Tanaman Hias Apa Saja yang Cocok Bagi Pemula?

Tanaman hias yang juga dikenal dengan istilah ornamental plant adalah salah satu jenis tanaman yang dibudidayakan dengan tujuan untuk menciptakan keindahan lingkungan. Banyak sekali orang yang kagum melihat keindahan yang dimiliki oleh masing-masing jenis tanaman hias. Sehingga menimbulkan ketertarikan untuk membudidayakan tanaman hias sendiri di rumah masing-masing. Lantas, tanaman hias apakah yang cocok untuk dibudidayakan bagi pemula?

1 Like

Tanaman hias benar-benar memberikan kesan cantik di lingkungan. Selain cantik, mereka juga bisa menambahkan desain indah di sekitarnya (misal: di rumah, indoor maupun outdoor, atau di pelataran rumah serta sekitar jalan-jalan.) Berikut adalah tanaman hias yang saya rekomendasikan bagi pemula yang mau mempercantik sekitarnya. Selain merawatnya yang mudah dan tidak cerewet, tanaman-tanaman berikut Ini cocok juga diletakkan di ruangan indoor sebagai desain interior, diantaranya:

  1. Daun Monstera (Monstera Deliciosa)

Hal yang menjadikannya disukai adalah bentuk daunnya yang lebar, berlubang, dan menjari. Tanaman yang berasal dari Hutan Meksiko ini sangat cantik diletakkan di dalam ruang. Karakter bentuk daun yang terekspos jelas memberi kesan wild yang kuat.

Dalam hal perawatan, monstera cukup diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari tidak langsung. Sedangkan, untuk penyiraman tidak perlu terlalu sering, karena justru monstera bisa busuk jika media tanamnya terlalu basah.

  1. Lidah Mertua (Sansevieria)

Lidah mertua merupakan salah satu jenis tanaman yang multifungsi. Selain menjadi elemen dekoratif yang alami, tumbuhan ini juga memberikan segudang manfaat untuk kesehatan. Mulai dari memperbaiki kualitas udara hingga menjadi obat kulit. Tak hanya itu, menurut feng shui lidah mertua bisa membawa peruntungan baik ke dalam rumah.

Agar bunga lidah mertua tumbuh dengan baik, ia membutuhkan cahaya matahari dalam jumlah yang cukup. Bila kamu merawatnya di dalam ruangan, pastikan untuk menjemurnya setiap 2 hari sekali. Akan tetapi jangan menjemurnya terlalu lama karena tanaman ini mudah terbakar. Solusi lainnya, letakkan pot lidah mertua sekitar 10 inchi dari jendela ruangan. Sehingga ia bisa mendapat cahaya matahari tanpa terpapar secara langsung.

  1. Pakis Gunung atau Paku-pakuan

Tanaman pakis atau paku-pakuan memiliki banyak jenis. Salah satu yang bisa dijadikan tanaman interior adalah jenis pakis gunung ( nephrolepis exaltata ). Tanaman yang juga populer disebut pakis boston ini terlihat cantik dengan daunnya yang panjang dan terkesan lebat. Hal yang perlu diperhatikan untuk merawat pakis gunung di dalam ruangan adalah kelembapan tanahnya. Oleh karena tempat aslinya adalah hutan, tanah sebagai media tanam harus selalu terjaga kelembapannya. Selain itu, penempatannya pun sebaiknya di dekat jendela yang terkena sinar matahari langsung.

  1. Kaktus (Cactaceae)

Tanaman kaktus gemar dijadikan sebagai hiasan di luar maupun di dalam rumah karena dapat menjadi pemanis pada sudut rumah. Selain tidak memerlukan perawatan yang rumit, tanaman ini juga memiliki jenis yang sangat beragam. Kaktus membantu membuang sisa gas pernapasan berupa karbon diokida dengan menyerapnya dan mengubahnya menjadi sumber nutrisi mereka. Tanaman ini juga melepaskan oksigen segar untuk kita bernapas terutama saat malam hari sehingga dapat sangat membantu meningkatkan kualitas tidur.

