Apa yang dimaksud dengan motivasi ekstrinsik ?

Motivasi ekstrinsik adalah segala sesuatu yang diperoleh melalui pengamatan sendiri, ataupun melalui saran, anjuran atau dorongan dari orang lain. Singgih D. Gunarsa, (2008)

Apa yang dimaksud dengan motivasi ekstrinsik ?

Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif atau berfungsi karena adanya rangsangan dari luar (Sardiman, 2011).

Motivasi ekstrinsik mengacu pada motivasi yang datang dari luar diri individu. Seseorang yang termotivasi oleh ekstrinsik tidak menikmati kegiatan yang dilakukannya. Dimana seseorang terlibat dalam suatu aktivitas hanya karena ingin mengharapkan beberapa imbalan seperti penghargaan, hadiah, uang atau pujian.

Imbalan yang didapatkan bisa memberikan kepuasan atau kesenangan walaupun kegiatan yang dilakukan tidak memberikan rasa kepuasaan atau kesenangan dari dalam dirinya sendiri.

Terdapat beberapa indikator yang termasuk dalam motivasi ekstrinsik, antara lain:

  1. Pengaruh lingkungan sosial
    Lingkungan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepribadian atau tingkah laku seseorang. Lingkungan yang dimaksud seperti orang-orang di sekitarnya yang dapat memberikan pengaruh terhadap tingkah laku seseorang.

  2. Dorongan dan harapan orangtua
    Dorongan dan harapan orangtua yang diberikan pada anak dapat berpengaruh pada perilaku yang diperbuat anak. Dorongan dan harapan orangtua tersebut umumnya adalah hal-hal yang baik untuk anaknya. Tetapi terkadang tidak sesuai dengan keinginan anaknya sehingga anak mewujudkannya tetapi tidak sesuai dari dalam dirinya sendiri.

  3. Adanya imbalan
    Imbalan yang didapatkan seperti uang, sarana dan prasarana serta pujian tersebut dapat membangkitkan seseorang untuk mengerjakan sesuatu dengan tujuan hanya mengharapkan imbalan yang diberikan. Karena imbalan tersebut dapat memberikan rasa kesenangan atau kepuasan walaupun kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan keinginannya.

  4. Pengaruh teman sebaya
    Anak pada usia remaja akan lebih mudah dipengaruhi oleh teman-teman sebayanya. Artinya alasan seseorang mengambil keputusan dapat disebabkan karena diajak teman atau sekedar ikut-ikutan teman.

  5. Bantuan beasiswa
    Bantuan beasiswa yang ditawaran oleh setiap perguruan tinggi tentu akan mempengaruhi seseorang dan hal ini dapat menarik minat anak untuk medaftar dan masuk ke perguruan tinggi yang banyak memberikan bantuan beasiswa.

Motivasi ekstrinsik adalah pendorong kerja yang bersumber dari luar diri pekerja sebagai individu, berupa suatu kondisi yang mengharuskannya melaksanakan pekerjaan secara maksimal. Misalnya, berdedikasi tinggi dalam bekerja karena upah/gaji yang tinggi, jabatan/posisi yang terhormast atau memiliki kekuasaan yang besar, pujian, hukuman, dan lain-lain.

Atau motivasi ekstrinsik adalah faktor-faktor yang mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu yang bersumber dari lingkungan, teman, atau faktor-faktor lain yang bukan dari dirinya sendiri. Orang-orang yang memiliki motivasi ini harus pintar-pintar dalam memilih lingkungan. Karena motivasi ekstrinsik tidak dapat dikontrol oleh diri sendiri.

Menurut F. Hezberg (Suwatno, 2011), terdapat dua faktor utama di dalam organisasi atau perusahaan yang membuat karyawan merasa puas terhadap pekerjaan yang dilakukan, dan kepuasaan tersebut akan mendorong mereka untuk bekerja lebih baik. Kedua faktor tersebut antara lain:

1. Motivator, yaitu prestasi kerja, penghargaan, tanggung jawab yang diberikan, kesempatan untuk mengembangkan diri dan pekerjaannya itu sendiri.

