© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Siapa saja tokoh-tokoh yang berpengaruh pada prinsip Minsheng Sun Yat Sen?

Menurut Sun Yat Sen, istilah Minsheng lebih baik daripada istilah “sosialisme” dan “komunisme” maka Sun memilih untuk menggunakannya. Prinsip Minsheng menjelaskan satu masalah besar yang muncul di barat berkaitan dengan masalah sosial.

Saat merumuskan prinsip minsheng, Sun menggabungkan teori ekonomi barat dan ajaran Konfusius serta mengadaptasikannya dengan kondisi Cina. Dalam proses perumusan prinsip ini, Sun terpengaruh oleh beberapa tokoh seperti Henry George, John Stuart Mill, Konfusius, Maurice William, Karl Marx dan Kang Youwei.

Henry George


Henry George sangat mempengaruhi para reformis seluruh dunia atas teorinya mengenai pajak. Saat Sun Yat-sen di London teori George menjadi topik utama diskusi para intelektual. Tidak terhindarkan, Sun juga ikut terlibat dalam diskusi teori tersebut dan mendalami teori Henry George. George (1839-1897) pengarang Progress and Poverty, menjadi penyeru protes sosial di seluruh negeri. Pada San Francisco Times, George memperjuangkan perlawanan terhadap dominasi atas kepemilikan tanah.

Awal tahun 1870, dia mulai mengubah keyakinan reformisnya menjadi formula ekonomi. Pada 1871, pamphlet pertamanya terbit yang berjudul Our Land and Land Policy. Pamphlet tersebut merupakan kritik klasik ekonomi. George mengutuk pemerintah nasional California yang memberikan daerah yang bisa ditanami dan mengijinkan spekulator untuk memperoleh tanah- tanah. Dia berpendapat meskipun kesalahan kebijakan masa lalu tidak dapat digantikan namun kepemilikan dalam jumlah besar dapat dikurangi dengan pajak atas tanah atau pajak warisan.

Tahun berikutnya, pada Daily Evening Post, dia menyampaikan bahwa tanah di suatu negara merupakan milik masyarakat negara tersebut, tidak ada pembenaran bagi kepemilikan swasta pada tanah kecuali untuk kenyamanan dan kebaikan masyarakat. Secara bertahap George merumuskan konsep ekonominya.

Dia menentang monopoli tanah karena hal tersebut meniadakan kebebasan dan keadilan. Dia menuntut pemindahan kepemilikan dari swasta ke kepemilikan publik yaitu jalan kereta api dan telegrap serta sistem gas dan air di kota-kota yang dimiliki oleh pemerintah nasional. Tujuannya adalah mengubah keuntungan swasta menjadi keuntungan publik atas semua monopoli. George juga mendukung serikat buruh, kebijakan upah tinggi dan kebijakan mengembalikan daerah yang dapat ditanami pada pemilik tanah yang sebenarnya. Meskipun banyak konsepnya yang dipengaruhi sosialis namun dia menolak doktrin umum sosialisme.

Premis pertama dari buku Progress and Poverty di buku ketiga, “The Law of Distribution.” George menyatakan preposisinya bahwa sewa ekonomis menjadi produk monopoli yang selalu mengurangi upah dan bunga. Premis kedua muncul di buku keempat, George menyatakan bahwa industrialisme modern meningkatkan sewa, sewa mengalir ke tangan swasta menyebabkan ketidakadilan sosial, penurunan, kemiskinan. Dari kedua premis ini, pertama bahwa pemilik tanah mengambil keuntungan dari para buruh, kedua para kapitalis bahwa dengan kepemilikan tanah swasta meningkatkan keburukan ketidakadilan sosial, George berpendapat pada sintesisnya, “The Remedy” yang muncul di buku keenam.

Pada tiga buku berikutnya, George menyampaikan langkah-langkah yang termasuk pada “pemulihannya”, baik tanah yang dinasionalisasi atau pajak yang akan mentransfer sewa ekonomis dari pemilik tanah ke masyarakat (pada akhinya menjadi “pajak tunggal”). Kemudian sewa dapat diditribusikan atau diinvestasikan, berdasarkan kepentingan masyarakat. Meskipun frase “pajak tunggal” tidak muncul dalam buku Progress and Poverty, namun konsep reformasinya sudah muncul. Pajak nilai tanah dapat dan seharusnya digunakan untuk mentransfer seluruh produk sewa ekonomis dari kepemilikan swasta ke masyarakat. Transfer semacam ini akan lebih mudah secara politis untuk dicapai di Amerika dibandingkan nasionalisasi tanah dan akan memiliki dampak ekonomi yang sama. George mulai menggunakan istilah “pajak tunggal” selama pertengahan 1880an.

Teori George yang terkenal adalah pajak tunggal yang juga dikenal dengan pajak harga tanah. Hal pokok yang mendasari konsep pemerataan hak kepemilikan tanah Sun adalah unearned increment dari Henry George. “Unearned increment” merupakan keuntungan yang pemilik tanah peroleh dari peningkatan harga tanah. Keuntungan tersebut sangat berbeda dari keuntungan yang industri dan perdagangan peroleh dengan kerja keras buruh. Yang membuat harga tanah naik dikarenakan perbaikan yang masyarakat buat pada sekeliling tanahnya dan kompetisi untuk memiliki tanah. Ketika harga tanah naik, setiap komoditas harganya juga meningkat.

Uang yang masyarakat peroleh melalui usaha mereka yang secara tidak langsung dan tidak terlihat dirampas dari mereka oleh pemilik tanah.

Pemerataan hak kepemilikan tanah melalui pajak yang ditentukan sendiri oleh pemiliknya, dan pajak atas pendapatan dari harga tanah tersebut merupakan bagian yang paling penting pada Prinsip Minsheng. Dalam penentuan harga tanah, Sun menggunakan teori Henry George yang berdasarkan penghitungan pajak. Dalam teori Sun, pemilik tanah tidak akan melaporkan harga tanah yang rendah untuk menghindari pajak karena akan merugi bila pemerintah mengambil alih tanahnya dengan harga yang ia tetapkan tersebut. Sebaliknya petani tidak akan melaporkan harga yang tinggi karena takut terkena beban pajak. Sun setuju dengan Henry George bahwa tanah seharusnya diberikan pada penggarapnya dan unearned increment seharusnya dipajaki dan dibagi-bagikan kembali kepada rakyat.

