© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Penelitian Kausal Perbandingan?

Kausal Perbandingan

Ex post facto berasal dari bahasa laitin yang berarti “dari sesuatu yang dilakukan setelahnya”. penelitian kausal komparatif biasa disebut penelitian ex pos facto.

Menurut Kerlinger dalam Emzir menyatakan bahwa penelitian kausal komparatif (causal komparative reseach) adalah penyelidikan empiris yang sistematis di mana ilmuan tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena eksistensi dari variabel tersebut telah terjadi atau dengan kata lain variabel tersebt pada dasarnya tidak dapat dimanipulasi.

Variabel bebas yang akan diteliti serta variabel terikat yang akan diteliti memiliki hubungan yang sudah ada sebelumnya, dengan kata lain hubungan diantara variabel tersebut dibuat berdasarkan perbedaan yang ada.

Bagaimana penjelasan lebih lanjut mengenai penelitian kausal perbandingan (causal komparative reseach) ?

Penelitian kausal komparatif (causal comparative reseach) atau ex post facto adalah penelitian di mana peneliti berusaha menentukan penyebab atau alasan untuk keberadaan perbedaan dalam perilaku atau status dalam kelompok atau individu (Gay dalam Emzir).

Dapat dikatakan penelitian ini telah memperhatikan dan mengamati terlebih dahulu tentang perbedaan diantara variabel serta mencari hal utama dalam perbedaan tersebut.

Menurut Watson, penelitian ex post facto bertujuan untuk mencari penyebab perubahan perilaku dengan studi komparasi secara partisipatif tentang perilaku yang muncul pada saat sekarang dan perilaku yang tidak muncul dari suatu kejadian setelah variable bebas terjadi.

Karena pengaruh dan yang mempengaruhi telah terjadi dan di teliti oleh peneliti dengan tinjauan kebelakang, dengan kata lain penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi yang kemudian meruntut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut.

Perbandingan antara Penelitian Kausal Komparatif, Korelasional, dan Eksperimental

Para peneliti sering kali sulit membedakan antara penelitian kausal komparatif (ex post facto) dengan penelitian korelasi dan eksperimen karena memiliki kemiripan serta hal yang sama mengenai interpretasi.

  • Kausal komparatif - Korelasional. Penelitian kausal komparatif (ex post facto) biasanya melibatkan dua atau lebih kelompok dan satu variabel bebas, sementara penelitian korelasi biasanya melibatkan dua atau lebih variabel dan satu kelompok. Penelitian kausal (ex post facto) melibatkan perbandingan sementara penelitian korelasional melibatkan korelasi.

  • Kausal komparatf - Eksperimental. Menurut Gay dalam Emzir mengatakan bahwa kedua penelitian tersebut berusaha untuk menetapkan sebab akibat dan keduanya melibatkan perbandingan kelompok. Namun dalam suatu studi eksperimental peneliti menciptakan penyebab dengan sengaja sebaliknya ex post facto peneliti pertama mengamati pengaruh dan mencoba menentukan penyebab.

    Secara sederhana perbedaan studi eksperimental dan studi kausal komparatif adalah bahwa dalam studi eksperimental variabel bebas sebagai penyebab (dimanipulasi) sedangkan dalam studi kausal komparatif tidak, ia telah muncul sebelumnya. Variabel bebas dalam penelitian ex post facto adalah variabel yang tidak dapat dimanipulasi seperti status ekonomi, status pendidikan orang tua, lingkungan masyarakat dll.

Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Kausal Komparatif

Ritz mengidentifikasi beberapa kelebihan dan kelemahan penelitian ex post facto. Kelebihan ex post facto sebagai berikut :

  • Metode kausal komparatif adalah suatu penelitian yang layak dalam banyak hal bila metode eksperimental tidak memungkinkan untuk dilakukan :

    1. Apabila tidak memungkinkan memilih, mengontrol, dan memanipulasi variabel untuk studi hubungan sebab akibat (kausal) secara langsung.
    2. Apabila pengontrol semua variasi kecuali satu variabel bebas tunggal mungkin sangat realistik dan artifisial, mencegah interaksi yang normal dengan variabel lain yang berpengaruh.
    3. Apa bila pengontrol secara laboratorium untuk berbagai tujuan penelitian tidak praktis, terlalu mahal, atau secara etika dipertanyakan.
  • Penelitian kausal komparatif akan menghasilkan informasi yang bermanfaat mengenai hakikat fenomena : apa sesuai, dengan apa, dibawah kondisi apa, dalam urutan dan pola apa, dan seterusnya.

