Sarapan dengan porsi banyak atau sedikit, mana yang lebih baik?

breakfast

Seperti yang kita tahu sarapan pagi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Salah satu manfaat sarapan pagi adalah sebagai sumber energi. Layaknya mobil, kita juga butuh yang namanya “bahan bakar” untuk mengembalikan energi setelah tidur malam yang panjang dan menyebabkan perut menjadi kosong. Ini menjadi alasan mengapa sarapan sangat penting dalam memulai hari kita. Sarapan secara teratur dapat meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan. Ada yang beranggapan bahwa sarapan pagi dengan porsi banyak dapat menyebabkan perut kenyang dan mengantuk serta penurunan semangat. Ada juga yang beranggapan bahwa sarapan pagi dengan prosi sedikit tidak mampu memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Menurut Youdics, mana sih yang lebih baik, sarapan pagi dengan porsi banyak atau sedikit?

1 Like

Banyak orang yang melewatkan sarapan bahkan memilih [melewatkan waktu sarapan. Namun, tidak sedikit pula yang justru bisa makan banyak saat sarapan. Menurut para ahli, idealnya Anda mengonsumsi sarapan sebesar 300 sampai 600 kilo kalori (kkal). Perhitungan ini memang tergantung pada kebutuhan kalori harian anda. Sebenarnya yang terpenting dalam sarapan adalah kandungan gizi dari sarapan tersebut untuk menopang aktivitas tubuh selama sehari, bukan seberapa banyak porsi pada sarapan tersebut. Jadi, tentang porsi sarapan mana yang lebih baik, sedikit atau banyak, kembali lagi tergantung kebutuhan orang masing-masing.

Lebih baik porsi sedikit, karena jika kebanyakan makan apalagi di pagi hari saat perut dan organ tubuh lain selesai istirahat lalu perut menerima makanan yang banyak kadang membuat perut sakit, kalau kenyang juga akan membuat ngantuk dan berbahaya jika ditengah hari saat bekerja sudah mengantuk gara-gara makan banyak saat sarapan, dan seperti yang kita tahu berlebihan itu tidak baik jadi makan secukupnya aja. Kalau aku yang penting perut terisi tapi tidak sampai kenyang

Sebenernya ini memang masalah yang subjektif ya karna tiap orang itu kebutuhan energinya pasti beda-beda, ada yang harus sarapan di pagi hari dan bahkan ada yang paling ga bisa sarapan pas pagi. Kalo aku, sejak kecil sampe SMA aku selalu dibiasain buat selalu sarapan sebelum berangkat sekolah dengan harapan orang tuaku agar aku bisa konsentrasi mengikuti pelajaran. Karena sudah dibiasakan, jadinya aku ga masalah buat selalu sarapan. Untuk porsinya tentunya mengikuti perkembangan badanku seiring bertambahnya usiaku.

Namun sejak aku lulus SMA dan kuliah di kota lain dimana aku hidup sendirian, aku ga pernah sarapan pagi sebelum berangkat kuliah karena bangun tidur yang terlalu mepet sama jam kuliah pagi sehingga ga sempet. Dari situ, kebiasaanku dari kecil perlahan berubah yang tadinya makan berat sehari 3 kali menjadi hanya 2 kali dan terbukti aku masih dapat menjalani aktivitas dengan normal. Hingga saat ini, aku makan pagi di sekitar jam 9 hingga jam 10 dengan porsi yang standar buat aku. Aku memang ga pernah ngitung berapa kalori yang aku makan, tapi secara porsi aku cenderung konsisten sehingga tidak kekurangan maupun berlebihan.

Masing-masing dari kita tentunya udah paham dan hafal seberapa banyak porsi standar buat diri kita sendiri. Jadi menurutku, baiknya porsi makan kita kapanpun haruslah tetap normal dan konsisten agar tidak mengganggu siklus pencernaan kita yang telah terbiasa. Karena porsi makan yang lebih sedikit maupun lebih banyak dari porsi normal kita itu tentunya akan menimbulkan efek yang kurang baik bagi kesehatan kita. Meskipun bagi temen-temen yang berpuasa sekalipun, menurutku kita harus tetap menjaga porsi makan kita yang normal saat sahur maupun berbuka meskipun membutuhkan usaha dan pembiasaan karena adanya perbedaan jam makan. Dengan menjaga standar porsi makan tersebut, diharapkan kita selalu mendapatkan asupan energi yang cukup namun tidak berlebihan juga.

