Apa saja jenis-jenis ganguan cemas atau kecemasan ?

cemas

(amrta ageng subarkah) #1

Gangguan cemas

Gangguan cemas atau Anxiety disorder memiliki banyak jenis dan mungkin juga dimiliki oleh setiap orang, meskipun tingkatan kecemasannya berbeda beda. Pada tingkatan kecemasan yang parah atau tidak terkendali, hal ini menjadi sebuah gangguan pada seseorang dan mempengaruhi aktivitas hariannya. Apabila hal ini terjadi, sebaiknya Anda segera konsultasi pada dokter atau tenaga kesehatan terdekat. Kondisi ansietas yang berlebihan ini seringkali diakibatkan oleh stress yang menumpuk dan kondisi tubuh yang lelah.

Apa saja jenis-jenis ganguan cemas atau kecemasan ?


(Debrilla Ivanadya Pang) #2

Berikut ini jenis jenis anxiety disorder, yaitu :

  • Obsessive- Compulsive Disorders (OCD) : Ocd merupakan gangguan pikiran akibat ketakutan ketakutan yang berlebihan pada sesuatu. Misalnya orang yang terlalu takut terhadap bakteri sehingga dia berkali kali mencuci tangannya.

  • Social Anxiety Disorders: Social anxiety disorder disebut juga fobia sosial, dimana seseorang mengalami kecemasan berlebihan ketikan menghadapi orang lain atau berada dalam lingkungan sosial.

  • Post Traumatic Stress Disorder (PTSD): Orang dengan PTSD memiliki kisah traumatik pada dirinya yang begitu menakutkan dan berat seperti kasus pelecehan seksual, kematian orang yang dicintai, bencana, dan lain sebagainya. Trauma ini bersifat sulit dihilangkan dan terus membekas di pikiran orang tersebut.

  • Spesific Phobias: Gangguan fobia adalah ketakutan terhadap hal tertentu, seperti fobia ketinggian takut terhadap ketinggian, takut melihat darah, atau lainnya yang serupa. Fobia sulit dihilangkan dan harus menjalani terapi intensif terlebih dulu. Fobia berasal dari manipulasi pikiran seseorang yang berlebihan terhadap sesuatu yang menciptakan gambaran mengerikan yang mungkin membahayakan dirinya.


(aditya) #3

Ada beberapa jenis-jenis kecemasan menurut para ahli. Suryabrata (1993) membagi kecemasan menjadi tiga macam, meliputi:

  1. Kecemasan realistik, adalah reaksi ego terhadap bahaya di luar. Kecemasan ini merupakan kecemasan yang realistis, dengan kata lain kecemasan karena kenyataan yang sulit dihindari seperti kecemasan karena terjadi perpisahan dan kematian.

  2. Kecemasan neurotik, merupakan ketakutan terhadap hukuman dari lingkungan karena sadar memunculkan impuls padahal seharusnya tidak dimunculkan, misalnya secara tidak sadar memunculkan kata-kata kotor di depan orang lain.

  3. Kecemasan moral, merupakan kecemasan kata hati yang super egonya berkembang baik, misalnya cenderung merasa berdosa bila melakukan atau merencanakan perbuatan yang bertentangan dengan norma moral.

Sedangkan Darajat (1994) membedakan kecemasan sebagai suatu respon menjadi dua, yaitu:

  1. Kecemasan sesaat (State Anxiety), yaitu kecemasan yang muncul karena individu dihadapkan pada keadaan yang mengancam, yang dipengaruhi oleh pengalaman yang dipelajari individu pada masa lalu dan akan turun apabila keadaan tidak membahayakan.

  2. Kecemasan menetap (Trait Anxiety), yaitu keadaan cemas yang dialami individu berhubungan dengan kepribadian individu tersebut, karena kecenderungan dipandang sebagai suatu keadaan yang menunjukkan adanya suatu kesukaran dalam mengadakan proses penyesuaian diri. Individu yang mengalami kecemasan biasanya cenderung lebih mudah mengartikan lingkungn sebagai ancaman.

Berdasarkan teori yang dikemukakan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kecemasan dapat dibedakan menjadi kecemasan realistik, kecemasan neurotik dan kecemasan moral. Selain itu berdasarkan lamanya, kecemasan dapat dikelompokkan menjadi kecemasan sesaat dan kecemasan menetap.