© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Manajemen Strategis atau Strategic Management ?

Manajemen Strategis atau Strategic Management adalah perumusan dan pelaksanaan tujuan dan inisiatif utama yang diambil oleh manajemen perusahaan atas nama pemilik, berdasarkan pertimbangan sumber daya dan penilaian terhadap lingkungan internal dan eksternal dimana organisasi berkompetisi.

Apa yang dimaksud dengan Manajemen Strategis atau Strategic Management ?

Strategic Management adalah rangkaian proses atau rencana dalam mencapai sasaran dan tujuan dan mengalokasi segala sumber daya dari suatu organisasi atau perusahaan. Strategic Management bersifat mendasar dan jangka panjang yang disusun oleh pimpinan dan para manajemen puncak yang dibuat berdasarkan visi dan misi organisasi atau perusahaan tersebut.[1]

Proses


Secara garis besar terbagi menjadi 4 bagian yang meliputi Enviroment Scanning, Strategy Formulation, Strategy Implementation dan Strategy Evaluation. [2]

1. Environment Scanning

Bagian pertama adalah menganalisa keadaan di ruang lingkup organisasi atau perusahaan baik dari sisi internal maupun dari eksternal. Analisa keadaan lingkungan sekitar akan menentukan seberapa besar ruang lingkup pekerjaan dari organisasi atau perusahaan untuk beroprasi menjalankan program kerjanya. Analisa harus difokuskan sesuai dengan visi dan misinya, namun tidak langsung mengabaikan faktor – faktor di luar visi dan misi. [3]

Faktor - faktor yang perlu diperhatikan

  • Event atau acara yang sering diadakan
  • Trends yang sedang beredar di masyarakat
  • Isu tentang permasalahan yang terjadi di sekitar kita
  • Ekspetasi orang terhadap visi misi organisai atau perusahaan
  • Faktor eksternal di luar lingkup kerja

2. Strategy Formulation

Penentuan langkah yang dilakukan setelah mendapat informasi dari analisa di bagian pertama. Mentukan sumber daya apa saja yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi atau perusahaan. Mengenali apa saja kelemahan dan kelebihan dari rencana – rencana yang telah dirumuskan sehingga pada akhirnya akan terpilih formulasi rencana yang memiliki peluang terbesar untuk sukses pada saat nanti dilaksanakan

Penggabungan faktor internal dan faktor ekternal dapat memungkinkan untuk mendapatkan Formula Strategi yang baik

3. Strategy Implementation

Mengeksekusi rencana yang telah disusun sebelumnya dan ini merupakan bagian yang penting karena akan menentukan sukses tidaknya oraganisasi atau perusahaan untuk mencapai visi dan misinya. Agar proses berjalan dengan baik dibutuhkan pendistrubusian sumber daya yang efektif dan efisien dan manajemen sumber daya manusia yang baik.

4. Strategy Evaluation

Mengevaluasi hasil dari implementasi rencana yang telah dijalankan sebelumnya. Pada proses ini akan dilihat bagian mana yang menjadi penghambat saat proses berjalan maupun faktor – faktor yang diluar dugaan yang munculnya saat implementasi sedang berjalan. Proses ini menetukan langkah apa yang akan diambil selanjutnya untuk mencapai visi dan misi dari organisasi atau perusahaan sehingga kedepannya bisa memperoleh hasil yang lebih baik lagi dari sebelumnya. [4]


Dari diagram proses Strategic Management diatas, setiap tahap bisa mempengaruhi ke tahap lainnya, sehingga prosesnya berkesinambungan. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, maka tahap awal harus dibangun dengan matang sehingga saat dilanjutkan ke tahap selanjutnya proses tetap berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan

Referensi
  • Nag, R.; Hambrick, D. C.; Chen, M.-J (2007). “What is strategic management, really? Inductive derivation of a consensus definition of the field” [1]
  • Mintzberg, Henry and, Quinn, James Brian (1996). The Strategy Process:Concepts, Contexts, Cases. Prentice Hall. ISBN 978-0-13-234030-4. [2]
  • Porter, Michael E. (1980). Competitive Strategy. Free Press. [3]
  • Cameron, Bobby Thomas. U sing responsive evaluation in strategic management. Strategic Leadership Review 4 (2), 22-27 [4]

Manajemen strategi terdiri dari analisis, keputusan, dan aksi yang di ambil organisasi untuk menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif.

