Samuel Moore Walton “Sam Walton” : Pendiri Wal-Mart dan Sam Club yang Sukses Menjadi Keluarga Terkaya di USA Tahun 2016

Sumber Gambar

* https://pensador.uol.com.br/autor/sam_walton/

Biografi Sam Walton


Pekerjaan

Founder Of Wal-Mart Stores, Inc.

Tempat dan Tanggal Lahir

Kingfisher, Oklahoma, Amerika Serikat, 29 Maret 1918

Meninggal

Little Rock, Arkansas, Amerika Serikat, 5 April 1992

Nama Istri

Helen Walton (m. 1943–1992)

Anak

  1. Alice Walton
  2. Jim Walton
  3. S. Robson Walton
  4. John T. Walton

Buku

  1. Sam Walton, Made in America
  2. Footsteps in the Sand : The History and Testimony of the Wwii Generation
  3. Higher Than the Top

Nama Ayah

Thomas Gibson Walton

Nama Ibu

Nancy Lee Lawrence

Kewarganegaraan

Amerika Serikat

Pendidikan

  • David H. Hickman High School Columbia
  • University of Missouri Columbia

Total Kekayaan

$65 Billion Dollar

Peringkat Berdasarkan Forbes

  • 1 America’s 25 Richest Families (2016)

Riwayat Hidup


Sumber Gambar

* http://cdn.luxatic.com/wp-content/uploads/2015/03/Sam-Walton-the-founder-of-Walmart-00003.jpg

Samuel Moore Walton lahir pada 29 Maret 1918, di Kingfisher, Oklahoma, Amerika Serikat. Sam lahir dari pasangan suami istri Thomas Gibson Walton dan Nancy Lee. Sam mempunyai satu adik laki-laki bernama James.

Sejak kecil, Sam dan keluarganya selalu berpindah-pindah sebelum akhirnya mereka menetap di Columbia, Missouri. Ia dibesarkan ditengah tengah keluarga yang giat bekerja keras untuk bisa menyambung kehidupannya. Sejak usia dini, Sam juga turut membantu meringankan beban kedua orang tuanya dengan berjualan surat kabar dan membantu ibunya menjalankan bisnis susu dari beberapa sapi yang mereka miliki. Ayahnya adalah seorang petani. Suatu ketika, disaat keluarga Sam mengalami krisis ekonomi, Ayahnya menggadaikan sebagian tanahnya agar tetap bisa menafkahi keluarganya.

Sam pernah menjadi ketua kelas, mengikuti kegiatan pramuka dan berbagai klub lainnya ketika belajar di Sekolah Tinggi Hickman di Columbia, Missouri. Setelah lulus dari sana, Sam kemudian melanjutkan studinya ke Universitas Missouri. Disana Ia bergabung dengan komunitas Zeta Phi chapter of Beta Theta Pi fraternity dan menjabat sebagai Presiden Burall Bible Class di Universitas Missouri dan Stephens College. Sam lulus pada tahun 1940 dengan gelar sarjana di bidang ekonomi dari Universitas Missouri.

Sam Walton menikah dengan istrinya Helen Robson pada tanggal 14 Februari 1943. Mereka dikaruniai empat anak, tiga putra dan satu putri. Bersama dengan istrinya, Sam menjadi aktivis di Gereja dekat ruamahnya. Sam juga senang untuk berburu, terutama berburu burung puyuh. Selain itu Sam juga sangat senang untuk bisa menghabiskan waktu luangnya bersama dengan anjing kesayangannya.

Sam Walton meninggal pada tanggal 5 April 1992 di usia 74 tahun dikarenakan penyakit leukemia dan kanker sumsum tulang yang dideritanya. Ia meninggalkan kekayaan sebesar lebih dari $23 miliar pada saham Wal-Martnya sendiri.
Sebelum kematiannya, Sam menulis sebuah buku berjudul “Sam Walton, Made in America”. Pada tahun 1997, lima tahun setelah kematian Sam, Wal-Mart telah berkembang dengan memiliki lebih dari 2.300 toko dengan pendapatan tahunan sebesar $104.800.000.000 per tahun.

Riwayat Karir


Sumber Gambar

* http://media.salon.com/2014/10/sam_walton.jpg

Selang beberapa hari setelah kelulusannya dari Universitas Missouri, Sam bergabung J.C.Penney sebagai management trainee di Des Moines, Iowa. Kemudian ia mengundurkan diri dari pekerjaannya tersebut pada tahun 1942. Selanjutnya Sam bekerja sebagai petugas intelijen Angkatan Darat selama Perang Dunia II. Sebelum bergabung dengan tentara, Sam juga pernah bekerja di sebuah pabrik amunisi DuPont, Tulsa, Oklahoma.

