Apa sebenarnya yang disebut dengan Agroforestri?


agroforestri menurut khairiah (2004) merupakan suatu sistem pengelolaan sumber daya alam yang dinamis dan berbasis ekologis, pada pelaksanaannya memadukan berbagai jenis pohon dalan suatu tingkat lahan (petak) maupun pada suatu bentang lahan (lansekap). sedangkan agroforestri menurut pendapat Lungren dan Raintree (1982) dalam (Titdoy dkk, 2012) menyatakan bahwa agroforestri itu merupakan istilah kolektif yang digunakan untuk sistem penggunaan lahan yang tersusun pohon berkayu dengan tanaman pertanian. berdasarkan kedua pendapat tersebut diketahui bahwa agroforestri merupakan pengelolaan lahan yang memadukan lebih dari satu tanaman atau merupakan sebaliknya dari sistem pertanian monoculture.

pengelolaan pertanian yang memadukan berbagai jenis tanaman ini menurut (khairiah, 2000) dalam (Titdoy dkk, 2012) dibagi lagi menjadi berbagai sistem pengelolaan yang ditinjau berdasarkan aspek-aspek tertentu seperti komoditas yang diusahakan, skala pengelolaan dan bahkan sampai pada pihak yang terkait .

sehingga muncul pertanyaan bagaimana saja bentuk/struktur agroforestri tersebut ? dan bagaimana hubungan bentuk/struktur dengan pengelolaannya ? serta bagaiaman ragam manfaat yang diperoleh dari setiap struktur dan pengelolaan tersebut ?

berikut literasi tambahan buat bahan diskusi teman-teman sekalian :innocent:

Agroforestri dan orientasi pemanfaatannya.pdf (487.5 KB) Agroforestry Principles.pdf (1.0 MB) Definition of Agroforestry Revisited.pdf (503.8 KB) Pengelolaan agroforestri.pdf (185.2 KB) Pertanian konservasi dengan pola agroforestri dan hubungannya dengan erosi.pdf (1008.3 KB) Portrait of Agroforestry in Quebec Executive Summary.pdf (491.8 KB)

41 Likes
Menurut Utami et.,al (2003), agroforestri merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan baru di bidang pertanian dan kehutanan yang berupaya mengenali dan mengembangkan keberadaan sistem agroforestri yang telah dipraktekkan petani sejak dulu kala. Secara sederhana, agroforestri berarti menanam pepohonan di lahan pertanian, dan harus diingat bahwa petani atau masyarakat adalah elemen pokoknya (subyek). Dengan demikian kajian agroforestri tidak hanya terfokus pada masalah teknik dan biofisik saja tetapi juga masalah sosial, ekonomi dan budaya yang selalu berubah dari waktu ke waktu, sehingga agroforestri merupakan cabang ilmu yang dinamis. Agroforestri adalah salah satu sistem pengelolaan lahan yang berfungsi produktif dan protektif (mempertahankan keanekaragaman hayati, ekosistem sehat, konservasi air dan tanah, lubuk C daratan), sehingga seringkali dipakai sebagai salah satu contoh sistem pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Referensi:
Utami, S., R., Verbist,B., Meine van Noordwijk, Hairiah, K., & Sardjono, M., A. 2003. Prospek Penelitian dan Pengembangan Agroforestri di Indonesia. World Agroforestry Center (ICRAF).

17 Likes

Agroforestri adalah budidaya tanaman kehutanan (pohon-pohon) bersama dengan tanaman pertanian (tanaman semusim).

Agroforestri merupakan suatu sistem pengelolaan lahan untuk mengatasi masalah ketersediaan lahan dan peningkatan produktivitas lahan. Masalah yang sering timbul adalah alih fungsi lahan menyebabkan lahan hutan semakin berkurang. Agroforestri diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut dan masalah ketersediaan pangan.

Penggabungan komponen-komponen yang termasuk dalam agroforestri dikenal dengan nama :

  • Agrisilvikultur merupakan Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan (pohon, perdu, palem, bambu, dll.) dengan komponen pertanian.
  • Silvopastura merupakan Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan dengan peternakan
  • Agrosilvopastur merupakan Kombinasi antara komponen atau kegiatan pertanian dengan kehutanan dan peternakan/hewan
  • Silvofeshry merupakan Kombinasi antara komponen kehutanan dan komponen perikanan. Sistem ini merupakan pemanfaatan hutan mangrove dikombinasikan dengan tambak ikan.