Berikut adalah pengertian manajemen strategi menurut beberapa ahli :

  • Menurut Pearce II dan Robinson, Jr (2008), Manajemen strategis adalah sekumpulan keputusan dan tindakan yang merupakan hasil dari formula dan implementasi dari rencana yang telah didisain untuk mencapai tujuan perusahaan.

  • Menurut Robbins (2007), manajemen strategis adalah sekelompok keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja jangka panjang organisasi. Manajemen strategis penting karena dapat membuat perbedaan dalam seberapa baik kinerja suatu organisasi dan berhubungan dengan kenyataan bahwa organisasi dari semua jenis dan ukuran menghadapi situasi yang terus berubah.

  • Menurut David (2011), Manajemen strategis dapat di definisikan sebagai seni dan pengetahuan dalam merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi keputusan-keputusan lintas fungsional yang memampukan sebuah organisasi mecapai tujuannya. Sebagaimana di siratkan oleh definisi ini, manajemen strategis berfokus pada usaha untuk mengintegrasikan manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, serta sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasional. Jadi manajemen strategis adalah suatu perumusan atau tindakan yang berfokus pada tujuan manajemen di dalam perusahaan atau organisasi.

  • Menurut Siagian (2007), Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan di implementasi oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangkai tujuan organisasi tersebut.

  • Menurut Hubies dan Najib (2008), Manajemen strategis adalah seperangkat keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja organisasi dalam jangka panjang. Manajemen strategis di definisikan sebagai kumpulan keputusan dan tindakan yang merupakan hasil dari rumusan dan implementasi pada rencana yang dibuat untuk mencapai tujuan perusahaan serta bagaimana mengevaluasi dan melaksanakan tindakan tersebut demi tercapainya tujuan organisasi, yang mencakup perumusan, implementasi dan evaluasi rencana strategi.

  • Menurut Jorfi, Yaccob dan Shah (2011), Manajemen strategis merupakan salah satu mata pelajaran yang sedang dibahas dan semakin menarik bidang manajemen pembangunan. Manajemen strategis adalah pendekatan sistematis untuk utama dan semakin bertanggung jawab penting dari manajemen umum untuk posisi dan berhubungan organisasi dengan lingkungannya dalam cara yang akan memastikan kesuksesan dan membuatnya aman dari kejutan.

  • Menurut Kirovska (2011), Manajemen strategis adalah proses proaktif untuk mencapai kompatibilitas jangka panjang dari area yang terkait di bidang pariwisata yang di rencanakan.

  • Sedangkan menurut York dan Miree (2012), Manajemen strategis adalah program bisnis yang menantang untuk mengajar karena melakukan integrasi baik di tingkat konseptual dan operasional manajemen.

Tahapan Manajemen Strategis


Strategi yang baik dan tepat memiliki proses yang lebih terperinci. Menurut David (2011) Proses manajemen strategi terdiri atas tiga tahap: perumusan strategi, penerapan strategi, dan penilaian strategi. Tahapan tersebut, yaitu :

  1. Perumusan Strategi

    Perumusan strategi terdiri dari:

    • Pengembangan Visi dan Misi
    • Identifikasi peluang dan ancaman eksternal suatu organisasi
    • Kesadaran akan kekuatan dan kelemahan internal
    • Penetapan tujuan jangka panjang
    • Pencarian strategi-strategi aternatif
    • Pemilihan strategi tertentu untuk mencapai tujuan

    Isu-isu perumusan strategi mencakup penentuan bisnis apa yang akan di masuki, bisnis apa yang tidak akan di jalankan, bagaimana mengalokasikan sumber daya, perlukah ekspansi atau diversifikasi operasi dilakukan, perlukah perusahaan terjun ke pasar internasional, perlukah mager atau penggabungan usaha dibuat, dan bagaimana menghindari pengambilalihan yang merugikan. Karena tidak ada organisasi yang memiliki sumber daya yang tak terbatas, para penyusun strategi harus memutuskan strategi alternatif mana yang akan paling menguntungkan perusahaan.

