© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran Jigsaw?

Belajar

Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor.

Model pembelajaran Jigsaw, menurut Slavin (2010), digunakan apabila materi yang dipelajari adalah yang berbentuk materi tertulis. Materi ini paling sesuai untuk subyek-subyek seperti pelajaran Ilmu Sosial, literatur yang tujuan pembelajaran lebih kepada penguasaan konsep dari pada penguasaan kemampuan.

Dalam pembelajaran kooperatif tipe jigsaw para siswa bekerja dalam tim yang heterogen, para siswa tersebut diberikan tugas untuk membaca beberapa bab atau unit dan diberikan “lembar ahli” yang dibagi atas topik-topik yang berbeda, yang harus menjadi fokus perhatian masing-masing anggota tim saat mereka membaca. Setelah semua siswa selesai membaca, siswa-siswa yang dari tim yang bereda yang memiliki fokus topik yang sama bertemu dalam “kelompok ahli” untuk mendiskusikan topic mereka. Setelah itu para ahli kembali ke timnya secara bergantian mengajari teman satu timnya mengenai topik mereka.

Langkah-langkah pembelajaran jigsaw

Menurut Slavin (2010) langkah-langkah pembelajaran jigsaw adalah sebagai berikut :

  1. Siswa dibagi atas beberapa kelompok (setip kelompok beranggotakan 5-6 orang). Yang disebut dengan kelompok asal.

  2. Dalam satu kelompok tersebut masing-masing siswa memperoleh materi yang berbeda.

  3. Dari beberapa kelompok, para siswa dengan keahlian yang sama atau materi yang sama bertemu untuk mendiskusikannya dalam kelompok-kelompok ahli.

  4. Setelah selsai berdiskusi para ahli kembali kedalam kelompok asal.

  5. Para ahli menerangkan hasil diskusi kepada kelompok asal.

  6. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi dengan menunjuk salah satu anggota sebagai perwakilan kelompok.

  7. Para siswa mengerjakan kuis-kuis individual yang mencakup semua topik.

Cara menghitung skor baik individual maupun tim dalam jigsaw

Cara menghitung skor tim baik individu maupun tim jigsaw diadopsi dari cara menghitung skor pada metode kooperatif tipe STAD. Segera mungkin setelah melakukan tiap kuis, hitung skor kemajuan individual dan tim, dan beri sertifikat atau bentuk penghargaan lainnya kepada tim dengan skor tertinggi. Jika memungkinkan, umumkan skor tim pada periode pertama setelah mengerjakan kuis. Pada akhirnya akan meningkatkan motivasi mereka untuk melakukan yang terbaik. (Slavin, 2010)

Poin Kemajuan. Para siswa mengumpulkan poin untuk tim mereka berdasarkan tingat dimana skor kuis mereka (presentasi yang benar) melampaui skor awal mereka:

Tabel Pedoman Poin Kemajuan

Skor Kuis Poin Kemajuan
Lebih dari 10 poin dibawah skor awal 5
10-1 poin dibawah skor awal 10
Skor awal sampai 10 poin diatas skor awal 20
Lebih dari 10 poin diatas skor awal 30
Kertas jawaban sempurna (terlepas dari skor awal) 30

Sumber : Slavin, 2010

Skor Tim. Untuk menghitung skor tim catatlah tiap poin kemajuan semua anggota tim pada lembar rangkuman tim dan bagilah jumlah total poin kemajuan seluruh anggota tim dengan jumlah anggota tim yang hadir. Untuk diingat bahwa skor tim lebih tergantung pada skor kemajuan daripada skor kuis awal.

Tiga macam tingkatan penghargaan diberikan disini. Ketiganya didasarkan pada rata-rata skor tim, yaitu sebagai berikut:

Tabel Kriteria Penghargaan Siswa

Kriteria (Rata-rata Tim) Penghargaan
15 Tim Baik
16 Tim Sangat Baik
17 Tim Super

Sumber : Slavin, 2010

Perhatikan bahwa semua tim dapat meraih penghargaan, dan tim bukannya berkompetisi antara satu sama lainnya. Kriteria ini merupakan satu rangkaian sehingga untuk menjadi tim sangat baik sebagian besar anggota tim harus memiliki skor diatas skor awal mereka, dan untuk menjadi tim super sebagian besar anggota tim harus memiliki skor setidaknya sepuluh poin diatas skor dasar mereka.

Model Jigsaw dikembangkan dan diujicoba oleh Elliot Aronson dan teman-temannya di Universitas Texas. Arti Jigsaw dalam bahasa Inggris adalah gergaji ukir dan ada juga yang menyebutnya dengan istilah puzzle yaitu sebuah teka-teki menyusun potongan gambar. Pembelajaran kooperatif model Jigsaw ini mengambil pola cara bekerja sebuah gergaji ( zigzag ), yaitu siswa melakukan suatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan bersama.

Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggung jawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok lagi yang terdiri atas dua atau tiga orang.

Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam:

  • belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya;

  • merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompok semula. Setelah itu, siswa kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai “ahli” dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruan.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Siswa dikelompokkan dengan anggota ± 4 orang;

  • Tiap orang dalam tim diberi materi dan tugas yang berbeda;

  • Anggota dari tim yang berbeda dengan penugasan yang sama membentuk kelompol baru (kelompok ahli);

  • Setelah kelompok ahli berdiskusi, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan menjelaskan kepada anggota kelompok tentang subbab yang mereka kuasai;

  • Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi;

  • Pembahasan;

  • Penutupan.

Model pembelajaran kooperatif model Jigsaw adalah sebuah model belajar kooperatif yang menitikberatkan pada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil. Seperti diungkapkan oleh Lie (1999), bahwa

“pembelajaran kooperatif model Jigsaw ini merupakan model belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dariempat sampai enam orang secara heterogen dan siswa bekerja sama saling ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri”.

Dalam model kooperatif Jigsaw ini siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan mengolah informasi yang didapar dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi, anggota kelompok bertanggung jawab terhadap keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari dan dapat menyampaikan informasi kepada kelompok lain.

Lie (1994) menyatakan bahwa Jigsaw merupakan salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang fleksibel. Banyak riset telah dilakukan berkaitan dengan pembelajaran koopertif dengan dasar Jigsaw. Riset tersebut secara konsisten menunjukkan bahwa siswa yang terlibat di dalam pembelajaran kooperatif model Jigsaw memperoleh prestasi baik, mempunyai sikap yang lebih baik dan lebih positif terhadap pembelajaran, di samping saling menghargai perbedaan dan pendapat orang lain.

Jhonson and Jhonson (dalam Teti Sobari 2006) melakukan penelitian tentang pembelajaran kooperatif model Jigsaw yang menunjukkan bahwa interaksi kooperatif memiliki berbagai pengaruh positif terhadap perkembangan anak. Pengaruh positif tersebut adalah:

  • Meningkatkan hasil belajar;

  • Meningkatkan daya ingat;

  • Dapat digunakan mencapai taraf penalaran tingkat tinggi;

  • Mendorong tumbuhnya motivasi intrinsik (kesadaran individu);

  • Meningkatkan hubungan antar manusia yang heterogen;

  • Meningkatkan sikap anak yang positif terhadap sekolah;

  • Meningkatkan sikap positif guru;

  • Meningkatkan harga diri anak;

  • Meningkatkan perilaku penyesuaian sosial yang positif; dan

  • Meningkatkan keterampilan hidup bergotong-royong.

Pembelajaran model Jigsaw ini dikenal juga dengan kooperatif para ahli. Karena setiap kelompok dihadapkan pada permasalahan yang berbeda. Tetapi permasalahan yang dihadapi setiap kelompok sama, setiap utusan dalam kelompok yang berbeda membahas materi yang sama, kita sebut sebagai tim ahli yang bertugas membahas permasalahan yang dihadapi, selanjutnya hasil pembahasan itu dibawa ke kelompok asal dan disampaikan pada anggota kelompoknya.

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Melakukan membaca untuk menggali informasi. Siswa memperooleh topik-topik permasalahan untuk dibaca, sehingga mendapatkan informasi dari permasalahan tersebut.

  • Diskusi kelompok ahli. Siswa yang telah mendapatkan topik permasalahan yang sama bertemu dalam satu kelompok atau kita sebut dengan Kelompok ahli untuk membicarakan topik permasalahan tersebut.

  • Laporan kelompok. Kelompok ahli kembali ke kelompok asal dan menjelaskan hasil yang didapat dari diskusi tim ahli.

  • Kuis dilakukan mencakup semua topik permasalahan.

  • Perhitungan skor kelompok dan menentukan penghargaan kelompok.

Stephen, Sikes and Snapp (1978), mengemukakan langkah- langkah pembelajaran kooperatif model Jigsaw adalah sebagai berikut:

  • Siswa dikelompokkan ke dalam 1 sampai 5 anggota tim;

  • Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda;

  • Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang tugaskan;

  • Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/subbab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan subbab mereka;

  • Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiapanggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang subbab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan seksama;

  • Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi;

  • Guru memberi evaluasi;

  • Penutup.

Sumber : Nurdyansyah, Eni Fariyatul Fahyuni, 2016, Inovasi Model Pembelajaran, Nizamial Learning Center