2 Likes

Kalau saya coba menjelaskan berdasarkan pengalaman saya. Saya merupakan seorang pemula dalam menanam tanaman hias, pada awalnya saya sangat mencegah untuk tidak merawat tanaman hias berbunga, saya di awal lebih konsen untuk mencoba merawat tanaman hias berdaun saja, setelah itu berlanjut ke tanaman sukulen dan kaktus, hingga berlanjut ke tanaman bunga yang di mulai dari tanaman wijaya kusuma

1 Like

Tanaman Bougenville dan Lili Paris bisa menjadi alternatif bagi pemula yang ingin menanam tanaman hias.

Karena Indonesia merupakan negara tropis dan hampir setiap hari mendapatkan matahri penuh, maka sangat cocok jika ingin menanam Bougenville. Sebab, tanaman ini membutuhkan tempat tumbuh yang terkena sinar matahari dan selama sehari penuh. Penyiraman dilakukan secukupnya, sehari 2 kali, pagi dan sore. Tapi jika sedang hujan tidak perlu disiram lagi karena tanamannya tidak menghendaki air yang terlalu sedikit atau terlalu banyak. Media tanam yang baik bagi bunga bougenville adalah yang memiliki kesuburan cukup tinggi sirkulasi udara yang baik seperti campuran tanah dan humus. Bougenville tidak terlalu membutuhkan banyak pupuk, tetapi jika ingin bunga yang lebih subur boleh dilakukan pemupukan secukupnya pada saat pembungaan. Disarankan pupuk organik atau pupuk kompos dengan takaran secukupnya.

images

Tanaman Lili Paris. Tanaman ini mudah beradaptasi baik di cuaca panas atau cuaca yang ekstrim sekalipun. Penyiraman dilakukan secara teratur setiap pagi. Pemupukannya maksimal sebulan sekali saja menggunakan pupuk NPK daun, dan tidak boleh melakukan pemupukan setelah mengganti media tanam atau saat tanaman masih berupa anakan. Penyiangan dilakukan hanya jika ada daun yang kering
1 Like

REKOMENDASI TANAMAN HIAS UNTUK PEMULA

Tanaman hias tentunya dapat digolongkan menjadi tiga bagian yaitu dengan perawatan mudah, perawatan sedang, dan perawatan sulit. Tanaman hias yang cocok bagi pemula tentunya memiliki perawatan yang mudah, agar tanaman bisa terawat dengan baik dan tentunya tidak mengalami kematian. Adapun rekomendasi tanaman hias dengan golongan perawatan mudah adalah sebagai berikut:

1. Sirih Gading

Bentuk daun sirih gading hampir sama dengan hati berwarna hijau yang bercorak kekuningan. Tanaman ini bisa hidup merambat, jadi tidak heran jika sirih gading termasuk salah satu tanaman hias gantung yang populer. Warna yang cantik bisa membuat siapa saja merasa damai saat memandangnya. Cara menanamnya sederhana, cukup tanam di pot dan biarkan akarnya terus tumbuh dan penyiraman air cukup seminggu 2 kali agar media tanam tetap lembab untuk pertumbuhan akar yang lebih baik.

2. Sukulen

Keindahan tanaman hias mini ini memang sangat sulit untuk dipungkiri. Sukulen mempunyai beragam bentuk, warna, dan jenis yang unik. Beberapa jenis sukulen yaitu kaktus hias dan lidah buaya hias. Tumbuhan ini dapat ditanam dalam pot-pot berbentuk unik yang banyak dijual di pasaran. Perawatannya pun cukup mudah karena tidak memelurkan banyak air.

3. Spider Plant

Daun dari *spider plant* berwarna hijau memanjang dengan garis warna putih mengeliling tepi. Tanaman ini diberi nama *spider plant* karena tanaman hias satu ini mirip kaki laba-laba. Tanaman ini mudah dirawat dengan memotong daun-daun ketika pot telah penuh. Menyiramnya pun cukup dengan air secukupnya, karena jika kebanyakan air dan pupuk bisa bikin daun terbakar.
Referensi

https://www.inibaru.id/hits/mudah-dirawat-ini-tanaman-hias-yang-cocok-untuk-pemula

1 Like

Untuk kamu yang baru ingin memulai hobi berkebun, kamu bisa mulai dengan mengoleksi tanaman hias di rumah. Masih bingung tanaman hias apa yang harus kamu pilih? Ini tanaman hias untuk kamu si pemula, yang bisa ditanam di rumah.

1. Sirih Gading

Tanaman hias sirih gading menjadi sangat populer dikalangan pecinta tanaman hias. Salah satu tanaman hias yang juga masuk ke jenis tanaman hias gantung dan tanaman merambat ini memiliki daun dengan warna hijau dan corak kuning yang cantik.

