Urgensi Komunikasi Pemerintah-Masyarakat di Era New normal

Saat ini istilah new normal sangat banyak ditemui masyarakat melalui berbagai media. New normal dikatakan sebagai tatanan hidup baru di tengah pandemi Covid 19 yang angka kesembuhannya makin meningkat. Pemerintah Indonesia yang menilai angka kesembuhan kasus Covid 19 di Indonesia semakin meningkat memutuskan bahwa new normal dapat diterapkan di beberapa daerah yang telah siap. New normal merupakan sebuah langkah percepatan penanganan COVID-19 di bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Skenario new normal ini dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait.

Beberapa bulam setelah terkonfirmasinya kasus Covid 19 di Indonesia, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Indonesia untuk bisa berdamai dan hidup berdampingan dengan virus corona sampai ditemukannya vaksin yang efektif. Menurut Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, frase berdamai yang digunakan oleh Presiden Jokowi ini memiliki makna penyesuaian baru dalam tatanan kehidupan.

Dengan mengutip Badan Kesehatan Dunia (WHO), Presiden Jokowi menegaskan kembali istilah yang digunakannya itu bahwa hidup berdampingan dengan Covid 19 ini harus dilakukan karena virus ini tak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat. Menurutnya, berdampingan bukan berarti masyarakat harus menyerah, tetapi melakukan penyesuaian diri.

Hidup berdampingan dengan virus yang belum ditemukan vaksinnya memang akan menjadi pola kehidupan baru. Masyarakat harus tetap menghindari penyebaran virus itu sambil beraktivitas seperti biasanya. Namun tentu saja aktivitas yang dilakukan tidak akan sama seperti sebelum adanya pandemi corona ini. Aktivitas yang dilakukan harus tetap berpegang pada protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan, dan selalu mencuci tangan. Protokol yang sudah kita lakukan selama masa pandemi ini.

Di tengah pandemi covid yang sampai sekarang masih terjadi, beberapa daerah di Indonesia telah memasuki fase new normal . Pada fase ini, terjadi pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat. Aktivitas dapat kembali berjalan seperti biasa namun tetap berpedoman dengan sejumlah protokol kesehatan seperti memakai masker dan membatasi jarak fisik ( physical distancing ).

Sebetulnya pedoman transisi menuju new normal selama pandemi Covid-19 telah disiapkan oleh organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO). Dalam protokol tersebut disebutkan bahwa negara harus terbukti mampu mengendalikan penularan Covid-19 sebelum menerapkan new normal . Pengendalian ini juga harus bisa dilakukan di tempat yang memiliki kerentanan tinggi terhadap Covid-19 seperti panti jompo, fasilitas kesehatan mental, dan wilayah dengan banyak penduduk. Langkah pengendalian dengan pencegahan juga harus diterapkan di lingkungan kerja. Dikutip dari situs resmi lembaga kesehatan dunia WHO, Henri P. Kluge, Direktur Regional WHO untuk Eropa mengatakan bahwa langkah-langkah pencegahan di tempat kerja mulai ditetapkan seperti jarak fisik, fasilitas mencuci tangan, dan etika pernapasan.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmita, juga turut mengemukakan pendapatnya. Menurutnya, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, tapi ditambah dengan penerapan protokol kesehatan yang dilakukan demi mencegah terjadinya penularan Covid-19. Prinsip new normal adalah bisa menyesuaikan dengan pola hidup. Wiku mengatakan bahwa transformasi ini dilakukan untuk menata kehidupan dan perilaku baru, ketika pandemi, yang kemudian akan dibawa terus ke depannya sampai ditemukannya vaksin untuk Covid-19 ini.

Namun, berdasarkan observasi yang penulis lakukan di lapangan, masih banyak masyarakat yang salah menilai dan memahami new normal . Mereka menganggap bahwa new normal adalah kembalinya kondisi seperti semula, dimana mereka bebas melakukan aktivitas seperti biasa. Penulis melihat banyak sekali masyarakat yang keluar rumah, berbelanja, bermain, nongkrong, dan melakukan kegiatan-kegiatannya lainnya di luar rumah tanpa melakukan protokol kesehatan yang berlaku. Di sinilah pentingnya komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat guna menciptakan pemahaman yang sama dalam menghadapi era new normal .

Pemerintah seharusnya memberi penjelasan tentang bagaimana konsep new normal dan seperti apa kebijakannya. Walaupun memang pada kenyataannya ada daerah yang sudah bisa menerapkan new normal , tetapi masih banyak juga daerah yang belum bisa menerapkannya karena ancaman virus corona belum reda. Ada daerah yang penduduknya sudah mengerti betul konsep new normal , ada pula yang belum mengerti.

Upaya komunikasi yang dilakukan pemerintah di lapangan melalui pemasangan spanduk dan selebaran yang memuat informasi soal bahaya Covid-19 kurang efektif dalam mengedukasi masyarakat. Selain itu, kampanye melalui media sosial juga tidak bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kampanye tersebut hanya bisa dijangkau oleh mereka yang memiliki gadget serta akses internet yang memadai. Oleh karena itu, peran Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di setiap daerah sangat diperlukan dalam hal ini. Karena merekalah yang paling mengetahui karakteristik masyarakat di daerahnya.

Dalam hal ini pemerintah juga diharapkan tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dapat menimbulkan pandangan masyarakat yang kurang sesuai. Misal, pernyataan bahwa di suatu daerah penerapan PSBB ditiadakan, atau pernyataan bahwa disana sudah diterapkan new normal . Dimana pernyataan tersebut dikeluarkan tanpa adanya penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu new normal . Hal ini dapat mengakibatkan pandangan bahwa di daerah tersebut masyarakat dapat beraktivitas kembali seperti sebelumnya. Alasannya, bagi masyarakat awam, pernyataan semacam itu berarti kondisi sudah aman. Padahal belum tentu semua masyarakatnya sudah memahami konsep new normal dimana protokol kesehatan sangat harus diterapkan meski keadaan sudah kembali normal.

Semua uraian di atas menjelaskan betapa pentingnya komunikasi intensif dilakukan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi era new normal . Karena komunikasilah yang menjadi kunci utama dalam tercapainya suatu saling pengertian dan saling memahami di antara kedua pihak. Komunikasi yang intensif ini juga diperlukan guna mencapai tujuan bersama di masa pandemi yaitu menekan angka penyebaran Covid 19.

Referensi

Modjo, M. I. (2020, Juni 29). New Normal dan Akhir Pandemi secara Sosial . Retrieved from Jawapos: https://www.jawapos.com/opini/08/06/2020/new-normal-dan-akhir-pandemi-secara-sosial/

Rizal, J. G. (2020, Juni 2). Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi New Normal, Apa yang Harus Dilakukan . Retrieved from Kompas.com: https://www.kompas.com/tren/read/2020/06/02/194400365/mempersiapkan-masyarakat-menghadapi-new-normal-apa-yang-harus-dilakukan-?page=all

WH, F. (2020, Mei 31). Mengenal Konsep New Normal . Retrieved from Indonesia.Go.Id: https://indonesia.go.id/ragam/komoditas/ekonomi/mengenal-konsep-new-normal

Widiyani, R. (2020, Mei 30). Tentang New Normal di Indonesia: Arti, Fakta dan Kesiapan Daerah . Retrieved from detiknews: Tentang New Normal di Indonesia: Arti, Fakta dan Kesiapan Daerah