© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Penilaian Pembelajaran?

Belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek aspek kognitif, afektip dan psikomotorik untuk memperoleh tujuan tertentu.

Penilaian proses dan hasil belajar dibagi menjadi empat jenis, yaitu penilaian formatif, penilaian sumatif, penilaian diagnostik, dan penilaian penempatan. Menurut Sujana, (2009) dilihat dari fungsinya jenis penilaian ada beberapa macam, yaitu:

  1. Penilaian Formatif, Penilaian ini dimaksudkan untuk memantau kemajuan belajar peserta didik selama proses belajar berlangsung, untuk memeberikan balikan (feedback) bagi penyempurnaan program pembelajaran, serta untuk mengetahui kelemahan- kelemahan yang memerlukan perbaikan, sehingga hasil belajar peserta didik dan proses pembelajaran guru menjadi lebih baik. Tujuan utama penilaian formatif adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran, bukan untuk menentukan kemampuan peserta didik.

  2. Penilaian Sumatif, Penilkaian sumatif berarti penilaian yang dilakukan jika satuan pengalaman belajar atau seluruh materi pelajaran di anggap telah selesai. Dengan demikian ujian akhir semesteran dan ujian nasional termasuk penilaian sumatif. Tujuannya yaitu untuk menentukan nilai (angka) berdasarkan tingkatan hasil belajar peserta didik yang selanjutnya dipakai sebagai angka rapor. Dan juga dapat dipakai untuk perbaikan proses pembelajaran secara keseluruhan.

  3. Penilaian Penempatan, Penilaian penempatan ini tujuan utamanya adalaha untuk mengetahui apakah peserta didik telah memiliki ketrampilan-ketrampilan yang diperlukan untuk mengikuti suatu program pembelajaran dan sejauh mana peserta didik telah menguasai kompetensi dasar sebagaimana yang tercantum dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

  4. Penilaian Diagnostik, Penilaian ini dimaksudkan untyk mengetahui kesulitan belajar peserta didik berdasarkan hasil penilaian formatif sebelumnya. Dan penilaian ini memerlukan sejumlah soal untuk satu bidang yang diperkirakan merupakan kesulitan bagi peserta didik, dan soal-soal itu bervariasi.

  5. Penilaian Selektif adalah penilaian yang bertujuan untuk keperluan seleksi, misalnya ujian saringan masuk ke lembaga pendidikan tertentu.

Macam-Macam Penilaian Pembelajaran


Menurut Purwanto, N (2010) bahwa penilaian hasil belajar adalah penilaian yang dipergunakan untuk menilai hasil-hasil pelajaran yang telah diberikan oleh guru kepada muridnya atau oleh dosen kepada mahasiswanya dalam jangka waktu tertentu.

Menurut Sudijono (2011) penilaian pembelajaran adalah cara yang dapat dipergunakan atau prosedur yang perlu ditempuh dalam rangka pengukuran dan penilaian di bidang pendidikan, yang berbentuk pemberian tugas atau serangkaian tugas baik berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab, atau perintah-perintah yang harus dikerjakan oleh testee, sehingga atas dasar data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut dapat dihasilkan nilai yang melambangkan tingkah laku atau prestasi testee.

1. Teknik Tes

Macam-macam teknik tes merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik pada aspek kognitif. Adapun macam-macam tes sebagai berikut:

  • Tes Uraian
    Pada umumnya berbentuk esai (uraian). Tes bentuk esai adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata.

    Ciri-ciri pertanyaannya didahului dengan kata-kata seperti : uraikan, jelaskan, mengapa, bagaiamana, bandingkan, simpulkan dan sebagianya (Arikunto, S. 2010)

    Tes uraian adalah lembar soal/ kerja yang berisi tentang pertanyaan yang harus dijawab dengan baik dan benar sesuai dengan tujuan yang akan dicapai (materi pelajaran) dan tes uraian terdiri dari uraian bebas, urain terbatas dan uraian terstruktur

  • Pilihan Ganda
    Soal pilihan ganda adalah bentuk tes yang mempunyai satu jawaban yang benar atau paling tepat. Dilihat dari setrukturnya, bentuk soal pilihan ganda terdiri atas :

    • Stem; Pertanyaan atau pernyataan yang berisi permasalahan yang akan dinyatakan.

