Apa yang dimaksud dengan Norma Subyektif (Subjective Norm)?

Norma Subyektif (subjective norm) adalah persepsi atau pandangan seseorang terhadap kepercayaan-kepercayaan orang lain yang akan mempengaruhi minat untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku yang sedang dipertimbangkan.

Apa yang dimaksud dengan Norma Subyektif (subjective norm) ?

Norma subjektif diartikan sebagai faktor sosial yang menunjukkan tekanan sosial yang dirasakan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perbuatan.

Dalam Theory of Reasoned Action (Teori Tindakan Beralasan) dan Theory of Planned Behavior (Teori Perilaku Rencanaan), norma subjektif adalah fungsi dari normative beliefs, yang mewakili persepsi mengenai preferensi signifikan lainya mengenai apakah perilaku tersebut harus dilakukan. Model ini mengkuantifikasi keyakinan ini dengan mengalikan kemungkinan subyektif seorang disebut relevan berpikir bahwa seseorang harus melaksanakan perilaku tersebut dengan motivasi seseorang untuk mengikuti (motivation to comply) apa yang ingin dilakukan.

Kompoen Norma Subyektif


Menurut Fishbein dan Azjen (2005), norma subjektif secara umum mempunyai dua komponen berikut:

  1. Normative beliefs (Keyakinan Norma).

    Persepsi atau keyakinan mengenai harapan orang lain terhadap dirinya yang menjadi acuan untuk menampilkan perilaku atau tidak. Keyakinan yang berhubungan dengan pendapat tokoh atau orang lain yang penting dan berpengaruh bagi individu atau tokoh panutan tersebut apakah subjek harus melakukan atau tidak suatu perilaku tertentu.

  2. Motivation to comply (motivasi untuk memenuhi).

    Motivasi individu untuk memenuhi harapan tersebut. Norma subjektif dapat dilihat sebagai dinamika antara dorongan-dorongan yang dipersepsikan individu dari orang-orang disekitarnya dengan motivasi untuk mengikuti pandangan mereka (motivation to comply) dalam melakukan atau tidak melakukan tingkah laku tersebut.

image
Norma subjektif mengacu pada keyakinan normatif dari lingkungan sosial yang membuat individu melakukan perilaku tertentu. Aspek ini terutama berlaku untuk tekanan sosial yang dirasakan berasal dari orang-orang penting untuk seseorang (Montaño dan Kasprzyk dalam Wolf et.al, 2015).

Menurut Azjen dan Driver dalam Munandar (2014) norma subjektif adalah perasaan atau pendugaan seseorang terhadap harapan-harapan dari orang- orang yang ada dalam kehidupannya mengenai dilakukan atau tidak dilakukan perilaku tertentu.

Norma subjektif (subjective norm) adalah persepsi atau pandangan seseorang terhadap kepercayaan-kepercayaan orang lain yang akan mempengaruhi niat untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku yang sedang dipertimbangkan (Jogiyanto, 2007).

Muchlis H mas’ud (2012) menyebutkan bahwa sikap (attitude) adalah perasaan positif atau negatif seseorang terhadap suatu perilaku atau obyek. Norma-norma subyektif (subjective norms) adalah pengaruh sosial yang mempengaruhi seseorang untuk berperilaku.

Seseorang akan memiliki keinginan terhadap suatu obyek atau perilaku seandainya ia terpengaruh oleh orang-orang di sekitarnya untuk melakukannya atau ia meyakini bahwa lingkungan atau orang-orang disekitarnya mendukung terhadap apa yang ia lakukan. Kontrol perilaku yang dipersepsikan (perceived behavioral control) berkaitan dengan sumberdaya-sumberdaya yang dimiliki dan kesempatan yang ada untuk melakukan sesuatu (Tan and Thomson, 2000)

Menurut Jogiyanto (2007 Norma Subjektif ( Subjective Norm ) adalah persepsi atau pandangan seseorang terhadap kepercayaan-kepercayaan orang lain yang akan mempengaruhi niat untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku yang sedang dipertimbangkan.

Sedangkan Norma Subjektif menurut Ajzen (1988) dalam Mustikasari (2007) adalah persepsi individu tentang pengaruh sosial dalam membentuk perilaku tertentu. Dalam Norma Subjektif, terdapat individu-individu atau kelompok yang memberikan pengaruh dalam perilaku seseorang. Individu-individu atau kelompok tersebut disebut sebagai referents.

Kepercayaan-kepercayaan yang mendasari norma subjektif disebut dengan kepercayaan-kepercayaan normatif ( normatif beliefs ), yaitu kepercayaan seseorang bahwa individu atau kelompok tertentu menyetujui atau tidak menyetujui melakukan suatu perilaku.

Dalam kepatuhan Wajib Pajak, referents dapat berasal dari keluarga, teman, dosen, praktisi, atau ahli. Kepercayaan normatif dalam kerangka penilaian-harapan didasarkan atas kekuatan kepercayaan normatif ( normatif belief strength ) dan motivasi untuk menaati ( motivation to comlpy ).

Indikator Norma Subjektif ( Subjective Norm )

Berikut ini beberapa indikator norma subjektif yaitu :

  1. Pengaruh teman dan rekan satu profesi

  2. Pengaruh salah satu stakeholder terkait

  3. Pengaruh orang terdekat