  2. Penerapan Strategi

    Pada tahap penerapan strategi mengharuskan perusahaan untuk menetapkan tujuan tahunan, membuat kebijakan, memotivasi karyawan, dan mengalokasikan sumber daya, sehingga strategi strategi yang telah di rumuskan dapat di jalankan. Tahap penerapan strategi terdiri dari :

    • Pengembangan budaya yang suportif pada strategi
    • Penciptaan struktur organisasional yang efektif
    • Pengerahan ulang upaya-upaya pemasaran
    • Penyiapan anggaran
    • Pengembangan serta pemanfaatan sistem informasi
    • Pengaitan kompensasi karyawan dengan kinerja organisasi

    Tahap ini sering kali dianggap sebagai tahap paling sulit dalam manajemen strategis. Penerapan atau implementasi strategi membutuhkan disiplin, komitmen, dan pengorbanan personal. Penerapan strategi yang berhasil bergantung pada kemampuan manajer untuk memotivasi karyawan, yang lebih merupakan seni daripada pengetahuan. Strategi tersebut dirumuskan, namun bila tidak di terapkan tidak ada gunanya.

  3. Penilaian Strategi

    Penilaian strategi adalah tahap terakhir dalam manajemen strategis. Manajer mesti tahu kapan ketika strategi tertentu tidak berjalan dengan baik, penilaian atau evaluasi strategi merupakan cara utama untuk memperoleh informasi semacam ini. Tahap aktivitas penilaian strategi tediri dari :
    Peninjauan ulang faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi landasan bagi strategi saat ini

    • Pengukuran kinerja
    • Pengambilan langkah korektif

    Penilaian strategi di perlukan karena apa yang berhasil saat ini tidak perlu berhasil nanti. Keberhasilan senantiasa menciptakan persoalan baru dan berbeda, organisasi yang mudah berpuas diri akan mengalami kegagalan.

Tingkatan Strategi


Menurut Wheelen dan David (2008), terdapat beberapa tingkatan dalam strategi untuk perusahaan besar, ada tiga tingkatan strategi manajemen yang berkembang sesuai dengan perkembangan usaha perusahaan yaitu :

  1. Strategi Korporasi (Corporate strategy)
    Merupakan strategi yang mencerminkan seluruh arah perusahaan, dengan tujuan menciptakan pertumbuhan bagi perusahaan secara keseluruhan dan manajemen berbagai macam bisnis lini produk. Ada 3 macam strategi yang dapat dipakai pada strategi tingkat korporasi ini, yaitu :

    • Strategi pertumbuhan (growth strategy) adalah strategi berdasarkan terhadap tahap pertumbuhan yang sedang dilalui perusahaan.

    • Strategi stabilitas (Stability Strategy) adalah strategi dalam menghadapi kemerosotan penghasilan yang sedang dihadapi oleh suatu perusahaan.

    • Retrenchment strategy adalah strategi yang diterapkan untuk memperkecil atau mengurangi usaha yang dilakukan perusahaan.

  2. Strategi Bisnis (Business Strategy)
    Merupakan strategi yang terjadi pada tingkat produk atau unit bisnis dan merupakan strategi yang menekankan pada perbankan posisi bersaing produk atau jasa pada spesifik industri atau segmen pasar tertentu.

    Ada tiga macam strategi yang dapat digunakan pada strategi tingkat bisnis ini, yaitu “Strategi Keunggulan Biaya, Strategi Diferensiasi dan Strategi Fokus”.

    Strategi fokus itu sendiri terdiri dari fokus biaya dan fokus diferensiasi. Pada tingkat bisnis, strategi bersifat departemental. Strategi pada tingkat ini dirumuskan dan ditetapkan oleh para manajer yang diserahi tugas tanggung jawab oleh manajemen puncak untuk mengelola bisnis yang bersangkutan. Strategi yang diterapkan pada unit bisnis sering disebut dengan generic strategy.

    Strategi bisnis merupakan dasar dari usaha yang dikoordinasikan dan ditopang, yang diarahkan terhadap pencapaian tujuan usaha jangka panjang. Strategi bisnis menunjukkan bagaimana tujuan jangka panjang dicapai. Dengan demikian, suatu strategi bisnis dapat didefinisikan sebagai suatu pendekatan umum yang menyeluruh yang mengarahkan tindakan-tindakan utama suatu perusahaan.