    • Option; Sejumlah pilihan atau alternatif jawaban.

    • Kunci; Jawaban yang benar atau paling tepat.

    • Distractor atau pengecoh; Jawaban-jawaban lain selain kunci jawaban. (Purwanto, N 2010).

    Soal bentuk pilihan-ganda dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar yang lebih kompleks dan berkenaan dengan aspek ingatan, pengertian, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Soal tes bentuk pilihan-ganda terdiri atas pembawa pokok persoalan dan pilihan jawaban. Pembawa pokok persoalan dapat dikemukakan dalam bentuk pertanyaan dan dapat pula dalam bentuk pernyataan (statement) yang belum sempurna yang sering disebut stem, sedangkan pilihan jawaban itu mungkin berbentuk perkataan, bilangan atau kalimat dan serig disebut option.

    Pilihan jawaban terdiri atas jawaban yang benar atau yang paling benar, selanjutnya disebut kunci jawaban dan kemungkinan jawaban salah yang dinamakan pengecoh (distractor atau decoy atau fails), tetapi memungkinkan seseorang memilihnya apabila tidak menguasai materi yang ditanyakan dalam soal.

    Mengenai jumlah alternatif jawaban sebenarnya tidak ada aturan baku. Guru bisa membuat 3, 4, atau 5 alternatif jawaban. Semakin banyak semakin bagus. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi faktor menebak (chance of guessing), sehingga dapat meningkatkan validitas dan reliabilitas soal.

    Dengan demikian Pilihan ganda adalah lembar soal yang berisi tentang pertanyaan yang jawabannya telah disediakan untuk dipilih, dan hanya memilki satu jawaban yang paling benar.

  • Isian Singkat
    Jawaban singkat merupakan soal yang menghendaki jawaban dalam bentuk kata, bilangan, kalimat, atau simbol dan jawabanya hanya dapat dinilai benar atau salah. Ada dua bentuk soal jawaban singkat yakni bentuk pertanyaan langsung dan pertanyaan tidak langsung. (Purwanto,N. 2010)

    Menurut Arikunto, S. (2010) Completion test biasa kita sebut dengan istilah tes isian, tes menyempurnakan, atau tes melengkapi. Completion test terdiri atas kalimat-kalimat yang ada bagian-bagiannya yang dihilangkan. Bagian yang dihilangkan atau yang harus diisi oleh murid ini adalah merupakan pengertian yang kita minta dari murid.

    Menurut Majid, A (2008) Tes bentuk jawaban/ isian singkat dibuat dengan menyediakan tempat kosong yang disediakan bagi siswa untuk menuliskan jawaban. Jenis soal jawaban singkat ini bisa berupa pertanyaan dan melengkapi atau isian. Dengan demikian isian sinkat adalah pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik dengan melengkapi baik berupa bilangan, kalimat, simbol/ lambang, kata, prase, nama, tempat, nama tokoh, dan lain-lain secara singkat dan tepat.

  • Menjodohkan
    Menjodohkan : terdiri atas 2 kelompok pertanyaan. Kedua kelompok ini berada dalam satu kesatuan. Bagian sebelah kiri merupakan beberapa pertanyaaan yang harus dicari jawabanya yang ada pada kolom kanan. Dalam bentuk yang paling sederhana, jumlah soal sama dengan jumlah jawabanya, tetapi sebaiknya jumlah jawaban lebih banyak dari soal, karena hal ini akan mengurangi kemungkinan siswa menjawab betul dengan hanya menebak. (Sudjana, N. 2010).

    Soal tes bentuk menjodohkan sebenarnya masih merupakan bentuk pilihan ganda. Perbedaannya dengan bentuk pilihan-ganda adalah pilihan-ganda terdiri atas stem dan option, kemudian peserta didik tinggal memilih salah satu option yang dianggap paling tepat, sedangkan bentuk menjodohkan terdiri atas kumpulan soal dan kumpulan jawaban yang keduanya dikumpulkan pada dua kolom yang berbeda, yaitu kolom sebelah kiri menujukkan kumpulan persoalan, dan kolom sebelah kanan menunjukkan kumpulan jawaban.