Betul, kembali pada diri masing-masing. Kalo saya cenderung sarapan dengan porsi yang sedikit karena terkadang jika terlalu banyak, saya memiliki masalah pada perut saya sehingga mengganggu aktivitas saya. Sebenarnya bukan porsi yang sedikit atau banyak, yang penting cukup dan tidak merasa kenyang.

Terkadang saya juga sarapan menggunakan buah agar setidaknya tubuh saya tidak langsung mengonsumsi nasi di pagi hari. Selain itu, terkadang juga saya membuat omelette dengan kentang rebus atau telur dengan roti.

Untuk porsi saya rasa disesuaikan dengan kebutuhan energi masing-masing orang. Menurut saya, poin penting dari sarapan terletak pada kebutuhan energi dan nutrisi bukan pada porsinya. Maka, yang perlu diperhatikan adalah variasi atau jenis makanannya dan kandungan gizinya.

Banyak atau sedikitnya porsi sarapan di pagi hari sangat subyektif dan tergantung pada masing-masing individu. Aku pribadi bukan orang yang terbiasa untuk sarapan di pagi hari, selain itu aku biasanya memilih porsi sarapan yang sedikit, atau bahkan tidak sarapan sama sekali. Sarapan dalam porsi yang banyak menurutku akan sangat mengenyangkan, sehingga dapat mengundang kantuk dan justru dapat mengganggu aktivitas. Meskipun sudah banyak artikel dan penelitian yang menyebutkan bahwa penting sekali sarapan untuk memulai hari, tapi aku pribadi tidak bisa mengikuti anjuran tersebut. Jika sekiranya pada hari itu aku akan beraktivitas berat, maka aku lebih memilih untuk sarapan dengan cemilan seperti biscuit atau buah-buahan. Hal ini aku pilih karena aku merasa pada pagi hari pencernaanku belum bisa menerima jumlah porsi sarapan yang terlalu banyak. Meskipun begitu, aku tetap sadar bahwa sarapan sangat penting bagi kita, terlebih yang memiliki aktivitas yang berat, sehingga sebisa mungkin aku tidak melupakan sarapan.

Porsi banyak atau sedikitnya sarapan semuanya itu tergantung dengan kebutuhan kalori setiap individu. Para ahli menganjurkan untuk sarapan dengan porsi sepertiga atau seperempat dari kebutuhan kalori per hari. Dan yang lebih penting adalah bukan seberapa banyak atau sedikitnya sarapan tetapi kandungan gizi yang terdapat dalam sarapan, yang harus memenuhi kebutuhan protein, serat, karbohidrat kompleks, dan lemak tak jenuh dari menu sarapan.
Aku sendiri adalah orang yang sering lupa sarapan dan ini memang buruk untuk kesehatan, dan semisal ingat dengan sarapan aku makan dalam porsi sedikit.

Mungkin ini tergantung aktifitas si pemakannya tersebut, ada yang kerjanya keras kayak kuli ada yang biasa saja mungkin kantoran jadi bisa disesuaiin dengan aktifitasnya. Kalau saya dirumah saja dan kerjaannya ringan saya biasanya makan sedikit tapi sering atau diselingi jajan dll. Karena benar seperti argumen diatas kalau kebanyakan makan bisa bikin ngantuk sama seperti saya, jadi saya lebih milih makan sedikit.

Sarapan pagi besar atau tidak porsinya harus dilihat dari kebutuhan kalori masing - masing. Ini tidak bisa disama ratakan menurut saya. Menurut Irianto, faktor usia, tinggi dan berat badan, jenis kelamin, dan berat ringannya aktivitas yang dilakukan dapat mempengaruhi kebutuhan kalori seseorang. Contohnya kebutuhan kalori di pagi hari anak usia 7-9 tahun tidak bisa disamakan kebutuhan kalori anak usia 10-12 tahun. Pada usia 10-12 kegiatan lebih banyak dibanding dengan anak usia 7- 9 tahun.

Referensi

Irianto, DP. (2007). Pedoman Gizi Lengkap Keluarga & Olahragawan. Yogyakarta: Andi Offset.

