© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana caranya menumbuhkan jiwa sosial dalam diri?

Sosial (Social) – Termotivasi oleh kesempatan bisa membantu orang lain dan berkontribusi dalam progress sosial.

5 Likes

Manusia merupakan makhluk sosial. Sudah menjadi keniscayaan jika manusia bergaul dan saling berinteraksi satu sama lain. Namun karena beberapa hal, terkadang manusia lebih memilih untuk sendiri, jarang melakukan interaksi dan bekerjasama satu sama lain.

Seorang manusia harus memiliki jiwa sosial agar mampu memposisikan dirinya dengan benar. Baik secara individu maupun masyarakat. Kepekaan untuk membantu sesama dan bekerja sama sangat dibutuhkan pada diri seseorang. Hal ini merupakan karakter yang positif.

Menumbuhkan jiwa sosial akan lebih mudah jika dimulai sejak dini atau pada masa anak-anak. Pada masa anak, orang tua dan lingkunagnnya lah yang sangat berperan penting bagi proses perkembangan dan pendidikan anak sebagai tempat tumbuhnya jiwa sosial pada anak.

Ada beberapa tips untuk menumbuhkan jiwa sosial pada diri anak, yaitu:

Sosialisasi

Keluarga merupakan sosialisasi primer bagi anak. Bagaimana kepribadian anak terbentuk, tergantung dari pendidikan orang tua. Orang tua yang utuh dan sempurna merupakan modal dasar yang baik bagi terciptanya kepribadian yang baik. Dalam artikel sebelumnya telah dibagikan tentang peranan ayah dalam pengasuhan anak. Dalam tahap ini adalah menyadarkan kepada anak bahwa keberadaannya sangat berarti bagi keluarga. Selalu luangkan waktu untuk bermain dan belajar bersama buah hari tercinta. Berikutnya perkenalkan anak pada anak-anak seusianya dlingkungan anda. Jangan cemas berlebihan ketika anak bermain dengan teman sebayanya. Ajari anak untuk bermain dengan siapa saja, serta ajari anak untuk positif thingking terhadap teman dengan tidak memilih-milih teman.


Berbagi

Setelah anak mau bermain dengan siapapun maka ajari anak untuk mau berbagi. Baik itu mainan atau makanan. Sebelum dengan orang lain, anda sebagai orang tua harus menjadi contoh utama. Ketika makan atau main aak anak untuk berbagi. Misalnya ketika anda makan roti maka beri ia setengahnya. Begitu juga ketika ia makan maka mintalah miliknya. Dengan latihan seperti ini maka anak akan mudah untuk berbagi dan tidak menjadi pribadi yang egois. Anak akan paham bahwa bersama-sama akan lebih menyenangkan.


Katakan tolong dan terimakasih

Banyak orang yang engan mengatakan tolong ketika meminta bantuan dan mengucapkan terimakasih setelahnya. Hal ini merupakan hal yang sepele namun sangat berarti bagi perkembangan anak. Dua kata ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat perlu ada penghormatan (kata tolong) dan pengarhagaan (terimakasih). Maka dari itu ketika meminta bantuan anak hendaknya mengucapkan tolong dan juga terimakasih. Misalnya: sayang, tolong ambilkan bunda sapu. Dan terimakasih setelah semua terlaksanakan. Mudahkan.


Peduli

Peduli merupakan sikap yang harus dimiliki anak. Tidak perlu muluk-muluk, ajari mulai dari rumah. Misalnya tentang sampah. Ajari anak untuk membuang sampah ke tempat sampah. Ini merupakan kepedulian terhadap lingkungan. Ini hal kecil tapi dampaknya begitu besar terhadap gaya hidup dalam masyarakat luas.


Sedekah

Sedekah merupakan praktik dalam pengembangan spiritual dan juga sosial. Ketika memberi uang di kotak amal maka jelaskan pada anak bahwa itu namanya sedekah. Ini penjelasan paling sederhana, selanjutnya ketika anak sudah paham maka pengetahuan tentang sedekah dalam bentuk yang lain bisa dilakukan.

Kepribadian yang baik akan terbentuk dari proses pendidikan yang baik pula. Kasih sayang dan waktu yang dihabiskan bersama juga sangat berperan dalam pembentukan kepribadian. Salam cinta untuk keluarga anda.


Sumber

5 Likes

Sosial dapat di artikan dengan saling tolong menolong, saling membantu dan saling menyayangi. Jiwa sosial itu bisa kita curahkan kepada orang tua kita, saudara-saudara kita, teman, maupun orang lain. Karena kalau kita melakukan perbuatan dengan baik, maka pasti sekecil apapun kebaikan itu akan kita rasakan. Allah SWT berfirman yang artinya “ Kita sebagai umat muslim itu semua bersaudara dan nabi Muhammad pun mengajarkan tentang suriteladan yang baik, yang selalu menyayangi dan menghargai pada umat nya.

Mengapa di era zaman sekarang ini banyak terjadi musibah yang bertubi-tubi mulai dari banjir, gunung meletus dan masih banyak musibah lainnya yang banyak merenggut korban jiwa, karena kita tahu bahwa sesungguhnya kerusakan di muka bumi ini bukan sendirinya melainkan ulah dari manusia itu sendiri karena sudah tidak bersahabat dengan alam, karena kita yakin kalau kita bersahabat dengan alam, pasti alam pun akan bersahabat dengan kita.

Contoh kecil, kalau kita timbulkan jiwa sosial di lingkungan masyarakat dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menebang pohon sembarangan. Mulai dari sekarang marilah kita tanamkan jiwa sosial yang bisa membantu saudara-saudara kita dan pasti nya bisa bermanfaat buat diri kita sendiri maupun orang lain.

Jiwa sosial lebih banyak manfaatnya, selain untuk membantu saudara-saudara kita, juga untuk diri kita sendiri karena mempunyai jiwa sosial itu sangat mulia.

Pada dasarnya kita sebagai umat muslim wajib hukum nya kalau kita membantu orang lain, dan membantu orang lain juga tidak hanya dengan materi semata, melainkan dengan tenaga atau dengan kemampuan yang kita miliki dan yang paling penting membantunya itu dengan ikhlas dan tidak mengharapkan imbalan apapun.

Sumber

5 Likes

Manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat. Manusia juga diberikan berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya.

Untuk itu, sebagai manusia kita juga harus mengetahui bagaiman tatanan berkehidupan sosial dengan masyarakat lainnya. Berikut akan dijabarkan beberapa perilaku yang diperlukan untuk dapat meningktkan kehidupan bersosial .

1. Pergaulan sosial sebagai suatu prioritas
Jadikan kegiatan sosial sebagai prioritas untuk kita kerjakan. Kita dapat mnsejajarkan kegiatan sosial yang kita miliki dengan kegiatan rutinitas yang biasa kita kerjakan seperti bersekolah, bekerja, dan kegiatan rutin lainnya. Dengan menjadikan kegiatan sosial sebagai sebuah prioritas, maka akan menyeimbangkan kehidupan rutin dan sosial yang kita miliki.