Sam bergabung dengan US Army Intelligence Corps dan ia bertugas untuk mengawasi keamanan di pabrik pesawat terbang dan tawanan perang. Sampai akhirnya Sam mendapatkan pangkat Kapten dalam karir militernya tersebut dan memustuskan untuk kembali ke kehidupannya seperti biasa setelah perang usai.

Sam memutuskan untuk meniti karir bisnis bersama adiknya James dengan meminjam uang dari ayah mertuanya sebesar $25.000 untuk membuka toko pertamanya yang diberi nama Ben Franklin franchise di Newport, Arkansas, pada tahun 1945.

Dalam kurun waktu kurang dari dua dekade, Sam dan adiknya sudah berhasil mengembangkan tokonya dengan memiliki 15 toko cabang. Setelahnya Sam berencana untuk membuka toko yang lebih besar di daerah pedesaan dengan memberikan berbagai penawaran harga diskon untuk menarik lebih banyak pelanggan dan bisa mencapai volume penjualan yang lebih tinggi. Namun, eksekutif Ben Franklin franchise tidak mendukung dan menolak rencana tersebut.

Dengan rasa percaya diri, Sam melanjutkan perjuangannya untuk membuka toko Wal-Mart pertamanya pada tanggal 2 Juli 1962, di Rogers, Arkansas. Dalam proses pendiriannya saudara-saudara Sam juga tururt bekerja sama untuk membantu mengembangkan bisnis mereka.

Menjaga harga produk rendah adalah salah satu kekuatan utama di balik kesuksesan Wal-Mart. Sam memfokuskan usahanya pada produk sourcing ia pasok dari produsen-produsen di Amerika yang bisa memasok barang dagangannya pada harga yang sangat rendah. Sehingga Sam beharap Wal-Mart akan dapat bersaing dengan kompetitornya.

Selama beberapa tahun kemudian, pada tahun 1967 Sam mulai membuka beberapa cabang toko Wal-Mart dibeberapa negara sampai akhirnya Sam memiliki 24 toko Wal-Mart yang tersebar di beberapa negara tersebut dengan menghabiskan biaya sampai dengan $12.700.000 yang sudah termasuk biaya untuk meresmikan Wal-Mart sebagai sebuah perusahaan. Barulah setelahnya Wal-Mart resmi berdiri sebagai sebuah perusahaan dengan nama Wal-Mart Stores, Inc.

Perusahaan Wal-Mart mulai dikenal publik secara luas pada tahun 1970. Saham pertama dari Wal-Mart dijual dengan harga $16.50 per saham. Pada 1972, Wal-Mart telah mencatatkan dirinya di Bursa Efek New York (WMT). Pada tahun 1980, perusahaan Wal-Mart telah memperoleh keuntungan hingga $1 miliar dalam penjualan tahunan.
Tak pernah berhenti untuk berkembang dan berinovasi, Sam Walton membuka Sam Club pertamanya pada tahun 1980 untuk melayani usaha-usaha kecil dan perorangan. Dalam dekade yang sama, Sam juga membuka sebuah supermarket yang ia beri nama Wal-Mart Supercenter.

Kesuksesan Wal-Mart terus terjadi hingga awal tahun 1990-an walaupun Sam telah mengundurkan diri sebagai CEO pada tahun 1988, tetapi tetap ia tetap aktif di perusahaan sampai kematiannya pada tahun 1992. Kesuksesannya tersebut dibuktikan dengan nilai saham perusahaan mencapai angka $45 miliar. Hal tersebut juga menjadikan Wal-Mart sebagai perusahaan pengecer terbesar di Amerika Serikat pada tahun 1991, bahkan mampu menyaingi Sears, Roebuck & Company.

Saat ini Wal-Mart sudah menjadi sebuah perusahaan multinasional dengan lebih dari 11.000 toko di 28 negara. Wal-Mart juga menjadi perusahaan terbesar di dunia berdasarkan tingkat pendapatannya, serta menjadi perusahaan swasta terbesar di dunia.