Tujuan akhir program agroforestri adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat petani, terutama yang di sekitar hutan, yaitu dengan memprioritaskan partisipasi aktif masyarakat dalam memperbaiki keadaan lingkungan yang rusak dan berlanjut dengan memeliharanya. Program-program agroforestri diarahkan pada peningkatan dan pelestarian produktivitas sumberdaya, yang akhirnya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

10 Likes

Saya Meryta izin menanggapi agroforestri berarti membicarakan mengenai sistem.
Sistem terdiri dari beberapa komponen dalam susunan tertentu (struktur), yang
satu sama lain saling berpengaruh atau melaksanakan fungsinya. Pada dasarnya agroforestri terdiri dari tiga komponen pokok, yaitu kehutanan, pertanian dan
peternakan, dimana masing-masing komponen sebenarnya dapat berdiri sendiri-
sendiri sebagai satu bentuk sistem penggunaan lahan. Menurut Sukmawati et al.
(2014), agroforestri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sistem agroforestri
sederhana dan agroforestri kompleks.

12 Likes

Secara singkatnya menanam tanaman berkayu dan tanaman pertanian dalam satu lahan disebut teknik AgroForestry. Apakah teknik ini cocok di semua jenis tanah? Atau hanya tanah tertentu?

11 Likes

Menurut Hairiah (2003) Agroforestry adalah suatu bentuk pengelolaan lahan dengan mengoptimalkan tanaman pohon secara bersama-sama sehingga tercapai sistem berkelanjutan, baik secara ekologinya, sosial dan ekonomi. Sedangkan pengertian agrosilviculture yakni campuran antara tanaman pertanian dan pepohonan, dimana penggunaan lahan sadar untuk memproduksi hasil-hasil pertanian dan kehutanan.

8 Likes

Menurut saya, agroforestri merupakan salah sistem usaha kombinasi pertanian dan kehutanan yang memanfaatkan lahan pertanian untuk ditanami tanaman semusim dan tanaman tahunan. Bentuk penggunaan yang ada juga bermacam-macam, seperti contohnya agrisilvikultur yaitu sistem agroforestri yang menggabungkan tanaman berkayu dan non-kayu; silvopastoral yaitu sistem yang menggabungkan tanaman untuk pakan ternak (karena akan ada kombinasi peternakan) dan tanaman lain; serta lain sebagainya.

8 Likes

Izin bertanya, bagaimana peranan dan pengembangan agroforestry di Indonesia dan bagaimana cara efektif untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai agroforestry itu sendiri? Karena sepertinya masyarakat awam belum familiar dengan agroforestry. Terimakasih.

10 Likes

G

Agroforestry terdiri dari 3 struktur yaitu Pertanian, kehutanan, dan peternakan.
Hubungan antara ke3 komponen ini pun tdk berjalan sendiri-sendiri melainkan didukung dengan kombinasi yang baik seshingga membentuk Agroforestry itu sendiri.
Adapaun bentuk Agroforeatry itu adalah : a) Agrisilvikultur yaitu kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan (pepohonan, perdu, palem, bambu, dan lain-lain.) dengan komponen pertanian.

b) Agropastura yaitu kombinasi antara komponen atau kegiatan pertanian dengan komponen peternakan

c) Silvopastura yaitu kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan dengan peternakan

d) Agrosilvopastura yaitu kombinasi antara komponen atau kegiatan pertanian dengan kehutanan dan peternakan/hewan

Dari keempat kombinasi tersebut, yang termasuk dalam Agroforestri adalah Agrisilvikutur, Silvopastura dan Agrosilvopastura. Sementara Agropastura tidak dimasukkan sebagai Agroforestri, karena komponen kehutanan atau pepohonan tidak dijumpai dalam kombinasi tersebut. Di samping empat kombinasi tersebut, Nair (1987) menambah sistem-sistem lainnya yang dapat dikategorikan sebagai agroforestri. Beberapa contoh yang menggambarkan sistem lebih spesifik yaitu:

e) Silvofishery yaitu kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan dengan perikanan.

f) Apikultur yaitu budidaya lebah atau serangga yang dilakukan dalam kegiatan atau komponen kehutanan.

