Mengapa orang dengan tingkat kepintaran (intelegensia) tinggi terlihat lebih tenang dalam mengahdapi sesuatu?

Sangat jarang kita , walaupun masih ada, melihat orang yang terlihat intelek, diasumsikan mempunyai tingkat intelegensia yang tinggi, lebih tenang pembawaannya,

Terkadang kita menjustifikasi orang-orang yang emosional dengan sebutan “orang bodoh”.

Pada dasarnya orang yang pintar akan mampu menata emosinya, berdasarkan pengalaman-pengalaman mereka dalam proses mencari ilmu. Oleh karena itu, terkadang tidak ada hubungannya antara tingkat edukasi seseorang dengan kedewasaan mereka dalam menata emosinya.

Beberapa alasan orang pintar biasanya terlihat lebih tenang antara lain karena :

  • Mereka secara mental kuat dan memiliki pikiran yang santai.
  • Mereka memiliki kendali atas pikiran dan perilaku mereka.
  • Mereka secara emosional kuat dan tidak mudah merasa senang atau frustrasi.
  • Mereka mendengarkan lebih dari mereka berbicara.
  • Mereka memiliki kesadaran diri dan hidup pada saat ini.
  • Mereka menghindari argumen yang tidak berguna.
  • Mereka tahu bahwa tidak semua orang akan setuju dengan mereka dan mereka terbuka terhadap pendapat orang lain.

Orang yang cerdas akan berpikir terlebih dahulu sebelum mereka berbicara.

Orang yang emosional biasanya tidak punya filter, dan akan cepat mengatakan apapun yang ada dalam pikiran tanpa memikirkan konsekuensinya. Ini tidak berarti mereka bodoh, tapi hal itu berarti mereka tidak terlalu memikirkan apa yang mereka katakan atau lakukan.

Mereka selalu menggunakan akalnya, denganmengubungkan segala sesuatunya, sebelum mereka berbicara. Oleh karena itu, mereka akan terlihat lebih tenang dibandingkan orang yang “asal ngomong”

Dalam ber-argumentasi-pun, mereka menggunakan teori argumentasi yang benar. (Baca : teori argumentasi).
Selalu ada dasar, baik itu data maupun informasi, yang melatarbelakangi argumen mereka.

Orang yang cerdas juga berpikir rasional, berpikir dengan akal mereka.

Orang yang cerdas tidak memperpanjang masalah mereka. Mereka mengakhiri permaslahan mereka dengan melakukan apa yang perlu dilakukan agar masalah itu hilang.

Orang menghabiskan waktu berjam-jam atau berhari-hari untuk mengatasi hal-hal yang tidak terlalu penting, sama saja dengan membiarkan emosi mereka mengatur hidup mereka, dan seringkali mereka menyia-nyiakan begitu banyak energi sehingga mengorbankan dirinya sendiri dan bukan hanya memperbaiki masalah.

Oleh karena itu, orang yang cerdas biasanya menghindari dirinya terjebak kedalam masalah. Segala sesuatunya telah diperhitungkan dengan baik. Misalnya, dalam sebuah diskusi, apabila lawan diskusinya menyerang dengan kalimat-kalimat yang tidak berdasar, mereka akan memilih untuk diam.

Diam bukan berarti dia menyetujui apa yang disampaikan, atau mengaku kalah dengan mereka. Diam disini mempunyai arti bahwa orang yang cerdas tidak mau menjadi bagian dari masalah dengan berdiskusi tanpa dasar.

image

Otak manusia mempunyai neocortex yang sangat kompleks, bila dibandingkan dengan primata lainnya.

Neocortex adalah bagian otak yang dianggap paling mempengaruhi kecerdasan sosial manusia. Lapisan setebal 2-4 milimeter itu dinilai sebagai keunggulan terbesar manusia karena berperan dalam perkembangan fungsi persepsi, nalar, dan bahasa.

image

Yang menarik adalah otak juga membutuhkan latihan, sama seperti otot manusia. Apabila kita jarang menggunakan otak kita, maka otak kita-pun akan melemah. Orang cerdas selalu melatih otaknya dengan cara berpikir, berpikir dan berpikir.

Oleh karena itu, orang cerdas mampu untuk melakukan analisis yang kompleks dibandingkan dengan orang bodoh.

Lalu apa hubungannya dengan ketenangan dalam menyikapi sesuatu ?

Karena orang cerdas sudah terbiasa untuk meikirkan hal-hal yang kompleks, dan otaknya-pun mempunyai kemampuan untuk melakukan hal tersebut, maka dalam menghadapi sesuatu, mereka selalu menganalisis-nya dengan cermat. Mereka hubungkan fakta-fakta yang ada, informasi-informasi yang berkaitan dan konsekuensi-konsekuensi tiap-tiap pilihan yang ada.

Hal tersebut yang membuat mereka terlihat tidak emosional dibandingkan orang yang bodoh. Mereka berpikir jauh lebih kompleks dibandingan dengan orang bodoh.

Take care of your thoughts when you are alone and take care of your words when you are with people