Slogan George ‘kepemilikan bersama atas tanah’, bukan bermaksud menasionalisasikan tanah namun penentuan pajak yang akan menghilangkan bentuk- bentuk pajak lainnya, menyediakan pendapatan untuk menghilangkan kemiskinan dan spekulasi tanah yang tidak berguna. Menurut George, pajak merupakan sumber kekayaan negara satu-satunya. Dengan demikian, metode ini akan berguna bagi pemerintah dan rakyat. Hal itu juga yang ditekankan oleh Sun Yat-sen.

Kepemilikan tanah merupakan sumber utama ketidakadilan dan pemisahan kelas, menjauhkan rakyat dari perbaikan ekonomi dan budaya. Untuk mengembangkan analisis ini, George menghubungkan dengan moral, hukum, dan dimensi politik dari kehidupan. Hal ini yang menarik perhatian Sun.

John Stuart Mill


Selain Henry George, John Stuart Mill (1806-1873) juga berpengaruh pada perumusan Minsheng. Mill adalah pemikir ekonomi politik dan karyanya menjadi pedoman selama 40 tahun. Sebagian Besar pakar ekonomi sepakat bahwa ajaran klasik mencapai puncaknya di tangan John stuart Mill. Mill dikenal sebagai penulis yang sangat berbakat. Reputasinya sebagai penulis diakui sewaktu Mill menerbitkan bukunya yang pertama yaitu A System of Logic tahun 1983. Karya berikutnya adalah On The Liberty, Essay on Some Unsettled Question of Political Economy, Principle of Political Economy dan Principles Of Political Economy With Some of Their Applications to Social Philosophy. Dalam Buku Principle of Political Economy, pandangan-pandangan klasik disempurnakan dan diberi sentuhan yang lebih manusiawi. Di tangan Mill, individualisme tidak lagi tampil kasar dan kaku. Sebagai sesama kaum klasik, Mill menentang pihak-pihak yang menuduh paham Laissez faire sebagai ‘ilmu yang menyedihkan dan muram’ dan menuduh teori Ricardo sebagai teori upah besi.

Mill juga tidak terlalu kaku mengenai campur tangan pemerintah. Kalau pakar-pakar sebelumnya menganggap tabu campur tangan pemerintah, oleh Mill sedikit diperlonggar. Lebih jelas, Mill membolehkan campur tangan pemerintah berupa peraturan dan kebijaksanaan yang dapat membawa kearah peningkatan efisiensi dan menciptakan iklim yang lebih baik sehingga tiap aktivitas ekonomi dapat diarahkan pada yang lebih baik dan lebih pantas. Sesudah membaca laporan hasil tinjauan parlemen tentang kondisi kerja anak-anak, bahkan Mill merekomendasikan legislasi untuk melindungi buruh anak-anak dan memperbaiki kondisi hidup dan kerja yang tidak dapat ditoleransikan. Walupun Mill dalam buku- buku ajar tentang pemikiran ekonomi selalu dimasukkan ke dalam aliran klasik, walau diakhir hayatnya Mill menyebut dirinya sendiri “sosialis.”

Mill menerima prinsip ekonomi klasik yaitu kebebasan perusahaan dan pemeliharaan kekayaan pihak swasta. Prinsip ini yang tidak pernah dia modifikasi dan disangkal. Perusahaan merupakan titik uji perkembangan ekonomi tanpa membawa umat manusia kembali pada merkantilisme dan feodalisme. Mill menganggap kekayaan yang dimiliki swasta sebagai penjamin bahwa perkembangan ekonomi apapun akan dijaga dan diperkuat untuk kemajuan yang lebih besar. Apa yang disampaikannya merupakan perbaikan sistem swasta sehingga semua orang akan berbagi keuntungan.

Prinsip ekonomi klasik yang dimodifikasi Mill adalah prinsip laissez faire. Mill menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara kekuatan alami yang mengontrol produksi kekayaan dan yang mengontrol distribusinya. Produksi kekayaan ditentukan oleh “hukum ekonomi” alami yang beroperasi. Namun distribusi kekayaan adalah masalah sosial, tergantung pada keinginan manusia. Oleh karena itu, masyarakat memiliki kekuatan untuk mengatur dan membentuk pendistribusian kekayaan yang dihasilkan pada suatu masyarakat. Modifikasi Mill terhadap prinsip ekonomi klasik digabungkan dengan edisi ketiga dan edisi berikutnya mengenai prinsipnya. Pada edisi terakhir selama hidupnya, pada tahun 1871, merupakan sebuah risalat filosofi sosial dengan bertumpu pada intervensi negara dan sosialisme utopia.

Kondisi ekonomi di Inggris pertengahan abad sembilan belas berkaitan dengan penolakan Mill atas hukum distribusi kekayaan Ricardo. Setelah seabad perkembangan industri yang pesat di Inggris menunjukan ketidakadilan. Kelas kecil kapitalis berhasil menjadi sangat makmur, namun masyarakat luas tenggelam dalam kemiskinan. Mill berpendapat bahwa semua penemuan mesin membawa masyarakat pada kerja keras. Mesin-mesin tersebut menyebabkan masyarakat hidup dalam pekerjan yang membosankan dan memenjarakan diri mereka, dan peningkatan sejumlah manufaktur dan yang lain hidup makmur.penemuan itu meningkatkan kenyamanan kelas menengah.

Di sisi lain, Mill menentang intervensi pemerintah dalam hubungan antara modal dan buruh karena hal tersebut mendorong oarng-orang miskin pada keyakinan bahwa pemerintah memelihara mereka. Kebijakan tersebut akan mendorong revolusi sosial, akibatnya akan lebih buruk bagi orang-orang miskin.
Kemudian Mill mengubah sikapnya terhadap kelas buruh. Itulah sebabnya pandangan-pandangan barunya begitu berpengaruh dalam mendorong revolusi sosial. Perluasan hak kelas buruh melalui Reformasi Undang-Undang tahun 1867 yang membentuk sistem pendidikan nasional. Mill mengakui bahwa reformasi ini membuat buruh menjadi bagian dari publik. Tidak seperti kepentingan kapitalis, kepentingan buruh dapat diperhatikan melalui intervensi negara dalam masalah ekonomi. Kekuatan besar orang miskin akan mendorong Negara untuk menanggung peran baru yaitu sebagai mediator antara kelas yang mampu dan tidak mampu. Mill tidak hanya berhenti pada reformasi sosial. Ketika dia mematahkan “hukum” ekonomi klasik, dia mulai melihat bahwa “pada suatu waktu, ketika masyarakat tidak lagi terbagi menjadi kaum lemah dan industrialis.” Dia menyadari bahwa demokrasi politik tidaklah cukup jika tidak sebuah sistem ekonomi baru dibentuk dalam harmoni dengan konsep egalitariannya.