2. Menerima undangan dari orang lain
Menerima undangan dari orang lain adalah sebuah peluang untuk dapat berinteraksi denngan orang lain. Sesuaikan undangan tersebut dengan jadwal rutin yang kita miliki agar tidak terjadi bentrok. Hal ini adalah langkah untuk menambah nilai mutu kita dimata orang lain.

3. Tidak perlu takut untuk ditolak
Adakalanya kehidupan bersosial yang kita jalani tidak semulus yang kita bayangkan. Banyak terdaat penolakan-penolakan dengan berbagai macam sebab dan alasan. Penolakan ini tidak boleh manjadikan kita takut dan putus asa. Sebaliknya, penolakan ini adalah media kita untuk introspeksi diri kita agar dapat memperbaiki kekurangan yang kita miliki.

4. Berikan nilai tambah saat melakukan interaksi sosial
Interaksi sosial yang kita lakukan harus berkualitas dan dapat memberikan pengaruh positif terhadap orang-orang tempat kita melakukan kehidupan berosial. Interaksi sosial ini juga bisa dijadikan media berbagi ilmu, kemampuan , dan pengalaman dengan orang lain.

5. Berpikir positf
Dalam kehidupan sosial ini , diperlukan mindset untuk dapat berpikir positif dan berprasangka baik dengan orang lain. Berkehidupan sosial butuh proses dan tidak bissa dilakukan secara instan. Oleh karena itu diperlukan berpikir positif agar proses kehidupan sosial dapat berjalan dengan lancar .

Referensi : http://www.wikihow.com/Have-a-Social-Life

4 Likes

Banyak orang percaya bahwa mengembangkan kehidupan sosial adalah sesuatu yang seharusnya terjadi begitu saja, tanpa memerlukan usaha apa-apa. Namun menurut Eduard Ezeanu, kehidupan sosial terjadi karena beberapa orang. Banyak dari kita yang masih belum memiliki kehidupan sosial yang memuaskan. Misalnya, jika seseorang berada di perguruan tinggi, maka ia masih bisa bergantung terhadap orang lain dan secara tidak langsung, ia akan menjadi orang sosial. Namun, jika ia adalah seorang akuntan yang bekerja sepanjang hari, tidak keluar kantor dan pemalu, maka kehidupan sosialnya mungkin akan kekurangan.

Dalam pandangan Eduard Ezeanu, membangun kehidupan sosial membutuhkan pendekatan yang aktif dan strategis seperti mencari uang atau membangun sebuah karir. 4 strategi proaktif dalam membangun kehidupan sosial, yaitu:

1. Memahami tipe kepribadian diri sendiri

Setiap orang memiliki padangan berbeda terhadap kehidupan sosial yang memuaskan, Beberapa orang membutuhkan banyak teman dan lingkaran sosial yang besar. Beberapa orang lebih suka memiliki hanya beberapa teman tetapi sangat dekat. Dan beberapa orang lagi menyukai campuran dari keduanya.
Aspek lainnya adalah tipe orang seperti apa yang diinginkan dalam kehidupan sosial seseorang. Biasanya, seseorang akan bergaul dengan orang yang setipe dengannya, Sehingga, kita perlu memahami sifat dalam diri sendiri sebelum memutuskan dengan siapa akan bersosialisasi.

2.Pergi ke tempat dimana banyak orang

Setelah seseorang mengetahui seperti apa orang yang ingin dicari, maka saatnya untuk bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. Banyak dari kita yang mengabaikan hal ini, sehingga orang tersebut hanya menunggu orang lain untuk datang berteman. Jika begitu, maka seseorang tidak akan memiliki kehidupan sosial.
Saran yang diberikan adalah mengikuti kegiatan-kegiatan dimana seseorang akan bertemu dengan banyak orang. Misalnya, mengikuti kelas yang diminati, menjadi sukarelawan untuk organisasi amal, atau mengikuti beberapa komunitas. Dalam hal ini, internet akan menbantu dalam memberikan informasi seperti kegiatan sosial, komunitas, organisasi, dan sebagainya.

3.Menjadi orang ramah terlebih dahulu

Misalnya saat seseorang mengikuti suatu program pelatihan yang pasti banyak orang disana. Namun, kebanyakan dari kita hanya duduk tanpa melakukan interaksi dan berharap orang lain akan menyapa kita terlebih dahulu. Hal tersebut merupakan langkah yang kurang tepat. Jadilah orang yang ramah terlebih dahulu. Bertemu dan memperkenalkan diri kepada orang-orang lalu mulai mengobrol. Melakukan hal tersebut mungkin tidak mudah pada awalnya terutama pada orang-orang yang tidak terbiasa. Namun, seseorang harus melawan keraguan yang ada pada diri masing-masing sehingga nantinya orang lain bisa menerima.

4.Mendapatkan teman baru melalui teman yang ada

Jika seseorang membangun kehidupan sosial yang baru dari awal, pasti akan menjadi bagian tersulit dalam hidupnya. Namun, setelah bertemu dengan beberapa orang, hal itu akan jauh lebih mudah karena seseorang akan mendapatkan teman dari beberapa kenalan teman yang ada. Sehingga itu akan memperluas lingkaran sosial.

Bagian yang terbaik adalah saat lingkaran sosial sudah besar, maka akan semakin mudah perkembangan kehidupan sosial. Seseorang akan dengan mudah mendapatkan orang-orang yang setipe dengannya.

5 Likes

Kehidupan sosial sangat dibutuhkan untuk seluruh manusia, karena sudah pasti dapat diketahui, manusia merupakan makhluk sosial yang tentunya tidak dapat terbebas dari bantuan orang lain. Namun lebih dari apa yang dapat seseorang lakukan untuk masyarakat banyak, masih terdapat hal yang mengganjal, yaitu mengenai bagaimana meningkatkan kehidupan sosial yang lebih baik.

Perkuliahan dan masa muda merupakan jalan yang baik untuk membuat kehidupan sosial, dengan berteman dengan banyak orang, pergi ke beberapa tempat, organisasi, sehingga akan membangun kehidupan sosial dengan sendirinya. Berbeda halnya jika kita nantinya akan bekerja dan cukup tua, yang dihadapkan pada situasi orang yang sama, sulit untuk keluar untuk berlibur, dan waktu yang padat.

Namun untuk menciptakan keadaan sosial yang baik, membutuhkan beberapa tindakan dan strategi yang baik, beberapa diantaranya yaitu :

1. Pahami diri
Pahami dengan siapa kita ingin berteman, seperti apa orang yang menurut kita nyaman dan sejalan dengan apa yang kita bicarakan. Mungkin berasal dari orang yang memiliki kesamaan di bidang yang kita suka, seperti olahraga, seni, dan lainnya. Tanyakan hal ini kepada diri kita sendiri untuk lebih memahami apa yang kita inginkan. Karena jika kita tau seperti apa orang yang kita inginkan, maka kita akan lebih semangat dan menemuinya dengan giat.

2. Ikuti komunitas terdekat
Ikuti club atau organisasi yang kamu sukai, maka akan menemukan orang-orang yang memiliki kegemaran dan orientasi yang sama, dimana akan bertemu secara terjadwal dan juga akan sering bersama. Dan jangan lupa, berpartisipasilah pada setiap kegiatannya.