Fakta - fakta


Sumber Gambar

* https://images.successstory.com/adminimg/image_uploads/content_images/sam-Walton-as-a-college-student-1_1439282004.jpg

  1. Sam lahir pada tanggal 29 Maret 1918 di Kingfisher, Oklahoma, AS.
  2. Sam adalah pendiri Wal-Mart dan Sam Club.
  3. Toko Wal-Mart pertama kali dibuka pada tanggal 2 Juli 1962 di Bentonville, Arkansas.
  4. Keluarga Sam menjadi keluarga terkaya di Amerika Serikat.
  5. Sam memutuskan untuk meniti karir bisnis bersama adiknya James dengan meminjam uang dari ayah mertuanya sebesar $25.000 untuk membuka toko pertamanya yang diberi nama Ben Franklin franchise di Newport, Arkansas, pada tahun 1945.
  6. Sam termasuk dalam daftar Time 100 orang paling berpengaruh dari abad ke-20 di tahun 1998.
  7. Sam lulus dari University of Missouri pada tahun 1940 dengan meraih gelar dibidang ekonomi.
  8. Sam pernah menjabat sebagai petugas intelijen Angkatan Darat selama Perang Dunia II.
  9. Sam mengambil peran langsung dalam administrasi usahanya.
  10. Sam senang menghabiskan waktunya bersama dengan anjing kesayangannya.
  11. Sam menghabiskan masa kanak-kanaknya di Missouri
  12. Sejak kecil Sam membantu meringankan beban kedua orang tuanya dengan berjualan surat kabar dan membantu ibunya menjalankan bisnis susu dari beberapa sapi yang mereka miliki.
  13. Sam pernah menjadi ketua kelas, mengikuti kegiatan pramuka dan berbagai klub lainnya ketika belajar di Sekolah Tinggi Hickman di Columbia, Missouri.
  14. Sam menikah dengan istrinya Helen pada tahun 1943.
  15. Sam meninggal pada tanggal 5 April 1992 di Little Rock, Arkansas, USA.

Quotes


Sumber Gambar

* http://cdn.quotesgram.com/img/53/62/1007874489-Mr_Sam_.jpg

Outstanding leaders go out of their way to hoost the self esteem of their personnel. If people believe in themselves it’s amazing what they can accomplish. Sam Walton

I have always been driven to buck the system, to innovate, to take things beyond where they’ve been. Sam Walton

High expectations are the key to everything. Sam Walton

Appreciate everything your associates do for the business. Nothing else can quite substitue for a few well chosen, well timed, sincere words of praise. They’re absolutely free and worth a fortune. Sam Walton

Nothing else can quite substitute for a few well-chosen, well-timed, sincere words of praise. They’re absolutely free and worth a fortune. Sam Walton

You can’t just keep doing what works one time, everything around you is changing. To succeed, stay out in front of change. Sam Walton

Set high goals, encourage competition, and then keep score. Sam Walton

We’re alla working together, That’s the secret. Sam Walton

Commitment is the key to success to everything. Sam Walton

Commit to you business, believe in it more than anybody else. Sam Walton

There is only one boss. The customer. And he can fire everybody in the company from the chairman on down, simply by spending his money somewhere else. Sam Walton

We need to feed our egos not on our individual accomplishments, but by the accomplishments of our associates. Sam Walton

The goal as a company is to have customer service that is not just the best but legendary. Sam Walton

Let’s go for it! Let’s take care of our associates, let’s take care of our people, and they’ll take care of our customers. Sam Walton

The key to success is to get out into the store and listento what the associates have to say. Sam Walton

Keep everybody guessing as to what your next trick is going to be. Sam Walton

I had to pick myself up and get on with it, do it all over again, only even better this time. Sam Walton

If you want a successful business, your people must feel that you’re working for them. Not that they’re working for you. Sam Walton

Capital isn’t scarce, vision is. Sam Walton

Do it. Try it, Fix it. Sam Walton

[details=Referensi]

1 Like


Sumber ; http://quotesgram.com/sam-walton-walmart-quotes/

Nama Sam Walton mungkin tidak asing lagi di dunia bisnis. Walau sosoknya telah meninggal dunia, namanya tetap dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses sepanjang masa. Berkat ketekunan dan kerja keras semasa hidup, perusahaan Walmart miliknya mampu menjadi salah satu toko ritel terbesar di dunia. Sebelum bisa sukses, Sam Walton harus menjalani hidup yang tidak mudah.

Sam Walton lahir pada tanggal 29 Maret 1918, di Kingfisher, Oklahoma, anak pertama dari dua bersaudara Thomas Gibson Walton, seorang bankir, petani, penilai pinjaman pertanian, dan agen real estat dan asuransi, dan Nancy Lee Lawrence Walton. Pada saat dia kecil, Sam membantu keluarganya mencari uang dengan cara memerah susu sapi keluarganya, memasukkannya ke dalam botol, dan mengirimnya ke pelanggan. Setelah itu, dia akan mengirimkan koran Columbia Daily Tribune sesuai rute yang diberikan. Dia juga menjual majalah berlangganan. pada saat kuliah, Sam melakukan berbagai pekerjaan aneh, mulai dari menunggui meja sebagai ganti makanan. Namun bukan berarti ia tidak punya waktu bermain. Ia sangat menyukai bermain bola basket dan American Football.

