© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Keamanan Kolektif (Collective Security)?

keamanan kolektif

Apakah yang dimaksud dnegan keamanan kolektif?

Keamanan kolektif (collective security) adalah perjanjian keamanan politik, regional, atau global yang setiap penandatangannya mengakui bahwa keamanan satu pihak adalah kepentingan semua pihak. Semua negara penandatangan berjanji akan memberi respon bersama terhadap ancaman dan pelanggaran perdamaian.

Keamanan kolektif lebih ambisius daripada sistem keamanan aliansi atau pertahanan kolektif karena mencakup semua negara di suatu kawasan dan menanggapi berbagai potensi ancaman. Meski keamanan kolektif memiliki sejarah yang panjang, pelaksanaannya masih bermasalah. Sejumlah persyaratan harus dipenuhi agar keamanan kolektif bisa terlaksana dengan baik.

Asumsi dasar Keamanan Kolektif

Organski (1960) menjabarkan lima asumsi dasar terkait teori keamanan kolektif:

  • Dalam konflik bersenjata, negara-bangsa anggota akan menyepakati negara mana yang tergolong musuh (agresor).
  • Semua negara-bangsa anggota sama-sama berusaha membendung dan mencegah agresi di manapun sumber atau asalnya.
  • Semua negara-bangsa anggota memiliki kebebasan bertindak yang sama dan kemampuan untuk bergabung dalam aksi melawan musuh.
  • Gabungan kekuasaan anggota aliansi keamanan kolektif cukup untuk mengalahkan kekuasaan musuh.
  • Karena muncul ancaman kolektif dari negara-negara anggota koalisi keamanan kolektif, negara musuh akan mengubah kebijakannya; jika tidak, negara tersebut akan dikalahkan.

Syarat Keamanan Kolektif

Morgenthau (1948) menyatakan bahwa ada tiga syarat yang harus dipenuhi agar keamanan kolektif berhasil mencegah perang:

  • Sistem keamanan kolektif harus mampu mengerahkan pasukan militer yang lebih besar daripada pasukan militer musuh sehingga musuh enggan berusaha mengubah tatanan dunia yang dipertahankan sistem keamanan kolektif.
  • Negara-negara tersebut, yang kekuatan gabungannya dapat dijadikan deterensi (pencegah) sesuai syarat pertama, harus memiliki keyakinan yang sama mengenai keamanan tatanan dunia yang hendak dipertahankan.
  • Semua negara harus meninggalkan perselisihan kepentingannya demi kemaslahatan bersama, yaitu pertahanan seluruh negara anggota.

Sumber : wikipedia

Kemanan kolektif atau Collective Security merupakan perjanjian dimana setiap negara didalam sistem, menyetujui bahwa sebuah masalah keamanan merupakan masalah bersama, serta menyetujui sebuah respon secara kolektif dalam menghadapi agresi.

Menurut mantan presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson, sebuah kerjasama militer dibutuhkan dalam penyelesaian sebuah konflik. Pembentukan Liga Bangsa-Bangsa merupakan latar belakang pernyataan dari Woodrow tersebut, dengan harapan bahwa Liga Bangsa-Bangsa secara ideal, diobligasikan untuk menyelesaikan sebuah perang dengan cara kekerasan.

Liga Bangsa-Bangsa pada akhirnya gagal disebabkan oleh kerasnya kepentingan nasional beberapa negara, yaitu kegagalan Liga Bangsa-Bangsa dalam menarik negara-negara besar waktu itu.

Bentuk dari Collective Security sangat beragam. Collective Security dapat berbentuk sebuah system aliansi keamanan, dimana Negara-negara bergabung sebagai respon terhadap sebuah masalah eksternal yang spesifik.

Pada era modern seperti ini, istilah Collective Security dapat menjelaskan mengapa beberapa negara menggabungkan kekuatan militernya, untuk menghadapi sebuah ancaman keamanan yang dihadapi oleh beberapa negara tersebut.

Kunci dari kesuksesan Collective Security adalah kepentingan nasional yang sama dalam menghadapi sebuah ancaman eksternal. PBB sebagai organisasi internasional yang berkomitmen dalam menyelesaikan berbagai konflik yang ada hingga kini.

Referensi

Martin Griffiths dan Terry O’Callaghan, International Relations: Key Concepts, Routledge, London, 2002.