Tanaman hias sirih gading sangat cocok untuk kamu si pemula karena sirih gading tak ribet untuk diurus. Tanaman hias ini dapat hidup meskipun di dalam pot atau keranjang kecil. Akarnya dapat tetap tumbuh bahkan hanya dengan disiram oleh segelas air.

2. Spider Plant

Disebut spider plant karena memang tanaman hias yang satu ini memiliki daun yang dapat tumbuh sangat banyak layaknya kaki laba-laba. Daun tanaman hias spider plant berbentuk memanjang dengan strip putih dibagian pinggirnya. Tanaman hias ini juga termasuk tanaman merambat, yang perlu kamu lakukan adalah memotong daun-daunnya ketika sudah mulai memenuhi pot.

Spider plant termasuk tanaman hias yang sangat mudah dirawat. Hanya saja kamu tetap harus memperhatikan jumlah takaran air yang diberikan ketika menyiramnya. Terlalu banyak air dan pupuk akan membuat daun spider plant terbakar.

3. Lidah Mertua

Tanaman hias yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi, ya? Lidah mertua ataun sansevieria memiliki daun yang cenderung keras dengan corak yang khas. Tanaman hias ini juga biasa dikenal dengan sebutan snake plant, karena bentuk daunnya yang panjang seperti ular. Tanaman lidah mertua menjadi salah satu pilihan tanaman hias yang cocok untuk pemula karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang minim cahaya dan air. Karenanya tanaman hias lidah mertua dapat kamu letakkan di dalam rumah.

Selain sebagai tanaman hias, kamu juga bisa menggunakan tanaman lidah mertua sebagai pembatas ruang, lho! Tempatkan tanaman lidah mertua dalam pot yang tinggi, dan letakkan di antara 2 ruangan.

4. Succulent

Kalau kamu suka dengan tanaman hias berukuran mini, kamu pasti akan suka dengan succulent! Succulent memiliki banyak sekali jenis yang bisa kamu temukan di toko tanaman hias, pasar swalayan, bahkan toko furnitur. Succulent dapat kamu tanam dalam pot-pot kecil, itulah yang membuatnya menjadi lucu dan unik!

Kamu tak perlu repot jika ingin mengoleksi succulent, tanaman hias yang satu ini tidak membutuhkan banyak air untuk tetap hidup. Beberapa jenis succulent yang bisa kamu tanam di rumah antara lain kaktus hias, dan lidah buaya hias.

5. Bambu Keberuntungan

Kamu ingin rumahmu dipenuhi dengan keberuntungan? Kalau iya, kamu harus menanam bambu keberuntungan di dalam rumahmu! Tanaman hias bambu keberuntungan termasuk dalam spesies draceana yang dapat tumbuh meskipun dengan sedikit air dan cahaya.

Salah satu yang membuat tanaman hias ini banyak dipilih adalah karena bentuknya yang beragam, kamu bahkan bisa membentuknya sendiri, lho! Kamu bisa menempatkan tanaman hias bambu keberuntungan ini di atas meja tamu sebagai hiasan meja.

6. Pohon dolar

Zamioculcas zamiifolia atau yang akrab disebut pohon dolar merupakan tanaman yang berasal dari Afrika Timur. Tanaman hias ini dikenal sebagai salah satu tanaman hias yang bisa bertahan dalam berbagai situasi; baik itu kering hingga paparan sinar dan tingkat kelembapan yang rendah.

Pohon dolar biasanya tumbuh hingga satu meter di dalam ruangan, dengan daun yang mengkilap. Ketika ditanaman di luar ruangan, tanaman hias ini biasanya akan menghasilkan bunga.

7. Philodendron

Tanaman hias terakhir yang cocok dirawat oleh pemula adalah philodendron. Disebut demikian, karena tanaman yang masuk dalam suku Araceae ini mudah sekali beradaptasi di berbagai lingkungan. Selain itu, philodendron juga memiliki bentuk dan warna daun yang indah, sehingga cocok untuk jadi penghias rumah yang sempurna.

Perlu disadari, cara merawat tanaman tanaman hias berbeda dari perawatan tanaman lainnya. Perlu beberapa teknik dan pengetahuan tentang tanaman tersebut agar tanaman hias bisa tumbuh subur dan cantik.

