Sir Philip Green : Pengusaha Sukses yang Putus Sekolah

Sumber gambar :

http://www.smithsdaily.com/tag/sir-philip-green/

Biografi Sir Philip Green


Pekerjaan

British businessman, Chairman of Arcadia Group

Tempat dan Tanggal Lahir

Croydon, South London, 15 Maret 1952

Kewarganegaraan

Inggris

Pendidikan

Carmel College, Oxfordshire (tidak tamat)

Total Kekayaan

US$ 5,3 Billion Dollar - 71,1 Trilliun Rupiah (per 20 Desember 2016)

Peringkat berdasarkan Forbes

#205 Billionaires (2016)
#4 in United Kingdom
#301 in 2015

Riwayat Hidup


Philip Green lahir di London Selatan, 15 Maret 1952 di keleuarga yang terbilang cukup kaya. Ayahnya adalah seorang pengusaha properti dan retailer yang sukses. Green kecil bersekolah di sebuah asrama yaitu Carmel College. Sebelum menginjakkan kakinya di asrama, Green tinggal bersama ayah dan ibunya serta kakak perempuannya yang bernama Elizabeth.

Meskipun Green terlahir di keluarga yang terbilang cukup kaya, ia tak pernah merasa bergantung akan kekayaan tersebut karena menurut dirinya, itu semua adalah kekayaan yang dihasilkan oleh ayahnya. Ia bertekad bahwa jika ia ingin merasakan kekayaan tersebut, ia harus bekerja keras.

Semasa bersekolah di asrama, Green terkenal sebagai seorang anak yang sangat kompetitif. Ia tidak mau kalah dalam hal apapun, terutama hal yang ia tekuni. Green tak pernah kehilangan semangatnya untuk berjuang menjadi seorang pemenang.

Kehidupan Green sebelumnya terasa baik-baik saja, sampai suatu ketika ayahnya mengalami serangan jantung dan semuanya pun berubah. Ayahnya mewariskan usahanya kepada Green ketika ia berusia 12 tahun. Karena keadaan keluarga yang semakin buruk, akhirnya pada usia 15 tahun ia berhenti sekolah dan mulai bekerja sebagai pengimpor sepatu.

Bertahun-tahun membangun bisnis, jatuh-bangun selalu ia rasakan, namun pada akhirnya ia dapat meraih kesuksesan tersebut. Bersama istrinya, Tina Green, yang ia nikahi pada tahun 1990 dan merupakan pemilik Taveta Investments (investor terbesar Arcadia), Sir Philip Green membangun Arcadia Group miliknya hingga sesukses sekarang.

Riwayat Karir


Setelah berhenti sekolah pada usia 15 tahun, Philip Green mulai bekerja di pabrik sepatu yang dikelola ibunya. Hal tersebut mengawali jiwa bisnis yang terdapat dalam dirinya. Setelah berkecimpung di dunia tersebut, ia mulai merambah ke usaha retail seperti mendiang ayahnya.

Berawal dari membeli toko-toko kecil yang sudah bangkrut kemudian ia coba untuk kembangkan, sampai akhirnya ia membeli British Home Stores pada tahun 2000 yang kemudian ia ubah penyebutan namanya menjadi BHS.

Dua tahun kemudian, dari penghasilan yang ia dapar dari BHS tersebut, Green berhasil membeli Arcadia. Arcadia merupakan salah satu perusahaan retail yang terbilang besar, dimana Arcadia sendiri menaungi brand-brand ternama seperti Topshop, Topman, Dorothy Perkins, Miss Selfridge dan Burton.

Secara kasat mata, perjalanan Philip Green dalam merintis karirnya memang terlihat mulus-mulus saja. Padahal, pada kenyataannya ia pun pernah mengalami masalah yang terbilang cukup besar. Ia pernah terlibat kasus perpajakan yang sampai memicu banyak aktivis melakukan aksi demonstrasi di luar gedung perusahaannya, yaitu di sekitar Topshop dan BHS. Meski begitu, Green berhasil mengatasi permasalahan tersebut dan meredam para demonstran.

Dalam berbisnis pun, tak selamanya partner bisnis Green merasa nyaman dengannya. Sifatnya yang cukup tempramen kadang membuat partner bisnisnya kurang menyukainya ketika bekerja bersama.

Akan tetapi, lagi-lagi dikarenakan kemampuan berbisnisnya yang luar biasa, tetap saja banyak pebisnis lain yang bersedia bekerja sama dengannya. Dalam urusan bisnis, Green merupakan seorang yang ahli dan pantang menyerah meski dihadapkan dengan berbagai masalah.