Ragam manfaat yang diperoleh dari setiap struktur , Menurut Hiriah, Sarjono dan Sabarudin (2003), Keunggulan agroforestri dibandingkan sistem penggunaan lahan lainnya, yaitu dalam hal:

  • Produktivitas ( Productivity ): Dari hasil penelitian dibuktikan bahwa produk total sistem campuran dalam agroforestri jauh lebih tinggi dibandingkan pada monokultur. Hal tersebut disebabkan bukan saja keluaran (output) dari satu bidang lahan yang beragam, akan tetapi juga dapat merata sepanjang tahun. Adanya tanaman campuran memberikan keuntungan, karena kegagalan satu komponen/jenis tanaman akan dapat ditutup oleh keberhasilan komponen/jenis tanaman lainnya.
  • Diversitas ( Diversity ): Adanya pengkombinasian dua komponen atau lebih daripada sistem agroforestri menghasilkan diversitas yang tinggi, baik menyangkut produk maupun jasa. Dengan demikian dari segi ekonomi dapat mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga pasar. 11 Sedangkan dari segi ekologi dapat menghindarkan kegagalan fatal pemanen sebagaimana dapat terjadi pada budidaya tunggal (monokultur)
  • Kemandirian ( Self-regulation ): Diversifikasi yang tinggi dalam agroforestri diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dan petani kecil dan sekaligus melepaskannya dari ketergantungan terhadap produkproduk luar. Kemandirian sistem untuk berfungsi akan lebih baik dalam arti tidak memerlukan banyak input dari luar (pupuk, pestisida), dengan diversitas yang lebih tinggi daripada sistem monokultur.
  • Stabilitas ( Stability ): Praktek agroforestri yang memiliki diversitas dan produktivitas yang optimal mampu memberikan hasil yang seimbang sepanjang pengusahaan lahan, sehingga dapat menjamin stabilitas dan kesinambungan pendapatan petani.
10 Likes

Izin menanggapi, menurut referensi yang saya baca, dalam penggabungan ini tetap harus memerhatikan jenis tanah yang cocok untuk tanaman" tersebut, nah di sini disarankan untuk memilih tanah yang subur yang kaya akan unsur hara, sehibgga proses keberhasilan ya lebih terjamin

7 Likes

Menurut Reijntjes (1999) Menyatakan Agroforestry sebagai pemanfaatan tanaman kayu tahunan secara seksama (pepohonan, belukar, palem, bambu) padasuatu unit pengelolaan lahan yang sama sebagai tanaman yang layak tanam, pada ngrumput dan atau hewan, baik dengan pengaturan ruang secara campuran atau ditempat dan saat yang sama maupun secara berurutan dari waktu kewaktu.

Ruang Lingkup Agroforestri

Pada dasarnya agroforestri terdiri dari tiga komponen pokok yaitu kehutanan, pertanian dan peternakan, dimana masing-masing komponen sebenarnya dapat berdiri sendiri-sendiri sebagai satu bentuk system penggunaan lahan. Hanya saja sistem-sistem tersebut umumnya ditujukan pada produksi satu komoditi khas atau kelompok produk yang serupa. Penggabungan tiga komponen tersebut menghasilkan beberapa kemungkinan bentuk kombinasi sebagai berikut:

  • a) Agrisilvikultur : Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan (pepohonan, perdu, palem, bambu, dll.) dengan komponen pertanian
  • b) Agropastura : Kombinasi antara komponen atau kegiatan pertanian dengan komponen peternakan
  • c) Silvopastura : Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan dengan peternakan
  • d) Agosilvopastura : Kombinasi antara komponen atau kegiatan pertanian dengan kehutanan dan peternakan/hewan.

Dari keempat kombinasi tersebut, yang termasuk dalam agroforestri adalah Agrisilvikutur, Silvopastura dan Agrosilvopastura. Sementara agropastura tidak dimasukkan sebagai agroforestri, karena komponen kehutanan atau pepohonan tidak dijumpai dalam kombinasi.