    Jumlah pilihan jawaban dibuat lebih banyak daripada jumlah persoalan. Bentuk soal menjodohkan sangat baik untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi informasi berdasarkan hubungan yang sederhana dan kemampuan mengidentifikasi kemampuan menghubungkan antara dua hal.

    Makin banyak hubungan antara premis dengan respons dibuat, maka makin baik soal yang dibuat. Dengan demikian tes menjodohkan artinya soal yang jawabannya telah disediakan ditempat yang telah diatur oleh pembuat soal sesuai dengan materi dan apa yang akan dikur.

2. Teknik Non-tes

Macam-macam teknik nontes merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik pada aspek afektif dan psikomotor. Adapun macam-macam teknik nontes antara laian; Observasi, Studi dokumentasi., Angket, Wawancara, Sosiomeri, Unjuk kerja, Portofolio, Analisis hasil kerja:

  • Observasi (Pengamatan)
    Observasi (Pengamatan) merupakan cara menghimpun bahan-bahan keterangan atau data yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematais terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan.

    Menurut Jihad dan Haris (2010), pengamatan adalah alat penilaian yang mengisinya dilakukan oleh guru atas dasar pengamatan terhadap perilaku siswa, baik secara perorangan maupun kelompok, di kelas maupun di luar kelas. Obeservasi suatu proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif, dan rasional mengenai berbagai fenomena, baik dalam situasi sebenarnya maupun dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan tertetu. Alat yang digunakan dalam melakukan observasi disebut pedoman observasi.

    Teknik observasi adalah pengamatan yang dilakukan terhadap kegiatan untuk mendapatkan informasi tetang apa yang sedang diamati sesuai dengan teori yang telah ada, misalnya pengamatan dalam kegiatan proses belajar mengajar maka, observer melakukan pengamatan dan penilaian menggunakan lembar observasi yang telah dibuat berdasarkan teori.

  • Wawancara
    Wawancara merupakan skala suatu bentuk alat evaluasi jenis non tes yang dilakukan melalui percakapan dan tanya jawab, baik langsung maupun tidak langsung.

    • Wawancara langsung adalah wawancara yang dilakukan secara langsung antara pewawancara (intervewer) atau guru dengan orang yang diwawancarai (interviewee) atau peserta didik tanpa melalui perantara,

    • Wawancara tidak langsung artinya pewawancara atau guru menanyakan sesuatu kepada peserta didik melalui perantara orang lain atau media. Jadi, tidak menemui langsung kepada sumbernya.

    Menurut Sudijono, A (2009), Wawancara adalah Cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab lisan, secara sepihak, berhadap muka dan dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan. wawancara merupakan alat penilaian digunakan untuk mengetahui pendapat, aspirsi, harapan, prestasi, keinginan, keyakinan, dan lain-lain sebagai hasil belajar siswa. Cara yang dilakukan ialah dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa secara lisan.

    Wawancara adalah kegiatan mendapatkan informasi dengan melakukan tanya jawab secara langsung atau tidak langsung, secara langsung maka pewawancara menemui langsung respondennya, sementara wawancara tidak langsung pewawancara mendapatkan informasi melalui perantara, dan wawancara dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara yang telah dibuat berdasarkan teori tetang apa yang akan ditannyakan, misalnnya tentang motivasi maka pedoman wawancara dibuat berdasarkan indikator daripada motivasi.

  • Angket (Kuosioner)
    Angket adalah merupakan suatu daftar pertanyaan-pertanyaan tertulis yang harus dijawab oleh siswa yang menjadi sasaran dari angket tersebut. (Slameto, 1988). Menurut Anas Sudijono (2009), Angket (Kuosioner) merupakan pengumpulan data sebagai bahan penilaian hasil belajar yang jauh lebih praktis, menghemat waktu, dan tenaga. Hanya saja, jawaban-jawaban yang diberikan terkadang kurang sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

    Tujuan diadakannya Angket yaitu untuk memperoleh data mengenai latar belakang peserta didik sebagai salah satu bahan dalam menganalisis tingkah laku dan proses belajar yang bermakna. Angket termasuk alat untuk mengumpulkan dan mencatat data atau informasi, pendapat, dan pahamdalam hubungan klausal. Angket mempunyai persamaan dengan wawancara kecuali dalam implementasinya. Angket dilaksanakan secara tertulis, sedangkan wawancara dilaksanakan secara lisan (Arifin, Z. 2012). Menurut Jihad dan Haris (2009), angket adalah alat penilaian yang menyajikan tugas-tugas atau mengerjakan dengan cara tertulis.