3. Belajar dengan menemukan kegemaran yang sama
Jika kita telah masuk dalam suatu club atau organisasi, maka kita kan menemukan orang-orang yang mempunyai kompetensi pada bidang tersebut. Jangan pernah malu untuk bertanya dan belajar dari mereka. Maka hal ini akan meningkatkan ketrampilan yang kamu punya.

4. Beri tahu mereka rahasia
Untuk menjadi lebih dekat, hal yang dapat dilakukan adalah dengan membecirakan hal-hal yang bersifat rahasia. Berbicara dengan nyaman dengan teman-teman disekitarmu, mungkin dengan hal-hal yang tidak penting. Seperti apa saja hal memalukan yang pernah kamu perbuat, atau mungkin hal-hal yang bersifat pribadi. Dengan lebih terbukanya satu sama lain maka keakraban akan semakin tercipta.

5. Selalu berkomunikasi
Jangan pernah lupa untuk selalu berkomunikasi dengan temanmu, mungkin bisa setiap hari, setiap minggu. Dapat dengan saling bertelfon, SMS, atau e-mail. Bediskusilah mengenai topik yang kalian ikuti, atau hal lain yang menyenangkan.

6. Berteman dengan orang baru dan koneksikan mereka
Jangan pernah menjadikan keraguan mencegah kita untuk berkenalan dan memulai percakapan. Biarkan orang lain tau bahwa kamu senang dan tidak canggung untuk betemu dengan orang-orang baru. Hal itu akan membuat teman kita tidak segan untuk mengajak kita pergi bersamanya untuk sekedar jalan-jalan, mengikuti acara atau kegiatan lain, dan memperkenalkan dengan teman-temannya. Perkenalkanlah juga teman-teman yang kamu punya kepada teman barumu, sehingga akan menciptakan lingkungan peraulan yang lebih luas.

Rangkain cara di atas mungkin dapat memberikan jalan untuk memulai kehidupan sosial yang baru dan membentuk jaringan yang luas dan kuat.

Referensi : http://www.stevenaitchison.co.uk/blog/how-to-build-a-social-life/

5 Likes

Jenis kepribadian umum pada manusia terbagi menjadi 3 yaitu introvert, ekstrovert dan ambievert. Masing-masing kepribadian memiliki sudut pandang yang berbeda, seperti halnya dalam interaksi sosial. Bagi seorang ekstrovert dan ambievert membangun kehidupan sosial mungkin akan terbilang cukup mudah dibandingkan dengan seorang introvert. Hal ini dikarenakan kepribadian introvert yang lebih menyukai menghabiskan waktu sendiri dan cenderung menutup diri. Walaupun begitu, seorang introvert juga merupakan manusia sosial, artinya manusia tidak dapat melakukan segala sesuatu sendiri. Oleh karena itu, berikut ini akan dipaparkan bagaimana strategi untuk membangun kehidupan sosial bagi seorang introvert tanpa harus merubah sifat aslinya.

Go Out and Meet New People Once A Month
Tampaknya sederhana ketika kita membacanya, namun kenyataannya kita selalu harus bertemu orang-orang baru. Menurut Paul Sanders, author dari artikel sumber ini, kita harus membiasakan diri kita untuk keluar dan bertemu dengan orang baru sedikitnya sebulan sekali. Lalu bagaimana caranya? Kita dapat berkomitmen membantu sekelompok masyarakat yang memiliki orang-orang yang ingin kita jadikan teman. Cara termudahnya adalah mendekati kelompok sosial atau masyarakat dan begabung dengan mereka sebagai relawan. Hal ini dapat membantu kita untuk memiliki koneksi dengan orang-orang dari komunitas tersebut. Kita tidak perlu memikirkan bagaimana memulainya karena orang lain cenderung akan datang bertemu dengan kita ketika kita merupakan salah satu anggota dari kelompok komunitas.

Think of Your Friends Once A Week
Perlu diingat kembali, untuk menjaga kehidupan sosial, kita harus fokus terhadap bagaimana membangun kebiasaan berinteraksi. Berdasarkan penelitian author, seorang introvert sebaiknya melakukan sosialisasi satu minggu sekali. Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam strategi ini. Pertama, buatlah tanda pengingat pada kalender anda untuk menandakan dan mengingatkan hari apa kita akan melakukan sosialisasi. Kemudian, pada hari sosialisasi, selama satu jam, cobalah menghubungi teman-teman kita, baik teman lama maupun teman baru untuk bertemu secara langsung. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan sekedar menelpon atau mengirimkan teks.

Sumber: http://www.lifehack.org/articles/communication/how-quietly-build-social-life.html

4 Likes

Keterampilan sosial merupakan suatu hal yang sangat penting dari kemampuan kita miliki. Memiliki keterampilan sosial yang besar membantu kita bertemu orang yang menarik, mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan, kemajuan lebih lanjut dalam karir kita dan hubungan. Namun tidak beberapa orang secara alami memiliki keterampilan sosial yang baik dan percakapan yang halus. Tapi kurangnya keterampilan sosial yang baik dapat membuat hidup kesepian , menyebabkan kecemasan dan depresi. Kita mengalam depresi dan cemas ketika kita tidak memenuhi kebutuhan dasar manusia. Dan kebutuhan untuk bersosialiasi, untuk terhubung dengan orang lain yang merupakan hal yang fundamental. Semua manusia termasuk diri kita membutuhkan kontak sosial. Tapi jang mengasumsikan bahwa anda juga memiliki keterampilan sosial atau tidak.

Tentu beberapa orang merasa lebih mudah dan secara alami bersantai disekitar orang untuk berbicara dan mendengarkan dengan penuh percaya diri. Tapi seperti seperangkat ketermapilan, keterampilan sosial dapat dipelajari, diasah dan dikembangan oleh siapa saja. Dan pelatihan keterampilan sosial adalah bagian penting dari membangun kepercayaan.

Cara untuk membangun keterampilan sosial :

  • Kemampuan untuk tetap tenang dalam situasi sosial. Terlepas dari banyak keterampilan yang dimiliki, jika merasasa cemas maka otak kita tidak akan berfungsi. Itu menjadi hal yang sulit untuk berpikir dan berbicara dengan jelas dan tubuh kita menjadi gelisah. Jadi menenangkan adalah hal yang penting.
  • Seni koneksi adalah mendengarkan.
  • Empati dan minat dalam situasi lain. Sebagian besar dari kecemasan sosial adalah kesadaran diri yang sangat diringankan dengan berfokus kuat pada orang lain. Sebuah daya tarik dengan yang lain adalah percakapan yang tidak hanya meningkatkan tingkat kenyamanan namun membuat lawan bicara merasa tertarik.
  • Mengetahui bagaimana membangun hubungan. Hubungan adalah keadaan pemahaman atau koneksi yang terjadi dalam interaksi sosial yang baik.
  • Mengetahui bagaimana, kapan dan berapa banyak untuk berbicara tentang diri sendiri.
  • Lihatlak ke mata dan senyum kepada lawan bicara.