Saat kuliah ia juga aktif di organisasi. Ia pernah menjadi presiden badan eksekutif mahasiswa di kampusnya. Kegiatan organisasi ini ia jalani sambil meneruskan usaha loper korannya. Ia juga tidak melalaikan kuliah. Sam Walton mengakui ia memang sangat sibuk saat kuliah, namun dari sanalah ia memahami arti uang dan kerja keras. Kelak setelah menjadi miliarder, ia tetap menjalani hidup yang sederhana. Walau harus bekerja keras, Walton sadar bahwa pendidikan merupakan hal yang penting dalam hidup. Ia terus belajar dan menyelesaikan pendidikannya hingga lulus sebagai sarjana Ekonomi dari University of Missouri di tahun 1940.

Hanya berselang 3 hari setelah kelulusannya, ia kemudian bekerja di J.C Penney yaitu toko ritel yang cukup besar di Amerika Serikat. Lewat pengalaman ini lah Sam Walton banyak mendapatkan ilmu dan pengalamannya di bidang bisnis ritel.Setelah bekerja selama 18 bulan, ia berhenti tahun 1942 dengan alasan militer. Ia masuk militer di unit intelijen Angkatan Darat Amerika Serikat. dia kembali ke Oklahoma, di mana dia bekerja untuk pabrik bubuk mesiu DuPont di Claremore. Di sana, dia bertemu dengan calon istrinya Helen Robson, putri seorang pengacara, peternak, dan politisi lokal terkemuka. Walton dilantik menjadi tentara A.S. pada tanggal 16 Juli 1942, dan menikah pada tanggal 14 Februari 1943. Pasangan tersebut dipindahkan ke Salt Lake City, Utah, di mana dia bekerja dengan Batalyon Polisi Militer A, 777. Selama pengalaman militer keluarga, istri Walton memutuskan bahwa dia tidak akan pernah lagi pindah ke kota dengan populasi lebih besar dari 10.000 orang. Anak pertama mereka lahir pada tahun 1944, dan Walton dipecat dari militer pada tahun 1945.

mereka pindah ke Newport, Arkansas, lalu membeli lisensi franchise supermarket Benjamin Franklin. Saat itu kebanyakan pemilik supermarket tidak mau membuka cabang di kota berpenduduk kurang dari 10 ribu orang, namun Sam dapat sukses menjalankan supermarket di kota dengan penduduk 5 ribu orang dengan konsep diskonnya.

Konsepnya adalah jika ia membeli baju seharga 0,8 dollar per potong. Umumnya supermarket lain akan menjualnya kembali seharga 1,2 dollar namun Sam menjualnya seharga 1 dollar. Ia mengamati walau marginnya dipotong separuhnya, barang terjual 3 kali lebih banyak dan keuntungan pun menjadi lebih besar.* Pada zamannya tidak ada orang yang menggunakan ilmu itu. Saat ia mempresentasikan

konsepnya ke kantor pusat Benjamin Franklin, mereka tidak tertarik untuk bekerja sama. Penolakan itulah yang membuat Sam mendirikan Walmart yang pertama, 20 tahun setelah pertama kali membeli franchise Benjamin Franklin yang pertama.

Setelah mendirikan perusahaannya, Sam Walton tidak berhenti belajar. Ia sering mewawancarai manajer-manajer hingga kasir dan pramuniaga supermarket lain, menanyakan berbagai hal teknis yang dapat ia gunakan di Walmart. Poin-poin penting ia catat dalam buku catatan yang selalu ia bawa (setelah mengenal recorder, ia mulai meninggalkan buku catatannya dan merekam seluruh wawancara yang ia lakukan).

Sam Walton mulai bekerja sangat pagi. Seringkali ia bekerja mulai dari jam 4.30. Menurutnya jam-jam tenang ini sangat berharga untuk berpikir, membuat rencana, dan mengatur pekerjaan-pekerjaannya. Biasanya ia mulai dengan menulis artikel untuk buletin perusahaan dilanjutkan dengan mengunjungi supermarket-supermarketnya di berbagai daerah. Ia melakukan kerja ekstra ini karena ia menyukai hal-hal yang ia lakukan.