Unsur sosialisme yang ada pada Mill terlihat pada penitikberatan Mill pada masalah tuan tanah. Mill berpendapat bahwa tuan tanah merupakan suatu kelas kaya yang semakin meningkat kekayaannya serta kepasifan yang melekat pada mereka. Peningkatan kekayaan ini, “pendapatan tambahan” pada pendapatan tuan tanah bukanlah kekayaan yang sesuai. Oleh karena itu, pendapatan tersebut seharusnya diambil oleh pemerintah untuk kebaikan masyarakat luas. Dengan kata lain, Mill mendukung pengambilalihan “unearned increment” pada harga tanah. Mill mengajukan pajak khusus atas tanah yang akan secara bertahap menjadi semakin tinggi saat nilai “unearned increment” tanah meningkat. Mill menyatakan sosialisasi tanah melalui penyerapan oleh negara atas semua “unearned increment.” Jika George berbicara mengenai unearned increment, John Stuart Mill menjadi orang yang pertama memperkenalkan istilah ‘future unearned increment’. Menurut Mill, solusi akhir pada masalah tanah adalah pembentukan asosiasi kooperatif petani yang akan memanfaatkan daerah-daerah pertanian yang luas.

Mill yakin bahwa asosiasi kooperatif buruh akan menahan semua kebaikan kapitalisme tanpa keburukannya. Ketidakadilan akan dihapuskan dengan asosiasi ini, membentuk “kesetaraan, memiliki modal secara kolektif yang mereka operasikan dan bekerja di bawah manajer-manajer yang dipilih dan diturunkan oleh mereka sendiri.” Asosiasi kooperatif akan lebih sukses pada produksi kekayaan dibandingkan dengan kapitalis, insentif untuk produktivitas yang lebih besar akan meningkat dari keinginan para anggota pada keuntungan yang lebih besar. Besarnya produktivitas mereka, tujuan sosial dan harmoni anggota buruh, asosiasi kooperatif akan bersaing dengan perusahaan yang dibentuk secara kapitalistik dan pada akhirnya berhasil dalam menggantikan mereka. Dengan metode damai ini, masyarakat akan beralih dari basis kompetitif ke basis kooperatif.

Konfusius


Meskipun Sun Yat-sen mengadopsi teori barat dan menyesuaikannya dengan kondisi di Cina, namun hal yang menjadi landasan utama serta tujuan akhir prinsip Minsheng berasal dari Konfusianisme. Kandungan pemikiran Konfusius sangat banyak, sistem pemikirannya sangat besar, hampir meliputi bidang kemasyarakatan, etika, politik, pendidikan dan berbagai bidang lainnya. Namun pemikiran Konfusius bukanlah sebuah gudang materi yang tertumpuk berantakan melainkan pemikirannya memiliki susunan. Pemikirannya memiliki dua inti yaitu konsep ren 仁 dan zhongyong 重庸.

Ren

Ren 仁 adalah sebuah kata yang seringkali Konfusius sampaikan. Dalam Analek Konfusius, ada 58 alinea yang membahas ren, ren dibahas sebanyak 109 kali, dalam buku tersebut, banyak makna ungkapan dan konsep lainnya semuanya memiliki hubungan erat dengan ren maka dapat dikatakan ren merupakan masalah paling utama dalam pemikiran Konfusius dan juga merupakan titik tolak pandangannya.

Ren adalah moral ideal. Ren adalah tujuan yang paling tinggi dalam menyelesaikan hubungan antar manusia. Asalkan orang bertindak menurut ren, dunia ini tidak akan muncul kaisar tidak bertindak sebagai seorang kaisar, menteri tidak bertindak sebagai seorang menteri, ayah tidak bertindak sebagai seorang ayah, anak laki-laki tidak bertindak sebagai sebagaimana seharusnya anak laki-laki, melainkan dapat mencapai masyarakat moral, dunia beraturan. Setiap kali ren artinya tidak sama, menurut keadaan yang berbeda dia memberi penjelasan yang berbeda untuk kata ren, misalnya: ren untuk mencintai orang, kesetiaan dan memaafkan, menghormati orang tua, menahan emosi, memegang teguh pada peraturan, mematuhi peraturan, bekerja lebih rajin, hati, setia pada orang lain, semua disebut ren.

Konfusius memberikan enam makna ren yaitu menggunakan apa yang dimiliki untuk membantu orang lain, ren harus dilaksanakan, ren menuntut pengorbanan, ren merupakan dasar moral, dasar karakter, jika ingin menjadi kesatria maka memperbaiki diri, mengatur keluarga, mengatur negara, mengatur dunia, semua ini didasarkan pada ren, semuanya harus berurutan, meningkatkan mutu diri sendiri, ren sama dengan kemanusiaan, ren berdasarkan pada manusia.

Ren adalah kasih sayang antara manusia dan manusia atau cinta umat manusia. Dasar manusia adalah kebaikan. Ren memulainya dengan kebaikan. Orang besar adalah orang yang dapat melakukan kebaikan besar. Ren menunjukan keinginan baik yang akan menjadi kekuatan praktis di alam semesta. Menurut Konfusius, ren berarti disiplin diri atau kontrol diri. Kasih sayang sejati merupakan nilai tertinggi dan paling terhormat. Oleh karena itu, ren adalah pembawa kedamaian di dunia.

Yi

Selain ren, yi (义 keadilan) dari Konfusius juga berpengaruh pada Sun
Yat-sen. Yi adalah tindakan dari ren, dengan kata lain, keadilan adalah cinta kasih yang diwujudkan dalam tindakan. Dengan ren dan yi, kemampuan manusia akan meningkat drastis. Menurut Konfusius, semangat ren (kasih sayang) dan semangat yi (keadilan) adalah dua fondasi masyarakat. Keduanya harus bersatu, yang disebut ren-yi. Dasar kehidupan tidak hanya kebaikan tetapi juga tindakan. Mengetahui tanpa bertindak tidak akan menjadi pengetahuan sebenarnya. Cinta kasih adalah kebenaran yang abadi dan universal. Hal tersebut harus diwujudkan pada individu, cinta kasih akan muncul sebagai keadilan yang akan menjadi sebuah kekuatan besar manusia yang memungkinkan pergerakkan dunia dan menciptakan era baru.