Sumber diambil dari : http://www.self-confidence.co.uk/articles/6-key-social-skills/

3 Likes

Kemampuan sosial yang dimiliki oleh seseorang sangat berpengaruh terhadap kemampuan penguasaan setiap bidang kehidupan seseorang. Karena jiwa sosial yang baik akan membantu kita untuk mendapatkan teman dan membangun hubungan diantara mereka untuk meningkatkan karir seseorang pula.

Saat kita memiliki jiwa sosial yang baik dalam diri kita, hal ini akan membantu kita untuk bersosial dengan lingkungan sekitar dan menjalin hubungan yang luas dengan orang banyak. Tidak hanya itu, kemampuan bersosial yang baik akan memberikan kepercayaan diri seseorang dan meningkatkan banyak kesempatan yang muncul dari hubungan yang kita jalin tersebut.

Eduard Ezeanu mengatakan bahwa ada beberapa cara yang efektif menurutnya untuk meningkatkan jiwa sosial dalam diri seseorang.

  • Berlatih
    Terus menantang diri untuk berlatih bertemu orang-orang baru ,berbicara dan mengenal karakteristik dari orang-orang yang kita temui akan meningkatkan jiwa sosial yang ada di diri kita. Hal ini akan membantu untuk meningkatkan intuisi yang baik untuk bersosial terhadap lingkungan sekitar. Semakin sering kita bertemu dengan orang-orang baru, semakin kita terbiasa untuk menjalin hubungan yang baik dengan orang lain dan memahami bagaimana seharusnya sikap yang kita lakukan saat bertemu dengan orang-orang.

  • Berani dalam mengambil resiko
    Berani mengambil resiko dalam berinteraksi terhadap orang baru yang memiliki beragam karakteristik yang terkadang tidak terduga akan membantu kita untuk memahami atitude apa yang baiknya kita lakukan terhadap suatu kondisi tertentu. Karena sebenarnya, menghadapi karakteristik orang lain yang belum kita pahami sebelumnya memiliki resiko yang besar. Jika kita tidak berani menantang diri kita sendiri untuk mengambil resiko menghadapi orang baru, maka kita tidak akan mampu menumbuhkan jiwa sosial dalam diri kita.

  • Meminta pendapat orang lain
    Perlu untuk meminta pendapat orang lain mengenai perspektif mereka terhadap kita, baik kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Dari pendapat ini, kita dapat mengetahui mana saja yang perlu kita perbaiki dan mana saja yang perlu kita tingkatkan untuk memiliki jiwa sosial yang baik. Hal ini dapat dilakukan saat berbicara santai dengan orang lain agar pendapat yang diberikan merupakan pendapat yang benar dari sudut pandang mereka.

  • Berinteraksi dengan orang berkemampuan sosial yang baik
    Dengan berinteraksi dengan orang-orang tersebut dapat membantu kita untuk meningkatkan keterampilan sosial yang kita punya. Karena dengan berinteraksi dengan mereka, kita dapat memahami tingkah laku, manners, karakteristik yang mereka tunjukkan. Karena hal ini akan memberikan contoh dan pelajaran yang efektif untuk kita.

  • Fokus terhadap tujuan tertentu
    Bukan berarti bahwa memiliki banyak tujuan adalah hal yang baik. Cukup memilih satu atau dua tujuan yang dapat kita handle dan fokus yang mendalam untuk mengelola nya akan menjadi suatu cara yang efektif. Karena semakin banyak tujuan yang kita pilih semakin sedikit porsi fokus yang dapat kita berikan untuk tiap-tiap tujuan yang kita punya.

Referensi : Membangun Kemampuan Sosial

3 Likes

Menumbuhkan Jiwa Sosial

1. Cara utama meningkatkan jiwa sosial adalah dengan ‘Pactice’.

  • Amati cara untuk lebih percaya diri

  • Berlatih terjun langsung untuk berinteraksi dengan orang di sekitarmu

2. Tidak perlu mengubah siapa dirimu
Jadilah dirimu sendiri, yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan diri dengan orang disekitar kita.

3. Kunci dari berteman adalah mengambil inisiatif
Mulailah berinisiatif untuk menentukan tempat untuk bertemu dengan orang, memulai pembicaraan, mendapatkan kontak, dan menyusun rencana untuk berkumpul dan menjaga hubungan dengan mereka.

4. Cara terbaik untuk melawan ketakutan dalam bersosialisasi adalah menghadapi nya
Kita harus menghadapi orang-orang disekitar dan bersosialisasi langsung untuk melawan ketakutan dalam bersosialisasi

5. Melawan kegelisahan
Kita harus bisa mengalahkan rasa takut/gugup saat berinteraksi dengan orang disekitar kita

6. Memiliki kemampuan untuk berbicara adalah hal penting dalam berlatih, memahami beberapa prinsip, dan menjadi berbuat baik dan mempunyai topik untuk dibicarakan
Jadilah pendengar yang baik , belajarlah untuk menghargai pendapat orang lain.

7. Kurangi kebiasaan buruk dan ambil sifat positif pada diri
Keuntungan dari bersosialisasi adalah membuang hal negatif dalam diri.

Referensi : http://www.succeedsocially.com/mainconcepts

3 Likes

Sosial (Social) – Uang, kesehatan dan produktivitas tidak akan memuaskan jika anda tidak memiliki teman. Hal tersebut akan lebih buruk lagi jika kelompok sosial tidak menghormati anda, maka dari itu keterampilan sosial sangat penting. Pengalaman seseorang mengatakan bahwa, ketika dia pindah dari kota besar ke kota kecil maka lebih banyak melakukan hubungan sosial. Berikut merupakan cara agar dapat menumbuhkan jiwa sosial dalam kehidupan :

1. Buatlah Prioritas

Jika kehidupan sosial kurang baik maka dalam melakukan perubahan ada harus membuat prioritas. Hal ini berarti anda harus menghabiskan sebagian waktu dengan orang di lingkungan sekitar, namun hal tersebut tidak meninggalkan tugas utama. Dalam hal ini antara kehidupan individu dan kehidupan sosial harus di prioritaskan. Membangun hubungan sosial memiliki efek yang akan membantu dalam karir, keuangan, kesehatan dan produktivitas sehingga merupakan investasi yang penting.

2. Ramah

Orang yang angkuh dan sombong mereka akan mencerminkan hidup tidak ramah dan bermusuhan. Keterampilan sosial adalah sebuah proses yang tidak sadar. Sifat baik, ramah dan menyenangkan dalam diri, tidak perlu waktu lama saat menyimpulkan bawah anda bukanlah orang yang sombong dan angkuh. Saat memperkenalkan diri kepada orang-orang baru dengan senyum dan memperhatikan ketika orang lain berbicara. Keramahan yang ada dalam diri akan meningkatakan keterampilan sosial.

3. Mulai di Zona Nyaman Anda

Tidak perlu memulai dengan melakukan cara yang paling berani dan keluar dari zona nyaman untuk memulai. Ada banyak cara yang dilakukan untuk bertemu dengan orang dan bekerja dengan cara anda. Saat bertemu dengan orang, memerlukan rasa percaya diri dan ramah tamah, seperti berhenti untuk bebicara dengan orang lain saat acara sibuk. Ketika mendapatkan kepercayaan diri lebih alami, maka tugas sosial yang menakuti diri sendiri akan selesai.

