Apa yang dimaksud dengan Pola Asuh Anak ?

psikologi_anak

( Aurora Ridha Zetana) #1

Pola asuh

Pola asuh adalah cara yang digunakan orang tua dalam mencoba berbagai strategi untuk mendorong anak mencapai tujuan yang diinginkan. Tujuan tersebut antara lain pengetahuan, nilai moral, dan standart perilaku yang harus dimiliki anak bila dewasa nanti.

Apa yang dimaksud dengan Pola Asuh Anak ?


Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pola asuh orang tua ?
(Alrescha Nero Ardiaz) #2

Pusat pendidikan seorang anak adalah didalam keluarga, sekolah dan masyarakat, namun pengaruh terhadap perkembangan moral seorang anak adalah didalam keluarga. Yang didapatkan anak dari keluarga semasa kecil itulah yang akan membentuk sikapnya dikemudian hari.

Gunarsa mengungkapkan bahwa pola asuh adalah suatu gaya mendidik yang dilakukan oleh orang tua untuk membimbing dan mendidik anak-anaknya dalam proses interaksi yang bertujuan memperoleh suatu perilaku yang diinginkan.

Mengasuh anak merupakan proses pendidikan, banyak hal yang harus diperhatikan dalam mengasuh anak, antara lain adalah pemberian kasih sayang, penanaman sikap, pendidikan moral, interaksi social dan pembuatan peraturan-peraturan. Secara keseluruhan hal itu termasuk dalam rangkaian suatu pola asuh orang tua.

Tujuan dari mengasuh anak adalah memberikan pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan anak agar mampu bermasyarakat. Orang tua menanamkan nilai-nilai kepada anak-anaknya untuk membantu mereka membangun kompetensi dan kedamaian. Mereka menanamkan kejujuran, kerja keras,

Pola asuh merupakan interaksi antara orang tua dan anak dimana orang tua memiliki kegiatan pengasuhan pada anak agar dapat menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya. Pengasuhan tersebut berupa pembimbingan/pendidikan, kasih sayang, perhatian, penerapan disiplin, dan lain sebagainya.

Macam-macam Pola Asuh Orang Tua


Model Baumrind

Didalam model Baumrind, pola asuh orang tua terhadap anaknya dapat dibagi kedalam 3 macam pola asuh, yaitu :

  • Pola Asuh Otoriter

    Pola Asuh Otoriter adalah gaya yang membatasi dan menghukum, dimana orang tua mendesak anak untuk mengikuti arahan mereka dan menghormati pekerjaan dan upaya mereka. Orang tua yang otoriter menerapkan batas dan kendali yang tegas pada anak dan meminimalisir perdebatan verbal. Orang tua yang otoriter mungkin juga sering memukul anak, memaksakan aturan secara kaku tanpa menjelaskannya, dan menunjukkan amarah pada anak. Anak dari orang tua otoriter seringkali tidak bahagia, ketakutan, minder ketika membandingkan diri dengan orang lain, tidak mampu memulai aktivitas, dan memiliki kemampuan komunikasi yang lemah. Anak dari orang tua yang otoriter mungkin berperilaku agresif.

    Sikap atau perilaku dari orangtua yakni sikap ”acceptance” atau penerimaan rendah, namun kontrolnya tinggi, suka menghukum secara fisik, bersikap mengomando (mengharuskan/memerintah).

  • Pola Asuh Demokratis

    Pola Asuh Demokratis mendorong anak untuk mandiri namun masih menerapkan batas dan kendali pada tindakan mereka. Tindakan verbal memberi dan menerima dimungkinkan, dan orang tua bersikap hangat dan penyayang terhadap anak. Orang tua yang demokratis menunjukkan kesenangan dan dukungan sebagai respon terhadap perilaku konstruktif anak. Mereka juga mengharapkan perilaku anak yang dewasa, mandiri, dan sesuai dengan usianya. Anak yang memiliki orang tua demokratis seringkali ceria, bisa mengendalikan diri dan mandiri, dan berorientasi pada prestasi, mereka cenderung untuk mempertahankan hubungan yang ramah dengan teman sebaya, bekerja sama dengan orang dewasa, dan bisa mengatasi stres dengan baik.

    Sikap atau perilaku dari orangtua yakni sikap ”acceptance” atau penerimaan dan kontrolnya tinggi, bersikap responsif terhadap kebutuhan anak, mendorong anak untuk menyatakan pendapat atau pertanyaan, memberikan penjelasan tentang dampak perbuatan yang baik dan buruk.

  • Pola Asuh Permissif (Pengasuhan yang Mengabaikan)

    Pola Asuh Permissif adalah gaya dimana orang tua sangat tidak terlibat dalam kehidupan anak. Anak yang memiliki orang tua yang mengabaikan merasa bahwa aspek lain kehidupan orang tua lebih penting dari diri mereka. Anak- anak ini cenderung tidak memiliki kemampuan sosial. Banyak diantaranya memiliki pengendalian diri yang buruk dan tidak mandiri. Mereka seringkali memiliki harga diri yang rendah, tidak dewasa, dan mungkin terasing dari keluarga. Dalam masa remaja, mereka mungkin menunjukkan sikap suka membolos dan nakal.

    Sikap atau perilaku dari orangtua yakni sikap ”acceptance” atau penerimaan-nya tinggi, namun kontrolnya rendah, memberi kebebasan kepada anak untuk menyatakan dorongan/keinginannya.