    Angket adalah seperangkat lembar kerja berisi tetang pernyataan- pernyaan yang harus dijawab dengan jujur, didalam angket lengkap dengan format petunjuk pengisian, responden, pernyataan-pernyataan dikembangkan berdasarkan teori-teori tetang apa yang akan diukur, angket merupakan alat pengumpulan data yang tergolong praktis dari segi waktu dan tenaga.

  • Portofolio
    Portofolio merupakan kumpulan dokumen berupa objek penilaian yang dipakai oleh seseorang, kelompok, lembaga, organisasi, atau perusahaan yang bertujuan untuk mendokumentasikan dan menilai perkembangan suatu proses portopolio dapat digunakan guru untuk melihatperkembangan peserta didik dari waktu berdasarkan kumpulan hasil karya sebagi bukti dari suatu kegiatan pembelajaran. Arifin (2011)

    Menurut Majid, A. (2011), Portofolio adalah Kumpulan atau berkas pilihan yang dapat memberikan informasi bagi penilaian. Karakteristik perubahan portofolio akan merefleksikan perubahan pada proses kemampuan intelektual siswa.

    Menurut Irham (2011: 2) Portofolio adalah sebuah bidang ilmu yang khusus mengkaji tentang bagaimana cara yang dilakukan oleh seorang investor untuk menurunkan resiko dalam berinventasi secara seminimal mungkin, termasuk salah satunya dengan menganeragamkanresiko tersebut.

    Portofolio adalah alat pengumpulan data untuk mendapatkan informasi berupa dokumen-dokumen yang telah ada dan telah dilaksanakan dengan memperhatikan legal formalnya dokumen yang dibutuhkan.

  • Unjuk Kerja (Hasil Kerja)
    Menurut Jihad A. dan Haris, A. (2008), Unjuk Kerja adalah merupakan penilaian berkelanjutan yang dilandaskan pada kumpulan informasi yang menunjukan perkembangan kemampuan peserta didik satu periode tertentu.

    Menurut Majid, A. (2011) unjuk kerja merupakan penilaian dengan berbagai macam tugas dan situasi dimana peserta itu diminta untuk mendemonstrasikan pemahaman dan penerapan pengetahuan yang mendalam serta keterampilan di dalam berbagai macam konteks.mengamati peserta didik dalam melakukan kegiatan tertentu, menialai ketercapaian kompetensi tertentu pada peserta didik. Misalnya, praktek dilaboratorium, praktek puisi, praktek main musik.

    Unjuk Kerja merupakan alat pengumpulan data dengan menilai langsung apa yang dilakukan oleh peserta didik dalam melaksanakan tugas praktiknya.

  • Studi Dokumentasi
    Menurut Sukardi (2008), Studi Dokumentasi adalah Teknik evaluasi yang menekankan pada aspek data tertulis atau dokumen yang berkaitan erat dengan informasi tentang siswa. Termasuk Riwayat hidup peserta didik didalamnya.

    Menurut Sudijono (2009), Studi Dokumentasi adalah cara menghimpun keterangan (data) dengan melakukan pemeriksaan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan peserta didik dan pada saat tertentu sangat diperlukan sebagai bahan pelengkap bagi pendidik dalam melakukan evaluasi hasil belajar terhadap peserta didik. Studi dokumentasi merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi, wawancara dan penelitian kualitatif. Bahkan kredibilitas hasil penelitian kualitatif ini akan semakin tinggi jika menggunakan studi dokumen ini dalam metode penelitian kualitatif.

    Studi dokumentasi adalah alat pengumpulan informasi baik melalui dokumen, foto, film, tentang apa yang telah dimilki oleh peserta didik.

  • Sosiometri
    Menurut Sudjana, N (2010), Sosiometri merupakan cara untuk mengetahui kemampuan siswa, apakah dapat menyesuaikan dirinya, terutama hubungan sosial siswa dengan teman sekelasnya.

