Apa saja dampak karang gigi terhadap kesehatan gigi dan mulut?

Karang Gigi atau Kalkulus gigi adalah plak gigi yang mengalami mineralisasi, melekat erat pada permukaan gigi atau gigi tiruan. Kalkulus terdiri dari air, bahan organik, dan bahan anorganik, yaitu kalsium fosfat (75,9%), kalsium karbonat (3,1%), sedikit magnesium fosfat dan beberapa ion lain (Na. Fe, Zn, Si dll).

Efek yang paling umum jika memiliki karang gigi adalah proses menyikat gigi dan flossing menjadi tidak efektif. Gangguan pada gigi ini akan memudahkan proses pemecahan lapisan gigi yang diakibatkan oleh asam dan dikeluarkan oleh bakteri mulut. Hal ini akan memudahkan munculnya gigi berlubang atau kerusakan gigi.

Selain itu, efek karang gigi lainnya adalah sebagai berikut:

  • Menjadi tempat bersarang bakteri
    Secara keseluruhan, karang gigi memiliki efek serius pada kesehatan mulut terutama jika tumbuh di atas garis gusi. Sebab ini merupakan tempat yang tepat bagi bakteri untuk bersarang, kemudian menyusup ke dalam gusi sehingga membuatnya rusak, serta mengalami iritasi dan peradangan.

  • Menyebabkan gingivitis alias radang gusi
    Salah satu efek paling umum dari karang gigi adalah terjadinya gingivitis alias radang gusi. Setelah gingivitis terjadi, sementara karang gigi tetap ada, maka gusi tinggal menunggu waktu untuk terkena penyakit periodontitis. Penyakit ini berbentuk kantong nanah yang timbul di antara gusi dan gigi.

  • Meningkatkan risiko gigi tanggal
    Ketika sistem pertahanan tubuh melakukan reaksi perlawanan terhadap bakteri yang ada di dalam kantong nanah gigi maka secara bersamaan bakteri juga akan melepaskan zat pertahanan diri. Akibatnya, tulang gigi dan jaringan di sekitarnya bisa mengalami kerusakan. Jika terus berlanjut, maka bersiaplah untuk kehilangan gigi, sekaligus mengalami penipisan tulang di mana gigi tertanam.

  • Memicu penyakit jantung dan stroke
    Munculnya penyakit jantung dan stroke bisa juga berhubungan dengan kesehatan gusi. Diduga bakteri dan mikroorganisme yang terdapat dalam plak gigi bisa masuk ke dalam aliran darah dan menimbulkan reaksi peradangan. Kondisi ini menyebabkan kerusakan dan penyumbatan pada pembuluh darah. Jika aliran darah tersumbat, maka risiko terkena penyakit jantung dan stroke akan meningkat.

Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan, risiko penderita kanker meninggal lebih cepat terkait dengan tingginya kadar plak di gigi. Walau hal ini belum terbukti sepenuhnya dan masih perlu dipelajari secara lebih menyeluruh, menjaga kesehatan mulut sebaiknya tidak dianggap sepele.

Sumber : https://www.alodokter.com/apa-saja-efek-karang-gigi-dan-cara-mencegahnya