Di samping ketiga kombinasi tersebut, Nair (1987) menambah sistem-sistem lainnya yang dapat dikategorikan sebagai agroforestri. Beberapa contoh yang menggambarkan system lebih spesifik yaitu:

  1. Silvofishery : Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan dengan perikanan.
  2. Apiculture : Budidaya lebah atau serangga yang dilakukan dalam kegiatan atau komponen kehutanan.

Apa manfaat dari Agroforestri ?

7 Likes

Menurut KBBI, Agroforestri ialah istem pertanian tanaman pangan dan tanaman kehutanan yang ditanam dalam lahan yang sama

Dapat disimpulkan bahwa agroforestri yaitu menanami suatu lahan dengan berbagai jenis tanaman. Umumnya tanaman kehutanan dengan tanaman komoditas tertentu. Agroforestri memiliki berbagai manfaat yaitu menjaga tingkat kesuburan tanah, meningkatkan taraf hidup dan kemampuan ekonomi masyarakat, serta mendukung keanekaragaman hayati khususnya tumbuhan.

3 Likes
Teknik Agroforestry sejatinya dapat digunakan pada semua jenis tanah apabila tanah tersebut masih produktif dan sesuai dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Jadi cocok atau tidaknya bisa dilihat dari jenis tanaman yang hendak ditanam. Menurut Utami (2003), sistem agroforestry dapat menciptakan iklim mikro dan konservasi tanah danair yang lebih baik. Karena hal itu agroforestri dapat digunakan pada semua jenis tanah karena juga akan memperbaiki kondisi tanah tersebut.
5 Likes

Pengelolaan lahan (agroforestry maupun hutan tanaman) bisa berjalan secara optimal bila didasari oleh pengetahuan tentang jenis, sifat-sifat dan karakteristik tempat tumbuhnya. Dari sekian banyak jenis tumbuhan yang hidup di Indonesia, kita harus memilih jenis-jenis tertentu dari tanaman kehutanan (pohon), tanaman pangan (pertanian), tanaman penghasil buah, tanaman penghasil obat dan jenis hewan ternak untuk mengisi lahan agroforestry. Manfaat yang bisa diambil dari pengetahuan jenis adalah agar kita bisa meramunya menjadi komposisi yang ideal bagi lahan agroforestry sehingga fungsi pekarangan yang kita inginkan bisa tercapai (Mahendra, 2009 dalam Panjaitan 2011).

Model Agroforestri pola tanam yang diterapkan secara garis besar adalah sebagai berikut :

  1. Tanaman Pokok ; berupa tanaman kehutanan yang merupakan prioritas utama tanaman yang ditujukan sebagai produksi kayu dengan penentuan daur tebang selama 5 tahun. Jenis tanaman yang dipilih yaitu jenis sengon (Faraserianthes falcataria).
  2. Tanaman Semusim (Tahap I); merupakan tanaman pertanian yang berotasi pendek, ditanam diantara tanaman pokok dengan jarak minimal 30 cm dari batang tanaman pokok. Waktu penanaman dilaksanakan pada tahun pertama atau sebelum tanaman pokok berusia satu tahun, jenis tanaman yang dipilih kacang tanah.
  3. Tanaman semusim (Tahap II) ; dipilih tanaman pertanian berotasi pendek yang dapat tumbuh dengan/tanpa naungan, ditanam setelah panen tanaman semusim tahap pertama (kacang tanah) sampai batas waktu tanaman pokok berumur dua tahun. Jenis tanaman yang dipilih adalah jahe gajah.
  4. Tanaman Keras ; merupakan tanaman pertanian yang berotasi panjang /tanaman perkebunan yang dapat hidup dibawah naungan dan bukan sebagai pesaing bagi tanaman pokok dalam memperoleh cahaya . Ditanaman setelah tanaman pokok berurmur 2 tahun, menempati lahan diantara tanaman pokok, tujuan penanaman untuk untuk memperoleh hasil buah (non kayu). Jenis yang terpilih adalah tanaman kopi (Anonym, 2001).
4 Likes

Apakah teknik Agroforestri ini memiliki kelebihan baik dalam segi efektivitas ataupun hal lain jika dibandingkan dengan pengelolaan sistem pertanian monoculture?