Model Pengasuhan Papilia dan Old

Menurut Papilia dan Old, terdapat hubungan yang ambivalen (perasaaan bertentangan) antara anak dan orang tua, dalam arti anak mempunyai perasaan yang campur aduk, seperti halnya orang tua, yaitu kebimbangan antara menginginkan mandiri atau tetap bergantung pada dirinya sendiri. Orang tua yang memiliki anak yang cukup besar bersikap fleksibel dalam pemikiran dan lebih egalitarian saat anak-anaknya berusia lebih kecil.

Model pengasuhan menurut Papilia dan Old adalah sebagai berikut:

  • Pola asuh yang bersifat mendorong atau menghambat, yakni pola asuh yang dilakukan orang tua dalam berinteraksi dengan anak bersifat mendorong dan mengambat. Pola asuh yang demikian mengandung komponen kognitif dan afektif.

  • Pola asuh yang bersifat mendorong, yakni adanya dorongan terhadap anggota keluarga untuk mengekspresikan pikiran-pikiran dan persepsi mereka.

  • Pola asuh yang bersifat menghambat, pola asuh jenis ini menandakan adanya hambatan yang dilakukan oleh orang tua. Adapun yang menghambat yang bersifat kognitif meliputi: mengalihkan anggota keluarga yang mereka hadapi, tidak memberi / menyembunyikan informasi pada anak dan mengabaikan anggota keluarga dari masalah- masalah keluarga.18

Model Hurlock : Sikap Khas Orang Tua Terhadap Anak

Hurlock tidak membagi pola asuh orang tua. Namun lebih menekankan terhadap sikap khas yang dilakukan orang tua terhadap anak. Secara umum banyak ditemukan pengaruhnya terhadap anak. Dari beberapa sikap orang tua terdapat sikap orang tua yang khas yakni diantaranya :

  • Melindungi secara berlebihan

    Perlindungan orang tua yang berlebihan mencakup pengasuhan dan pengendalian anak yang berlebihan,hal ini menumbuhkan ketergantungan yang berlebihan. Ketergantungan pada semua orang bukan pada orang tua saja,kurangnya rasa percaya diri dan frustasi.

  • Permisivitas

    Permisivitas terlihat pada orang tua yang membiarkan anak berbuat sesuka hati, dengan sedikit kekekangan. Hal ini menciptakan suatu rumah tangga yang “ berpusat pada anak “ jika sifap permisif ini tidak berlebihan dan berpenyesuaian social yang baik, sikap ini juga menimbulkan rasa percaya diri dan sifat matang.

  • Memanjakan

    Permisivitas secara berlebihan, memanjakan-memanjakan anak egois, menuntut, dan sering tiranik. Mereka menuntut perhatian dan pelayanan dari orang lain, perilaku yang menyebabkan penyesuaian sosial yang buruk dirumah dan diluar rumah.

  • Penolakan

    Penolakan dapat dinyatakan dengan mengabaikan kesejahteraan anak atau dengan menuntut terlalu banyak dari anak dan sikap bermusuhan yang terbuka. Hal ini menumbuhkan rasa dendam, perasaan tak berdaya, frustasi, perilaku gugup dan sikap permusuhan terhadap orang lain, terutama terhadap mereka yang lebih lemah dan kecil.

  • Ambisi orang tua

    Hampir semua orang tua mempunyai ambisi terhadap anak mereka, sering kali sangat tinggi sehingga tidak realistis. Ambisi ini sering dipengaruhi oleh ambisi orang tua yang tidak tercapai dan hasrat orang tua supaya anak mereka naik ditangga status sosial. Bila anak tidak dapat memenuhi ambisi orang tua, anak cenderung bersikap bermusuhan, tidak bertanggung jawab, dan berprestasi dibawah kemampan.

Model pola asuh menurut Danny I. Yatim-Irwanto

Beberapa macam pola asuh menurut Danny antara lain :

  • Pola asuh otoriter, pola ini ditandai dengan aturan-aturan yang kaku dari orang tua, kebebasan anak sangat dibatasi.

  • Pola asuh demokratis, pola ini ditandai dengan sikap terbuka.

  • Pola asuh permisif, pola asuh ini ditandai dengan adanya kebebasan tanpa batas pada anak untuk berprilaku sesuai dengan keinginannya.

  • Pola asuh dengan ancaman, ancaman atau peringatan yang dengan keras diberikan kepada anak akan dirasa sebagai tantangan terhadap otonomi dan pribadinya. Ia akan melanggarnya untuk menunjukkan bahwa dia mempunyai harga diri.

  • Pola asuh dengan hadiah , yang dimaksud disini adalah jika orang tua mempergunakan hadiah yang bersifat material atau suatu janji ketika menyuruh anaknya berprilaku seperti yang diinginkan.

Kesimpulannya : Pola asuh orang tua adalah suatu keseluruhan interaksi berupa pendidikan, perhatian, kasih sayang antara orang tua dengan anak, dimana orang tua bermaksud menstimulasi anaknya agar anak dapat mengubah tingkah laku yang kurang baik menjadi baik.

Referensi :

  • Muallifah, Psycho Islamic Smart Parenting (Jogjakarta: DIVA Press, 2009)
  • Purwanto,Ngalim M, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis , (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1991)
  • C. Drew Edwards, Ketika Anak Sulit Diatur, (Bandung: PT Mizan Pustaka, 2006)
  • Gunarsa, Singgih, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja , (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1990)