    Sedangkan yang dimaksud dengan strategi bisnis perusahaan adalah pola keputusan dalam perusahaan yang menentukan dan mengungkapkan sasaran, maksud dan tujuan- tujuan yang menghasilkan kebijakan, perencanaan untuk mencapai tujuan. Strategi perusahaan berlaku bagi seluruh perusahaan baik itu perusahaan besar atau perusahaan kecil, sedangkan strategi bisnis hanya berfokus pada penentuan bagaimana perusahaan akan bersaing dan penempatan diri diantara pesaingnya.

  3. Strategi Fungsional (Functional Strategy)
    Merupakan strategi yang terjadi di level fungsional seperti, operasional, pemasaran, keuangan, sumber daya manusia. Riset dan pengembangan dimana strategi ini akan meningkatkan area fungsional perusahaan sehingga mendapat keunggulan bersaing. Strategi ini harus mengacu pada strategi bisnis dan strategi korporasi. Memfokuskan pada memaksimumkan produktivitas sumber daya yang digunakan dalam memberikan value terbaik untuk pemenuhan kebutuhan pelanggan (customer). Strategi fungsional sering juga disebut Value-based-strategy.

Tipe Tipe Strategi


Tipe-tipe strategi menurut David (2009) adalah sebagai berikut :

1. Strategi Integrasi

  • Integrasi ke Depan (forward integration)
    Integrasi ke depan (forward integration) adalah upaya memiliki atau meningkatkan kendali atas distributor atau pengecer. Saat ini semakin banyak perusahaan manufaktur (pemasok) yang menjalankan strategi integrasi kedepan dengan cara mendirikan situs web untuk menjual produk-produk mereka secara langsung kepada konsumen. Strategi tersebut menyebabkan gejolak di sejumlah industri.

  • Integrasi ke Belakang (Backward integration)
    Integrasi ke belakang (backward integration) adalah strategi untuk mencoba memiliki atau meningkatkan kontrol terhadap perusahaan pemasok. Strategi ini sangat tepat di gunakan ketika perusahaan pemasok saat ini tidak dapat diandalkan, terlalu mahal, atau tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka. Persaingan global juga memacu perusahaan untuk mengurangi jumlah pemasoknya dan menuntut pelayanan dan mutu yang lebih baik dari yang ada sekarang ini.

  • Integrasi Horizontal (Horizontal Integration)
    Strategi pertumbuhan integrasi horizontal dilakukan melalui akuisisi perusahaan pesaing yang memiliki line of business yang sama. Yang dapat dilakukan dalam strategi ini adalah dengan meningkatkan ukuran perusahaan, meningkatkan penjualan, keuntungan dan pasar potensial dari perusahaan .

2. Strategi Intensif

  • Penetrasi Pasar (Market Penetration)
    Strategi penetrasi pasar berusaha meningkatkan pangsa pasar untuk produk dan jasa yang sudah ada di pasar melalui usaha pemasaran yang gencar. Strategi ini sering di gunakan sendirian atau di kombinasikan dengan strategi lainnya. Penetrasi pasar dapat terdiri dari upaya menambah jumlah pramuniaga, menambah belanja iklan, melakukan promosi penjualan ekstensif, atau meningkatkan upaya publisitas.

  • Pengembangan Pasar (Market Development)
    Pengembangan pasar terdiri dari upaya memperkenalkan produk atau jasa yang ada ke wilayah geografis baru. Berikut ini adalah panduan mengenai kapan pengembangan pasar dapat menjadi strategi yang efektif :

    • Ketika ada saluran-saluran distribusi baru yang dapat diandalkan, murah, dan bermutu baik.

    • Ketika organisasi sangat berhasil dalam hal yang di kerjakannya.

    • Ketika ada pasar baru yang belum di manfaatkan dan belum jenuh.

    • Ketika organisasi mempunyai modal maupun sumber daya manusia yang di perlukan untuk mengelola operasi yang semakin besar.

    • Ketika organisasi mempunyai kapasitas produksi yang berlebihan.

    • Ketika lingkup industri dasar organisasi menjadi global dengan cepat.

  • Pengembangan Produk (Product Development)
    Pengembangan produk adalah strategi yang berupaya meningkatkan penjualan dengan memperbaiki atau memodifikasi produk/jasa yang sudah ada. Pengembangan produk biasanya memerlukan biaya yang besar untuk penelitian dan pengembangan.