    Menurut Arifin, Z (2011) Sosiometri adalah sesuatu prosedur untuk merangkum, menyusun dan sampai batas tertentu dapat mengkualifikasi pendapat peserta didik tentang penerimaan teman sebayanya serta hubungan diantara mereka.

    Sosiometri adalah alat untum mendapatkan informasi tetang perkembangan peserta didik dalam lingkungan sosialnya.

  • Biografi
    Biografi merupakan gambaran tentang keadaan siswa selama dalam kehidupannya. Biografi atau riwayat hidup adalah gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam masa kehidupannya.

    Menurut Arifin (2011) Biografi dalah suatu daftar yang berisi subjek dan aspek-aspek yang akan diamati. Daftar cek dapat memungkinkan guru sebagai penilaian mencatat tiap-tiap kejadian yang betapapun kecilnya, tetapi dianggap penting. Ada bermacam-macam aspek perbuatan yang biasanya dicantumkan dalam daftar cek, kemudian tinggal memberikan tanda centang pada tiap-tipa aspek tersebut sesuai dengan hasil penilaiannya.

    Biografi adalah catatan atau gamabaranhidup peserta didik yang bersisi tetang bidata pribadi, pengalaman- pengalam yang didapat dan juga tetang keberhasilan yang telah dimiliki.

  • Analisis Hasil Karya
    Terdiri dari proyek dan produk. Proyek adalah kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu, tugas tersebut berupa suatu investigasi dari suatu perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyediaan data. Produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Melipuli hasil karya seni yang dihasilkan oleh peserta didik. Majid (2011: 209).

    Analisis hasil karya adalah daftar identifikasi tetang suatu kemampuan peserta didik delam menuangkan ide dan gagasannya berupa proyek dan produk yang memilki nilai tinggi yang bermanfaat untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Langkah Pengembangan Penilaian


Langkah-langkah pengembangan Penilaian teknik tes

  1. Menetapkan tujuan pembelajaran; Tes formatif dilakukan setiap pokok bahasan (ulangan harian), Tes sumatif dilakukan dari beberapa bab biasa tes (uts/uas), Tes formatif untuk mengetahui beberapa metoda pengajarannya, Tes sumatif untuk mengetahui kemampuan siswa berupa nilai,

  2. Menganalisi dokumen; Silabus (sudah berapa minggu/bulan), RPP (tujuan apa yang sudah di rumuskan dalam kegiatan belajar), Program pembelajaran/mingguan, bulanan atau semesteran (ruang lingkup materi sampai kurun waktu tertentu), Buku sumber (kedalaman, keluasan materi yang menjadi pokok penyusunan soal), Agenda mengajar guru (mengetahui materi mana yang benar-benar sudah diajarkan disuatu kelas)

  3. Kisi-kisi soal tes sumatif; Menyusun kisi-kisi, merupakan tabel matrik yang berisi spesifikasi soal-soal yang akan dibuat. Kisi- kisi ini sebagai acuan sehingga dapat menulis soal yang isi dan tingkat kesulitannya relatif proporsional

  4. Menulis soal

    1. Aturan umum penulisan soal

      • Menggunakan bahasa yang mudah dipahami
      • Jangan mengutip langsung kalimat dalam buku
      • Bila berupa pandangan seseorang sebutkan pendapat siapa
      • Soal tidak boleh member isyarat untuk soal lain
      • Hindarkan soal yang menanyakan hal-hal spele (harus hal penting)
      • Hindarkan kebergantungan soal pada soal lain
      • Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas tidak menimbulkan penafsiran ganda.
    2. Aturan penulisan soal Pilihan Ganda

      • Materi

        1. Soal sesuai indikator (menuntut tes tertulis untuk bentuk pilihan ganda).
        2. Materi yang ditanyakan sesuai dengan kompetensi (urgensi, relevasi, kontinyuitas, keterpakaian sehari- hari).
        3. Pilihan jawaban homogen dan logis.
        4. Hanya ada satu kunci jawaban.
      • Konstruksi