2. Kesehatan kerja, merupakan kebijakan dan administrasi perusahaan yang baik, supervise teknisi yang memadai, gaji yang memuaskan, kondisi kerja yang baik dan keselamatan kerja

Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang yang dikenal dengan teori hygiene factor. Menurut Herzberg yang dikutip oleh Luthans (1992), yang tergolong sebagai hygiene factor antara lain ialahberikut:

  1. Policy and administration (Kebijakan dan administrasi)
    Yang menjadi sorotan disini adalah kebijaksaan personalia. kantor personalia umumnya dibuat dalam bentuk tertulis. Biasanya yang dibuat dalam bentuk tertulis adalah baik, karena itu yang utama adalah bagaimana pelaksanaan dalam praktek. Pelaksanaan kebijakasanaan dilakukan masing masing manajer yang bersangkutan. Dalam hal ini supaya mereka berbuat seadil-adilnya.

  2. Quality supervisor (Supervisi)
    Dengan technical supervisor yang menimbulkan kekecewaan dimaksud adanya kurang mampu dipihak atasan, bagaimana caranya mensupervisi dari segi teknis pekerjaan yang merupakan tanggung jawabnya atau atasan mempunyai kecakapan teknis yang lbih rendah dari yang diperlukan dari kedudukannya. Untuk mengatasi hal ini para pimpinan harus berusaha memperbaiki dirinya dengan jalan mengikuti pelatihan dan pendidikan.

  3. Interpersonal relation (Hubungan antar prbadi)
    Inteprsonal relation menunjukkan hubungan perseorangan antara bawahan dengan atasannya, dimana kemungkinan bawahan merasa tidak dapat bergaul dengan atsannya. Agar tidak menimbulkan kekecewaaan pegawai, maka minimal ada tiga kecakapan harus dimiliki setiap atasan yakni:

    • Technical skill (kecakapan terknis). Kecakapan ini sangat bagi pimpinan tingkat terbawah dan tingkat menengah, ini meliputi kecakapan menggunakan metode dan proses pada umumnya berhubungan dengan kemampuan menggunakan alat.

    • Human skill (kecakapan konsektual) adalah kemampuan untuk bekerja didalam atau dengan kelompok, sehinnga dapat membangun kerjasama dan mengkoordinasikan berbagai kegiatan.

    • Conseptual skill (kecakapan konseptual) adalah kemampuan memahami kerumitan organisasi sehingga dalam berbagai tindakan yang diambil tekanan selalu dalam uasaha merealisasikan tujuan organisasi keseluruhan.

  4. Working condition (Kondisi kerja)
    Masing-masing manejer dapat berperan dalam berbagai hal agar keadaan masing-masing bawahannya menjadi lebih sesuai. Misalnya ruangan khusus bagi unitnya, penerangan, perabotan suhu udara dan kondsi fisik lainnya. Menurut Hezberg seandainya kondisi lingkungan yang baik dapat tercipta, prestasi yang tinggi dapat tercipta, prestasi tinggi dapat dihasilkan melalui kosentrasi pada kebutuhan-kebutuhan ego dan perwujudan diri yang lebih tinggi.

  5. Wages (Gaji)
    Pada umumnya masing-masing manajer tidak dapat menentukan sendiri skala gaji yang berlaku didalam unitnya. Namun demikian masing-masing manajer mempunyai kewajiban menilai apakah jabatan-jabatan dibawah pengawasannya mendapat kompensasi sesuai pekerjaan yang mereka lakukan. Para manajer harus berusaha untuk mengetahui bagaimana jabatan didalam kantor diklasifikasikan dan elemen-elemen apa saja yang menentukan pengklasifikasian itu.