Dalam bidang ekonomi, Konfusius berpendapat nilai ekonomi adalah produk keadilan. Konfusius menekankan dimana ada keadilan di sana terdapat nilai ekonomis tinggi. Keadilan melebihi kesejahteraan. Keadilan adalah penyebab, dan kesejahteraan adalah akibat. Keadilan lebih tepat dan lebih berharga dibandingkan kepentingan ekonomi pada masyarakat. Sekumpulan orang yang adil dan berbudi lebih berharga dibandingkan orang yang kaya dan makmur. Kemampuan sangat diperkuat dengan kekuatan dari ren-yi, cinta kasih dengan keadilan dibandingkan dengan kekuatan militer. Kemampuan sangat diperkuat dengan kekuatan dari ren-yi, cinta kasih dengan keadilan dibandingkan dengan kekuatan militer.

Berdasarkan Ajaran Agung ( 大 學 ), kedamaian adalah sasaran tertinggi dari pendidikan universal. Ada empat sasaran pendidikan yang lebih ini yaitu pengembangan diri, kehidupan keluarga, politik negara dan kedamaian dunia akan dicapai secara bertahap sesuai urutannya. Konfusius menekankan kedamaian akan dicapai dengan bantuan kesetaraan.

Sementara itu, Konfusius berpendapat tujuan dari pemerintah seharusnya menjadi perlindungan tegas atas hak manusia dan keamanan atas kebahagiaan masyarakat. Jika distribusi berbagai sumber ekonomi suatu negara merata tidak akan ada komplain dan kegelisahan dari masyarakat.

Dasar dari keamanan nasional adalah solidaritas sosial bukan usaha yang tidak terkoordinasi dari individu dengan benturan kepentingan. ‘Kesatuan agung’ dan ‘harmoni agung’ seharusnya cukup sebagai fondasi sesungguhnya perdamaian dunia.

Maurice William


Pada kuliah pertama prinsip Minsheng, Sun mengakui berutang pada William tentang pandangannya bahwa konsep materialistik sejarah merupakan hal yang salah. Masalah sosial, bukan kekuatan materi, merupakan pusat yang menentukan rangkaian sejarah, nafkah penghidupan adalah inti masalah sosial. Interpretasi sosial mengenai sejarah ini merupakan hal yang diyakini Sun. Masalah Minsheng adalah masalah nafkah penghidupan masyarakat. Teori baru dari William inilah yang sesuai dengan prinsip ketiga Sun.

Teori William yang bermakna nafkah penghidupan adalah kekuatan pusat dari perkembangan sosial, perkembangan sosial adalah kekuatan pusat pada sejarah karena itu perjuangan untuk penghidupan dan bukan kekuatan materi menentukan sejarah. Kuliah Sun tentang Minsheng menggambarkan karya William seperti waktu Sun mengatakan Karl Marx disebut seorang patologis sosial. Hal tersebut sama seperti William yang menyebut Marx patologis sosial. Marx mempelajari patologi sosial. Manifestasi dari pejuangan kelas adalah gejala pada patologi manusia.

Sun juga menggunakan frase William ‘lima puluh tujuh macam’ untuk menggambarkan sosialisme. ‘Lima puluh tujuh macam’ sosialisme tapi satu pun tidak dapat mengatakan mana sosialisme yang sebenarnya.

Seperti William, Sun menolak interpretasi materialistik sejarah, doktrin perjuangan kelas dan teori nilai lebih. Mengacu pada pabrik Ford di USA, William menyatakan bahwa produk dari pabrik tersebut adalah hasil dari berbagai faktor meliputi mesin, pembuatan bahan kimia, keputusan dan ide-ide manajerial. William berpendapat bahwa kemajuan perkembangan sosial ketika kapitalis dan buruh memiliki kepentingan yang sama seperti konsumen tidak konflik dengan produsen.

William sendiri terpengaruh oleh sosialisme Jerman dan Partai Buruh Inggris. William terkesan dengan program rekonstruksi Partai Buruh Inggris yang menarik perhatian internasional karena perhatian partai tersebut pada kesejahteraan sosial dan kesejahteraan konsumen. Pada pasal 4 dari konstitusi Partai Buruh Inggris tahun 1918 yang menuntut kepemilikan umum atas alat-alat produksi, distribusi dan pertukaran.

Program partai ini merupakan sosialistik menyeluruh dan selaras dengan hukum evolusi sosial. Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat perkembangan sosial kepentingan mayoritas sebagai makhluk sosial. Demokrasi Sosial Inggris jelas mempengaruhi William dan formulasi teorinya. Oleh karena itu, secara tidak langsung Sosialis Fabian Inggris mempengaruhi Sun Yat-sen melalui William. Prinsip Minsheng tidak hanya dipengaruhi oleh William tapi juga oleh beberapa penulis sosialis yang berpengaruh di Inggris pada abad dua puluh.

Karl Marx


Marx adalah seorang ilmuwan sosial dan revolusioner Jerman yang analisisnya mengenai masyarakat kapitalis yang menjadi basis teoritis untuk pergerakan yang memakai namanya (Marxisme). Marxisme dianggap sebagai sumber dari semua sosialisme modern. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pemahaman yang jelas mengenai teori ini. Pemikiran Marx merupakan satu di antara tiga momen besar filsafat yang pernah ada di sekitar abad 17 dan abad 20.

Dua yang lainnya adalah momen Descartes dan Locke serta momen Kant dan Hegel. Karya-karya Marx sangat mempengaruhi abad kedua puluh.
Kontribusi utama Marx terletak pada penekanannya terhadap peran faktor ekonomi yaitu berubahnya cara masyarakat dalam mereproduksi alat-alat subsistensi mereka dalam membentuk jalannya sejarah. Perspektif ini mempunyai pengaruh yang amat besar terhadap seluruh jajaran ilmu sosial.

Asal usul karya Marx berakar dari abad kedelapan belas, pada ledakan perubahan-perubahan sosial politik yang bersumber dari Revolusi 1789 di Prancis. Karya paling awal Marx yaitu tiga esai pendek yang ditulisnya ketika menempuh ujian akhir di sekolahnya. Esai tersebut tidak terlalu menarik perhatian akan tetapi esai tersebut memberi petujuk tentang bagaimana besarnya semangat yang telah mengilhami sekian banyak karya Marx di kemudian hari setelah dia lebih matang. Dari ketiga esai tersebut yang terbaru adalah renungan seorang pemuda tentang pemilihan karir, yang menelah kewajiban moral dan jangkauan kebebasan yang tersedia bagi sesorang dalam memilih suatu profesi yang akan ditelusuri dalam hidup. ‘Prinsip utama’, demikian yang disimpulkan Marx.

