© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa saja Perspektif yang Mendasari Pengembangan Teori dalam Ilmu Komunikasi?

Perspektif adalah sudut pandang atau cara pandang kita terhadap sesuatu.

Cara memandang yang kita gunakan dalam mengamati kenyataan akan menentukan pengetahuan yang kita peroleh. Suatu perspektif tidak berlaku secara semena – mena.

Rumah adalah rumah, tidak mungkin atas nama perspektif ia dianggap jeruk.


Apa saja perspektif yang mendasari pengembangan teori dalam ilmu komunikasi ?

Secara umum berdasarkan metode dan logika penjelasannya, terdapat 4 (empat) perspektif yang mendasari pengembangan teori dalam ilmu komunikasi. Keempat perspektif tersebut adalah:

  • Covering laws (perspektif hukum),
    Perspektif ini berangkat dari prinsip sebab-akibat atau hubungan kausal. Rumusan umum dari prinsip ini antara lain dicerminkan dalam pernyataan hipotesis.

    Prinsip Covering laws ini pada dasarnya memiliki keterbatasan:

    • Keberlakuan prinsip universalitas bersifat relatif.
    • Formula statistik Covering Laws sulit diterapkan dalam mengamati tingkah laku manusia. Karena pada dasarnya tingkah laku manusia suka berubah dan sulit diterka.
    • Manusia dalam kehidupannya juga terikat pada ikatan budaya tertentu.
    • Kehidupan manusia penuh keragaman dan kompleks.
    • Terlalu berdasar pada hitungan statistik yang belum tentu sesuai dengan realitas.
  • Rules (perspektif aturan),
    Pemikiran perspektif ini berdasarkan pada prinsip praktis bahwa manusia aktif memilih dan mengubah aturan-aturan yang menyangkut kehidupannya. Agar komunikasi dapat berlangsung dengan baik individu-individu yang berinteraksi harus menggunakan aturan-aturan dalam menggunakan lambang-lambang.

    Bukan hanya aturan mengenai lambang itu sendiri, tetapi juga harus ada aturan atau kesepakatan dalam hal giliran berbicara, bagaimana bersikap sopan santun atau sebaliknya, bagaimana harus menyapa, dan sebagainya, agar tidak terjadi konflik atau kekacauan.
    Perspektif ini memiliki dua ciri utama:

    Aturan pada dasarnya merefleksikan fungsi-fungsi perilaku dan kognitif yang kompleks dari kehidupan manusia.
    Aturan menunjukan sifat-sifat dari keberaturan yang berbeda dari keberaturan sebab akibat.

  • Systems (perspektif sistem),
    Secara umum perspektif sistem mempunyai empat ciri :

    • Sistem adalah suatu keseluruhan yang terdiri dari elemen-elemen yang masing-masing mempunyai karakteristik tersendiri.
    • Sistem berada secara tetap dalam lingkungan yang berubah.
    • Sistem hadir sebagai reaksi atas lingkungan.
    • Sistem merupakan koordinasi dari hirarki. Ada banyak jenis sistem, tetapi yang sering terkait dengan teori komunikasi adalah sistem terbuka dan structural-functional.
  • Symbolic interactionism (perspektif simbolik interaksionisme).
    Perspektif ini berkembang dari sosiologi. Dalam perspektif ini terdapat tujuh proposisi umum yang mendasarinya:

    • Tingkah laku manusia dan interaksi antar manusia dilakukan melalui perantaraan lambang-lambang yang mengandung arti.
    • Orang menjadi menusiawi setelah berinteraksi dengan orang-orang lain.
    • Masyarakat merupakan himpunan dari orang-orang yang berinteraksi.
    • Manusia secara sukarela aktif membentuk tingkah lakunya sendiri.
    • Kesadaran dan proses berpikir seseorang melibatkan proses interaksi dalam dirinya.
    • Bahwa manusia membangun tingkah lakunya dalam melakukan tindakan-tindakannya.
    • Untuk memahami tingkah laku manusia diperlukan penelaahan tentang tingkah laku perbuatan tersembunyi.