Walmart dikenal sebagai perusahaan yang memiliki karyawan—Walmart menyebutnya associate— yang loyal, padahal mulanya Sam sangat pelit dalam memberikan kompensasi kepada karyawannya. Namun ia belajar bahwa dengan memberikan profit sharing, karyawan menjadi bekerja dengan baik dan tidak berbuat curang. Sam menjanjikan kepada sopir truk gudangnya, “Jika kamu mau bekerja dengan saya selama 20 tahun, kamu akan mendapatkan $ 100.000 dari profit sharing.” Ternyata sopir tersebut mendapat lebih dari tujuh kalinya. Selain dengan profit sharing, Sam juga selalu ingin mendengar keluhan langsung dari karyawannya. Dalam kunjungan dadakan ke supermarket-supermarketnya, ia bertanya bagaimana Walmart bisa meningkatkan kinerja, memuji prestasi karyawan yang baik dan menegur yang tidak berhasil.

Sam Walton berupaya mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang lebih baik daripada dia sendiri. Ia merekrut wakil yang lebih baik dalam bidang supply chain, lain waktu ia merekrut wakil yang lebih baik dalam membangun sistem, lain waktu lagi dalam menerapkan teknologi. Bidang-bidang yang kurang ia kuasai. Oleh karena itu, Walmart tidak ketinggalan zaman saat komputer ada. Malah termasuk supermarket yang awal dalam menggunakan komputer.

Kesuksesan Walmart tidak terlepas dari partisipasi keluarga Sam. Istri dan anak-anaknya sangat mendukung dalam mengembangkan perusahaan. Sejak kecil, anak-anaknya sudah bekerja di supermarket: menyapu lantai, mengangkat kardus, menjaga stand es krim. Mulai dari dasar dengan menanamkan kerja keras sejak kecil. Saat makan bersama pun, seringkali membahas perkembangan supermarket. Sebagai gantinya, Sam suportif terhadap kegiatan anak-anaknya. Ia hadir di pertandingan olahraga sekolah, mengantar anaknya berkuda, dan memberikan liburan bersama keluarga yang tidak diganggu pekerjaan.

image
Sumber : http://2quotes.net/authors/20-famous-sam-walton-quotes-2quotes.html

Banyak yang mengira bahwa Sam Walton dapat menjadi sangat sukses dalam waktu yang singkat. Menanggapi hal tersebut, Sam Walton menjawab, “seperti kisah sukses dalam satu malam lainnya, dibutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk mencapainya.” Namun ia tidak keberatan menghabiskan 20 tahun membesarkan Walmart, toh dalam prosesnya ia menyukai hal-hal yang ia lakukan dan mendapat banyak pembelajaran. Bukan kesuksesan yang instan, namun berarti.

Sam Walton wafat pada 5 April 1992 akibat penyakit kanker tulang sumsum dan leukimia yang dideritanya. Sebelum meninggal, ia berhasil menerima penghargaan Medal of Freedom dari Presiden Amerika Serikat atas kesuksesan yang dicapainya.

Sumber :

Samuel Moore Walton atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sam Walton adalah seorang pendiri Walmart, toko pengecer terbesar di dunia. Sam Walton lahir pada 29 Maret 1918, di Kingfisher, Oklahoma, Amerika Serikat. Walton adalah anak pertama dari pasangan Thomas Walton dan Nancy Lee.

Pada awal hidupnya Walton dan keluarga pindah ke Missouri. Sam Walton lahir di masa Depresi Besar. Karena itu Sam kecil terbiasa membantu ekonomi keluarganya. Ia memerah susu sapi, memasukkannya dalam botol, dan mengirimkannya ke rumah-rumah pelanggannya. Selain itu, dia juga menjadi loper koran Columbia Daily Tribune dan menjual majalah berlangganan.

Walton menempuh pendidikan di Universitas Missouri, dengan harapan agar ia bisa mendapat pekerjaan yang layak untuk membantu ekonomi keluarganya. Saat kuliah di University of Missouri ia masih meneruskan usaha loper korannya. Ia juga tidak melalaikan kuliah. Sam Walton mengakui ia memang sangat sibuk saat kuliah, namun dari sanalah ia memahami arti uang dan kerja keras.

Setelah lulus dari University of Missouri di bidang ekonomi pada tahun 1940. Ia sebenarnya ingin melanjutkan S2, mengambil Finance di Wharton. Namun hal ini tidak jadi dilakukannya karena ia tidak memiliiki uang untuk melanjutkan kuliah. Dan jika ia melanjutkan kuliah lagi ia harus bekerja sambilan lagi, seperti saat ia kuliah S1. Sam merasa kehidupan seperti itu terlalu sibuk, ia merasa lelah.

Oleh karena itu, Sam Walton memutuskan untuk mulai bekerja. Ia diterima di perusahaan retail J.C. Penney. Di sinilah Sam Walton banyak mendapatkan ilmu dan pengalamannya di bidang bisnis ritel. Setelah bekerja selama beberapa bulan, ia berhenti di tahun 1942 dengan alasan militer. Ia masuk militer di unit intelijen Angkatan Darat Amerika Serikat.