4. Menghilangkan Mitos Keperibadian

Mitos terbesar adalah tidak bisa menjalin kehidupan sosial karena perbedaan keperibadian. Perbedaan kepribadian merupakan hal yang penting, dalam kehidupan sosial anda membawa kepribadian yang anda miliki. Kepribadian antara satu orang dengan orang yang lain berbeda.

5. Jadilah Sosial Independen

Jika kehidupan sosial anda sudah penuh dengan teman-teman, tidak lupa anda juga menghabiskan waktu untuk pengembangan diri. Seimbangkan waktu untuk melakukan aktivitas sosial dan aktivitas individu. Tujuannya agar kita tidak bergantung dengan teman-teman yang akhirnya membangun sebuah kebencian.

6. Membangun Hubungan, Jangan Hanya Mulai Mereka

Setelah bertemu dengan orang orang dan mejalin komunikasi maka harus ada tindakan yang lebih lanjut, dalam artian komunikasi tersebut tidak hanya dilakukan sekali saja namun bisa dilanjutkan dengan menggunakan media sosial yang ada. Kecuali, anda bertemu dengan banyak orang untuk satu malam dan tidak pernah melihat mereka lagi. Setengah waktu anda untuk meningkatkan koneksi dalam rangka membangun hubungan dengan orang lain.

Sumber : https://www.scotthyoung.com/blog/2008/12/22/how-to-be-more-social/

5 Likes

Para peneliti di Universitas Chicago melakukan penelitian bahwa isolasi (pengasingan) berhubungan dengan naiknya tekanan darah, gangguan tidur dan depresi. Jika kamu merasa tidak enak badan atau tidak memiliki energi dapat melakukan istirahat. Tetapi memiliki banyak teman dapat membuat kamu menjadi semangat dan berkembang.

Berikut adalah beberapa cara yang baik untuk meningkatkan kehidupan sosial kamu :

  • Connect with Common Interest
    Apakah kamu memiliki hobi? Kamu dapat mengubah hobimu menjadi kegiatan sosial dengan membentuk atau bergabung dengan kelompok yang sesuai dengan hobi favoritmu. Jika kamu ingin membentuk kelompok sendiri, carilah teman yang mempunyai minat yang sama denganmu dan tetapkanlah tanggal untuk melakukan pertemuan secara rutin. JIka kamu lebih memilih untuk bergabung dengan sebuah kelompok, carilah kelompok masyarat secara online melalui website Meetup.com dan website khusus lingkungan lainnya.

  • Join or Start a Book Club
    Aktifkan kegiatan membaca yang dulunya dilakukan secara individual menjadi satu sosial dengan bergabung atau memulai dengan sebuah klub buku. Dengan menemukan kelompok yang tepat, kamu dapat mengumpulkan teman-teman kamu dengan kebiasaan membaca yang sama dengan kamu. Gunakan kesempatan seadanya, dan kamu dapat berbagi buku favoritmu dengan anggota klub buku kamu.

  • Plan Regular “Dates.
    Menjalin hubungan dekat dengan teman-teman, keluarga dan pasangan dapat menjadi elemen penting untuk kesehatan kamu. Buatlah jadwal berjalan mingguan dengan teman, membuat janji makan siang bulanan dengan tetangga atau keluarga dan rencanakanlah janji dengan pasangan anda secara berkala.

  • Volunteer in Your Community
    Jika kamu sedang mencari untuk membuat koneksi di daerah kamu, relawan menjadi pilihan yang tepat untuk melakukannya ketika mereka tinggal secara sosial dan kuat fisiknya. Entah itu di perpustakaan, museum ataupun lembaga pemerintah setempat, memberi kontribusi untuk komunitas seiring berjalannya waktu kamu tidak hanya akan merasa lebih baik, tetapi juga mempunyai manfaat kedepannya untuk kamu.

sumber : https://www.o2-concepts.com/news/how-to-improve-your-social-life

3 Likes

“People are lonely because they build walls instead of bridges” – Joseph F Newton

Saya adalah orang yang (sebenarnya) introvert. Saya senang menghabiskan waktu sendiri karena saya merasa nyaman dengan kesunyian dan ketenangan yang saya rasakan. Terlebih dengan semakin maraknya media sosial, saya bisa berinteraksi dengan siapapun dari dalam kamar saya! Menyenangkan memang, namun kadang saya suka berpikir bagaimana hidup saya akan lebih menyenangkan jika saya bisa berbaur dengan orang lain lebih mudah.

Layaknya Roma yang tidak dibangun dalam satu malam, saya yang sekarang lebih mudah berbaur dan senang bergaul dengan orang banyak ini pun sudah melalui beberapa proses yang panjang. Dulu saya tidak bisa berbicara di depan kelas tanpa menggetarkan kedua kaki saya. Tapi sekarang jika anda meminta saya berbicara dengan senang hati akan saya lakukan, meski masih ada sedikit rasa takut namun lambat laun itu mulai teratasi.

Menjadi orang yang mudah bergaul dan memiliki jiwa sosial tinggi membutuhkan banyak latihan dan persiapan mental. Berdasarkan apa yang saya alami, semua orang bisa melakukannya dengan mudah. Berikut adalah 7 tips untuk memiliki jiwa sosial yang lebih tinggi menurut thechangeblog.com:

  1. Mulai perlahan
    Beranjak dari seorang introvert menjadi ekstrovert adalah belajar untuk memperluas zona aman dan nyaman kita secara perlahan. Bisa kita mulai dengan pergi ke suatu acara bersama teman dekat. Dari acara tersebut kita bisa mulai berbicara dengan orang yang kita belum kenal, namun dikenal oleh teman kita.

  2. Berbicara dengan orang yang belum dikenal
    Ketika kita mulai bisa berbicara dengan orang lain ketika teman kita ada, coba lakukan sendiri. Misalnya kita sedang mengantre untuk membeli makanan dan melihat seseorang dengan kaus idola yang sama, dari situ anda bisa mulai menyapa dan membuka pembicaraan. Memang tidak mudah, tapi ketika kita mulai terbiasa dan menemukan cara kita sendiri, kita akan mulai nyaman melakukannya.

  3. Jangan terpukau dengan orang yang banyak bicara
    Mungkin kita pernah mendengar peribahasa “Tong kosong nyaring bunyinya”. Jangan buat diri anda merasa inferior di hadapan orang yang banyak berbicara. Dan jangan buat diri anda percaya bahwa hanya yang berbicara banyak lah yang bisa membicarakan hal penting. Ketika anda menemui orang seperti ini, yakin lah bahwa anda juga memiliki banyak hal penting untuk dibicarakan!

