Nilai waktu Anda.

Manfaatkan sebagian besar waktu yang Anda habiskan untuk bekerja. Lihatlah daftar tugas dan prioritaskan - Anda dapat melakukannya di kepala, di atas kertas, atau di komputer atau perencana berbasis telepon. Hanya dengan mengetahui di mana Anda berada membuat tenggat waktu lebih sulit untuk menyelinap pada Anda dan lebih mudah untuk bekerja secara produktif, bahkan jika itu terjadi dalam waktu singkat.

5. Ubah kembali pemikiran Anda.

Jika Anda berada dalam pola pikir di mana pekerjaan itu buruk dan bermain itu baik - sesuatu yang banyak dari kita telah biarkan dari hari sekolah - maka segala jenis pekerjaan yang perlu dilakukan terasa seperti hukuman. Ingatlah hal-hal yang positif tentang pekerjaan, seperti tujuan yang lebih tinggi dari organisasi Anda atau hanya perasaan telah mencapai sesuatu yang signifikan.

6. Sumber nilai .

Mudah menjadi malas jika Anda tidak melihat nilai dari apa yang harus Anda lakukan. Coba ini: ketika Anda membuat daftar tugas, sertakan manfaat dari setiap tugas. Ketika Anda berfokus pada manfaat dan sasaran, produktivitas menjadi jauh lebih bermanfaat. Pelajari nilai dari setiap tugas dan kemudian bekerja untuk mencapainya.

7. Buat kebiasaan baru.

Jika Anda biasanya menunda tugas yang paling rumit atau paling sulit untuk yang terakhir, alihkan dan mulai lakukan tugas-tugas itu terlebih dahulu. Pilih satu atau dua hal untuk difokuskan dan sepenuhnya mencurahkan diri untuk tugas-tugas itu. Anda tidak ingin menyebarkan diri Anda terlalu kurus. Ingat Anda harus bekerja untuk mencapai tujuan Anda; itu tidak akan terjadi segera.

8. Menilai perubahan .

Menjaga kebiasaan baru di tempat sangat sulit. Salah satu teknik yang efektif untuk membuat perubahan pada tongkat produktivitas Anda adalah untuk melacak hasil Anda. Jika Anda dapat melihat bahwa meminta pertanggungjawaban diri sendiri membantu Anda mencapai sasaran, itu akan lebih mudah dipertahankan.

9. Tunjukan tujuan Anda.

Jika Anda bekerja untuk promosi atau pekerjaan baru, atau bersiap untuk berlari maraton atau bermain di malam mikrofon terbuka, beri tahu orang-orang tentang hal itu! Mengetahui mereka akan bertanya bagaimana keadaan akan membuat Anda membuat kemajuan.

10. Jadwalkan pekerjaan dan waktu istirahat.

Anda perlu mengambil jeda sesekali, tetapi pastikan waktu terbatas sehingga Anda tidak kehilangan momentum. Misalnya, Anda dapat berkomitmen untuk bekerja selama 45 menit pertama setiap jam dan kemudian mengambil istirahat 15 menit. Gunakan timer di telepon Anda untuk melacak.

11. Cari alternatif.

Pikirkan cara-cara Anda dapat bekerja lebih efektif. Apakah ada cara yang lebih baik? Bisakah Anda mendelegasikan atau mengotomatiskan tugas? Semakin Anda merampingkan, mengotomatisasi, mendelegasikan, dan melakukan outsourcing, semakin banyak yang bisa Anda dapatkan dengan tingkat upaya yang sama.

12. Ingat, tidak ada yang berubah sampai Anda melakukannya.

Anda dapat memiliki semua tip dan trik yang sangat mudah di dunia, tetapi pada akhirnya tidak ada yang berubah sampai Anda melakukannya. Jika gaya kerja Anda saat ini memenuhi kebutuhan Anda, Anda tidak akan melihat alasan untuk berubah. Tetapi jika Anda frustrasi dengan kurangnya motivasi atau ketakutan bahwa itu menghambat Anda, maka Anda perlu berubah dari dalam. Karena kebenarannya adalah tidak ada yang akan berubah sampai Anda melakukannya.