4 Likes

Agroforestry merupakan salah satu sistem pengolahan lahan hutan dengan tujuan untuk mengurangi kegiatan perusakan hutan sekaligus meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan.
Menurut De Foresta dan Michon (1997), Agroforestry dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu :
1. Sistem agroforestri sederhana
Sistem pertanian yang merupakan perpaduan satu jenis tanaman tahunan yang ditanam secara tumpang sari dengan satu atau lebih jenis tanaman semusim.
2. Sistem agroforestri kompleks.
Sistem pertanian menetap yang melibatkan banyak jenis pepohonan, baik yang disengaja ditanam atau tidak.

5 Likes

Umaternate et al. (2016) menyatakan bahwa agroforestri merupakan istilah yang digunakan dalam sistem penggunaan lahan, yang mana terdapat tanaman tahunan berkayu seperti pohom, semak, dan jenis-jenis bambu yang dikombinasikan dengan tanaman pertanian. Sementara untuk bentuk dari agroforestri sendiri dibagi menjadi dua, yaitu agroforestri kompleks dan agroforestri sederhana. Agroforestri kompleks ditandai dengan adanya banyak jenis pepohonan yang dikelola oleh petani, baik sengaja ditanam maupun tumbuh secara alami dengan ekosistemnya menyerupai hutan. Contoh dari agroforestri kompleks yaitu perpaduan antara tanaman pinus yang menaungi tanaman kopi dibawahnya. Sedangkan agroforestri sederhana yaitu sistem penggunaan lahan yang mengkombinasikan tanaman pepohonan dengan tanaman pertanian semusim, contohnya adalah tanaman sengon dengan tanaman cabai atau jagung dibawahnya. Penerapan konsep agroforestri memberikaan manfaat antara lain adalah adanya penghematan lahan, terjaganya ekosistem hutan, dan peningkatan ekonomi bagi petani setempat.

source : Umarternate, A., Kainde, R.P, Walangitan, H.D. 2016. Struktur Dan Komposisi Tumbuhan Bawah Pada Sistem Agroforestri di Desa Warembungan. Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi: Manado

5 Likes

Nama saya Tina Pandu Winata, izin berpendapat dan menyampaikan iai jurnal yang saya baca, disana menyebutkan bahwa,
Agroforestry merupakan alternatif
bentuk penggunaan lahan terdiri dari
campuran tanaman keras (pepohonan atau
semak) dengan atau tanpa tanaman semusim
dan ternak dalam satu bidang lahan.
Komposisi tanaman yang beragam pada
agroforestry ini, menyebabkan agroforestry
memiliki fungsi dan peran yang lebih dekat
kepada tutupan hutan dibandingkan dengan
pertanian, perkebunan dan lahan kosong.
Oleh karena itu, agroforestry memiliki
fungsi yang menyerupai hutan terutama
dalam memperbaiki hasil air pada skala
DAS. (Junaidi 2012)

5 Likes

jawaban dari kak dwi.

petani kita kan masih minim kalo untuk mengetahui jenis tanah secara spesifik, bagaimana kalo kita bahas dari ketinggian lahannya saja kak. apakah untuk tanah ketinggian tertentu agroforestri ini cocok atau tidak ? atau mungkin pada ketinggian yang rendah (lembah) cocok atau tidak sistem ini?

4 Likes

Agroforestri secara umum ialah sistem penanaman pohon atau tanaman hutan lainnya yang dikombinasikan dengan sistem pertanian atau dapat disebut juga sistem wanatani sehingga terdapat 2 unsur yang membangun makna agroforestri yaitu aspek agro (pertanian) dan aspek forestri (kehutanan). Agroforestri sendiri memiliki 2 tipe yaitu agroforestri sederhana dan kompleks (De Foresta dan Michon, 1997). Agroforestri memiliki peran penting khususnya dalam fungsi lingkungan dan dalam fungsi sosial-ekonomi. Agroforestri erat juga kaitannya dengan fungsi hidrologis dan konservasi (Widiyanto A., 2013).

4 Likes