Berikut ini adalah beberapa tips dan dasar-dasar budidaya tanaman hias untuk pemula.

1. Pilih Jenis Tanaman Hias Sesuai Tren

Tanaman jenis punya banyak varian dan jenis, dan tak semuanya jadi tren.

Ada baiknya untuk melihat kembali apa yang sedang jadi tren saat ini. Hal ini terutama juga penting bagi Anda yang ingin menjadikan tanaman hias sebagai usaha.

Pilihlah jenis tanaman hias sesuai dengan trend yang ada. Pasalnya, permintaan dan harga jual akan sangat berpengaruh sesuai kebutuhan pasar di lapangan.

Oleh sebab itu, mulailah belajar dan mengenal berbagai jenis tanaman hias yang sedang digandrungi banyak orang.

Jika tak ingin ikut tren, satu trik yang bisa Anda ikuti adalah dengan memilih tanaman hias yang timeless alias yang memiliki daya tarik yang tak kunjung padam. Misalnya sukulen dan tanaman hiasan taman.

2. Pilih jenis Tanaman Hias Sesuai Kebutuhan Cahaya Matahari

Tanaman hias merupakan jenis tanaman yang sensitif. Ada beberapa hal penting yang kudu diperhatikan, seperti banyaknya cahaya, tingkat kelembapan, dan penempatan tanaman hias.

Seperti cara menanam tanaman lain, tanaman hias juga butuh matahari. Akan tetapi kebutuhan tiap tanaman akan cahaya matahari juga berbeda-beda, ada yang suka teduh dan ada yang suka mandi matahari.

Anda juga harus memahami kondisi paparan cahaya matahari di rumah sebelum memilih tanaman hias. Sesuaikan tingkat kebutuhan cahaya matahari dengan ‘asupan’ yang tersedia di rumah.

Jika rumah Anda tergolong teduh maka pilihlah tanaman hias yang tak membutuhkan banyak matahari, dan sebaliknya agar pertumbuhan optimal. Idealnya, rumah sebaiknya punya tiga kategori cahaya, redup sedang, dan terang.

- Cahaya Redup

Intensitas cahaya redup biasanya identik dengan tempat kurang asupan cahaya matahari, seperti rumah susun ataupun rumah-rumah perkampungan yang dikelilingi bangunan tinggi.

Ada beberapa jenis tanaman hias yang cocok tumbuh di tempat dengan cahaya redup misalnya jenis tanaman hias seperti tanaman bambu, peace lily, hingga spider plant.

- Cahaya Sedang

Jika rumah Anda memiliki cahaya sedang, maka tanaman hias yang bisa ditanam adalah begonia, alocasia, hingga tanaman wijaya kusuma. Bagi tanaman hias tersebut ini adalah cara menanam yang paling tepat karena suhunya tak terlalu panas atau terlalu dingin.

- Cahaya Terang

Nah, kategori tanaman yang membutuhkan cahaya terang ini sangat memberikan keuntungan tersendiri, sebab banyak tanaman hias yang betah mendapat asupan cahaya matahari yang tercukupi.

Anda bisa menanam tanaman hias dengan jenis yang sedang tren saat ini, yakni jenis sukulen seperti kaktus, asparagus ferns, hingga pohon ara.

3. Pilih Wadah Tanaman Hias yang Sesuai

Tanaman hias memang identik dengan hiasan variatif mulai dari tanamannya hingga wadah yang dimiliki. Tak heran, jika pot atau mug menjadi opsi pilihan yang unik.

Salah satu cara tepat menanam tanaman hias adalah dengan memilih wadah yang sesuai dengan karakteristik tanaman. Jangan terlalu besar juga kecil, sesuaikan dengan karakteristiknya.

Hal ini akan berpengaruh pada kelembapan dan pertumbuhan akar tanaman. Pot yang terlalu kecil akan menghambat pertumbuhan akar dan jika sudah padat maka akan berpengaruh ada pertumbuhan tanaman.

4. Kontrol Manajemen Pemeliharaan yang Apik

Ketika merawat tanaman hias, lakukan penyiraman, pemupukan hingga ganti tanah dengan telaten.

Lakukan penyiraman secara teratur minimal sebanyak dua kali dalam sehari yakni pada pagi dan sore hari. Selain itu, gunakan air bersih untuk menyiram bagian tanaman hingga daunnya untuk ‘memandikannya’ dari debu kotor hingga bakteri.