    Lima hal yang bisa dijadikan pedoman kapan sebaiknya menerapkan strategi pengembangan produk secara efektif, yaitu :

    • Ketika organisasi mempunyai produk sukses yang mencapai tahap kematangan dalam daur hidupnya; idenya adalah menarik para pelanggan yang puas untuk mencoba produk-produk baru (yang lebih baik) karena mereka memiliki pengalaman positif dengan produk atau jasa organisasi saat ini.

    • Ketika organisasi bersaing dalam industri dimana perkembangan teknologi terjadi sangat cepat.

    • Ketika para pesaing utama menawarkan produk dengan mutu lebih baik dan harga yang sebanding.

    • Ketika organisasi bersaing dalam industri yang tumbuh cepat.

    • Ketika organisasi mempunyai kemampuan penelitian dan pengembangan yang sangat kuat

3. Strategi Diversifikasi

  • Diversifikasi Konsentris
    Enam hal yang bisa menjadi pedoman kapan diversifikasi konsentris tepat dilakukan,yaitu :

    • Ketika organisasi bersaing dalam industri yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya lambat.

    • Ketika menambah produk baru, namun masih terkait, akan meningkatkan penjualan produk yang ada saat ini secara signifikan.

    • Ketika produk baru, namun masih terkait, dapat di tawarkan dengan harga yang sangat bersaing.

    • Ketika produk baru, namun masih terkait mempunyai fluktuasi penjualan musiman yang menyeimbangkan fluktuasi penjualan perusahaan tersebut saat ini.

    • Ketika produk-produk organisasi saat ini dalam tahap daur hidup produk yang menurun.

    • Ketika organisasi mempunyai tim manajemen yang kuat.

  • Diversifikasi Horisontal (Horizontal Diversification)
    Menambah produk atau jasa baru yang tidak terkait untuk pelanggan yang sudah ada disebut diversifikasi horizontal (Horizontal diversification). Risiko strategi ini tidak sebesar diversifikasi konglomerat karena perusahaan pasti sudah mengenal pelanggan yang sudah ada.

  • Diversifikasi konglomerat (Conglomerate Diversification)
    Menurut Purwanto (2008:120) “Strategi ini dilakukan dengan cara mengakuisisi perusahaan lain yang memiliki line of business yang sama sekali berbeda”.
    Strategi ini dilakukan untuk beberapa alasan, di antaranya :

    • Perusahaan di dalam industri yang pertumbuhannya lambat mengakuisisi perusahaan yang berada dalam industri yang berkembang cepat dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan total.

    • Perusahaan yang memiliki kelebihan uang cash sering mendapatkan bahwa investasi dalam industri yang berbeda merupakan strategi yang sangat menguntungkan.

    • Perusahaan yang mengakuisisi, memiliki kemampuan manajemen, finansial dan teknik serta pemasaran yang bisa diaplikasikan kepada perusahaan yang lebih lemah sehingga dapat meningkatkan kemampuan laba perusahaan yang lemah
      tersebut.

    Perusahaan melakukan diversifikasi dengan maksud membagi-bagi risiko ke dalam beberapa industri.

4. Strategi Defensif

  • Rasionalisasi biaya (Retrenchment)
    Rasionalisasi biaya (retrenchment) terjadi ketika suatu organisasi melakukan restrukturisasi melalui penghematan biaya dan aset untuk meningkatkan kembali penjualan dan laba yang sedang menurun. Rasionalisasi biaya dirancang untuk memperkuat kompetensi pembeda dasar organisasi.

  • Divestasi (Divestiture)
    Menjual suatu divisi atau bagian dari organisasi disebut divestasi (Divestiture). Divestasi sering digunakan untuk meningkatkan modal yang selanjutnya akan digunakan untuk akuisisi atau investasi strategis lebih lanjut. Divestasi dapat menjadi bagian dari strategi rasionalisasi biaya menyeluruh untuk melepaskan organisasi dari bisnis yang tidak menguntungkan, yang memerlukan modal terlalu besar atau tidak cocok dengan aktivitas lainnya dalam perusahaan.

  • Likuidasi (Liquidation)
    Likuidasi (liquidation) adalah menjual semua aset sebuah perusahaan secara bertahap sesuai nilai nyata aset tersebut. Likuidasi merupakan pengakuan kekalahan dan akibatnya bisa merupakan strategi yang secara emosional sulit dilakukan.