  • Memperbaiki teknik, metode statistik, dan desain dengan pengontrolan fitur-fitur secara parsial (hubungan atau merupakan bagian dari keseluruhan)[8], dalam beberapa tahun belakangan, studi ini lebih banyak dipertahankan.

Di samping kelebihan diatas, penelitian kausal komparatif juga memiliki beberapa kelemahan sebagai berikut :

  • Kelemahan utama suatu desain penelitian kausal komparatif adalah tidak adanya kelas kontrol terhadap variabel bebas di dalam keterbatasan pemilihan, peneliti harus mengambil fakta sebagaimana ia temukan dengan tidak ada kesempatan untuk mengatur kondisi atau memanifulasi variabel yang memengaruhi fakta di tempat pertama. Untuk memperkaya kesimpulan, peneliti harus memperhatikan semua kemungkinan alasan yang lain atau hipotesis yang dapat dipercaya yang dapat diperkirakan untuk hasil yang diperoleh.

  • Kesulitan dalam menentukan faktor penyebab yang relevan yang secara aktual termasuk diantara banyak faktor di bawah penelitian.

  • Kesulitan bahwa tidak ada faktor yang tunggal yang menyebabkan suatu hasil, tetapi merupakan kombinasi dan interaksi dari berbagai faktor yang berkaitan dibawah kondisi tentu untuk menghasilkan hasil yang di tentukan.

  • Suatu fenomena tidak hanya dihasilkan dari berbagai penyebab, tetapi juga dari satu penyebab dalam satu kejadian dan dari penyebab yang lain dalam kejadian yang lain.

  • Apabila hubungan antara dua variabel telah terungkap penentuan mana penyebab dan mana akibat mungkin sulit.

  • Terdapat fakta bahwa dua atau lebih faktor yang berhubungan tidak harus memiliki implikasi hubungan sebab –akibat. Semuanya secara sederhana mungkin berhubungan dengan suatu faktor tambahan yang belum atau tidak dikenal atau tidak teramati.

  • Pengklasifikasian subjek kedalam kelompok dikotomi (pembagian atas dua kelompok yang saling bertentangan[9]) seperti kelompok berprestasi dan tidak berprestasi untuk tujuan perbandingan, penuh dengan masalah, karena masalah seperti ini adalah samar, berubah-ubah, dan bersifat sementara. Dengan demikian, peneliti tidak akan menghasilkan temuan yang bermanfaat.

  • Studi perbandingan dalam situasi yang alamiah tidak memungkinkan pemilihan subjek penelitian yang terkontrol penempatan kelompok subjek yang ada yang sama dalam semua hal yang diharapkan untuk penampilan mereka pada suatu variabel adalah sangat sulit.

image

Prosedur Penelitian Kausal Komparatif

Penelitian kausal komparatif sebagaimana penelitian lain memiliki tahapan. Adapun dalam penelitian kausal komparatif memiliki lima tahapan sebagai berikut:

  1. Penentuan masalah penelitian.
  2. Penentuan kelompok yang memiliki karakteristik yang ingin diteliti.
  3. Pemilihan kelompok perbandingan.
  4. Pengumpulan data.
  5. Analisis data.

Dalam perumusan masalah penelitian atau pertanyaan penelitian, kita berspekulasi tentang penyebab fenomena berdasarkan penelitian sebelumnya, teori, atau pengamatan.

Sebagai contoh, “Siswa sudah mengenyam pendidikan anak usia dini di rumah sebelum mengikuti pelajaran di kelas 1 SD, akan memiliki skor prestasi belajar yang lebih tinggi daripada siswa yang tidak mengenyam pendidikan anak usia dini di rumah.

Penentuan kelompok yang memiliki karakteristik yang ingin diteliti (siswa yang sudah mengenyam pendidikan anak usia dini) dapat dilakukan dengan melihat kelompok homogen terkecil yang memiliki variabel kritis tersebut.

Pemilihan kelompok pembanding, dengan mempertimbangkan karakreristik atau pengalaman yang membedakan antar kelompok, harus jelas dan dapat diidentifikasikan secara operasional (masing-masing kelompok mewakili populasi yang berbeda).

