Seberapa pentingkah MOV (Measurable Organization Value) bagi sebuah perusahaan untuk menilai keberhasilan suatu proyek?

Measurable Organization Value (MOV) merupakan tujuan keseluruhan yang ingin dicapai dari suatu proyek dan mengukur kesuksesan proyek tersebut(Billows 1996; Smith 1999).

Seberapa pentingkah MOV (Measurable Organization Value) bagi sebuah perusahaan untuk menilai keberhasilan suatu proyek?

Pemahaman pertama kali tentang Measurable Organization Value (MOV) adalah bahwa MOV ini selaras dengan dengan strategi organisasi dan kemampuannya untuk mengambil keuntungan dari usaha tersebut. MOV bukan tentang seberapa baik atau buruknya perusahaan atau stafnya melakukan pekerjaan mereka. Malah sebaliknya, MOV ini ada keterikatan dengan pencapaian tujuan strategis yang akan diinginkan oleh sebuah organisasi atau perusahaan. Tujuan dari penerapan strategis tersebut dapat melibatkan banyak aspek organisasi untuk memasukkan keberlanjutan dan profitabilitas serta tujuan tata kelola perusahaan itu sendiri.

Pada perusahaan sendiri, beberapa tujuan MOV adalah untuk memotong pengeluaran, memperluas operasi, dan memperbaiki komunikasi. MOV sendiri haruslah bisa terukur, memberikan nilai, disepakati dan sudah terverivikasi pada sebuah organisasi atau perusahaan. MOV dapat dikaitkan dengan penerapan nilai-nilai ke dalam operasi bisnis sehari-hari, yaitu dengan membaginya menjadi segmen yang terfokus lebih kecil dan berkisar dari analisis penjualan hingga mencapai tujuan jangka panjang dan jangka pendek yang lebih spesifik selama pengembangan proyek dan produk.

MOV sendiri merupakan fondasi utama bagi kesuksesan sebuah bisnis. Tanpa fokus pada arahan dan tujuan, perusahaan dan karyawannya tidak akan tahu ke mana tujuan arah berjalannya perusahaan tersebut dan bagaimana pencapaian tujuan perusahaan itu bisa terwujud. MOV menyediakan dasar untuk menjalankan proyek dan mendukung banyak keputusan dalam siklus proyek. Pada suatu proyek, stakeholder harus menyetujui MOV selama proses perencanaan proyek sehingga mereka dapat fokus pada hasil yang dibutuhkan selama siklus hidup proyek. Setiap stakeholder akan memiliki kepentingan dalam menetapkan satu atau lebih MOV yang paling sesuai dengan tujuannya.

Tidak seperti mengevaluasi sebuah proyek berdasarkan perkiraan pengembalian investasi, MOV digunakan untuk mengevaluasi sebuah proyek dalam hal nilai bisnisnya. Misalnya, fitur yang meningkatkan katalog produk yang membuat pembelian pelanggan lebih efisien dapat menyebabkan peningkatan pendapatan. Selain itu, jika fitur mengarah ke pertumbuhan pasar atau jumlah pelanggan yang lebih banyak, hal itu dapat menyebabkan peningkatan penjualan.

Setiap MOV harus dapat diverifikasi. Jika kegiatan proyek berkontribusi terhadap hasil yang diinginkan, atau manfaat yang disepakati, proyek dianggap berhasil. Tim memverifikasi MOV pada kesimpulan proyek dan kemudian, mengklasifikasikan proyek tersebut sebagai keberhasilan atau kegagalan.
Pemangku kepentingan harus menyetujui MOV selama proses perencanaan proyek sehingga mereka dapat fokus pada hasil yang dibutuhkan selama siklus hidup proyek. Setiap pemangku kepentingan akan memiliki kepentingan dalam menetapkan satu atau lebih MOV yang paling sesuai dengan tujuannya.

referensi : http://www.sheepguardingllama.com/2008/01/overview-of-measureable-organizational-value-mov/

Tujuan tim inti adalah menentukan masalah atau peluang dan kemudian mengidentifikasi beberapa alternatif yang akan memberikan nilai langsung dan terukur kepada organisasi. Untuk memberikan nilai nyata bagi sebuah organisasi, proyek TI harus sesuai dan mendukung tujuan, misi, dan tujuan organisasi. Oleh karena itu, setiap alternatif yang direkomendasikan oleh tim inti harus memiliki tujuan yang jelas dan harus memetakan sasaran dan strategi organisasi.


Peluang pasar domestik perlu dipahami dalam konteks MOV (Measurable Organization Value). Secara tradisional semua proyek TI dan transaksi Outsourcing diukur berdasarkan “Return on Investment,” atau ROI. Jack Marchewka, seorang profesor bisnis di Northern Illinois University mengemukakan gagasan “Measurable Organizational Value” (MOV). MOV mewakili konsep yang sama namun dengan definisi yang berbeda. MOV dapat memangkas pengeluaran, memperluas operasi, dan memperbaiki komunikasi. MOV juga dapat membantu mengarahkan proyek yang terus mengalami perubahan karena elemen yang ikut berubah pula (cakupan, kebutuhan, sumber daya, jadwal) dengan menyediakan titik referensi untuk memastikan bahwa kemajuan atau perkembangan baru sesuai dengan tujuan, sasaran dan kasus proyek.

Dengan menggunakan MOV perusahaan TI dapat menunjukkan kepada klien bahwa proyek tersebut akan membantu perusahaan lebih produktif secara finansial.

Sesuai namanya, MOV harus:

  • Be Measurable
    Memberikan fokus bagi tim proyek dalam hal tindakan, tim proyek berusaha mencapai target kinerja yang spesifik. MOV memberikan dasar untuk membuat keputusan yang memperngaruhi proyek melalui fase yang ada.

