Benarkah Musik Berdampak Baik Bagi Psikologi Manusia Selama Pandemi?

Sudah setahun lebih pandemi melanda dunia dan orang-orang terus mencari strategi agar bisa tetap sehat secara fisik maupun mental. Saat pandemi banyak musisi yang kemudian menyajikan karyanya secara virtual. Cara baru dalam bermusik ini memberikan dampak psikologis yang berbeda dibandingkan dengan bermusik secara langsung. Selain itu, konser virtual juga dapat meningkatkan kedekatan antara artis yang tampil dengan penonton dan juga antar sesama penonton.Hhal ini karena para penonton bisa bertegur sapa dengan meninggalkan pesan langsung ke artis lewat kolom komentar yang tersedia selama konser virtual berlangsung.

Menurut kalian, benarkah musik memberikan dampak baik bagi psikologis selama pandemi ini?

Referensi

Theconversation “Berbagai penelitian tunjukkan musik berdampak baik bagi psikologis manusia selama pandemi”

1 Like

Menurut saya iya sih dan memang saya alami sendiri, musik yang membawa semangat pasti akan berdampak baik bagi kita terutama mental di masa pendemi ini. Anggapan bahwa musik memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku bukan berita baru. Kamu pasti pernah merasa bersemangat ketika mendengar hentakan musik beraliran rock, atau tiba-tiba merasa galau ketika turut mengalunkan musik sendu, kamu dengan mudah memahami kekuatan musik untuk memengaruhi suasana hati, bahkan menginspirasi perilaku. Musik membuat stress kita berkurang, selama pandemi ini pasti banyak banget tugas mau tugas dari pekerjaan atau kuliah kan. Nah jika mendengarkan musik beban nya pun terlupakan dan mengerjakan tugas dengan enjoy. Selain itu biasanya saya mendengarkan musik sebelum tidur sebagai pengiring tidur saya agar nyenyak.

Menurut saya iya. Dari pengalaman saya sendiri pun, saya merasakan bahwa mendengarkan musik berdampak pada psikologis saya. Seperti ketika sedang merasa mumet, saya mendengarkan beberapa musik metal yang kemudian meningkatkan mood saya.

Berikut paparkan penelitian terkait pengaruh musik terhadap psikologis manusia yang saya rangkum dari jurnal yang dituliskan oleh Saleha, R. A. S. (2019) dengan judul Do Re Mi: Psikologi, Musik, dan Budaya :

Penelitian Maratos, Gold, Wang, & Crawford (2008) terapi musik efektif dalam meningkatkan kualitas hidup.

Penelitian Labbe, Schmidt, Babin, & Pharr (2007) bahwa mendengarkan musik klasik setelah terpapar stressor, secara signifikan menurukan emosi negatif dan arousal fisiologis jika dibandingkan dengan mendengarkan musik heavy metal ataupun hanya duduk dalam keheningan.

Stressor adalah faktor-faktor yang dapat mengakibatkan stres.
Arousal adalah peningkatan aktivitas fisiologis.

Berdasarkan pengalaman saya selama pandemi, musik memang menjadi salah satu penyelamat hidup dari rasa bosan. Belajar, bersih-bersih rumah, mencuci piring, berjemur menjadi lebih menyenangkan saat mendengarkan musik. Karaoke dengan suara sumbang juga sukses mengusir stress selama pandemi.

Oleh karena itu saya sangat mengapresiasi para musisi yang tetap berusaha menghibur walaupun di tengah pandemi.

Bener banget! Selama pandemi ini, musik termasuk salah satu yang bantu mood aku jadi bagus. Menurut aku hal apapun bisa ditemenin sama musik. Lagi olahraga dengerin musik yang upbeat, lagi santai dengerin musik yang soft, bahkan lagi sedih pun dengerin musik yang bisa nenangin perasaan dari liriknya yang bisa kasih positive affirmations ke diri kita. Terlebih aku paling seneng kalau penyanyi kesukaanku lagi adain virtual live concert, setuju banget sih sama pernyataan ini :

Walaupun virtual tapi suasana konsernya masih kerasa banget dan justru lebih intimate. Jadi musik memang sangat membantu aku untuk stay positive di masa pandemi ini.

Menurutku meskipun sedang pandemi atau tidak, musik akan selalu berdampak baik pada psikologi karena dengan mendengarkan musik itu dapat menghibur dan mengembalikan suasana hati menjadi lebih baik. Selain itu, musik juga bisa memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku, makanya tak jarang ketika mendengarkan lagu yang bersemangat, diri kita akan ikut merasa semangat.

Dari referensi yang aku baca, mendengarkan musik ini memiliki banyak manfaat loh, antara lain:

  1. Membantu mengurangi stress, misalnya pada musik yang biasa digunakan untuk meditasi, menenangkan pikiran, dan mendukung untuk relaksasi.
  2. Membantu mengelola rasa sakit, cukup dengan mendengarkan musik selama satu jam setiap hari itu akan membantu untuk mengurangi rasa sakit pada diri kita.
  3. Membuat tidur lebih nyenyak, mendengarkan musik ketika sulit tidur atau insomnia adalah cara yang efektif untuk dicoba seperti musik klasik yang akan menenangkan.
  4. Mengurangi gejala depresi, jika depresi tidak ditangani dengan baik tentu akan membuat seseorang cenderung bertindak tanpa berpikir panjang. Namun, hal ini bisa diatasi dengan mendengarkan music.

Aku pribadi merasakan hal itu, dimana musik membantu aku untuk menjadi lebih baik karena dengan mendengarkan musik itu akan selalu membawa positive vibes untuk aku.

Referensi

Gemar Musik, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Mental

Seperti yang kita tau musik bisa menjadi perantara bagi kita dalam menuangkan emosi, Melansir Medical Daily (3/9), musik memiliki kemampuan untuk mempengaruhi seseorang secara pribadi. Bahkan, musik dapat menciptakan beragam emosi, mulai dari rasa tenang, bahagia, bahkan menciptakan ruang untuk bernostalgia.

Beberapa negara saat ini memperlakukan lockdown untuk mencegah penyebaran COVID-19. Kebijakan ini memaksa orang menghabiskan waktu lebih banyak di rumah saja untuk melakukan berbagai aktivitas. Hal ini berdampak buruk pada kondisi psikologis manusia.

Penelitian terbaru di Selandia baru menunjukkan bahwa orang-orang mengalami stres berat, peningkatan tingkat kecemasan, dan penurunan kesejahteraan psikologis selama lockdown .
Namun, penelitian di Australia menemukan adanya hubungan positif antara mendengarkan musik selama lockdown dan kepuasan hidup. Orang yang sering mendengarkan musik dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan kepuasan hidup yang lebih tinggi juga.
Penelitian lainnya dari Australia juga menemukan bahwa mendengarkan musik bisa mengurangi stres akibat COVID-19 sama efektifnya dengan berolahraga dan tidur.
Sementara itu, penelitian di Finlandia menunjukkan kebiasaan mendengarkan musik meningkat dibandingkan sebelum pandemi. Penelitian tersebut menyelidiki peran musik dalam kehidupan sehari-hari di 37 negara di benua Amerika dan Eropa pada saat gelombang pertama COVID-19.

Para peneliti tersebut menemukan bahwa secara kualitatif, beberapa responden menyatakan bahwa musik dapat meningkatkan semangat, meningkatkan emosi positif, menurunkan emosi negatif, dan sarana untuk bernostalgia selama pandemi.

Source

https://theconversation.com/berbagai-penelitian-tunjukkan-musik-berdampak-baik-bagi-psikologis-manusia-selama-pandemi