….yang harus menjadi pedoman bagi kita dalam memilih suatu profesi, ialah kesejahteraan manusia, penyempurnaan diri sendiri. Orang janganlah berpikir, bahwa kedua kepentingan ini saling beradu, bahwa orang yang satu harus menghancurkan orang yang lain. Lebih tepat, ialah, bahwa sifat manusia itu membuat ia mungkin mencapai penyelesaiannya hanya dengan bekerja bagi penyempurnaan dan kesejahteraan masyarakatnya…sejarah menyebut mereka sebagai orang yang terakbar, bila mereka itu memuliakan diri dengan bekerja bagi masyarakat semesta.

Di Paris, Marx mengeluarkan seri manuskip yang dikenal dengan
Okonomisch-philosophische Manuskripte (Manuskip Ekonomi dan Filsafat 1844).

Dalam manuskip ini Marx menguraikan konsepsi humanis mengenai komunisme yang dipengaruhi Ludwig Feurbach dan didasarkan pada suatu kontras antara karakteristik tenaga kerja yang teralienasi di bawah kapitalisme dan masyarakat komunis di mana umat manusia dengan bebas mengembangkan sifat-sifat kemanusiaannya dalam produksi yang kooperatif. Tiga elemen pokok pemikiran Marx yaitu filsafat idealis Jerman, sosialisme Prancis dan Ekonomi Inggris. Baru pada 1867 Marx menerbitkan jilid I Das Kapital yang dikhususkan sebagai studi proses produksi kapitalis. Dalam karya ini Marx menguraikan versinya mengenai nilai lebih dan eksploitasi yang pada akhirnya mengarah pada menurunnya tingkat laba dan runtuhnya kapitalisme.

Sementara itu, Marx dikenal sebagai penemu materialisme historis, elemen Marxis yang secara spesifik ada di dalamnya adalah argumentasi bahwa sebagaimana feodalisme tidak menghendaki munculnya borjuis dan transformasi masyarakat revolusioner, maka perkembangan ekonomi kapitalisme akan mendorong munculnya kesatuan proletariat dan terjadinya pengambilalihan alat-alat produksi borjuis secara revolusioner. Di samping itu, Karl Marx menentang asas pokok dari aliran idealisme terutama terminologi Hegel dan beberapa bagian dari ajaran Feuerbach. Bagi Hegel dan idealisme umumnya, alam merupakan hasil roh, tapi bagi Marx segala sesuatu yang bersifat rohani merupakan buah hasil materi. Dialektika Hegel adalah dialektika idea dan Marx datang dengan pendapatnya justru ingin menjadikannya sebagai dialektika materi. Di kalangan penganut idealisme sebelum dan sezaman Marx melekat paham bahwa di\alektika hanya dapat diterapkan di dalam dunia abstrak yaitu pikiran manusia. Karl Marx menyatakan sebaliknya bahwa dialektika terjadinya di dunia nyata atau dunia materi. Karena itu, filsafatnya disebut dengan “materialisme dialektika.” Pada dasarnya, Marx tidak pernah menggunakan materialisme dialektis sebagai penamaan filsafatnya.

Penamaan ini untuk pertama kalinya diceruskan oleh seorang pemikir Rusia yang bernama Plekhanov.

Materialisme historis adalah bagian dari filsafat Karl Marx yang dalam telaah filosofinya dewasa ini sering dipakai dengan sebutan “pandangan materialisme terhadap sejarah” atau lebih spesifik dengan nama “pandangan ekonomi terhadap sejarah.” Variasi sebutan ini sebetulnya bertolak dari beragamnya pendekatan dalam menghampiri rumusan yang termuat di dalamnya. Namun Marx konsekuen dengan pemakaian kata “historical materialism” bagi filsafat ini. Materialisme yang dimaksudkan Marx mengacu pada pengertian benda sebagai kenyataan yang pokok. Pemakaian istilah ini tujuannya adalah untuk menentukan sikapnya yang bertentangan dengan filsafat idealisme.

Dalam Materialisme Historis diungkapkan bahwa manusia dapat dipahami sejauh ia ditempatkan dalam konteks sejarah. Marx merumuskan manusia tidak lain hanyalah keseluruhan relasi-relasi masyarakat. Dengan demikian Marx mengisyaratkan bahwa manusia dibentuk dan tergantung pada masyarakat.

Konsep Marx tentang sejarah menjadi menonjol karena sejarah baginya langsung menempatkan manusia pada posisi kunci. Manusia adalah insan yang bersejarah. Manusia berada dan terlibat dalam tingkat perkembangan sejarah yang telah, sedang, dan akan berlangsung dalam tingkat yang lebih tinggi. Marx (Engels) merumuskan konsep sejarah ini dalam pembukaan Manifesto komunis: “Sejarah dari setiap masyarakat yang ada sampai sekarang adalah sejarah pertentangan kelas. budak dan bangsawan, tuan dan pelayan, kepala tukang dan pekerja ahli, pendeknya yang menindas dan tertindas, berada dalam pertentangan kelas yang tiada akhirnya.”

Menurut Marx, arah perkembangan sejarah akan mencapai puncaknya apabila sudah datang masa dimana tercipta masyarakat yang tidak berkelas. Dari konsep materialisme historis lahir sejumlah konsep baru yang menganalisa sistem pemilikan pribadi yang ada di tangan borjuis dan kelas miskin atau proletar di pihak lain. Dua kelas ini masing-masing memiliki kepentingan yang saling bertentangan. Dari hal ini lahir proses dehumanisasi, pemiskinan kaum buruh di tangan kaum pemilik modal. Lahir teori nilai lebih yang merampas kemanusiaan kaum pekerja kemudian sebagai akibatnya akan terlihat munculnya alienasi manusia dari diri dan lingkungannya. Intinya, industri-industri besar menelan modal yang besar yang sama artinya kekuasaan ekonomi di tangan segelintir orang.

Nilai sentral pandangan Marx adalah kemanusiaan dalam arti manusia adalah ukuran segala hal, dan upaya sosial harus dinilai dari apakah upaya yang dimaksud dapat mengembangkan pribadi manusia atau tidak. Selain itu, ajaran Karl Marx menawarkan janji penyelamatan sosial, dimana para penganutnya senantiasa diberi napas optimis untuk mencapai kedamaian dan keamanan serta pemecahan berbagai macam masalah.