        1. Pokok soal dirumuskan dengan singkat, jelas, dan tegas.
        2. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
        3. Pokok soal tidak memberi petunjuk kunci jawaban.
        4. Pokok soal bebas dan pernyataan yang bersifat negatif ganda
        5. Pilihan jawaban homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
        6. Gambar, grafik tabel, diagram, atau sejenisnya jelas dan berfungsi.
        7. Panjang pilihan jawaban relatif sama.
        8. Pilihan jawaban tidak menggunakan pernyataan “semua jawaban di atas salah/benar” dan sejenisnya.
        9. Pilihan jawaban yang berbentuk angka/waktu disusun berdasarkan urutan besar kecilnya angka atau kronologisnya.
        10. Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal sebelumnya
      • Bahasa/Budaya

        1. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
        2. Menggunakan bahasa yang komunikatif.
        3. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.
        4. Pilihan jawaban tidak mengulang kata/kelompok kata yang sama, kecuali merupakan satu kesatuan pengertian.
    3. Aturan penulisan soal

      • Rumusan butir soal mengacu pada indikator
      • Batasan jawaban atau ruang lingkup harus jelas
      • Harus menggunakan kata tanya perintah seperti mengapa, uraikan, jelaskan, bandingkan, buktikan, hitunglah dll.
      • Hindari pertanyaan apa, siapa, bila….
      • Menggunakan bahasa baku
      • Hindari kata-kata yang dapat ditafsirkan ganda
      • Buat petunjuk yang jelas bagaimana soal itu dikerjakan
      • Buat jawaban bebarengan dengan membuat soal
      • Buat pedoman penskoran
  1. Analisis rasional, berupa penelaahan soal yang ditinjau dari segi teknis, isi, dan editorial. Analisis secara teknis dimaksudkan sebagai penelaahan soal berdasarkan prinsip- prinsip pengukuran dan format penulisan soal. Analisis secara isi dimaksudkan sebagai penelaahan khusus yang berkaitan dengan kelayakan pengetahuan yang ditanyakan. Analisis secara editorial dimaksudkan sebagai penelaahan yang khususnya berkaitan dengan keseluruhan format dan keajegan editorial dari soal yang satu ke soal yang lainnya

    Aspek yang diperhatikan di dalam penelaahan secara kualitatif ini adalah setiap soal ditelaah dari segi materi, konstruksi, bahsa/budaya, dan kunci jawaban/pedoman penskorannya.

  1. Uji coba; soal yang telah dibuat diujicobakan kepada beberapa responden yang memilki kriteria yang sama dengan responden yang akan diterapkan misalanya soal akan diterapkan pada kelas lima X makan ujicobanya di kelas lima Y

  2. Analisis empiris (daya pembeda,kesukaran, korelasi, validitas daan reabilitas)

  3. Analisis butir soal, proses penelahaan butir soal melalui informasi dari jawaban peserta didik guna meningkatkan mutu butir soal.

  4. Revisi soal dilakukan tentang perbaikan bagian soal yang masih belum sesuai dengan yang diharapkan

  5. Pembanyakan instrument sesuai dengan jumlah peserta yang akan di ujikan

  6. Pelaksanaan tes (jumlah peserta, pengawasan, kondisi ruangan)

  7. Scoring setelah di periksa maka pendidik melakukan penskoran sesuai dengan kriteria dan didapatkan data yang bermakna dalam mengambil keputusan

  8. Pemanfaatan hasil sesuai dengan tujuan sehingga dapat bermanfaat bagi peserta tes, pendidik maupun lembaga yang berkepentingan.

Langkah-langkah pengembangan penilaian teknik nontes

  • Menetapkan apa yang akan diukur (keperibadian, kepemimpinan, tanggung jawab, sosiobilitas, emosi, motivasi, belajar, sikap,minat, nilai moral)

  • Menentukan instrument; angket, wawancara, observasi dll Wawancara (berstruktur/tidak), Angket/kuesioner (berstruktur/tidak), Observasi (tingkah laku individu/kelompok), Studi dokumentasi, Inventori (portopolio), Sosiomerti (social anak), Biografi autografi (daftar cek), Analisi hasil kerja, Unjuk kerja.

  • Menentukan definisi atau batasan tentang aspek yang akan diungkap (berdasarkan teori )

  • Menentukan format instrument (cek, pilihan, skala, uraian bebas)

  • Mengembangkan kisi-kisi (penyebaran, pernyataan setiap asfek)

  • Menulis pernyataan

  • Analisis rasional.