Seusai Perang Dunia ke-II, Walton kembali menjadi seorang sipil pada tahun 1945. Namun, ia memutuskan untuk tidak bekerja dengan orang lain lagi. Dengan pinjaman sebesar $ 25.000 dari ayah mertuanya, Walton bersama dengan adiknya, James, mendirikan sebuah toko waralaba yang mereka beri nama Ben Franklin. Walton tidak membuka gerai pertamanya di kota-kota besar, namun ia justru membukanya di Newport, Arkansas karena sang istri, Helen ingin tinggal di kota kecil saja.

Perjalanan awalnya tidak terlalu mulus. Walton sebelumnya sempat frustasi dan hampir putus asa karena belum bisa memahami permintaan dari para penduduk desa saat itu. Namun dengan konsep diskonnya Walton berhasil menarik minat penduduk perdesaan. Konsepnya adalah jika ia membeli baju seharga 0,8 dollar per potong. Sam hanya akan menjualnya seharga 1 dollar. Padahal supermarket yang lain akan menjualnya dengan harga 1,2 dollar. Dalam pengamatannya, walaupun keuntungan yang akan didapat terpotong separuh, barangnya akan terjual 3 kali lebih banyak dan keuntungan yang didapat pun menjadi lebih besar.

Ia mempresentasikan konsepnya ini ke kantor pusat Benjamin Franklin, Namun mereka tidak tertarik untuk bekerja sama dan memperluas tokonya di daerah perdesaan. Penolakan itulah yang membuat Sam mendirikan Walmart yang pertama di tahun 1962 dengan berbekal keberaniannya.

Setelah mendirikan perusahaannya, Sam Walton tidak pernah berhenti untuk berusaha dan belajar. Sam Walton mulai bekerja sangat pagi dari jam 4.30. Menurutnya jam-jam tenang ini sangat berharga untuk berpikir, membuat rencana, dan mengatur pekerjaan-pekerjaannya. Dalam kunjungan dadakan ke supermarket-supermarketnya, ia bertanya bagaimana Walmart bisa meningkatkan kinerja, memuji prestasi karyawan yang baik dan menegur yang tidak berhasil. Ia melakukan kerja ekstra ini karena ia menyukai hal-hal yang ia lakukan.

Pada tahun 1976 Wal-Mart resmi menjadi salah satu perusahaan publik dengan nilai saham $ 176.000.000. Pada awal 1990-an, saham Wal-Mar melonjak tinggi hingga $ 45 miliar. Pada tahun 1991 Wal-Mart melampaui Sears, Roebuck & Company untuk menjadi peritel terbesar di negara itu.

Keberhasilan Wal-Mart ini berkat keuletan dari Sam Walton dan timnya juga strategi menjual produk murah dari potongan biaya dan waktu pengiriman barang-barangnya. Dengan menerapkan komputerisasi sistem inventory, proses pemesanan ulang untuk barang-barang bisa menjadi lebih cepat.

Sam Walton dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Meskipun memiliki bisnis yang besar hal itu tidak merubahnya menjadi pribadi yang berbeda. Ia tetap tinggal bersama istrinya di rumah yang dibelinya tahun 1959 dan tetap mengendarai truk pick up merah tuanya.

Sam Walton juga dikenal sebagai sosok dermawan. Walau dengan keuntungan besar yang didapatkannya, Walton selalu melakukan banyak hal positif untuk sekitarnya seperti membuka banyak lowongan pekerjaan dan memberi sumbangan kepada badan-badan amal.

Pada tahun 1985 majalah Forbes menobatkan Walton sebagai orang terkaya di Amerika Serikat. Ia juga meraih penghargaan dari Presiden Amerika Serikat berupa Medal of Freedom. Namun, tiga minggu setelah ia menerima penghargaan tersebut, pada 5 April 1992 hari minggu pagi Sam Walton meninggaldunia di University of Arkansas, Little Rock, Arkansas setelah berjuang melawan pennyakit kanker tulang sumsum dan leukimia yang dideritanya. Setelah ia meninggal, posisinya sebagai orang paling kaya segera digantikan oleh Bill Gates.

Hal penting untuk di ingat dari pengusaha sukses ini adalah sosok pekerja keras dan kesederhanaan dalam menjalani hidup. Beliau adalah orang yang suka bekerja tanpa kenal lelah. Dengan visi yang unik, Walton senang melawan arus dengan melakukan sesuatu dengan caranya sendiri. Ia tidak suka mengikuti gaya orang lain. Ia juga seorang yang pantang menyerah dan optimis. Seperti orang-orang sukses yang lain, Sam Walton mengartikan kegagalannya sebagai suatu pelajaran.