  4. Belajar menjadi orang yang mudah disukai
    Untuk menjadi lebih baik dalam melakukan sesuatu, kita tentu perlu masukan dari orang lain. Jika kita lihat, orang yang pandai bergaul dan mudah disukai biasanya memiliki beberapa kesamaan sebagai berikut:
    • Sering tersenyum, latih diri anda untuk tersenyum se natural mungkin
    Berbicara dengan jelas, jangan berbicara dengan intonasi yang rendah agar orang dapat memahami maksud anda dengan baik
    • Cobalah untuk bertanya, hal ini akan meningkatkan ego orang tersebut. Jujur saja, semua orang senang untuk didengar
    Minta masukan dari orang lain, hal ini akan membuat mereka merasa penting dan dihargai
    • Berikan pertanyaan yang terbuka, jangan yang bisa dijawab dengan “ya” atau “tidak”

  5. Jangan takut keheningan
    Ketika kita mulai berbicara, ada kalanya kedua pihak berhenti sejenak karena tidak tahu apa yang ingin disampaikan. Jangan takut! Coba untuk memecahkan keheningan dengan memasukan topik pembicaraan yang baru.

  6. Jangan terlalu mengontrol diri
    Terkadang kita terlalu takut melakukan kesalahan sehingga kita terlalu mengontrol apa saja yang akan kita ucapkan. Coba untuk menjernihkan pikiran dengan memikirkan hal-hal yang positif agar kita bisa lebih lepas dan tenang dalam berbicara maupun bergaul dengan orang lain.

  7. Memperdalam hobi
    Cari sebuah hobi yang memang anda gemari. Lalu bergabunglah dengan komunitas orang-orang dengan hobi yang sama. Ketika kita memiliki kesukaan yang sama, banyak orang akan lebih mudah untuk berbicara dan bergaul.

Ketika anda melakukan hal-hal di atas, mungkin anda tidak akan berhasil dalam sekejap. Namun semakin sering anda melatih kemampuan sosial anda, jiwa sosial anda akan semakin berkembang. Anda pun perlahan akan menjadi seseorang yang lebih baik dalam bergaul dengan orang di sekitar.

4 Likes

Menjadi Lebih Bersosial

Berprogres saat Melakukan Pendekatan Sosial
Kesalahan umum bahwa orang yang ingin menjadi lebih ramah adalah bahwa mereka mencoba untuk mencapai hal ini tiba-tiba. Pendekatan ini merupakan sebuah proses bertahap. Misalnya, Anda mungkin mulai dengan lebih sering keluar dari rumah atau lebih banyak bertanya selama percakapan.
Fokus pada membuat kemajuan, bukan padamengubah diri Anda dalam sekejap, dan Anda akan mendapatkan sangat jauh. Tidak ada yang dapat mengajarkan Anda bagaimana menjadi lebih ramah dan menjanjikan transformasi total dalam sekejap.

Pelajari Aturan dan Mainkan
Masalah besar bagi banyak orang yang ingin mengetahui bagaimana menjadi lebih memiliki jiwa sosial adalah bahwa mereka tidak memiliki pemahaman mengenai etiket sosial dasar.
Terdapat beberapa norma dasar interaksi sosial bahwa baik untuk memahami. Dan setelah Anda memahami lingkungan sosial, Anda bisa merasa lebih percaya diri dalam situasi sosial. Jadi dorong diri untuk bertanya pada diri sendiri: apa yang dirasa perlu dipahami tentang interaksi sosial. Kemudian carilah pemahaman tersebut.
Intinya adalah untuk mempelajari etiket dasar dan mencoba untuk mematuhi itu sebagian besar waktu. Jangan mencoba untuk menjadi pembicara yang sempurna yang selalu mengikuti aturan. Itu tidak mungkin dan akan membuatmu cukup membosankan.

Fokus eksternal, Tidak internal Selama Interaksi Sosial
Banyak orang yang fokus pada perilaku mereka, mencoba untuk menemukan cara mengesankan, atau mengkritik diri dalam dialog batin mereka. Itu tidak mengherankan bahwa mereka tidak nampak berinteraksi dengan orang lain. Maka langkah penting ke depan untuk Anda adalah untuk lebih fokus eksternal selama interaksi sosial. Memperhatikan orang lain, apa yang mereka katakan. Sebaiknya hindari berada di kepala Anda.
Hal tersebut akan menurunkan kegugupan Anda dan akan memungkinkan Anda untuk memiliki reaksi yang lebih baik selama berinteraksi dengan lingkungan sosial. Dan lambat laun akan membuat Anda lebih percaya diri untuk memulai interaksi dan mengekspresikan diri.

Bekerja On Self-Image
Sering sekali orang-orang memiliki semacam rasa rendah diri, masalah citra diri atau kurangnya harga diri. Mengalami kesulitan berinteraksi dengan orang lain hanya gejala, tapi itu bukan masalah inti. Ubahlah pola pikir tentang diri Anda, dan singkirkan yang membatasi Anda. Mengubah pemikiran dan Anda mengubah hidup seluruh sosial Anda.

4 Likes

When guys start looking for information on how to become social they don’t always like what they find. Some of the advice out there can make them feel like they have to completely change their personality and turn into a total fake. But learning how to become social doesn’t have to be like that.

Bersosial adalah berinteraksi dengan siapapun yang kita temui di jalan meskipun kita tidak mengenalnya, akan tetapi definisi tersebut merupakan definisi bersosial saat kita masih kecil, masa dimana tanpa takut berinteraksi dengan orang asing. Menjadi dewasa, kita diajarkan bagaimana seharusnya bersikap. Selanjutnya kita mengetahui fakta bahwa bersosial menjadi jauh lebih sulit.

Terkadang banyak orang dewasa menjadi tidak benar-benar bersosial (palsu) karena fakta baru tersebut. Sehingga bersosial menjadi hal yang menyebalkan untuk dilakukan. Berikut merupakan petunjuk bersosial yang baik dan memberikan efek positif bagi orang lain:

Be self-amusing
Mencoba mengesankan orang lain dengan membanggakan diri sendiri merupakan cara tercepat untuk terlihat palsu. Hal tersebut akan membuat kita mengatakan omong kosong. Akan lebih baik untuk membuat kita tetap dalam mood yang baik dengan bercanda atau yang lainya sehingga bersosial akan menjadi mudah dan menyenangkan.

Give out positive energy
Setelah mencoba menyenangkan diri sendiri, cobalah untuk menyenangkan orang lain. Dengan menempatkan senyum di wajah atau menjadi ramah dan menyenangkan. Menjadi sosial bukan berarti memaksa orang untuk menerima kita tetapi memberi kesempatan kepada orang lain untuk memiliki hubungan yang menyenangkan dengan kita.

Own who you are
Percaya dirilah. Mengetahui bagaimana menjadi sosial berarti mengetahui bahwa kita mungkin akan melakukan apa yang tidak disetujui orang lain. Jangan merasa bersalah, hal tersebut akan menjadikan kita mengetahui siapa diri kita.

Referensi

3 Likes

“Setiap teman mewakili dunia dalam diri kita, dunia mungkin tidak dilahirkan sampai mereka tiba, dan hanya dengan pertemuan ini bahwa dunia baru lahir.” Anais Nin

  • Berhati-hatilah terhadap dinding bangunan.

"Orang-orang kesepian karena mereka membangun dinding bukannya jembatan."
Joseph F. Newton Pria.