Menurut saya tergantung ya, karena respon tubuh masing-masing orang mungkin sangat berbeda. Kalau saya sendiri saya selalu sarapan dengan porsi yang sedikit, kalau sarapan dengan porsi yang banyak justru akan membuat perut saya sakit, dari sebuah website yang pernah saya baca kondisi seperti ini salah satunya dikarenakan ketika kita bangun tidur lambung kita sedang berada di kondisi yang kosong, dan jika lambung kosong diisi dengan porsi makan yang banyak akan membuat sistem pencernaan menjadi kewalahan. Dan hal ini akan dapat membuat perut terasa sakit dan tidak nyaman ketika beraktivitas

Kalo aku selama ini selalu sarapan dengan porsi sedikit, tapi nanti dua atau tiga jam kemudian makan lagi :laughing: ya bisa dibilang tim makan sedikit, tapi sering. Karena aku punya riwayat sakit lambung, jadi terkadang ketika sarapan dengan porsi banyak, merasa kenyang seharian, jadi malah tidak ada “bahan bakar” lagi yang harus diolah oleh lambung. Namun ternyata kebiasaanku ini berbeda atau bertentangan dengan pendapat ahli yang dikutip oleh hellosehat.com. Menurut para ahli, idealnya kita mengonsumsi sarapan sebesar 300 sampai 600 kilo kalori (kkal). Para ahli menganjurkan kita untuk sarapan dengan porsi sepertiga atau seperempat dari kebutuhan kalori per hari.
Meski sarapan dianggap penting, tapi pastikan porsi makan kita tidak melebihi kebutuhan kalori harian. Kebutuhan energi orang berbeda-beda. Jumlah kalori yang direkomendasikan oleh American College of Sports Medicine, adalah minimum 1.200 kalori per hari untuk wanita dan 1.800 per hari untuk pria.
Porsi sarapan ini mungkin tergolong besar untuk kita yang tidak biasa makan banyak di pagi hari. Akan tetapi, ternyata makan lebih banyak di pagi hari baru kemudian makan lebih sedikit di siang dan malam hari itu yang lebih baik. Dengan mengonsumsi sarapan besar, kita dapat menjaga pola makan dan terhindar dari ngemil tak sehat. Selain itu juga sarapan besar mengurangi porsi makan malam nantinya. Sehingga bermanfaat dalam mengelola keseimbangan glukosa sepanjang hari, membantu turunkan berat badan dan membantu tubuh beraktivitas lebih optimal, seperti yang diungkapkan studi yang dilakukan oleh Dr. Jakubowicz dari Tel Aviv University’s Wolfson Medical Center, Israel.

Sumber:
Hellosehat.com. 2021. Fakta Gizi Porsi Sarapan Yang Ideal. Diakses melalui https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/porsi-sarapan-yang-ideal/
Sahabat Nestle. Sarapan Pagi yang Sehat itu Sebaiknya Banyak atau Sedikit? Diakses melaluiSarapan Pagi itu Sebaiknya Banyak atau Sedikit? | Sahabat Nestlé

Menurut saya, sarapan pagi ada baiknya dilakukan dalam porsi makanan dan minuman yang secukupnya. sarapan yang terlalu banyak akan membuat perut penuh dan pencernaan bekerja lebih keras sehingga mengapa kita lebih cepat mengantuk jika kita makan terlalu banyak. tetapi melewatkan sarapan juga bukan pilihan yang baik karena anda akan kekurangan energi untuk melakukan aktivitas sehari - hari. tetapi seperti pendapat - pendapat yang ada sebelumnya, yang paling penting dalam sarapan itu adalah bagaimana tubuh kita menerima kandungan gizi yang cukup dari sarapan yang kita konsumsi dan bukan soal banyak atau sedikitnya sarapan yang kita konsumsi setiap harinya. setiap orang memiliki pilihan dan preferabilitynya sendiri soal berapa banyak sarapan yang harus dikonsumsi tetapi bagaimanapun juga, sarapan dalam jumlah yang cukup adalah pilihan yang lebih baik.

Sarapan itu tentang kandungan gizi, bukan hanya porsi

Sebenarnya yang lebih penting untuk diperhatikan bukanlah porsi sarapan, melainkan kandungan gizinya. memastikan sudah memenuhi kebutuhan protein, serat, karbohidrat kompleks dan lemak tak jenuh dari menu sarapan yang dimakan
Nutrisi-nutrisi tersebut bisa mengisi tenaga sekaligus menjaga kita agar bisa merasa kenyang lebih lama bahkan sampai waktu makan siang nanti.

Jadi menurt saya lebih baik sedikit namun cukup kandungan gizinya.