“Jika kita bekerja sama, kita akan menurunkan biaya hidup untuk semua orang. Kita akan memberi dunia kesempatan untuk melihat bagaimana rasanya menyelamatkan dan memiliki kehidupan yang lebih baik.” (Samuel Moore Walton)

Sumber :

Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih pada penulis diatas karena telah memberikan tambahan informasi tentang biografi Warren Buffet. Di sini saya hanya akan meringkas dan menambahkan sedikit informasi yang mungkin belum terdapat pada informasi di atas yang berasal dari sumber yang sudah saya baca.

Sam Walton adalah seorang pengusaha yang berasal dari amerika yang mendirikan Wal-Mart Stores Inc. yang telah tumbuh menjadi perusahaan besar dunia dengan pendapatan yang luar biasa. Didirikan pada tahun 1962, saat ini perusahaan ini memiliki ribuan toko di seluruh dunia. Sam Walton telah menghabiskan bertahun-tahun hidupnya dalam bisnis manajemen ritel sebelum membuka toko Wal-Mart pertama. Lahir dalam keluarga petani sederhana pada akhir 1910-an, dia tumbuh kondisia depresi ketika bukan hanya keluarganya sendiri, tapi orang lain di sekelilingnya berjuang untuk memenuhi kebutuhan. Masih seorang anak muda, dia mengambil berbagai pekerjaan untuk memberi kontribusi pada pendapatan keluarganya dan ini memberinya nilai kerja keras dan tekad di usia muda. Ia kuliah di University of Missouri dan lulus dengan gelar sarjana ekonomi. Setelah beberapa lama bekerja di J. C. Penney, dia terus melayani tentara selama perang bertahun-tahun sebelum terjun ke bisnis manajemen ritel. Dia mengambil alih pengelolaan toko varietas pertamanya saat membeli toko roti Ben Franklin di Newport, Arkansas. Akhirnya dia membuka toko Wal-Mart pertama di tahun 1962 yang kini telah berkembang mencakup lebih dari 11.000 toko di 28 negara.

Masa Kecil & Awal Hidup

Ia lahir dengan nama Samuel Moore Walton pada tanggal 29 Maret 1918, di Kingfisher, Oklahoma, A.S. yang merupakan putra dari Thomas Gibson Walton dan Nancy Lee. Dia memiliki satu adik laki-laki, bernama James. Keluarganya tidak memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan karena ayahnya hanya seorang petani. Kemudian keluarganya akhirnya menetap di Columbia, Missouri. Dia tumbuh dengan rasa depresi yang cukup besar dan mengambil banyak pekerjaan kecil untuk membantu keluarganya yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan. Di antaranya, ia menjual majalah berlangganan dan mengirimkan surat kabar. Dia juga memerah susu sapi keluarga, mengemas nya lalu menjualnya ke pelanggan.

Dia menghadiri David H. Hickman High School di Columbia di mana dia terpilih sebagai “Most Versatile Boy” pada saat wisuda di tahun 1936. Dia kemudian pergi belajari ke University of Missouri. Selama masa universitas, dia menjadi anggota QEBH, masyarakat rahasia terkenal di kampus yang menghormati para pria senior terkemuka, dan masyarakat kehormatan militer nasional “Scabbard and Blade”. Ia lulus pada tahun 1940 dengan gelar sarjana ekonomi.

Karier

Dalam beberapa hari setelah lulus, Walton bergabung dengan J. C. Penney sebagai trainee manajemen di Des Moines, Iowa. Dia mengundurkan diri dari pekerjaan pada tahun 1942 untuk melayani dalam Perang Dunia II. Sebelum bergabung dengan tentara, dia bekerja di pabrik amunisi DuPont di dekat Tulsa, Oklahoma untuk sementara waktu.

Dia bergabung dengan Korps Intelijen Angkatan Darat A.S. dan mengawasi keamanan di pabrik pesawat terbang dan tahanan kamp perang. Dia akhirnya mencapai pangkat Kapten dalam karir tentara dan kembali ke kehidupan sipil begitu perang usai.

