© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana hubungan syariat dan hakikat?

Syariat dan hakikat

Seringkali hubungan antara syariat dan hakikat menjadi sesuatu membingungkan, bahkan tidak sedikit yang memisahkan antara syariat dan hakikat. Bagaimana sejatinya hubungan antara syariat dan hakikat itu sendiri ?

Syeikh Ibnu ‘Atha’illah mengatakan:

“Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membantu menuju ketaatan, mendatangkan rasa takut pada Allah dan menjaga rambu-rambu-Nya. Ilmu yang paling bermanfaat adalah ilmu tentang Allah. Orang yang banyak berbicara tentang tauhid, tetapi mengabaikan syariat berarti telah mencampakkan dirinya dalam samudera kekufuran. Maka, orang yang benar-benar alim adalah yang didukung oleh hakikat dan terikat oleh syariat. Karena itu, seorang ahli hakikat tidak boleh hanya berada pada tingkat hakikat atau berhenti pada tataran syariat lahiriah semata. Tapi, ia harus berada pada posisi keduanya. Berhenti pada syariat lahiriah saja adalah syirik, sedangkan hanya menetap pada hakikat tanpa terikat oleh syariat adalah sesat. Petunjuk dan hidayah terletak pada keduanya.”