Ego ingin membagi dunia kamu. Ia ingin menciptakan hambatan, pemisahan dan suka bermain permainan perbandingan. Permainan di mana orang-orang yang berbeda dibandingkan dengan kamu, permainan di mana kamu lebih baik daripada seseorang dan lebih buruk dari orang lain. Semua itu menciptakan rasa takut. Dan jadi kita membangun dinding. Tapi memasang dinding cenderung pada akhirnya menyakiti kamu.

Cara lain adalah dengan mulai melihat diri kamu pada orang lain. Untuk mendapatkan bahwa tidak ada pemisahan yang nyata antara kamu dan orang lain. Hal lain yang dapat kamu coba adalah untuk melihat apa bagian dari diri kamu ada pada orang yang kamu temui. cobalah dan lihat apa yang bisa ditemukan.

  • Hubungan kamu berada di pikiran kamu.

Semua orang lain hidup hanya di dalam pikiran kamu. Hubungan kamu semua ada dengan cara bagaimana kamu berpikir tentang orang lain Pengalaman kamu dari semua orang hanya ada dalam pikiran kamu.

  • Hindari Bersifat Membosankan

salah satu cara untuk mengatakan sesuatu yang menarik adalah mengatakan sesuatu yang sededrhana tentang kehidupan yang menarik dan fokus pada hal yang positif. Jangan bicarakan tentang pekerjaan bicarakan lah tentang perjalanan liburanmu yang menyenangkan dan menarik.

  • Jangan Terjebak Dalam Pertanyaan

Jika kamu terlalu banyak bertanya maka itu akan mebuat obrolan akan menjadi seperti sebuah introgasi. Jadi bukalah fikiranmu untuk memulai obrolan seperti yang dilakukan orang-orang jika ia memulai dengan menceritakan pengalaman menarik nya, cobalah untuk seperti itu.

sumber: http://www.positivityblog.com/index.php/2010/06/03/how-to-improve-your-social-life

3 Likes

Meningkatkan Jiwa Sosial

Alasan disebut kemampuan social karena memang ini merupakan sebuah kemampuan. Seperti semua kemampuan, satu-satunya cara meningkatkannya adalah dengan praktek. Sebagian orang mengembangkan kemampuan sosialnya saat masih muda, namun kebanyakan tak seberuntung itu. Namun tidak pernah terlambat untuk meningkatkan kemampuan social. Tetapi jika Anda saat ini tidak menganggap diri Anda sebagai orang social dan Anda ingin menjadi lebih bersosial,Anda tidak bisa hanya duduk dan berharap suatu hari keajaiban datang dan langsung mengubahmu menjadi orang dengan kemampuan social tinggi.

Lalu apa yang harus dilakukan?
Pertama merubah pola piker. Labeli dirimu sebagai pemalu atau introvert atau canggung atau anti social. Jika Anda ingin menjadi lebih bersosial,mulai berfikir bahwa Anda adalah manusia social. Langkah selanjutnya mulai berbicara dengan orang sesering yang Anda bisa. Keluarlah dari zona nyaman Anda dan menjadi bagian dari situasi social. Jika Anda mau menjadi orang yang lebih berosial, berhenti bereaksi dan mulailah beraksi. Berikut ini beberapa tips untuk meningkatkan kemampuan social:

1. Percaya Diri.
Menjadi sosial dan menjadi percaya diri berjalan berdampingan. Jika Anda berusaha untuk percaya diri, berpura-pura lah Anda orang yang percaya diri. Ada pepatah mengatakan, fake it till you make it. Mungkin Anda berpura-pura percaya dirim, tetapi jangan memalsukan siapa diri Anda dan keyakinan Anda.

2. Berpikiran Terbuka.
Jika ingin menjadi orang social, Anda harus berpikiran terbuka. Bukan menilai orang berdasarkan keyakinan Anda, tetap dengar apa yang orang lain katakana. Anda tidak harus setuju dengan semua yang orang lain katakana, tetapi Anda harus mengeti mengapa orang tersebut mempercayai apa yang mereka percayai.

3. Ramah
Menumbuhkan kebiasaan untuk ramah terhadap siapapun. Selalu menyapa orang yang Anda kenal, menawarkan bantuan dalam situasi apapun selama Anda bisa dan senyum. Senyum adalah hal termudah yang bisa dilakukan dan membuat Anda semakin didekati.

4. Berlatih Ketika Resikonya Rendah.
Ini merupakan situasi yang sempuran untuk berpura-pura menjadi yang paling percaya diri. Berkomunikasi dengan kasir, server ataorang yang tidak pernah Anda temui lagi.

5. Meringankan.
Yang terakhir adalah untuk meringankan. Ada saatnya untuk serius, tetapi ada beberapa waktu biarkan untuk senggang. Bersenang-senang, bermain-main dan berhentilah takut tentang apa yang dipirkan orang lain terhadap Anda.

3 Likes

Apakah menurut anda kegiatan bersosialisasi itu mudah? “YA ITU SANGAT MUDAH” jawaban tersebut akan terucapkan bagi mereka yang memiliki karakter ekstrovert. Lalu bagaimana menurut karakter introvert yang terkenal suka menyendiri? tentu saja “BERSOSIALISASI ITU SUSAH, LEBIH MENGASYIKAN APABILA SAYA MELAKUKANNYA SENDIRI”.

Namun pada kenyataannya manusia adalah makhluk sosial yang mengharuskannya untuk berkomunikasi dengan orang lain.

menurut Dave Ursillo ada beberapa strategi bagi introvert untuk meningkatkan jiwa sosial nya. Berikut 7 strategi untuk para introvert.

  • Yang pertama, Just do it!, apa yang kita tangkap dari slogan terkenal Nike ini? ya, just do it, lakukan saja. Paksalah diri anda untuk keluar dari zona nyaman anda. Lihatlah interaksi unik dari orang lain diluar sana, bergabunglah dengan interaksi mereka. Siapa tau anda akan bertemu, belajar, bahkan bertemu dengan orang asing yang dapat mengubah hidup anda lebih mengasyikan.

  • Yang kedua, santai, buatlah nyaman diri anda dengan lingkungan baru. Ciptakan senyuman dan energi positif dalam diri anda agar orang lain tertarik dan mendekati anda untuk melakukan sebuah percakapan. Jadilah pribadi yang terbuka, yang menerima perbedaan orang lain.

  • Ketiga, buatlah tujuan yang mudah, mungkin anda dapat membuat tantangan seperti bertemu dan membuat percakapan dengan satu orang asing setiap harinya. Yang mana apabila anda berhasil, anda dapat memberi reward terhadap diri anda sendiri bahkan apabila gagal anda pun dapat memberi punishment.

  • Keempat, mintalah bantuan dari teman anda, anda dapat berpergian dengan teman extrovert anda untuk pergi ke suatu acara ataupun hanya pergi ke taman. Akan tetapi jangan merasa anda ditinggalkan ketika ia sedang berinteraksi dengan orang lain tetapi anda tidak. Ingat! percaya diri dan tersenyumlah. Anda juga dapat bertanya kepada teman anda untuk membantu bertemu dengan orang, mereka akan dengan senang hati membantu.

  • Kelima, bertemanlah dengan kegugupan, apakah anda gugup? itu pertanda bagus, itu menandakan bahwa anda benar-benar hidup. Seperti skill lainnya, bersosialisasi membutuhkan latihan. Dengan bertemu orang baru membuat anda gugup pada awalnya, akan tetapi lama kelamaan anda akan terbiasa dengan bertemu orang baru.