  • Provide value to the organization
    Perlu diingat bahwa teknologi informasi sendiri tidak bisa memberikan nilai. Teknologi hanyalah enabler, yaitu TI memungkinkan organisasi melakukan sesuatu.

  • Be agreed
    MOV menetapkan harapan bagi pemangku kepentingan proyek. Penting untuk seluruh pemangku kepentingan proyek memahami dan menyetujui proyek MOV.

  • Be verifable
    Pada akhir proyek, MOV harus diverifikasi untuk menentukan apakah proyek tersebut sukses.


MOV memandu semua keputusan dan proses untuk mengelola proyek TI dan berfungsi sebagai dasar untuk mengevaluasi pencapaian proyek. Dengan kata lain, sebuah proyek tidak dapat direncanakan atau dievaluasi dengan benar kecuali jika tujuan proyek didefinisikan dan dipahami secara jelas. Di akhir proyek, pencapaian aktual sebuah proyek dapat dibandingkan dengan MOV untuk menentukan apakah proyek tersebut berhasil. Jika proyek itu sukses (yaitu, ia memenuhi atau melampaui MOV-nya), maka orang dapat melihat secara eksplisit bagaimana proyek tersebut akan mendukung organisasi tersebut.

Proyek MOV harus didasarkan pada tujuan dan strategi organisasi.

John F. Kennedy made back in the 1960s: “Our goal is to land a man on the moon and return him safely by the end of the decade.”

Terdapat 4 pertanyaan yang dapat mengidentifikasi nilai dari sebuah projek TI, yaitu :

  • Better
    What does the organization want to do better?

  • Faster
    What does the organization want to do faster?

  • Cheaper
    What does the organization want to do cheaper?

  • Do more
    What does the organization want to do more than it is currently?

Tiga kriteria pertama yaitu better, faster, cheaper berfokus pada kualitas, efektivitas dan efisiensi, sedangkan do more berfokus pada pertumbuhan organisasinya.

Referensi :
https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=2400868

Management of Value (MOV) memberikan panduan penting tentang penggunaan sumberdaya yang paling efisien untuk memaksimalkan manfaat dari suatu portofolio, program dan proyek. MOV menggabungkan keseluruhan prinsip, proses dan teknik dalam satu kesatuan. MOV mendefinisikan value yang mencakup baik keuntungan moneter dan non moneter, dan berpendapat bahwa subjektivitas _valu_e akan meningkatkan kebutuhan yang akan dikelola secara aktif. Metode ini didukung oleh teknik untuk mengalokasikan dana seefektif mungkin.


“MoV gives us an opportunity to look at our entire portfolio – our programmes, our projects – and decide what has to stay and what has to go without losing any of the quality.”
John Edmonds, Pearce Mayfields


MOV telah berevolusi dari hanya manajemen praktik suatu value ke berbagai sektor selama beberapa tahun terakhir. Panduan ini mendeskripsikan metode-metode yang relevan, walaupun penggunaannya sering diabaikan atau disalah terapkan. Panduan ini dimaksudkan untuk membantu organisasi dan individu dalam menggunakan metodologi yang nantinya akan berhasil dan terbukti untuk melengkapi pengelolaan saat ini, sehingga mereka dapat meningkatkan value yang mereka berikan dan memanfaatkan sumber daya dengan lebih baik.


Bagaimana MOV bekerja dalam menilai kesuksesan atau kegagalan suatu proyek?

Panduan MOV dalam menjadi parameter untuk menilai kesuksesan atau kegagalan suatu proyek disusun berdasarkan prinsip, tema dan proses :

  • Prinsip-prinsip didasarkan pada praktik yang telah dicoba dan diuji, dan kesuksesan dari value management tidak mungkin dicapai jika prinsip-prinsip tersebut tidak diterapkan
  • Tema merupakan kegiatan berkelanjutan yang perlu dilakukan untuk menjaga agar penerapan prinsip memberikan value yang sesuai yang dijanjikan
  • Kumpulan proses mendefinisikan struktur dari pendekatan yang digunakan, menggunakan teknik khusus untuk melengkapi suatu business case dan memberikan pendekatan yang praktis untuk mencapai hasil

MOV


Referensi :

https://www.axelos.com/Corporate/media/Files/Brochures/Benefits-of-MoV.pdf

https://www.axelos.com/best-practice-solutions/mov/what-is-mov

Sangat Penting, karena Dapat merasakan meningkatnya permintaan untuk biaya pelatihan di sektor publik dan swasta dalam beberapa tahun terakhir. Mengambil beberapa keputusan agar menyadari seberapa besar investasi - baik pelatihan moneter dan nonmoneter, dalam pelatihan dan pengembangan yang telah di lakukan, Perusahaan harus yakin akan nilai pelatihan. Perusahaan ingin tahu program pelatihan apakah yang bekerja dengan semestinya, dan memakan berapa biaya.

Keuntungan lainnya MOV

  • Mengidentifikasi apa yang diperoleh perusahaan.
  • Dapat menentukan biaya keuntungan.
  • Menetapkan seberapa besar nilai yang ditempatkan pada hasil latihan, dan memberikan pembenaran untuk melanjutkan pelatihan.

Tanpa MOV ini perusahaan tidak dapat membuat Bisnis Case untuk melakukan pelatihan. Tanpa MOV ini juga, perusahaan mungkin merasa sulit untuk membenarkan pengeluaran pelatihan dan mungkin harus mengalokasikan sumber daya pelatihan dengan terbatas.

Sumber : http://www.humtech.com/htoffice/website/sites/K606demo/K606EOT/KeyPoints/points7.htm