Mengontrol variabel ekstra untuk membantu menjamin kesamaan kedua kelompok. Hal ini dapat dilakukan dengan:

  • Pemadanan pasangan yang adil pada anggota dari kedua kelompok;
  • Membandingkan sub-subkelompok yang sama (misalnya, tinggi, menengah, dan rendah). Analisi faktor yang memungkinkan perbandingan statistik dari variabel bebas dan variabel kontrol secara bersama-sama dalam kombinasi.
  • Menyamakan kedua kelompok secara setatistik dengan covarying variabel penelitian.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian yang memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas.

Analisis data dimulai dengan analisis statistik deskriptif menghitung rata-rata dan simpangan baku. Selanjutnya dilakukan analisis yang lebih mendalam dengan statistik inferensial.

  • Menggunakan t-tes untuk melihat rata-rata (mean) pada kedua kelompok.
  • Menggunakan ANAVA uuntuk melihat perbedaan rata-rata untuk tiga kelompok atau lebih.
  • Menggunakan square test atau chi-kuadrat untuk membandingkan frekuensi kelompok (jika pristiwa muncul lebih sering dalam satu kelompok)

Penelitian kausal komparatif mengidentifikasi hubungan yang mungkin mengarah pada studi eksperimental. Hubungan sebab-akibat yang ditetapkan melalui penelitian kausal komparatif sangat sedikit dan tentatif. Untuk melihat hubungan sebab-akibat sebenarnya hanya ada satu cara, yaitu dengan melakukan penelitian eksperimental.

Penelitian kausal komparatif sering dilakukan alasan-alasan berikut.

  • Data mungkin sudah ada atau sudah terjadi.
  • Penelitian kausal komparatif memungkinkan penyelidikan variabel yang tidak dapat atau tidak boleh diteliti secara eksperimental.
  • Penulisan kausal komparatif melengkapi petunjuk awal untuk studi eksperimental.
  • Penelitian kausal komparatif lebih mudah daripada penelitian eksperimental

Desain Penelitian Kausal Komparatif

Menurut Gay dalam Emzir desain dasar penelitian kausal komparatif adalah sangat sederhana, dan walaupun variabel bebas tidak dimanipulasi, ada prosedur kontrol yang dapat diterapkan. Studi kausal komparatif juga melibatkan variasi teknik statistik yang luas.

Kasus Kelompok Variabel bebas Variabel terikat
A (E) (X) 0
(K) 0
Atau
Kasus Kelompok Variabel bebas Variabel terikat
B (E) (X1) 0
(K) (X2) 0

Tabel desain dasar penelitian kausal komparatif (Gay, 1981: 201)

Keterangan :

(E) = kelompok eksperimental, () menunjukan tidak ada manifulasi
(K) = kelompok kontrol
(X) = variabel bebas
0 = variabel terikat

Desain penelitian kausal komparatif melibatkan pemilihan dua kelompok yang berbeda pada beberapa variabel bebas dan membandingkan mereka pada beberapa variabel terikat. tabel diatas mengindikasikan penelitian memilih dua kelompok subjek, tanpa mengacu pada kelompok eksperimental dan kelompok kontrol secara ketat walaupun mengacu lebih akurat sebagai kelompok-kelompok perbandingan.

Kedua kelompok mungkin berbeda, satu kelompok memiliki karakteristik yang tidak dimiliki oleh kelompok yang lain atau satu kelompok memiliki pengalaman yang tidak dimiliki oleh kelompok yang lain (kasus A).
Kedua, kelompok mungkin berbeda dalam satu tingkatan; satu kelompok memiliki lebih dari satu karakteristik dari kelompok lain atau kedua kelompok mungkin memiliki perbedaan jenis pengalaman (kasus B).

Pemilihan dan penentuan kelompok pembanding adalah bagian yang sangat penting dari prosedur kausal komparatif. Karakteristik atau pengalaman yang berbeda dari kedua kelompok harus didefinisikan secara jelas dan oprasional, sebagaimana setiap kelompok mewakili suatu populasi yang berbeda.

Cara bagaimana kedua kelompok didefinisikan akan mempengaruhi generalisasi hasil penelitian. Jika seseorang peneliti membandingkan antara satu kelompok siswa yang kehidupan rumahnya tidak stabil dengan satu kelompok siswa yang kehidupan rumahnya stabil, istilah kehidupan rumah yang tidak stabil harus mengacu pada jumlah sesuatu, seperti sebagai suatu rumah dengan seorang ibu yang pemabuk (peminum), atau seseorang bapak yang brutal, atau kombinasi dari berbagai faktor. Jika sampel dipilih dari populasi yang telah didefinisikan, pemilihan secara acak umumnya metode pemilihan yang disukai.

