Apa yang dimaksud dengan Gangguan Kepribadian Paranoid?

gangguan kepribadian paranoid

Gangguan kepribadian paranoid atau GKP merupakan jenis gangguan kepribadian eksentrik yang mana membuat penderitanya akan terus memiliki rasa curiga dan tak percaya kepada orang lain di sekitarnya.

Apa yang dimaksud dengan gangguan kepribadian paranoid ?

1 Like

Gangguan kepribadian paranoid (GKP) adalah jenis gangguan kepribadian eksentrik di mana penderitanya memiliki rasa curiga dan tidak percaya yang tak ada hentinya terhadap orang lain. Tanda lain dari kondisi ini termasuk keengganan untuk bercerita pada orang lain, memendam dendam, dan menganggap semua peristiwa sebagai sesuatu yang “merendahkan” atau “mengancam” dirinya. Seseorang dengan gangguan kepribadian seringnya lekas marah dan tidak bersahabat terhadap orang lain.

Paranoia dapat menjadi delusi ketika pemikiran dan keyakinan yang tidak rasional ini ia rasa sangat pasti, hingga tidak ada yang dapat menyakinkan orang tersebut bahwa apa yang mereka pikirkan atau rasakan tidaklah benar. Ketika seseorang memiliki paranoia atau delusi, tetapi tidak memiliki gejala lainnya (seperti mendengar atau melihat hal yang tidak nyata), kemungkinan mereka memiliki apa yang disebut dengan gangguan delusional. Karena hanya pikiran yang terkena dampak, seseorang dengan gangguan delusional biasanya dapat bekerja dan berfungsi dalam kehidupan sehari-hari; namun, kehidupan mereka mungkin terbatas dan terisolasi.

Gangguan kepribadian paranoid adalah orang yang curiga dan tidak percaya tanpa alasan terhadap orang-orang lain dan ia tetap berpendapat bahwa orang lain menjadi ancaman bagi dirinya meskipun terdapat bukti yang kuat bahwa sikapnya tidak dapat dibenarkan.

Kepekaan tajam dalam hubungan-hubungan antarpribadi yang disertai dengan kecenderungan untuk memproyeksikan perasaan-perasaan curiga, cemburu yang ekstrem, dan iri hati dalam hubungan-hubungan itu merupakan ciri yang sangat khas dari kepribadian paranoid.

Karena orang yang menderita gangguan ini beranggapan bahwa ancaman-ancaman datang dari orang-orang yang berada di sekitarnya, maka ia akan menjadi cemas, tidak ramah, tanpa humor, dan suka berdebat dan ia sering ‘membesar-besarkan masalah yang kecil’.

Tidak adanya kepercayaan terhadap orang-orang lain dan tingkah lakunya yang protektif mungkin akan merusak hubungan-hubungan antarpribadi dan performansi dirinya di bidang pekerjaan. Tetapi, orang yang mengalami gangguan ini sering bekerja dengan sangat keras (ia berpikir bahwa ia harus mendahului orang-orang lain).

Gangguan kepribadian paranoid cenderung tidak memiliki kemampuan menyatakan perasaan negatif terhadap orang lain, selain itu mereka juga tidak kehilangan hubungan dengan dunia nyata, dengan kata lain berada dalam kesadaran saat mengalami kecurigaan secara berlebihan.

Penderita akan merasa sangat tidak nyaman untuk berada dengan orang lain, walaupun lingkungan tersebut ialah lingkungan yang hangat dan ramah. Dimana dan bersama siapa mereka akan memiliki ketakutan akan dikhianati dan dimanfaatkan oleh orang lain.