Marx menyelidiki hakekat nilai lebih dalam bentuk-bentuk kongkritnya, dan mengembangkannya teori nilai kerja. Marx menjelaskan hakekat nilai lebih yaitu kerja kaum buruh yang tidak dibayar. Ajaran tentang nilai lebih adalah landasan dari teori ekonomi Marx. Dengan ajaran ini, Marx membuka rahasia penghisapan kapitalis. yang dipakai sebagai titik tolak untuk penyelidikan nilai lebih adalah ajaran tentang tenaga kerja sebagai barang dagangan. Para pendahulu Marx menganggap, bahwa kaum pekerja menjual kerjanya kepada kaum kapitalis. Marx menunjukkan, bahwa kaum pekerja bukannya menjual kerja kepada kaum kapitalis tetapi menjual tenaga kerjanya, menjual kemampuannya yang menciptakan nilai baru termasuk menciptakan nilai lebih. Dengan menyelidiki nilai lebih, Marx menguraikan kapital menjadi kapital konstan dan kapital variabel. Pabrik, peralatan, mesin-mesin, bahan tambahan, bahan bakar termasuk dalam kapital konstan. Bagian dari kapital yang dikeluarkan si kapitalis untuk membeli tenaga kerja yang menjadi kian besar di dalam proses produksi sebagai akibat penciptaan nilai lebih oleh kaum buruh, disebut kapital variabel.

Dengan cara pembagian kapital menjadi kapital konstan dan kapital variabel, Marx tidak hanya mengungkap sifat penghisapan kapitalis, tetapi juga menunjukan cara mengukur derajat penghisapan. Kapital konstan tidak menciptakan nilai lebih oleh karena itu ketika menetapkan kadar nilai lebih maka hal tersebut tidak dihitung. Kapital variabel menciptakan nilai lebih. Oleh karena itu, dia menentukan besaran relatif dari nilai lebih. Besaran dari nilai lebih harus diperhitungkan hanya dengan kapital variabel. Demikianlah, didapatkan kadar nilai lebih yaitu dengan membandingkan nilai lebih terhadap kapital variabel yang menciptakannya. Besaran ini adalah ungkapan bagi tingkat penghisapan terhadap tenaga kerja.

Dalam “Manifesto Komunis” Marx dan Engels mengemukakan hukum dasar dari perkembangan semua masyarakat yang antagonistik yaitu hukum perjuangan kelas. Mereka mengungkapkan paparan ringkas perubahan-perubahan masyarakat perbudakan feudal menjadi masyarakat kapitalis. kemudian mereka menganalisa kehancuran kapitalisme karena kontradiksi-kontradiksi intern mereka yang tak terlenyapkan. Kehancuran borjuasi dan kemenangan proletariat adalah sama-sama tak terelakkan. Bagian terakhir dalam “Manifesto Komunis” Marx mengajak seluruh buruh di semua negeri untuk bersatu. Dengan demikian, Marx mengharapkan kesadaran kaum buruh meningkat dan kemudian mereka bersatu dalam satu kesatuan untuk menggulingkan kapitalisme.

Marx menginginkan keinginan untuk mengubah keadaan suatu kelas yang tertindas. Marx mencita-citakan pada akhirnya masyarakat menuju masyarakat tanpa kelas. Dalam surat Marx kepada J. Wedemeyer, 5 Maret 1852, menyatakan bahwa

…jauh sebelum saya, para ahli sejarah borjuis sudah melukiskan anatomi ekonomi dari kelas. Yang sudah saya lakukan adalah membuktikan bahwa: 1) eksistensi dari kelas-kelas hanya terikat pada tingkat-tingkat sejarah yang khusus dalam perkembangan produksi; 2) bahwa perjuangan kelas tentulah menuju kepada terwujudnya dictator proletariat; 3) bahwa diktator proletariat itu sendiri hanyalah merupakan peralihan menuju kepada penghapusan semua kelas dan menuju kepada suatu masyarakat tanpa kelas.

Kang Youwei


Selama abad ke-19 Dinasti Qing merosot drastis karena kekuatan internal dan tekanan ekonomi politik dari barat. Puncaknya saat Revolusi 1911, ketika revolusi berhasil menggulingkan Manzu dan membentuk republik. Dalam dunia pemikiran, dampak barat ini, digabungkan dengan faktor dari dalam, menyebabkan serangan besar pada Neo-Konfusianisme. Beberapa pelajar berupaya untuk menemukan sebuah ideologi negara baru yang akan menguatkan Cina melawan barat dan membuat landasan untuk reformasi sosial dan politik. Usaha mereka membawa pada kebangkitan kembali bentuk modifikasi Aliran Teks Baru Konfusianisme. Salah satu pemimpin gerakan ini adalah Kang Youwei ( 康 有 为 ).

Seperti Konfusian lainnya, Kang berusaha merealisasikan ajaran Konfusius di pemerintahan dan masyarakat. Namun tidak seperti Konfusian lainnya, Dia mengubah konsep tradisi Konfusius, klasik Konfusius dan doktrin Konfusian yang fundamental untuk reformasi.

Pada tahun 1880an, Kang terjun ke dalam gerakan reformasi. Bersama pelajar lainnya, dia menuntut kaisar untuk merekonstruksi Cina. Pada reformasi ini dia yakin bahwa meskipun Cina tidak siap untuk Masa Harmoni Agung, Cina harus memasuki Masa Damai Kecil.

Konsep Kang mengenai Harmoni Agung sangat radikal. Kang menuntut penghapusan bangsa-bangsa, keluarga-keluarga, kelas-kelas dan berbagai macam perbedaan lainnya. Kang menjelaskan organisasi dan program masyarakat ideal seperti hidup dalam komune, perawatan untuk semua anak-anak, kremasi. Landasan filosofis ini yaitu teori Kang mengenai perkembangan sejarah dan interpretasinya atas konsep etika Konfusius tentang kemanusiaan.