Pertimbangan yang penting dalam pemilihan sampel adalah keterwakilan (representatif) dari masing-masing populasi dan sama mengenai variabel kritis yang lain dari variabel bebas. Sebagaimana dengan studi eksperimental, tujuannya adalah memiliki kelompok yang sedapat mungkin sama pada semua variabel yang relevan, kecuali variabel bebas.

  • Untuk menentukan kesamaan dari kelompok-kelompok, informasi pada sejumlah latar belakang dan keadaaan variabel yang sedang berlaku dapat dikumpulkan.
  • Untuk meningkatkan kesamaan, atau untuk memperbaiki ketidaksamaan yang teridentifikasi, terdapat sejumlah prosedur variabel kontrol sebagai peneliti.

Prosedur Kontrol

Menurut Gay dalam Emzir menyatakan bahwa kekurangan randomisasi, manipulasi dan kontrol yang menjadi karakteristik dari studi eksperimental merupakan kelemahan dari penelitian kausal komparatif. Randomisasi subjek untuk kelompok, sebagai contoh mungkin satu-satunya cara untuk mencoba menjamin kesamaan kelompok.

Ini tidak dimungkinkan dalam penelitian kasual koperatif karena kelompok telah ada sebelumnya, dan selanjutnya ”perlakuan” atau variabel bebas telah diterima atau telah terjadi.

Masalah yang didiskusikan kemungkinan bahwa kelompok-kelompok berbeda pada beberapa variabel bebas yang telah teridentifikasi, merupakan penyebab nyata dari perbedaan kelompok yang teramati.

Sebagai contoh, jika seorang peneliti secara sederhana membandingkan satu kelompok siswa yang mendapatkan pendidikan pra-sekolah dengan satu kelompok lain yang tidak mendapatkannya, kesimpulan dapat digambarkan bahwa pendidikan pra sekolah menghasilkan prestasi belajar membaca lebih baik pada siswa kelas 1 SD. Walau demikian bagaimana peneliti menyadari situasi tersebut, ia dapat mengontrol variabel ini dengan hanya mempelajari siswa dari orang tua kaya.

Dengan demikian, kedua kelompok dapat dibandingkan satu yang mendapatkan program pendidikan pra sekolah , dapat disamakan dengan tingkat pendapatan orang tua, satu variabel ekstra. Contoh di atas adalah satu ilustrasi dari sejumlah metode statistik dan non statistik yang dapat digunakan dalam upaya mengontrol variabel ekstra (ekstraneous variabele).

Analisis dan Interpretasi Data

Analisis data dalam penelitian kasual koperatif melibatkan satu variasi statistik deskriptif dan inferensial. Semua statistik yang dapat di gunakan dalam penelitian dalam penelitian eksperimental dapat digunakan dalam penelitian kasual komparatif.

Statistik yang paling umum digunakan adalah rata-rata (mean), yang mengindikasikan rata-rata performasi dari suatu kelompok pada suatu pengukuran beberapa variabel dan simpangan baku (standar deviasi)

Statistik inferensial yang paling umum digunakan adalah

  • Uji-t, yang digunakan untuk melihat apakah terdapat suatu perbedaan yang signifikan antara rata-rata dari dua kelompok;
  • Analisis varian atau ANOVA, yang digunakan untuk melihat apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata dari tiga tau lebih kelompok;
  • Uji chi-kuadrat yang digunakan untuk membandingkan frekuensi-frekuensi kelompok, yaitu untuk melihat apakah suatu kejadian sering mencul dalam suatu kelompok dari kelompok yang lain.

Interpretasi dari temuan dari suatu penelitian kausal koperatif memerlukan kehati-hatian yang lebih besar. Hal yang harus dibayar terhadap kekurangan mengenai randomisasi dan manifulasi dan kontrol jenislain dari karakteristik penelitian eksperimental, adalah kesulitan untuk menetapkan hubungan sebab akibat dengan tingkat kepercayaan yang besar.

Hubungan sebab akibat mungkin dalam kenyataan atau fakta menjadi kebalikan dari suatu yang di hipotesiskan (dikatakan sebab mungkin akibat atau sebaliknya) atau mungkin terdapat faktor ketiga yang merupakan penyebap nyata, dari kedua sebab (variabel bebas) dan akibat (variabel terikat). Dalam banyak kasus kausalitas terbaik bukanlah alternatif yang layak dan tidak perlu diperhatikan.