© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan pembelajaran metode Simulasi?

pembelajaran

Seseorang dikatakan belajar apabila ia dapat melakukan sesuatu yang tak dapat dilakukan sebelum ia belajar, atau bila kelakuannya berubah, sehingga lain caranya menghadapi suatu situasi dari pada sebelum itu. Kelakuan dalam proses belajar melingkupi : pengamatan, pengenalan, pengertian, perbuatan perasaan, minat, penghargaan dan sikap.

Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru agar penggunaanya bervariasi sesuai yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir.

Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila dia tidak menguasai satu pun metode mengajar yang dirumuskan dan dikemukakan para ahli psikologi dan pendidikan.

Simulasi adalah tiruan atau perbuatan yang hanya pura-pura saja (dari kata simulate yang artinya pura-pura atau berbuat seolah-olah; dan simulation artinya tiruan atau perbuatan yang pura-pura saja)

Menurut Hamalik, simulasi adalah suatu teknik yang digunakan dalam semua sistem pengajaran, terutama dalam desain instruksional yang berorientasi pada tujuan-tujuan tingkah laku. Latihan-latihan ketrampilan menuntut praktik yang dilaksanakan di dalam situasi kehidupan nyata (dalam pekerjaan tertentu), atau dalam situasi simulasi yang mengandung ciri-ciri situasi kehidupan senyatanya. Latihan- latihan dalam bentuk simulasi pada dasarnya berlatih melaksanakan tugas-tugas yang akan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah-langkah


Menurut Hasibuan dan Moedjiono (2008), ada beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan dalam penggunaan metode simulasi, yaitu :

  1. Penentuan topik dan tujuan simulasi;

  2. Guru memberikan gambaran secara garis besar situasi yang akan disimulasikan;

  3. Guru memimpin pengorganisasian kelompok, peranan-peranan yang akan dimainkan, pengaturan ruangan, pengaturan alat, dan sebagainya.

  4. Pemilihan pemegang peranan;

  5. Guru memberikan keterangan tentang peranan yang akan dilakukan;

  6. Guru memberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri kepada kelompok dan pemegang peranan;

  7. Menetapkan lokasi dan waktu pelaksanaan simulasi;

  8. Pelaksanaan simulasi;

  9. Evaluasi dan pemberian balikan;

  10. Latihan ulang.

Kelebihan dan Kelemahan


Menurut Hasibuan dan Moedjiono (2008) dalam pembelajaran metode simulasi ini juga memiliki kelebihan dan kelemahan yaitu sebagai berikut:

Kelebihan Metode Simulasi:

  1. Menyenangkan, sehingga siswa secara wajar terdorong untuk berpartisipasi;

  2. Menggalakkan guru untuk mengembangkan aktivitas simulasi;

  3. Memungkinkan eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya;

  4. Memvisualkan hal-hal yang abstrak;

  5. Tidak memerlukan ketrampilan komunikasi yang pelik;

  6. Memungkinkan terjadinya interaksi antarsiswa;

  7. Menimbulkan respon yang positif dari siswa yang lamban, kurang cakap dan kurang motivasi;

  8. Melatih berpikir kritis karena siswa terlibat dalam analisa proses, kemajuan simulasi.

Kelemahan Metode Simulasi:

  1. Efektifitasnya dalam memajukan belajar belum dapat dilaporkan oleh riset;

  2. Validitas simulasi masih banyak diragukan orang;

  3. Menuntut imajinasi dari guru dan siswa.