Manusia membutuhkan sarapan pagi karena dalam sarapan pagi akan adanya ketersediaan energi yang digunakan untuk jam pertama melakukan aktivitas. Sarapan pagi merupakan makanan yang dimakan setiap pagi hari atau suatu kegiatan penting yang dilakukan sebelum kita mengisi aktivitas yang lain setiap hari. Sarapan dibutuhkan untuk mengisi lambung yang telah kosong selama 8-10 jam dan bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan dalam konsentrasi belajar dan kemampuan fisik seseorang. Menurut Larega (2015) Sarapan pagi yang baik harus banyak mengandung karbohidrat karena akan merangsang glukosa mikro nutrient dalam otak yang dapat menghasilkan energi, selain itu juga dapat membantu memacu otak agar memusatkan pikiran untuk belajar dan memudahkan pelajar yang akan kita terima jika sedang bersekolah. Anjuran dalam menyantap sarapan pagi ialah makanan yang ringan bagi kerja pencernaan maka makanan yang baik untuk dikonsumsi saat sarapan adalah makanan yang memiliki kadar serta tinggi dengan protein yang cukup namun dengan kadar lemak yang rendah. Serta anjuran untuk porsi sarapan lebih sepertiga atau seperempat dari kebutuhan kalori perhari setiap individu karena porsi sarapan yang terlalu sedikit akan membuat Anda tetap merasa lapar, energi tidak terisi penuh, dan tubuh tidak mendapatkan gizi yang cukup. Sebaliknya, porsi sarapan yang terlalu banyak dapat meningkatkan berat badan dan risiko obesitas.

Summary

Larega, T. S. P. 2015. Effect Of Breakfast On The Level Of Concentration In Adolescents. J MAYORITY Volume 4 Nomor 2.

Sarapan menjadi salah satu faktor penting dalam menjalani aktivitas harian. Apa yang kita makan dan minum akan memengaruhi fungsi kognitif, suasana hati, hingga tingkat energi dalam sehari penuh.

Sebuah penelitian teranyar yang dilakukan para peneliti dari Endocrine Society menemukan, sarapan dengan porsi besar dapat membakar kalori dua kali lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang makan malam dengan porsi besar. Sarapan porsi besar disebut dapat menekan rasa lapar.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism ini juga menemukan, sarapan porsi besar dapat mengontrol kadar gula darah dan insulin sepanjang hari. Hasil yang berbeda justru ditemukan saat mengonsumsi makanan dengan porsi besar pada malam hari.

Jangan sampai kita melewatkan sarapan karena waktu makan ini termasuk yang paling penting. Sudah banyak penelitian yang membuktikan perihal pentingnya sarapan di pagi hari ini. Bagi kita yang rajin sarapan, kita berpotensi memiliki tingkat kolesterol lebih rendah. Kita juga bisa berkonsentrasi dan mengingat dengan lebih baik, serta tidak mudah kena penyakit kronis seperti penyakit diabetes dan penyakit jantung. Menurut para ahli, idealnya kita mengonsumsi sarapan sebesar 300 sampai 600 kilo kalori (kkal). Perhitungan ini memang tergantung pada kebutuhan kalori harian kita. Para ahli menganjurkan kita untuk sarapan dengan porsi sepertiga atau seperempat dari kebutuhan kalori per hari kita. Jadi, semisal asupan kalori per hari kita sebesar 1.600 kkal, berarti kita bisa makan sebanyak 400 kkal di pagi hari. Kalau asupan kalori harian kita sebesar 2.100 kkal, kita boleh menyantap sarapan hingga 600 kkal. Porsi sarapan ini mungkin tergolong besar buat kita yang tidak biasa makan banyak di pagi hari. Akan tetapi, yang lebih penting yaitu kebutuhan nutrisi yang kita perlukan untuk beraktivitas sepanjang hari. Lebih baik kita makan lebih banyak di pagi hari baru kemudian makan lebih sedikit di siang dan malam hari.

Summary

https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/porsi-sarapan-yang-ideal/

早餐像国王,午餐像平民,晚餐像乞丐
"Zǎocān xiàng guówáng, wǔcān xiàng píngmín, wǎncān xiàng qǐgài"
Zhuang Zi


(Makan pagi seperti Raja, makan siang seperti rakyat biasa, makan malam seperti pengemis)

Maksud dari pepatah China, Zhuang Zi. Makan pagi seperti raja, sarapanlah dengan makanan yang enak, penuh nutrisi dan vitamin bagi tubuh. Makan siang seperti rakyat biasa, makan siang yang kenyang dengan lauk pauk,dan karbohidrat yang banyak sesuai porsi diri sendiri. Makan malam seperti pengemis, waktu malam porsi makan lebih sedikit hanya makan nasi dan sayur. Dengan mengikuti pola makan tersebut membuat tubuh sehat dan tidak gemuk.

2021-09-02T18:08:00Z

KK Sosmed Podcast - Elisabeth Maranatha