Fakta-fakta


  1. Philip Green putus sekolah dari Carmel College pada umur 15 tahun.
  2. Ayahnya adalah seorang pengusaha yang sukses dalam bidang retail dan property (real estate).
  3. Philip Green memiliki satu orang kakak perempuan bernama Elizabeth, yang usianya 5 tahun lebih tua darinya.
  4. Istrinya bernama Tina Green. Green mempunyai 4 orang anak, dua orang anak kandungnya bernama Chloe dan Brandon, serta Stasha Palos dan Brett Palos yang merupakan anak tirinya.
  5. Sebelum meninggal karena serangan jantung, ayahnya mewariskan usahanya kepada Green pada saat ia berumur 12 tahun.
  6. Pada awalnya keluarga Green baik-baik saja, permasalahan mulai bermunculan ketika sang ayah meninggal dunia.
  7. Dalam membantu bisnis keluarganya yang mulai terpuruk, Green bekerja di pabrik sepatu.
  8. Philip Green mencoba mengawali bisnis dengan bekerja sama dengan sebuah perusahaan kaos, namun bisnisnya terbilang tidak cukup sukses.
  9. Meski begitu, Green tidak putus asa. Ia justru mencoba berbisnis kembali dengan perusahaan lain, yaitu perusahaan Bonanza Jeans dan Jean Jeanie yang kala itu telah bangkrut.
  10. Semangat Green yang tak pernah padam juga berkat dorongan sang ibu yang selalu mendukungnya.
  11. Sejak bersekolah di asrama, Green merupakan tipe anak yang memiliki jiwa bersaing yang amat tinggi dan membenci kekalahan.
  12. Bahkan pernah ketika Green sedang bermain game dengan anaknya, ia berkata, “Why do you want to do something and not win - to not succeed at something?
  13. Philip Green beberapa kali mengalami jatuh-bangun dalam menjalankan bisnis. Sampai akhirnya pada tahun 2000, ia menemukan British Home Stores, yang setelah ia beli sebesar 200 juta euro diganti namanya menjadi BHS.
  14. Dua tahun kemudian, akhirnya Green berhasil membeli perusahaan retail yang besar yaitu Arcadia. Dimana Arcadia sendiri menaungi brand-brand ternama seperti Burton, Dorothy Perkins, Miss Selfridge, dan tentu saja Topshop dan Topman.
  15. Kini, Arcadia Group memiliki 2.500 outlet di Inggris dan juga ratusan franchises di negara lain.
  16. Seperti dilansir oleh Forbes, harta kekayaan Green per 20 Desember 2016 mencapai 5,3 milyar dollar amerika atau setara 71,1 triliun rupiah.
  17. Keahlian berbisnisnya memang telah diakui, namun kepribadiannya sendiri dianggap kurang mengenakan. Green dikenal sebagai pribadi yang mudah marah.
  18. Selain itu, Green ternyata juga memiliki gaya hidup yang mewah. Terbukti ketika ia berpergian dari London ke Monaco menggunakan jet pribadinya. Ia juga memiliki kapal pesiar bernama Lionheart.
  19. Philip Green juga terkenal akan kemeriahan pesta yang ia adakan di tempat-tempat yang mewah dan juga mengundang artis-artis papan atas seperti Beyonce, Jennifer Lopez, dan George Michael.
  20. Pada tahun 2005, Green pernah terlibat dengan permasalahan pajak.
  21. Ketika masalah mulai bermunculan, sampai akhirnya pada tahun 2010 banyak aktivis yang berdemo di sekitar Topshop dan BHS.
  22. Meski begitu, Arcadia Group (atau dapat dikatakan Philip Green) berhasil menangani masalah perpajakan tersebut.

Quotes


Good, bad or indifferent, if you are not investing in new technology, you are going to be left behind. Sir Philip Green

It’s all about quality of life and finding a happy balance between work and friends and family. Sir Philip Green

People are always going to go shopping. A lot of our effort is just: ‘How do we make the retail experience a great one?’ Sir Philip Green

You’ve got to love what you do to really make things happen. Sir Philip Green

I’m in the retail business, not the circus business. Sir Philip Green

I’m brave, but I take a view. It is an educated view. I am careful. I am not reckless. Sir Philip Green

[details=Referensi]
https://successstory.com/people/sir-philip-nigel-ross-green



http://quotesgram.com/philip-green-quotes/
https://www.brainyquote.com/quotes/authors/p/philip_green.html[/details]

1 Like