© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Siapa saja orang-orang yang tidak disarankan melakukan Veneer Gigi?

Veneer gigi

Veneer gigi merupakan cara yang dapat dilakukan untuk memperindah tampilan gigi dan senyuman. Tapi tidak semua orang dapat melakukan veneer gigi, dikarenakan kondisi kesehatan gigi itu sendiri. Siapa saja mereka ?

Veneer gigi adalah tindakan untuk melapisi permukaan luar gigi dengan suatu bahan, seperti porselen atau komposit, yang berfungsi untuk membuat gigi terlihat lebih putih, membentuk ukuran gigi menjadi ideal, sehingga senyum Anda terlihat sempurna.

Meski veneer populer sebagai perawatan untuk mendapatkan gigi yang sempurna, namun tidak semua orang boleh melakukannya. Hal ini dipengaruhi kondisi gigi seseorang, antara lain :

  • Gigi dengan dengan lapisan enamel tinggal sedikit. Kondisi ini tidak bisa dipasangkan veneer karena kurangnya area untuk pemasangan lem atau bonding. Jika dipaksakan maka veneer akan mudah lepas.

  • Gigi yang posisinya cenderung maju ke depan. Posisi gigi seperti ini akan memerlukan pengasahan yang cukup banyak. Karena merupakan bagian saraf, dikhawatirkan gigi akan ngilu. Untuk mengatasi hal ini, gigi memerlukan perawatan saraf dan saraf gigi dimatikan. Sungguh sebuah konsekuensi yang besar demi mendapatkan gigi putih.

  • Gigi renggang yang jaraknya terlalu jauh. Jika dipaksakan, gigi akan terlihat sangat lebar, sehingga tampak tidak natural dan mudah lepas.

  • Gigi dengan kondisi rongga mulut yang buruk. Misalnya saja terdapat banyak gigi berlubang, karang gigi, bahkan sisa akar gigi yang tidak dicabut. Kondisi seperti ini sangat tidak ideal untuk dipasangkan veneer, karena veneer yang kotor dapat menyebabkan bau mulut dan karies baru di bawah veneer.

  • Pasien dengan kebiasaan buruk seperti clenching dan bruxism. Sudah terbukti bahwa mereka yang memiliki kebiasaan ini berpotensi membuat veneer mudah lepas dan patah dibandingkan dengan pasien yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.

  • Pasien yang memiliki gigi berjejal atau posisi gigi yang ekstrem. Yang dibutuhkan adalah perawatan kawat gigi, bukan veneer.

  • Orang yang punya kebiasaan menggigit benda-benda keras. Misalnya es batu, pensil atau kuku, hal-hal tersebut cenderung membuat veneer goyang dan terlepas.

Penting sekali untuk diketahui bahwa pembuatan veneer tidak menjadikan gigi Anda lebih sehat dan bebas penyakit separti karies gigi. Karena itu bagi pengguna veneer, diwajibkan untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

“Pasien yang melakukan prosedur veneer pada saya datang dari profesi yang bervariasi, biasanya dari kisaran umur 20-30 tahun,” kata drg. Astrid Khatalia kepada Okezone melalui sambungan telefon, Senin (9/6/2014).

Namun, dokter gigi yang banyak menangani pasien dari kalangan artis ini menambahkan bahwa, pada orang usia 20 tahun disarankan untuk tidak melakukannya terlebih dahulu. Karena umumnya pada umur tersebut kondisi gigi masih terhitung baik.

Selain itu, orang dengan kebiasaan tertentu juga tidak diperkenankan untuk melakukan veneer. “Orang-orang yang punya kebiasaan grinding atau menggesek-gesekan gigi saat tidur disarankan untuk tidak melakukan veneer, karena veneer akan rusak karena gesekan gigi yang keras saat tidur,” tutup prosthodontist ini.

Referensi :