Pada perkembangan umat manusia, terdapat tingkat-tingkat tertentu. Dari sistem klan menjadi suku, menjadi bangsa dan bangsa-bangsa menjadi penyatuan besar. Dari kepala suku mulai terbentuk, hubungan antara penguasa dan bawahannya setahap-demi setahap terbentuk. Dari otokrasi bertahap menjadi monarki kontitusional dan konstitusional bertahap menjadi republik. Dari manusia hidup sebagai individu bertahap menjadi hubungan antara suami dan istri, hubungan ayah dan anak laki-laki. Dari hubungan ayah dan anak laiki-laki menjadi sistem yang meluas ke semua umat manusia. Dari sistem ini, Harmoni Agung muncul, individu hidup sebagai individu (di dunia harmoni tanpa ikatan ayah dan anak laki-laki, suami dan istri dan seterusnya).

Evolusi tiga masa adalah perkembangan Masa Kekacauan ke Masa Munculnya Kedamaian ke Masa Harmoni Agung. Pada Masa Kekacauan, Konfusius menganggap negaranya sendiri (Lu) sebagai dalam negeri, semua negara feudal lainnya di Cina sebagai luar negeri. Di Masa Munculnya Kedamaian, dia menganggap semua negara feudal lainnya di Cina sebagai dalam negeri dan suku- suku barbar sebagai luar negeri. Pada Masa Harmoni Agung, dia menganggap semua kelompok, jauh atau dekat, besar atau kecil, sebagai satu kesatuan.

Dewasa ini, komunikasi telah meluas ke seluruh dunia dan perubahan- perubahan penting terjadi di Eropa dan Amerika, dunia telah memasuki Masa Munculnya Kedamaian. Kemudian, ketika seluruh kelompok seluruh dunia, jauh atau dekat, besar atau kecil, sebagai satu kesatuan, ketika bangsa-bangsa sudah tidak ada, ketika perbedaan ras tidak ada, ketika kebiasaan diseragamkan, semua menjadi satu dan Masa Harmoni Agung akan datang. Konfusius sudah mengetahui semua ini terlebih dahulu. Namun, dalam tiap-tiap masa ada Tiga Tahap Berputar. Di Masa Kekacauan, ada Fase Munculnya Kedamaian dan Harmoni Agung, di Masa Harmoni Agung ada Fase Munculnya Kedamaian dan Fase Kekacauan. Setelah datangnya Masa Harmoni Agung masih akan ada banyak perkembangan dan banyak fase.

Pada dasarnya, semua makhluk di dunia hanya bertujuan pada upaya mencari kebahagiaan dan menghindari penderitaan. Mereka mengikuti jalan. Ada yang mengambil jalan berputar, mengambil jalan yang bijaksana atau berliku-liku, melewati pengalaman yang menyakitkan tanpa merasa lelah. Mereka juga bertujuan mencari kebahagiaan. Meskipun pada dasarnya manusia berbeda, namun jalan umat manusia tidak pernah ada yang mencari penderitaan dan menghindari kebahagiaan.

Memungkinkan manusia mendapatkan kebahagiaan namun tidak menderita merupakan kebajikan yang tertinggi. Membuat manusia mendapatkan lebih banyak kebahagiaan dan sedikit penderitaan merupakan hal yang baik namun tidak baik secara sempurna. Menyebabkan manusia mendapat banyak penderitaan dan sedikit bahagia bukanlah hal yang baik.

Oleh karena Konfusius lahir di masa kacau, dia berharap menemukan cara untuk menyelamatkan bangsanya. Konfusius merenung dan meyakini satu-satunya cara adalah melaksanakan Harmoni Agung. Melihat semua cara di dunia ini, di samping cara Harmoni Agung tidak ada metode lain yang dapat menyelamatkan kehidupan manusia dari penderitaan atau mencari kebahagiaan mereka. Cara Harmoni Agung ini merupakan kesetaraan yang sempurna, keadilan yang sempurna, kemanusiaan yang sempurna, pemerintahan yang baik pada tingkat yang tertinggi. Kang Youwei memegang teguh bahwa jalan Konfusius meliputi evolusi tiga masa, tiga rangkaian dan lima kekuatan. Cinta, kebajikan, kebenaran, kebijaksanaan dan kepercayaan yang baik berjalan pada siklus berurutan. Siklus Cinta merupakan jalan harmoni agung.

Pada dasarnya semua penderitaan berasal dari sembilan perbedaan.

  • Pertama, perbedaan antara negara-negara (sebagai sebuah penyebab perbedaan), karena hal tersebut membagi dunia menjadi wilayah-wilayah dan suku bangsa.

  • Kedua adalah perbedaan kelas karena membagi manusia menjadi orang yang terhormat dan orang biasa, suci dan tidak suci.

  • Ketiga adalah perbedaan ras yang membagi manusia menjadi kuning, putih, coklat dan hitam.

  • Keempat adalah perbedaan bentuk fisik karena hal tersebut yang membuat perbedaan laki-laki dan perempuan.

  • Kelima adalah perbedaan antar keluarga karena hal tersebut membatasi berbagai kasih sayang bapak ke anak laki-laki, suami ke istri, saudara hingga hubungan personal lainnya.

  • Keenam adalah perbedaan pekerjaan karena hal tersebut menganggap produk petani, pengrajin, pedagang sebagai produk mereka sendiri.

  • Ketujuh adalah lingkungan kekacauan karena sistem ini memiliki tidak adil, tidak layak, tidak seragam.

  • Kedelapan perbedaan antara spesies yang membagi mereka menjadi manusia, burung, serangga, dan ikan.

  • Sembilan adalah lingkungan penderitaan. Penderitaan meningkatkan penderitaan sehingga mereka melewatinya tanpa akhir.

Cara Kang You-wei untuk menyelamatkan rakyat dari penderitaan tersebut meliputi penghapusan sembilan penderitaan ini. Menghilangkan perbedaan antara Negara-negara agar menyatukan seluruh dunia. Kedua, menghilangkan perbedaan kelas sehingga memberikan kesetaraan bagi seluruh orang. Ketiga, menghilangkan perbedaan ras sehingga hanya akan ada satu ras universal. Keempat, menghilangkan perbedaan bentuk fisik sehingga menjamin kemerdekaan laki-laki dan perempuan. Kelima, menghilangkan perbedaan antara keluarga sehingga manusia menjadi warga Negara langit. Keenam, menghilangkan perbedaan antara pekerjaan sehingga semua produksi menjadi milik umum. Ketujuh, menghilangkan lingkungan kekacauan sehingga kedamaian universal menjadi tatanan. Kedelapan, menghilangkan perbedaan antara spesies sehingga mencintai semua makhluk. Kesembilan, menghilangkan lingkungan penderitaan sehingga kebahagiaan mencapai puncaknya.