  • Keenam, tentang mereka, bukan anda, ketika anda bersosialisasi dan melakukan percakapan buatlah topik pembicaraan mengenai mereka, bukan tentang anda. Karena dengan seperti itu akan membantu orang lain untuk tertarik berbicara dengan anda. Dan lama kelamaan akan membuat anda secara tidak sadar nyaman untuk terbuka tentang diri anda.

  • Terakhir, buang label introvert pada diri anda dan ingatkan diri anda bahwa setiap orang adalah sama seperti manusia pada umumnya, seperti setiap manusia ingin bersosialisasi dengan orang lain. Dengan beranggapan seperti itu, anda akan lebih bersemangat karena ada orang lain yang tujuannya sama seperti tujuan anda.

3 Likes

Motivator Personal : Social
Empati Meningkatkan Kepedulian Sosial

Empathy is the art of seeing the world as someone else sees it. When you have empathy, it means you can understand what a person is feeling in a given moment, and understand why other people’s actions made sense to them.

Empati membantu kita untuk memahami dan dipahami oleh orang lain. Tapi, bagaimana cara kita mendapatkan empati? Bagaimana kita mampu memahami perasaan orang lain? Hal tersebut tentu tidak terjadi secara otomatis.
Manusia telah diciptakan memiliki empati terhadap sesama dalam batasan tertentu. Otak kita di program untuk mengetahui emosi orang lain. Itulah mengapa kita meringis ketika melihat tangan seseorang di pukul dengan palu. Hal itu merupakan empati natural yang dimiliki manusia.
Sayangnya, tidak semua orang memiliki empati natural yang bagus. Beberapa memiliki empati yang luar biasa yang mana hanya dengan melihat saja bisa mengetahui perasaan orang lain. Beberapa tidak. Oleh karena itu, untuk meningkatkan empati dan jiwa social seseorang perlu diperhatikan 3 hal berikut ini :

1. Memahami Diri Sendiri
Sebelum kita belajar memahami orang lain, kita harus belajar memahami diri sendiri. Memahami diri sendiri dapat meliputi memahami dan menerima emosi. Memahami diri sendiri dapat meningkatkan kualitas hidup kita. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai pondasi penting dalam berempati terhadap orang lain.

2. Memahami Orang Lain
Memahami orang lain dapat dimulai dengan sebuah praktik kecil dan komitmen untuk perhatian. Siapapun bisa belajar cara untuk memahami bagaimana orang lain berpikir dan merasakan sesuatu.

3. Memahami Empati Non Verbal
Ketika kita mampu memahami apa yang orang lain pikirkan atau rasakan, maka kita akan menjadi lebih mudah untuk berinteraksi dengan mereka. Namun dalam berinteraksi tersebut, akan ada aspek non verbal yang layak untuk mendapatkan perhatian khusus. Pengetahuan yang kita peroleh dari empati dapat membantu kita untuk menggunakan komunikasi nonverbal yang sesuai.

Referensi : Emphaty and Understanding Others

2 Likes


“Melatih Sejak Dini Jiwa Sosial”


Banyak orang berpendapat bahwa bersosialisasi itu dapat terjadi begitu saja tanpa adanya latihan. Padahal pada kenyataannya, manusia harus berlatih agar dapat bersosialisasi dengan orang lain. Bahkan hal tersebut sudah sewajarnya dilakukan sejak orang tersebut masih kecil. Karena kemampuan berkomunikasi atau jiwa sosial itu tidak dapat kita dapatkan begitu saja dan secara instan.

Mengembangkan keterampilan dan jiwa sosial, berinteraksi dengan dunia luar akan menjadi bagian penting dari kesuksesan dan kebahagiaan mereka kelak, bahkan lebih penting daripada hasil akademis mereka nantinya. Ada beberapa anak yang dapat bersosialisasi secara langsung tanpa harus ada bimbingan dari orang tua. Tetapi, banyak juga anak yang membutuhkan pelatihan untuk dapat bersosialisasi. Sudah sepatutnya dari sekarang untuk membantu mereka dalam membangun jiwa sosialnya. Berikut contohnya :


1. Melatih untuk eye-contact

Ketika berbicara usahakan untuk melakukan kontak mata dengan orang yang diajak berbicara atau bersosialisasi. Hal tersebut juga dapat menimbulkan kepercayaan diri untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain. Atau dari usia dini, biasakan anak untuk banyak dan berani berbicara hal ini juga akan membantunya dimasa depan agar mudah bersosialisasi dengan orang lain.


2. Mempelajari tentang emosi

Setelah belajar bagaimana caranya berkomunikasi dengan baik, maka masuk ke tahap selanjutnya yaitu belajar tentang ekspresi diri. Dimana saat bersosialisasi nantinya, dia akan tumbuh menjadi orang yang peka terhadap lingkungan sekitar. Biarkan sejak dini mereka mengetahui berbagai banyak ekspresi yang dapat dikeluarkan. Mulai dari senang, sedih, marah, sehingga nantinya saat dia bersosialisasi dapat membedakan apakah orang yang diajak bersosialisasi nyaman dengan dirinya atau tidak dan orang tersebut menjadi orang yang lebih peka.


3. Lakukan komunikasi

Setelah segala teori telah dipejari, waktunya anak tersebut untuk berkomunikasi dengan orang lain. Baik itu verbal maupun non verbal,sejak dini harus belajar untuk mengekspresikan, berinteraksi, dan menanggapi stimulus sosial. Bagaimana caranya menanggapi percakapan orang lain. Biarkan anak-anak untuk mengeluarkan pendapatnya, berbicara tentang ide-ide atau keyakinannya. Sebagai orang tua atau lawan bicaranya sudah sepatutnya kita menanggapinya dengan baik pula supaya anak tersebut tidak takut untuk bersosialisasi dengan orang lain.


4. Memberikan mereka berbagai lingkungan

Sudah seharusnya bahwa sejak dini anak diajak bertemu dengan berbagai kalangan sosial dan berinteraksi dengan banyak orang. Gunanya agar anak tersebut bisa lebih mengendalikan dan menumbuhkan jiwa sosial mereka. Biarkan mereka berinteraksi dengan teman-teman sekolahnya, ajak mereka ke lingkungan-lingkungan baru seperti les hobi, atau playground biarkan mereka mengembangkan berbagai keterampilan interpersonal yang menjadi dasar dari kepribadian mereka.


5. Siapkan pada lingkungan sosial yang lebih besar

Seseorang yang dapat mengekspresikan dirinya tanpa rasa takut berarti orang tersebut sudah siap untuk menghadapi masalah atau lingkungan yang lebih besar nantinya. Biarkan anak-anak untuk mengekspresikan dirinya sendiri. Belajar bernegosiasi dengan orang lain, tawar-menawar, agar anak tersebut lebih dapat mengekspresikan dirinya dan dapat mempertahankan komunikasi dengan baik.


Sumber : http://flintobox.com/blog/parenting/5-ways-to-improve-your-childs-social-skills-parenting

3 Likes