Setelahnya lakukan pemupukan yang sesuai, pupuk berperan sebagai makanan tambahan, vitamin, dan penunjang pertumbuhan bagi para tanaman. Lakukan pemupukan dengan menambah unsur NPK yang merupakan unsur dasar yang dibutuhkan oleh tanaman.

Selain itu, jangan lupa mengganti tanah baru yang cukup subur dan dilengkapi dengan pupuk yang maksimal.

Kenali tanaman Anda terutama soal kebutuhan airnya, apakah butuh air banyak atau sedikit. Kelembaban yang diterima tanaman akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya.

5. Teknik Pemangkasan yang Estetik

Cara menanam tanaman hias yang juga perlu dipahami adalah teknik menghias tanaman. Tanaman hias akan memiliki nilai jual tinggi jika ia memiliki bentuk yang lucu dan estetik.

Mengutip berbagai sumber, gunakan gunting tajam untuk memberikan efek tegas dan pertumbuhan yang baik pada tanaman pemilik. Pahami juga jika tanaman hias memiliki kuncup atau bunga, maka lakukan pemangkasan saat mereka sudah mekar.

Namun, bagi tanaman hias yang tidak memiliki kuncup atau bunga maka segera pangkas di awal musim pertumbuhannya.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu memangkas daun atau bunga yang mati agar tidak menularkan kekeringan atau hal serupa kepada bagian tanaman yang lain.

Manfaat Tanaman Hias yang Perlu Diketahui

Setelah memahami cara menanam tanaman hias untuk pemula, ada baiknya Anda juga harus mengetahui manfaat dari tanaman hias.

Pemahaman terhadap manfaat tanaman hias, dapat membuat pelaku budidaya memiliki ‘value’ kepada calon pembelinya.

Berikut ini beberapa manfaat tanaman hias yang perlu diketahui.

1. Mengurangi Debu Kotor dalam Ruangan

Tanaman hias kerap difungsikan sebagai air purifier sekaligus air humidifier yang alami dan ekonomis. Pasalnya komposisi air yang terkandung di dalam tubuh dan tanah tanaman hias dapat menyeimbangkan kelembaban udara.

Tanaman hias yang diletakkan di dalam ruangan dapat melepaskan 95-97 persen air yang dikandungnya ke udara.

2. Meredam Kebisingan

Siapa sangka tanaman hias dapat membantu pemilik rumah meredam kebisingan klakson kendaraan di Kota. Tanaman hias indoor seperti rubber plants dan weeping fig disebut dapat menurunkan tingkat kebisingan dengan cara menyerap gelombang suara.

3. Menghilangkan Bau Tak Sedap

Tanaman hias nyatanya mampu menetralisir bau tak sedap yang berasal baik dari kamar mandi, atau selepas memasak di dapur.

Bau-bau tak sedap ini dapat ditangkal dengan aroma alami yang keluar dari berbagai tanaman hias seperti bunga mawar, dan peace lily, hingga lavender yang mampu membuat Anda tidur nyenyak di malam hari dan tentunya bisa jadi tanaman penangkal nyamuk.

4. Meningkatkan Konsentrasi

Karbondioksida atau CO2 yang berlebih dalam ruangan dapat membuat seseorang mudah merasa lelah, dan dapat menghambat produktivitas pekerjaan.

Sementara itu, tanaman hias memiliki kemampuan untuk menyerap CO2 dan mengeluarkan oksigen atau O2 yang dibutuhkan tubuh, untuk kembali prima dan tidak mudah mengantuk.

5. Memberikan Nilai Estetik yang Berpengaruh ke Psikologis

Saat manusia sedang banyak pikiran dan mengalami kelelahan akut, maka tanaman hias dapat berfungsi sebagai pijat refleksi mata dan otak.

Tanaman hijau yang memberikan kesan adem itu dapat membuat pikiran yang tadinya panas, dapat perlahan-lahan menjadi dingin dan tenang.

Setelah mengetahui cara menanam dan merawat tanaman hias untuk pemula, segeralah untuk memulai menanam tanaman hias di rumah Anda dan menjadikannya sebagai hobi yang menyenangkan karena banyak manfaatnya.

https://kumparan.com/kumparanwoman/6-tanaman-hias-yang-cocok-dirawat-untuk-pemula-1sHVs4ETikv/full