Di Dunia Harmoni Agung, seluruh dunia menjadi Sebuah harmoni Agung. Tidak ada perbedaan Negara, tidak ada perbedaan ras. Tidak akan ada peperangan. Di Masa Harmoni Agung, pemerintah dunia sehari-hari sibuk dengan penambangan, membangun jalan, memulihkan daerah tandus, pelayaran sebagai tugas utama. Di Masa ini semua pertanian, industri dan perdagangan berasal dari pemerintah. Tidak ada kompetisi sama sekali. Saat itu, tidak ada raja, penguasa, yang lebih tua, jabatan, atau tingkatan. Semua orang setara, tidak menganggap posisi atau tingkatan sebagai sesuatu yang terhormat. Hanya kebijaksanaan dan kemanusiaan yang didorong dan ditingkatkan.

Di Masa Harmoni Agung, karena manusia pada dasarnya sudah baik, kemampuannya dan kecerdasannya paling tinggi, mereka hanya senang dengan kebijaksanaan dan kemanusiaan. Institusi baru bermunculan setiap hari. Manfaat bagi masyarakat meningkat setiap hari. Pikiran manusia semakin kuat setiap hari dan pengetahuan menjadi semakin maju setiap hari. Masyarakat di seluruh dunia bersama-sama mencapai kemanusiaan, umur panjang, kebahagiaan yang sempurna, kebaikan yang tidak terbatas, dan kebijaksanaan.

Di Masa Harmoni Agung, karena tidak ada lagi negara maka tidak ada militer. Saat tidak ada penguasa, tidak ada pemberontakan atau pemprovokasi kekacauan. Saat tidak ada suami, istri, tidak ada pertengkaran antar wanita, mencegah perzinahan, menekan komplain, kebencian, perceraian atau pembunuhan. Saat tidak ada hubungan kekerabatan suku, tidak ada ketergantungan pada orang lain, peringatan untuk melakukan yang baik, proses pengadilan atas harta warisan. Saat tidak ada tingkatan atau posisi, tidak ada berdasarkan pada kekuasaan atau kekuatan untuk menindas atau merampas yang lainnya, menggunakan tipu daya atau menjilat untuk mendapatkan pekerjaan. Saat tidak ada milik swasta, tidak ada pengadilan mengenai tanah, tempat tinggal, industri, bisnis. Saat tidak ada penguburan (kecuali kremasi), tidak ada pengadilan mengenai tanah kuburan. Saat tidak ada pajak, bea cukai, wajib militer, tidak ada kejahatan penipuan atau pembelotan. Saat tidak ada gelar maupun status, tidak ada penghinaan atau penindasan, tidak ada penyerangan atau serangan balasan.

Di Masa Harmoni Agung, semua orang sama. Tidak ada pelayan atau budak, penguasa atau pemimpin, kepala agama atau paus. Di masa ini, semua orang tinggal di tempat tinggal umum, ada kapal dan mobil otomatis, penemuan baru muncul setiap hari, tidak ada perbedaan antara pria dan wanita, tidak akan ada penyakit, masyarakat tidak memikirkan hal lain karena kebahagiaan mencapai puncaknya, hanya memikirkan keabadian di bumi.

Selain Datong, Kang Youwei juga memeberi perhatian pada upaya modernisasi Cina. Perencanaan Kang mengenai modernisasi ekonomi sebagian berasal dari Eropa dan Amerika abad ke-19 dan sebagian dari Meiji Jepang. Negara- negara tersebut dalam proses perkembangan ekonomi yang pada akhirnya merealisasikan ekonomi industri dan perdagangan bersandar pada perusahaan swasta. Pemikiran Kang yang sesuai dengan pemikiran Sun yaitu mengenai tujuan utama industralisasi untuk memperbaiki ekonomi masyarakat banyak dan bukan untuk memperkaya “kekayaan dan kekuasaan” negara.

Meskipun tidak secara langsung pengaruh Kang You-wei pada pemikiran Sun Yat-sen atas Prinsip Minsheng, namun terdapat unsur-unsur Datong Kang yang ada di prinsip Minsheng. Terlebih lagi, penjelasan detail dan sistematis mengenai Datong Konfusius hanya diperoleh dari penjelasan Kang Youwei. Kang berbicara mengenai penderitaan berawal dari perbedaan-perbedaan dan berusaha mencari solusi, begitu pula dengan Sun Yat-sen. Sun dengan Prinsip Minsheng berupaya mencari solusi agar kaum yang tertindas tidak lagi menderita. Selain itu, Kang dan Sun juga anti eksploitasi. Dari perbedaan yang disampaikan Kang yang mengakibatkan pada penindasan, Kang ingin untuk menghapus semua perbedaan tersebut. Sun juga menekankan anti eksploitasi pada Prinsip Minsheng. Kang dan Sun bersumberkan pada Pemikiran Konfusius yaitu Datong. Meskipun penjelasan datong dari Kang agak berbeda namun ketiga filsuf tersebut menginginkan semua orang bahagia dengan kesetaraan, tidak ada yang menindas satu sama lain.

Referensi :

  • Sills, David L (ed). 1968. International Encyclopedia of Social Sciences Vol 5& 6. New York: Macmillan Company and The Free Press
  • Wells, Audrey. 2001. The Political Thought of Sun Yat- sen Development and Impact. New York: Palgrave Macmillan
  • Journal Of History of Ideas Vol IV January-Oktober 1943. New York: College of The City of New York
  • Chang, Chiyun 張其昀. 1971. Kongzi de Shengping孔子的生平(A Life of Confucius). Taiwan: Hwakang Press China Academy
  • Kuper, Adam and Jessica Kuper. (1996). Ensiklopedi Ilmu-Ilmu Sosial Edisi kedua. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
  • D’elia , Paschal M. 1931. The Triple Demism of Sun Yat-sen. Wuchang: The Franciscan Press
  • Ramly, Andi M. 2000. Peta Pemikiran Karl Marx (Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis). Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara
  • Giddens, Anthony. 1986. Kapitalisme dan Teori Sosial Modern… Jakarta: Universitas Indonesia Press (Trjmhn Soeheba Kramadibrata)
  • Suroso, S. Asal-Usul Teori Sosialisme, Marxisme Sampai Komune Paris. Jakarta: Pustaka Pena
  • Fung Yu-lan. 1953. A History of Chinese Philosophy. Leiden: E.J. Brill
  • Wing-Tsit Chan. 1963. A Source Book in Chinese Philosophy. Princeton: Princeton University Press