© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Siapa yang seharusnya berperan dalam melestarikan permainan tradisional ?

Banyak pihak baik perseorangan maupun kelompok yang sedang berjuang dalam memopulerkan kembali permainan-permainan tradisional, lantas siapakah pihak yang paling tepat guna memopulerkan kembali permainan-permainan tradisional agar permainan tradisional dapat lestari ?

Festival-Permainan-Tradisional-100515-Hd-2-small

tentu dalam menyukseskan kepopuleran kembali permainan tradisional dibutuhkan kerjasama banyak pihak. mulai dari anak-anak, orang tua, penjual mainan, akademisi dan pemerintah. Mereka tentu dituntuk untuk menyukseskan popularitas permainan tradisional berdasarkan latar belakang mereka.

Permasalahan sesial khususnya pada kebudayaan permainan tradisional nampaknya tidak menjadikan perhatian khususnya oleh pemerintah. Padahal, elemen yang paling penting atau tulang punggung dalam menentukan kebijakan pelestarian permainan tradisional adalah pemerintah. Tentunya mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Sedangkan, pada saat ini Indonesia terus di gempur oleh produk-produk globalisasi yang cenderung menjadikan masyarakat kita konsumtif dan tanpa sadar karakter diri bangsa kita menjadi tergerus. Sehingga menurut saya, hal utama yang paling penting untuk dilakukan pada tahap awal adalah membangun sistem kebangsaan yang berkebudayaan. Maka pelestarian budaya, karakter, hingga pada khususnya permainan tradisional dapat mengikuti dengan sendirinya seiring dengan pembangunan iklim politik yang berkebudayan.

Semua elemen yang di sebutkan oleh masagus diatas sebenernya tepat, tetapi yang paling tepat menurut saya yaitu orang tua, karena menurut saya orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk mengenalkan, mengarahkan, dan mungkin mengajak anak agar lebih mengetahui dan meminati permainan tradisional,

Kenapa saya memilih orang tua? karena lingkungan yang anak - anak kenal pertama kali yaitu lingkungan keluarga. Sehingga orang tua dapat membentuk pola pikir anak - anaknya sejak dini dari lingkungan keluarga tersebut. Cerminan perilaku anak - anak itu berdasarkan ajaran dari orang tua atau di lingkungan pertama kali mereka mengenal kehidupan.