Siapakah Walter Disney?


Walter Elias Disney atau lebih dikenal sebagai Walt Disney adalah seorang produser film, sutradara, animator, dan pengisi suara berkebangsaan Amerika Serikat. Ia terkenal akan pengaruhnya terhadap dunia hiburan pada abad ke-20.

Siapakah Walter Disney ?

Biografi Walter Elias Disney – Pendiri Walt Disney. Kehidupan Walt Disney dapat diringkas dalam pedoman yang diikuti oleh semua orang kaya. Barang siapa ingin suskes, harus bekerja berat, pantang menyerah, dan lebih mengikuti kegandrungan. Walter Elias Disney dilahirkan di Chicago pada tanggal 5 Desember 1901. Ibunya, Flora Call, adalah wanita Jerman, sedangkan ayahnya, Elias Disney, seorang keturunan Irlandia Kanada. Namun ada satu gagasan yang selalu mengusik pikiran Walt Disney gagasan bekerja sendiri terutama karena ia telah mendengar bahwa sebagian karyawan akan tidak diperlukan bila musim sibuk berlalu. Ia gembira dengan prospek itu karena dua hal. Pertama, ia ingin berdiri sendiri, dan kedua, ia sangat ingin melakukan sesuatu yang baru dan orisinil, tidak hanya memenuhi keinginan bos dan para pelanggan. Disney, bersama dengan seorang teman, Ube Iwerks, mendirikan agen seni periklanannya yang pertama. Pelanggannya yang pertama adalah suatu rangkaian restoran. Disney dan temannya berhasil membuat kesepakatan dengan restoran untuk membangun bengkel kerjanya di bangunan restoran baru itu tanpa membayar sedikit pun. Sebagai imbalan, mereka harus membuat poster-poster iklan untuk restoran itu.

Di samping bekerja untuk memenuhi kontrak ini, mereka bebas untuk mengerjakan proyek lain. Untuk menarik pelanggan, Walt merancang suatu rencana khusus. Ia akan pergi ke suatu toko atau perusahaan dan mencari tahu apakah mereka mempunyai suatu bagian seni. Orang yang memegang pimpinan mungkin menjawab bahwa bagian itu tidak diperlukan. Lalu Walt akan menawarkan jasanya atas dasar freelance, hubungan lepas. Kalau perusahaan itu tidak mempunyai pekerjaan yang harus dikerjakannya, tidak apa-apa. Tetapi kapan pun ada pekerjaan semacam itu yang harus dikerjakan, Walt dan temannya siap memberikan jasanya. Dalam waktu singkat, cara kerja semacam itu memungkinkan Walt dan temannya menabung cukup banyak uang yang tak mungkin dikumpulkannya andaikan mereka bekerja pada satu perusahaan saja.
Bisnis ini tampak memberikan harapan besar, tetapi pada suatu hari Walt menemukan suatu iklan dalam koran yangmenyatakan bahwa Kansas City Film Ad Company memerlukan seorang kartunis. Ia menghadapi dilema: Apakah ia akan mempertahankan bisnisnya dengan Ube atau akan mencoba memenuhi impian sejak masa kanak-kanaknya untuk membuat animasi kartun? Sekali ia telah menguasai kemahiran baru, tak ada yang akan menghalangi dia memulai usahanya sendiri kembali.

Pertimbangan ini mendorong dia memberatkan menerima pekerjaan itu. Pada tahun 1920, Disney akhirnya memasuki dunia animasi kartun. Ia akan segera menciptakan sebuah nama bagi dirinya di bidang itu, dan tokoh-tokoh perannya akan menjadi populer di seluruh dunia.


KC Film Ac Company memegang tanggung jawab atas segala aspek iklan film dan tak berapa lama menyadari kemampuan kartunis muda ini. Tak lama sesudah mulai, Walt diberi tugas membuat poster seorang pria yang mengenakan topi menurut mode mutakhir. Walt menggambar poster itu, tetapi hidung orang itu digantikan dengan gambar bohlam! Ketika poster itu ditampilkan di layar, bos berseru: “akhirnya muncul sesuatu yang baru di tempat ini: Saya sudah bosan dengan wajah-wajah cantik ini.”

Keorisinilan dan visi Walt tentang barang-barang di sekelilingnya membuat beberapa teman dan atasan kurang senang. Mereka sebenarnya iri dan menganggap dia pengacau. Oleh sebab itu, mereka tidak mau membiarkan dia mencoba suatu teknik baru untk menyempurnakan kartun-kartunnya. Ia mempunyai gagasan cemerlang membuat beberapa lukisan dan seluloid, lalu memotretnya dan menumpuknya dan akhirnya memfilmkannya. Pimpinan tidak mau mendengar hal semacam itu. Mereka merasa bahwa cara kerja mereka yang lama sudah cukup memberikan hasil sampai saat itu. Mereka tidak melihat alasan untuk mengubah teknik-teknik mereka, karena dengan cara itu pun para pelanggan sudah puas. Walt Disney tahu bahwa dia benar. Setelah berbulan-bulan membujuk bosnya, Walt akhirnya diperbolehkan membawa pulang salah satu kamera perusahaan untuk melakukan beberapa percobaan. Sejak saat itu, Walt Disney tidak pernah lagi berpaling ke belakang.

Di sebuah garasi kosong yang sudah dirombak jadi studio, ia mulai membuat film-film animasi pendek dengan menggunakan teknik hasil rekaannya. Ia kemudian memperlihatkan hasilnya kepada seorang pemimpin bisokop terkenal. Orang itu sangat terkesan. Sketsa-sketsa dan teknik film Walt sangat berbeda dengan yang sudah-sudah. Film kartunnya yang pertama segera diputar di bioskop-bioskop.

Pada mulanya kartun-kartun ini dimaksudkan untuk menggantikan iklan-iklan agar penonton terus menikmati apa yang muncul di layar selama selang waktu. Walt menyebut film-film itu “Laugh-O-Grams.” Film-film kartun Walt disenangi penonton dan sejak itu di Kansas City Walt Disney tidak lagi diejek sebagai si orang muda eksentrik” tetapi disegani. Gajinya naik. Dalam waktu singkat Disney menjadi orang terkenal di kota itu.

Ia mengembalikan kamera yang dipinjamnya dan membeli kamera sendiri dengan uang simpanannya. Film-film kartun menjadi semakin populer. Walt Disney menyewa ruang kantor yang lebih luas untuk usaha kecilnya, Laugh-O-Grams Corporation dengan modal awal sebesar $15.000. Ia mempekerjakan beberapa magang dan seorang salesman untuk mempromosikan Laugh-O-Grams di New York City. Impiannya untuk mandiri menjadi kenyataan pada waktu ia baru berumur 20 tahun.

Ia kemudian memutuskan untuk keluar dari KC Film untuk bekerja sendiri sepenuhnya. Tetapi sukses tidak terjadi dengan sendirinya. Biaya produksi tinggi dan sikap perfeksionis Walt Disney (yang membuat dia menanamkan kembali semua uang hasilnya untuk memperbaiki hasilnya), disamping pasaran yang sangat terbatas, segera mengakibatkan kebangkrutan.

Ini merupakan masa suram dalam hidupnya; ia telah beranggapan bahwa masa sulitnya akhirnya berlalu. Ia tidak beruang sedikitpun dan terpaksa tinggal di bengkel dengan makan dan tidur di sebuah bangku kecil, satu-satunya perabot yang dia miliki. Lebih jelek lagi, sekali seminggu ia harus pergi ke stasiun kereta api untuk mandi.

Akhirnya ia berhasil mendapatkan kontrak pembuatan kartun animasi untuk mendidik anak-anak pentingnya menyikat gigi. Pada suatu malam, dokter gigi yang memesan kartun ini datang menemuinya dan mengajak dia ke kantornya. “Tidak bisa,” jawab Disney. “Mengapa?” tanya dokter itu. “Karena saya tidak punya sepatu. Satu-satunya sepatuku ada di tempat tukang sepatu untuk direparasi, dan saya tidak punya uang untuk mengambilnya.”


Walaupun menghadapi keadaan yang serba menyusahkan. Walt Disney tidak putus asa. Ada sebuah gagasan di otaknya. Pada suatu malam bulan Juli 1923, dengan membawa semua uang di dalam saku baju setelan tuanya dari kain minyak berwarna abu-abu, pemuda kurus kering ini naik kereta api menuju Hollywood. Ia bertekad kuat untuk menjadi orang penting dalam dunia perfilman. Ketika tiba di Hollywood, Walt Disney hanyalah satu di antara banyak orang yang mengharapkan mewujudkan cita-citanya. Kakaknya Ray telah tinggal di California beberapa waktu lamanya, dan ia dengan senang hati mengundang adiknya tinggal di rumahnya. Walt mulai mengunjungi studio-studio film satu per satu. Ia bersedia bekerja apa saja asal ada hubunganya dengan berfilman.

Untuk maju dalam suatu bidang keahlian khusus, orang harus masuk ke dalamnya apa pun pengorbanannya. Disney segera menyadari betapa sulitnya masuk ke studio-studio film Hollywood. Banyak orang lain sebelum dia telah melamar kerja, tetapi ditolak. Walt Disney tidak menjadi patah semangat karenanya. Kalau ada orang lain yang berhasil masuk, mengapa ia tidak? Di matanya, ada dua macam orang: Mereka yang merasa kalah dan terlantar bila mereka tak dapat menemukan pekerjaan dan mereka yang dapat mencari penghasilan dengan cara apa pun dalam masa sulit. Disney selalu berusaha keras agar termasuk dalam golongan kedua.

Pengalaman mengajar dia bahwa orang harus sepenuhnya mengandalkan diri sendiri. Ia kembali ke papan gambar dengan kemauan keras untuk mencari tempat bagi dirinya. Ia menggambar film-film komik dengan maksud dijual kepada pengusaha bioskop. Ia hanya menggunakan kembali pengalaman yang sudah diperolehnya di Kansas City dengan Laugh-O-Grams. Ada seorang pemilik gedung bioskop yang begitu tertarik sehingga ia membeli berseri-seri film komik. Ia bahkan memesan rangkaian cerita Alice in Wonderland yang telah mulai dibuat oleh Walt Disney di Kansas. Kepada Disney ditawarkan uang $1.500. Jumlah sebesar itu jauh lebih besar daripada yang diharapkan. Rangkaian seri Alice in Wonderland ini diputar berurutan sampai tiga tahun. Dengan hasil penjualannya Walt Disney bisa membeli rumah dan bahkan membangun studio filmnya sendiri. Sesudah film-film Alice in Wonderland, Walt ingin menciptakan sesuatu yang baru dan yang benar-benar orisinil. Maka lahirlah makhluk kecil cerdik yang disebutnya “Mickey Mouse”, nama yang diberikan oleh istri Disney, Lillian Bounds. Mickey Mouse dengan cepat menjadi bintang tenar di seluruh dunia, dan bahkan lebih terkenal daripada banyak bintang Hollywood. Walaupun demikian, pada mulanya para produser menyambut kedatangan Mickey dengan kurang bersemangat.

Kira-kira pada waktu itu, film berbicara mulai muncul dan orang mulai memboikot film bisu. Disney pun bereaksi. Dengan kelompok pembantunya, ia memperkenalkan suatu metode baru untuk mensikronkan suara dan animasi. Walt terus mencari teknik-teknik baru untuk memperbaiki kemahirannya. Ia menerapkan pula proses: “teknikolor” yang baru. Dengan teknik baru ini ia tidak perlu lagi menggunakan kombinasi dua warna. Dalam film Bambi, ia menggunakan 46 rona warna hijau untuk hutannya. Kartun berwarnanya yang pertama, Silly Symphony, membuat para penggemar film kegirangan.Disney makin menyadari bahwa kalau ia mau terus berkarya dengan skala yang lebih besar, ia harus membangun suatu kelompok berotak cerdar, artinya ia harus mengelilingi dirinya dengan asisten-asisten orang pintar yang mampu menawarkan produk bermutu. Untuk memantapkan diri, kami tahu bahwa kami harus melatih sendiri para asisten.

Disney merasa bahwa para kartunis yang bekerja padanya terlalu sering menggunakan cara-cara tipu daya kuno. Ia tahu bahwa satu-satunya cara mengubah keadaan ini adalah dengan mengadakan kursus-kursus latihan bagi mereka. Tujuannya sederhana: memperbaiki mutu lukisan dan teknik animasi. Ketika perusahaannya terus bertambah besar, ia memutuskan pada tahun 1930 untuk mendirikan sekolahnya sendiri, tempat ia akan mengajarkan segala teknik animasi kartun kepada calon-calon kartunis. Sekolah itu segera mulai tampak seperti kebun binatang. Soalnya, untuk membuat tokoh-tokoh kartunnya lebih realistic Disney telah mengubah ruang kelasnya menjadi laboratorium biologi kehidupan nyata dengan berbagai binatang yang diamati oleh para siswa dalam aneka perilaku dan sikapnya selagi tidur, jaga, makan, dan lain-lain. Pengamatan ini akan membantu dia pula untuk membuat film-film dokumenter tentang keajaiban alam pada waktu yang akan datang. Pada tahun 1938, Disney memperkenalkan film animasi panjang tajuk karangannya yang pertama, Snow white. Untuk membuat film ini ia membutuhkan waktu dua tahun penuh kerja keras. Film tersebut merupakan salah satu karya besarnya.

BACA JUGA : Biografi Malcom X - Pendakwah Islam dari Amerika
Tidak lama sesudah itu, ia membangun studio film modern di Burbank, California. Di tempat itu ia akan mempekerjakan sebanyak 1.500 orang. Sampai di situ ia tampaknya telah mencapai apa yang diimpikannya. Setahap demi tahap ia menjadi apa yang diinginkannya dahulu. Saya hanya bekerja dengan baik kalau ada hambatanm yang harus kuatasi. Saya khawatir bila segala sesuatu berjalan dengan terlalu lancar karena saya takut terjadinya perubahan mendadak dalam situasi ini.

Setelah Perang Duinia II, Ray dan Walt Disney menerima beberapa kontrak dari ketentaraan untuk membuat film dokumenter dan poster perang. Begitu perang selesai, bisnis makin sibuk bagi Disney Studios, dan Walt semakin mencurahkan perhatiannya pada keahlian seninya. Ia sering bekerja sampai larut malam. Konon, ia sering membongkar-bongkar keranjang sampah kertasnya untuk melihat isinya. Pada keesokan harinya ia akan menyuruh aistennya untuk meneliti apa yang ditemukannya; katanya, potongan-potongan kertas ini sering kali mengandung gagasan besar. Pada masa itulah Walt Disney menciptakan kebanyakan film besarnya, antara lain Cinderella, Peter Pan dan Bambi.

Pada tahun 1950-an, impian fantasmagorik Walt Disney-Disneyland mulai berkembang. Pada waktu itu, semua temannya, terutama bankir-bankirnya, menyatakan bahwa proyek ini gila-gilaan. Sekali lagi, Disney akan menunjukkan bahwa impian manusia dapat menjadi kenyataan.
Gagasan menciptakan Disneyland muncul, ketika ia berjalan-jalan di taman dengan kedua putrinya, Sharon dan Diana. Ia membayangkan sebuah taman wisata sangat luas tempat anak-anak dapat bertemu dengan tokoh kartun yang mereka sayangi. Ketika Walt Disney akhirnya memutuskan untuk proyek tersebut, tidak ada seorang pun atau apa pun dapat mengubah keputusannya.

Disneyland akhirnya terwujud di Anaheim, California, pada tahun 1955. Hari itu hari besar bagi Walt Disney. Ia berkata: Andaikata saya mendengarkan saya sendiri, tamanku ini tidak akan selesai. Inilah, akhirnya, sesuatu yang dapat saya sempurnakan terus-menerus. Pada tahun 1985, Disneyland menyambut pengunjungnya yang ke-250 juta. Ketika Walt Disney meninggal pada tahun 1966, bioskop kehilangan salah seorang penciptanya yang paling besar. Dua prinsip penting telah memotivasi seluruh hidupnya: melakukan apa yang dia nikmati dan percaya akan gagasan-gagasannya. Tanpa prinsip-prinsip ini, ia tak akan pernah menjadi Walt Disney yang besar: penerima 900 tanda kehormatan, 32 Oscar, lima Emmy, dan lima doktor honoris causa, perintis sejarah animasi dan salah seorang manusia terkaya di dunia. Ia telah mewujudkan impian-impiannya jauh melebihi harapannya yang paling muluk.

Ringkasan

https://www.biografiku.com/biografi-walter-elias-disney-pendiri

Siapa Walter Disney?

Walter Elias “Walt” Disney adalah co-founder Walt Disney Productions dengan saudaranya Roy, yang menjadi salah satu perusahaan produksi film bergerak paling terkenal di dunia. Disney adalah animator inovatif dan menciptakan karakter kartun Mickey Mouse. Dia memenangkan 22 Academy Awards selama masa hidupnya, dan merupakan pendiri taman hiburan Disneyland dan Walt Disney World.

Orang tua dan Saudara Kandung Walter Disney

Ayah Disney adalah Elias Disney, seorang Irlandia-Kanada. Ibunya, Flora Call Disney, adalah orang Jerman-Amerika. Disney adalah satu dari lima anak, empat laki-laki dan perempuan.

Masa Kecil Walter Disney

Disney lahir pada tanggal 5 Desember 1901, di bagian Hermosa Chicago, Illinois. Dia menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Marceline, Missouri, di mana dia mulai menggambar, melukis, dan menjual foto ke tetangga dan teman keluarga.

Pada 1911, keluarganya pindah ke Kansas City, tempat Disney mengembangkan kecintaannya pada kereta. Pamannya, Mike Martin, adalah seorang insinyur kereta api yang bekerja rute antara Fort Madison, Iowa dan Marceline. Nantinya, Disney akan mengerjakan pekerjaan musim panas dengan kereta api, menjual makanan ringan dan surat kabar kepada para pelancong.

Disney menghadiri McKinley High School di Chicago, di mana dia mengambil kelas menggambar dan fotografi dan merupakan kartunis yang berkontribusi untuk koran sekolah. Pada malam hari, ia mengambil kursus di Institut Seni Chicago.

Ketika Disney berusia 16 tahun, ia putus sekolah untuk bergabung dengan Angkatan Darat tetapi ditolak karena masih di bawah umur. Sebaliknya, ia bergabung dengan Palang Merah dan dikirim ke Prancis selama setahun untuk mengendarai ambulans. Dia pindah kembali ke A.S. pada tahun 1919.

Kartun Pertama Walt Disney

Pada 1919, Disney pindah ke Kansas City untuk mengejar karier sebagai artis surat kabar. Saudaranya Roy mendapatkan pekerjaan di Pesmen-Rubin Art Studio, tempat ia bertemu kartunis Ubbe Eert Iwwerks, yang lebih dikenal dengan Ub Iwerks. Dari sana, Disney bekerja di Perusahaan Iklan Film Kansas City, tempat ia membuat iklan berdasarkan animasi potongan.

Sekitar waktu ini, Disney mulai bereksperimen dengan kamera, melakukan animasi cel digambar tangan. Dia memutuskan untuk membuka bisnis animasinya sendiri. Dari perusahaan iklan, ia merekrut Fred Harman sebagai karyawan pertamanya.

Disney dan Harman membuat perjanjian dengan teater Kansas City lokal untuk menyaring kartun mereka, yang mereka sebut Laugh-O-Gram. Kartun-kartun itu sangat populer, dan Disney dapat memperoleh studionya sendiri, di mana ia memberikan nama yang sama.

Laugh-O-Gram mempekerjakan sejumlah karyawan, termasuk Iwerks dan saudara laki-laki Harman, Hugh. Mereka melakukan serangkaian dongeng tujuh menit yang menggabungkan aksi langsung dan animasi, yang mereka sebut Alice in Cartoonland.

Namun, pada tahun 1923, studio tersebut menjadi terbebani dengan hutang, dan Disney terpaksa menyatakan kebangkrutan.

Studio Animasi Walt Disney

Disney dan saudaranya Roy pindah ke Hollywood dengan kartunis Ub Iwerks pada tahun 1923, dan di sana ketiganya memulai Studio Kartun Disney Brothers. Perusahaan segera mengubah namanya menjadi Walt Disney Studios, atas saran Roy.

Kesepakatan pertama Walt Disney Studios adalah dengan distributor New York Margaret Winkler, untuk mendistribusikan kartun Alice mereka. Mereka juga menemukan karakter bernama Oswald the Lucky Rabbit dan mengontrak celana pendek masing-masing seharga $ 1.500. Pada akhir tahun 1920-an, studio-studio tersebut pecah dari distributor mereka dan membuat kartun yang menampilkan Mickey Mouse dan teman-temannya.

Pada bulan Desember 1939, sebuah kampus baru untuk Walt Disney Animation Studios dibuka di Burbank. Pada tahun 1941, kemunduran bagi perusahaan terjadi ketika animator Disney mogok. Banyak dari mereka mengundurkan diri. Itu akan bertahun-tahun sebelum perusahaan sepenuhnya pulih.

Salah satu kartun Disney Studio yang paling populer, Flowers and Trees (1932), adalah yang pertama diproduksi dalam warna dan memenangkan Oscar. Pada tahun 1933, The Three Little Pigs dan judul lagunya “Siapa Takut dengan Serigala Jahat Besar?” menjadi tema bagi negara di tengah-tengah Depresi Hebat.

Mickey Walt Disney dan Karakter Lainnya

Film sukses Disney pertama yang dibintangi Mickey Mouse adalah film animasi lengkap yang dilengkapi dengan suara dan musik bernama Steamboat Willie. Itu dibuka di Colony Theatre di New York 18 November 1928. Suara baru saja masuk ke film, dan Disney adalah suara Mickey, karakter yang telah ia kembangkan dan yang digambar oleh animator utamanya, Ub Iwerks. Kartun itu adalah sensasi instan.

Saudara-saudara Disney, istri dan Iwerks mereka menghasilkan dua celana pendek animasi diam sebelumnya yang dibintangi Mickey Mouse, Plane Crazy dan The Gallopin 'Gaucho, karena kebutuhan. Tim telah menemukan bahwa distributor Disney New York, Margaret Winkler, dan suaminya, Charles Mintz, telah mencuri hak atas karakter Oswald dan semua animator Disney kecuali untuk Iwerks. Dua film Mickey Mouse awal gagal menemukan distribusi, karena suara sudah merevolusi industri film.

Pada 1929, Disney menciptakan Symphonies Silly, menampilkan teman-teman Mickey yang baru dibuat, Minnie Mouse, Donald Duck, Goofy dan Pluto.

Film Walt Disney

Disney menghasilkan lebih dari 100 film fitur. Film animasi full-length pertamanya adalah Snow White and the Seven Dwarfs, yang ditayangkan perdana di Los Angeles pada 21 Desember 1937. Film ini menghasilkan $ 1,499 juta yang tak terbayangkan, terlepas dari Depresi Hebat, dan memenangkan delapan Oscar. Hal ini membuat Walt Disney Studios menyelesaikan serangkaian film animasi berdurasi penuh selama lima tahun ke depan.

Selama pertengahan 1940-an, Disney menciptakan “fitur-fitur yang dikemas,” kelompok-kelompok celana pendek digantung bersama untuk berlari pada panjang fitur. Pada 1950, dia sekali lagi fokus pada fitur animasi.

Keberhasilan besar terakhir Disney yang dia hasilkan sendiri adalah film Mary Poppins, yang keluar pada tahun 1964 dan menggabungkan aksi live dan animasi.

Beberapa film Disney paling terkenal termasuk:

  • Pinocchio (1940)
  • Fantasia (1940)
  • Dumbo (1941)
  • Bambi (1942)
  • Cinderella (1950)
  • Treasure Island (1950)
  • Alice in Wonderland (1951)
  • Peter Pan (1953)
  • Lady and the Tramp (1955)
  • Sleeping Beauty (1959)
  • 101 Dalmatians (1961)

Seri Televisi Disney

Disney juga termasuk orang pertama yang menggunakan televisi sebagai media hiburan. Serial Zorro dan Davy Crockett sangat populer di kalangan anak-anak, seperti The Mickey Mouse Club, sebuah variety show yang menampilkan pemeran remaja yang dikenal sebagai Mouseketeers. Dunia Warna Indah milik Walt Disney adalah pertunjukan Minggu malam yang populer, yang biasanya digunakan Disney untuk mulai mempromosikan taman hiburan barunya.

Taman Walt Disney

Taman hiburan Disneyland senilai $ 17 juta Disney dibuka pada 17 Juli 1955, di Anaheim, California, di tempat yang dulunya merupakan kebun jeruk. Aktor (dan calon presiden AS) Ronald Reagan memimpin kegiatan. Setelah hari pembukaan yang penuh gejolak yang melibatkan beberapa kecelakaan (termasuk distribusi ribuan undangan palsu), situs ini dikenal sebagai tempat di mana anak-anak dan keluarga mereka dapat menjelajahi, menikmati wahana, dan bertemu karakter Disney.

Dalam waktu yang sangat singkat, taman ini telah meningkatkan investasinya sepuluh kali lipat, dan menghibur para wisatawan dari seluruh dunia.

Situs asli mengalami pasang surut selama bertahun-tahun. Disneyland telah memperluas wahana dari waktu ke waktu dan bercabang secara global dengan Walt Disney World di dekat Orlando, Florida, dan taman di Tokyo, Paris, Hong Kong dan Shanghai. Properti Sister California Adventure dibuka di Los Angeles pada tahun 2001.

Dalam beberapa tahun setelah pembukaan Disneyland tahun 1955, Disney memulai rencana untuk taman hiburan baru dan untuk mengembangkan Komunitas Prototipe Eksperimental Masa Depan (EPCOT) di Florida. Itu masih dalam konstruksi ketika Disney meninggal pada tahun 1966. Setelah kematian Disney, saudaranya Roy melanjutkan rencana untuk menyelesaikan taman hiburan Florida, yang dibuka pada tahun 1971 dengan nama Walt Disney World.

Istri, Anak dan Cucu Walt Disney

Pada tahun 1925, Disney mempekerjakan seorang seniman tinta dan cat bernama Lillian Bounds. Setelah pacaran singkat, pasangan itu menikah.

Disney dan Lillian Bounds memiliki dua anak. Diane Disney Miller, lahir pada tahun 1933, adalah satu-satunya anak biologis pasangan itu. Mereka mengadopsi Sharon Disney Lund tak lama setelah kelahirannya pada tahun 1936.

Diane dan suaminya, Ronald Miller, memiliki tujuh anak: Christopher, Joanna, Tamara, Walter, Jennifer, Patrick, dan Ronald Miller Jr.

Sharon dan suami pertamanya, Robert Brown, mengadopsi seorang anak perempuan, Victoria Disney. Suami kedua Sharon, Bill Lund, adalah seorang pengembang real estat yang mencari 27.000 hektar di Orlando yang kemudian menjadi Disney World. Si kembar mereka, Brad dan Michelle, lahir pada tahun 1970.

Sisi keluarga Sharon menjadi terlibat dalam kontroversi setelah kematiannya pada tahun 1993, ketika kepercayaannya tersedia untuk ketiga anaknya. Kepercayaan termasuk peringatan yang memungkinkan mantan suaminya Bill Lund dan saudari Diane untuk menahan dana jika mereka dapat menunjukkan bahwa anak-anak Sharon tidak dapat mengelola uang dengan benar. Hal ini menyebabkan tuduhan persekongkolan dan ketidakmampuan mental, sindiran inses, dan pertempuran selama dua minggu yang buruk dari sebuah persidangan pada bulan Desember 2013.

Kematian Walt Disney

Disney didiagnosis menderita kanker paru-paru pada tahun 1966 dan meninggal pada 15 Desember 1966, pada usia 65. Disney dikremasi, dan abunya dimakamkan di Pemakaman Hutan Lawn di Los Angeles, California.