Setelah menikah, dia meminjam sejumlah uang dari mertuanya dan membeli sebuah toko roti Ben Franklin di Newport, Arkansas, pada tahun 1945. Toko itu adalah waralaba rantai Butler Brothers. Kemudian dia menemukan sebuah kesuksesan dalam manajemen ritel dengan konsep perintisnya, dan pada awal 1960an, Walton bersama dengan saudaranya James, memiliki 15 waralaba Ben Franklin dan satu toko independen. Walton lalu merencanakan untuk membuka gerai yang lebih besar di daerah pedesaan dengan harga diskon untuk menarik lebih banyak pelanggan dan mencapai volume penjualan yang lebih tinggi. Namun, para eksekutif Ben Franklin tidak menyukai konsep ini dan menolak rencana tersebut. Dengan tak gentar, Sam Walton kemudian membuka toko Wal-Mart pertama pada tanggal 2 Juli 1962 di Rogers, Arkansas. Sekitar waktu ini, saudara-saudara Walton bekerja sama dengan Stefan Dasbach yang mereka ajak bekerjasama untuk mengembangkan bisnis mereka.

Menjaga harga produk rendah adalah salah satu kekuatan pendorong utama di balik kesuksesan toko Wal-Mart. Walton memfokuskan upayanya untuk mencari produk dari produsen Amerika yang bisa memasok barang dagangan untuk seluruh cabang Wal-Mart dengan harga sangat rendah agar bisa memenuhi persaingan asing. Selama beberapa tahun berikutnya beberapa toko Wal-Mart bermunculan di seantero negeri dan pada tahun 1967, keluarga Walton memiliki 24 toko, mendaftarkan penjualan hingga 12,7 juta. Dalam beberapa tahun, Walton secara resmi menggabungkan perusahaannya sebagai Toko Wal-Mart, Inc. Perusahaan ini dipublikasikan pada tahun 1970 dan saham pertama dijual dengan harga 16,50 per saham. Pada tahun 1972, Wal-Mart terdaftar di New York Stock Exchange (WMT). Pada tahun 1980, perusahaan telah mencapai $ 1 miliar dalam penjualan tahunan.

Pernah menjadi inovator, Sam Walton meluncurkan Sam’s Club pertama di tahun 1980an untuk melayani usaha kecil dan individu. Selama dekade yang sama, Supercenter Wal-Mart yang pertama juga dibuka, menggabungkan supermarket dengan barang dagangan umum untuk memberikan kenyamanan berbelanja satu atap. Wal-Mart menikmati kesuksesan di tahun-tahun yang akan datang dan pada awal 1990an, nilai saham perusahaan melonjak menjadi $ 45 miliar. Wal-Mart menjadi peritel terbesar di negara itu pada tahun 1991, bahkan melampaui Sears, Roebuck & Company.

Walton telah mengundurkan diri sebagai CEO pada tahun 1988, namun tetap aktif di perusahaan tersebut sampai kematiannya pada tahun 1992. Pekerjaan Utama Sam Walton paling diingat adalah sebagai pendiri perusahaan ritel, Wal-Mart. Didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1962, perusahaan ini sekarang menjadi multinasional dengan lebih dari 11.000 toko di 28 negara, di bawah total 65 spanduk.

Wal-Mart juga merupakan perusahaan terbesar di dunia dengan pendapatan, sekaligus sebagai perusahaan swasta terbesar di dunia. Pekerjaan Filantropi Sam Walton memiliki kepercayaan kuat untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Yayasan Walmart didirikan pada tahun 1979 untuk berkontribusi pada orang-orang yang kurang mampu, dengan berfokus pada peluang, keberlanjutan dan komunitas. Bersama dengan istrinya, dia mendukung berbagai amal dan aktif di First Presbyterian Church di Bentonville di mana dia melayani sebagai Penata Keputusan dan seorang guru Sekolah Minggu. Dia juga memberikan kontribusi finansial yang besar kepada gereja.

Penghargaan & Prestasi dari tahun 1982 sampai 1988 adalah majalah ‘Forbes’ bernama Walton adalah orang terkaya di Amerika Serikat. Pada tahun 1992, Sam Walton dianugerahi Presidential Medal of Freedom, penghargaan sipil tertinggi bangsa, oleh Presiden George H. W. Bush dan dipuji sebagai “seorang oriental Amerika” yang “mewujudkan semangat kewirausahaan dan melambangkan impian Amerika.” Kemudian pada tahun 1998, Walton masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh pada abad ke-20.

Hal yang bisa kita pelajari dari kisah diatas, Yaitu:

  • Walau dalam kondisi kekurangan, dia tidak menyerah dan terus berjuang untuk merubah nasibnya
  • Selalu mencari peluang dalam segala bidang
  • Selalu mecoba dan tidak takut akan kegagalan
  • Tidak berorientasi pada kekayaan perusahaan namun berorientasi pada kebutuhan masyarakat

Salah satu Quotenya yang paling mengispirasi saya adalah

“High expectation are the key to everything” -Samuel Moore Walton

Sumber: